
"Lalu pil penyembuhan ini untuk apa?" tanya Rose penasaran pil penyembuh yang Dara berikan.
"Itu pil penyembuhan level rendah, kegunaannya bisa untuk menghilangkan bekas luka lebam, mengobati penyakit sampai tahap awal gejala kronis. Seperti kanker stadium awal atau stadium dua.
Tapi untuk penyakit yang mematikan seperti kanker tingkat lanjut atau stadium akhir, terluka sangat parah di bagian organ Vital dan dalam kondisi sekarat. Itu membutuhkan pil penyembuh yang level yang lebih tinggi" ucap Dara
"Kamu juga punya pil tingkat tinggi?" tanya Sarah terkejut tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
"Punya, tapi aku hanya punya beberapa saja. Karena bahan yang di perlukan sangat sulit di temukan" ucap Dara sedikit berbohong, pasalnya bahan obat apapun, bahkan bahan tersangka pun bisa ia temukan di ruang dimensi tubuhnya.
"Wah, berarti ini obat sangat langka dan istimewa, terimakasih sayang" ucap Mereka berempat bersamaan dengan wajah penuh rasa terima kasih yang tulus.
"Ah iya mah, ini Dara titip buat omah Dian. Botol yang motif bunga ini pil kesehatan dan yang motif garis ini Pil peremajaan" ucap Dara memberikan pil yang berbeda pada Hesti.
"Apa bedanya dengan milik Mama, Sayang?" tanya Hesti penasaran.
"Pil peremajaan tidak memiliki khasiat yang tinggi seperti pil kecantikan. Itu hanya untuk mengembalikan keremajaan kulit hingga paling banyak 10 tahun lebih muda dari usianya selama dua tahun. Kalau pil kecantikan selain untuk mengembalikan masa muda tapi juga memperbaiki kulit dan banyak kasiat keshatan lainnya.
Kalau pil kesehatan, itu hanya untuk menjaga kesehatan kesehatan seseorang dalam kurun waktu dua tahun. Bisa di katakan itu adalah pil untuk mencegah seseorang terjangkit penyakit, juga membuat kondisi tubuh tetap bugar dan sehat. Karena kondisi omah aku lihat dalam keadaan sehat dan jikapun sakit itu hanya karena penyakit orang tua. Jadi aku memberikan pil ini untuk omah. Untuk pemakaian tidak ada efek samping jika di minum bersamaan dengan obat lain. Sedangkan pil kecantikan tidak bisa bersamaan dengan pil lain, setidak nya setelah proses pengeluaran kotoran dalam tubuh selesai" Jelas Dara
"Pengeluaran kotoran?" tanya Rose, Hesti dan Sarah.
"Saat meminumnya pastikan kalian dalam kondisi dekat dengan air, karena setelah meminumnya. Tubuh akan mengeluarkan lendir kotoran dari tubuh kita dan harus segera di bersihkan. Setelahnya, kalian pasti akan takjub dengan perubahannya seperti yang aku alami" ucap Ellena.
Membuat ketiga wanita lainnya mengangguk mengerti dan juga takjub saat melihat Ellena yang sangat cantik seperti anak kuliahan. Jangan lupakan kulit halus yang begitu mulus dan glowing.
Aahh, mereka tidak sabar untuk segera meminumnya.
"Waahhh, kamu sangat hebat sayang, mama sangat bangga punya menantu seperti kamu. Omah juga pasti senang mendapatkan hadiah ini, karena bisa kembali muda meskipun hanya maksimal sepuluh tahun lebih muda" ucap Hesti dengan berbinar.
Dara yang di puji hanya tersenyum lembut, ia tidak tinggi hati. Bagaimana pun mereka akan menjadi Keluarga, jadi ia harus menjaga keluarganya agar tetap sehat. Dan untuk perawatan kecantikan mereka, anggap saja itu bonus.
....
Di lain sisi, di ruangan lain, Kai yang di tarik oleh Jefrey dan Revan kini duduk dengan tenang. Meskipun sebenarnya Kai sangat gugup saat ia di tarik, waktu dirinya ingin berduaan dengan pujaan hati nya.
Namun ia tidak bisa protes karena kedua orang itu adalah kakak dari Dara.
