The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
384.



Di sebuah rumah sakit jiwa, seseorang yang terlihat berpakaian necis keluar dari mobil mewah dan masuk ke dalam rumah sakit itu bersama seseorang yang di duga seorang asisten dari orang berpakaian necis itu.


Terlihat asisten itu berbicara dengan Resepsionis rumah sakit, kemudian salah seorang dengan pakaian perawat datang. Mereka bertiga masuk ke dalam sebuah ruangan di mana seseorang di dalamnya diam menatap jendela.


"Ini pasiennya tuan, jika ada apa-apa anda bisa memanggil saya. Hati-hati karena pasien ini sering sekali mengamuk dan berusaha melarikan diri" ucap perawat memberi tahu.


"Baik, terimakasih sus" ucap asisten dan di angguki oleh perawat.


"Benar ini orangnya?" tanya pria necis itu setelah kepergian perawat dan menunjuk seseorang.


"Benar tuan" ucap asisten mantap.


Pria necis itu kemudian menghampiri orang yang tengah diam di dalam ruangan itu.


"Hallo tuan, salam kenal. Nama saya Dominic Cedric, saya tahu anda tidak gila dan terkurung di sini. Saya akan berusaha mengeluarkan anda dari sini jika anda mau. Bagaimana?" tanya Dominic


Mendengar ucapan Dominic, orang yang di panggil tuan itu menoleh dan menatap Dominic.


"Gaf, berikan pada tuan ini" ucap Dominic menginstruksikan pada asistennya yang bernama Gaffin, untuk memberikan sebuah note dan bolpoin yang sebelumnya sudah di siapkan.


"Saya tahu anda tidak bisa bicara, tapi anda masih bisa menulis bukan?" tanya Dominic yang di angguki oleh orang itu.


"Boleh saya tahu nama anda tuan?" tanya Dominic


^^^Agung Sasmito^^^


tulus orang yang tak lain adalah ayah kandung dari Dara dan Dimas itu.


"Nama anda sedikit familiar" ucap Dominic memikirkan sesuatu.


Terlihat Gaffin membisikan sesuatu pada Dominic dan terlihat atasan nya itu mengangguk paham.


"Oh, jadi dulu anda pengusaha cukup sukses tuan Sasmito. Bagaimana bisa anda tiba-tiba jatuh terpuruk seperti ini" ucap Domini, terlihat Agung kembali menulis.


^^^Panggil Agung saja, aku juga tidak tahu kenapa usahaku tiba-tiba gulung tikar. Bisakah kamu mengeluarkan aku dari sini? Dan dari mana kamu tahu kalau aku tidak gila?^^^


"Oh baik, kalau gitu aku panggil Pak Agung saja. Tentu saya bisa mengeluarkan anda dari sini dengan mudah, meskipun harus mengurus beberapa prosedur. Masalah aku tahu dari mana, jujur aku tidak sengaja mendengar percakapan kamu dengan seorang remaja di selatan ibukota.


Boleh aku bertanya sebelumnya, apa ucapan anda benar jika remaja itu anak anda? Dan kenapa anda bisa seperti ini? Padahal waktu itu saya lihat anda masih bisa bicara?" ucap Dominic penasaran


^^^Aku juga tidak tahu kenapa aku bisa tiba-tiba tidak bisa bicara. Masalah itu aku yakin itu putraku Adimas, wajah dan namanya sama, tapi dia tidak mengakui aku adalah ayahnya.^^^


"Saya akan membantu anda untuk membuktikan dia anakmu, jika anda yakin itu putra anda. Anda mau?" ucap Dominic.


^^^Apa yang kamu inginkan?^^^


"Ha-ha, anda bisa langsung paham pak, saya memang mau membantu anda karena kasihan pada anda. Tapi saya juga tidak munafik, saya memerlukan anda untuk tujuan besar saya menghancurkan keluarga Narendra. Dan satu hal lagi, sepertinya saya tertarik dengan kakak perempuan putra anda yang saya yakin adalah putri anda juga pak.


Bagaimana jika setelah saya berhasil membuktikan jika anda memiliki hubungan dengannya dan di akui oleh mereka, anda juga membantuku untuk menikah dengan putri anda Addara?


Setelahnya saya juga bisa membantu anda dengan memberikan modal usaha yang cukup untuk usaha anda, atau anda ingin bekerja di perusahaan saya nantinya. Dan saya akan memfasilitasi anda berobat agar bisa berbicara lagi" tanya Dominic dengan tawaran menggiurkan.


^^^Keluarkan dulu saya dari sini, setelahnya aku setuju dengan apa yang kamu bicarakan^^^


"Tentu, berikan waktu seminggu paling lama untuk mengurus keluarnya anda dari sini" ucap Dominic tersenyum puas.


Sayangnya baik itu Dominic, Agung dan Gaffin tidak menyadari jika percakapan mereka itu bisa di dengar oleh salah satu anggota GOD yang memang di kirim Dara untuk terus memantau Agung di rumah sakit jiwa.


....


Tangannya ia ketukan di meja beberapa kali dan berpikir tentang siapa sebenarnya Dominic Cedric ini? Segera Dara menghubungi Theo untuk mengkonfirmasi siapa sebenarnya Dominic.


"Hallo bos" ucap Theo


"Hallo Theo, aku ingin meminta bantuanmu" ucap Dara to the point


"Haduh to the point banget sih bos, kan bisa basa-basi dulu. Nanya kabar dulu kek, nanya udah punya pacar belum atau kapan nikah gitu" cerocos Theo


"Aku udah tahu kamu sehat dan belum punya pacar. Jadi tidak mungkin menikah karena tidak punya calon, kan kamu itu jomblo abadi" ucap Dara


"Ya Tuhan bos, langsung ngena di hati, nylekiittt, sakiiittt nya tuh di sini...." ucap Theo lebay


"Lebay" ucap Dara


"Makanya cariin jodoh buat aku Napa bos, bete juga lama-lama jomblo" ucap Theo


"Cari sendiri. Cari informasi orang aja cepet udah kaya Intel core i9-9900KFC. Eh giliran cari jodoh malah melempem jadi Pentium satu" ucap Dara


"Jiah jadul banget bos di samain Pentium satu" ucap Theo mwrajuk


"Udah sekarang aku ada tugas, kerjakan sekarang dan aku tunggu" ucap Dara lagi


"Tugas apa bos?" tanya Theo


"Cari tahu semua hal tentang Dominic Cedric. Cari tahu sampai detail semua yang menyangkut tentang dia. Jangan ada yang terlewat" ucap Dara


"Oke, nanti aku kirim datanya kalau sudah dapat bos" ucap Theo.


"Oke makasih Theo" ucap Dara


"Sama-sama bos" jawab Theo.


Setelah menelepon, Dara kembali ke ruangan keluarga. Di mana sekarang keempat anaknya tengah berada di sana bersama Baby sitter dan juga Shine. Terlebih sekarang sudah waktunya triplet minum susu


"De Atik..." ucap Langit yang sedang menciumi adik perempuannya yang tengah tiduran di sofa bayi. Tingkahnya membuat semuanya tertawa.


Saat-saat seperti ini Langit merasa senang, karena tidak ada yang menghalangi dirinya untuk mencium adik perempuannya. Jika ayah, uncle, om atau opah nya ada. Ia tidak akan mungkin bisa mencium adik perempuannya sampai puas karena selalu di halangi.


"Abang Langit lagi ngapain?" tanya Dara yang sudah bergabung bersama yang lainnya.


"Da... Aban gi tium de Atik" ucap polos Langit masih terus ciumi pipi lembut Starla.


"Wah bedaknya Starla abis tuh di ciumin Abang terus" ucap Dara terkekeh.


"Ga papa da, anti Aban acih gi edak uwat de atik" ucap Langit


"Udah dulu ciumnya ya sayang. Dede Starla harus minum susu dulu. Abang juga minum susu juga terus makan, ini sudah waktunya bobo siang" ucap Dara mengingatkan jadwal teratur buat makan dan juga tidur siang putra sulungnya itu.


"Pi Aban acih mu ain ma de Atik, Da" ucap Langit srndu


"Nanti bangun bobo main lagi. Kasihan Dede triplet harus minum susu dan tidur juga sayang" ucap Dara lembut mengelus surai lembut Langit.


"De ipet uga mu bobo? Ya dah Aban uga mu mum cucu ma mam telus bobo" ucap Abang menurut.


"Anak pintar" ucap Dara tersenyum dan mencium kedua pipi Langit.


...•••••••...