"Apa kamu mencintai Dara?" tanya Revan langsung tanpa basa-basi setelah mereka duduk.
"Sangat... Aku sangat mencintainya lebih dari diriku sendiri" jawab Kai dengan tegas dan bersungguh-sungguh.
"Apa kamu yakin? Kamu menyukainya karena dia sangat cantik dan juga berasal dari keluarga Adi Raharjo bukan?" tanya Jefrey.
"Dara memang wanita tercantik yang pernah aku lihat, aku tidak akan menyangkalnya. Tapi aku sudah mencintainya bahkan sejak aku belum tahu rupanya seperti apa. Dan mengenai ia berasal dari keluarga mana, aku tidak mempermasalahkannya. Bahkan jika Dara dari keluarga kalangan bawah, aku akan tetap mencintainya. Aku sangat rela memberikan yang aku punya jika itu membuatnya bahagia. Jangan lupakan jika ku dari keluarga apa, aku tidak membutuhkan harta dari gadisku untuk memenuhi keinginanku yang bahkan bisa aku dapat sendiri dengan mudah" ucap Kai
Mendengar ucapan Kai, Jefrey dan Revan tertegun sejenak karena ucapan apa adanya Kai. Pria di hadapannya bukan hanya terbaik dari segi penampilan, keterampilan dan latar belakang. Namun pria itu juga memiliki kriteria yang kuat sebagai adik ipar mereka.
Revan memandang Jefrey dengan tatapan penuh makna, atau bisa di bilang mereka sedang berkomunikasi lewat tatapan mata keduanya.
"Apa maksudmu kamu menyukainya sejak belum mengetahui wajahnya. Sangat tidak mungkin kamu tidak tahu wajahnya sebelum jatuh cinta bukan?" tanya Jefrey
Jefrey dan Revan diam sejenak sebelum akhirnya Revan membuka suara.
"Baiklah, anggap aku dan kak Jeff sudah merestui mu, tapi aku tidak akan segan-segan membawa pergi Dara jika kau berani menyakitinya di masa depan. Aku pastikan kamu akan menerima akibatnya. Aku akan membawa Dara pergi dan tidak akan pernah bisa mengetahui keberadaan Dara meskipun kamu dari keluarga Narendra sekali pun, tidak akan bisa melacaknya!" ucap Revan
Mendengar kata merestui Kai tidak bisa tidak senang. Seuntai senyum sangat tipis hingga tak terlihat oleh orang lain.
"Aku pastikan itu tidak akan terjadi kak, aku tidak akan mengecewakan Dara dan kalian. Jika di masa depan aku menyakitinya, maka biarkan aku yang menghukum diriku sendiri. Bahkan nyawaku sebagai taruhannya" Ucap Kai sungguh-sungguh.
"Aku pegang ucapanmu kali ini. Ingat untuk membahagiakan Dara, dia kesayangan Keluarga kami, kami tidak akan membiarkan ia terluka" ucap Revan dan Jeff bersamaan yang di angguki oleh Kai.
....
Hari sudah mulai gelap, kini Dara dan yang lain akan kembali ke ibukota. Mereka tidak bisa menginap kerena besok mereka memiliki kesibukan masing-masing.
Dara juga harus kembali ke kampus untuk kuliah dan rencananya ia akan mengajukan judul skripsi besok.
Mereka kini sudah berada di bandara, saat sudah siap-siap ingin masuk ke gate VIP. Ada rombongan yang masuk ke gate VIP juga, sekitar enam orang, empat laki-laki dan dua perempuan.
Dara, Kai, Dierja dan Tirta menyadari keberadaan mereka, kerena mereka berenam adalah seorang kultivator. Mereka juga merasakan aura kultivator dari Dierja dan Tirta, jadi mereka menatapnya penuh tanda tanya dan menyipitkan matanya.
Empat orang di antara, dua laki-laki dan dua perempuan. Kekuatan nya bisa di deteksi oleh Dierja dan Tirta. Mereka berada di tingkat yang sama dengannya dan lebih rendah dari dirinya satu level.
Hanya saja dua laki-laki tua, yang terlihat seperti berusia 60 tahunan yang tidak tahu usia aslinya itu, tidak bisa di lihat tingkat kultivasinya oleh Dierja dan Tirta.
Menyadari mereka menatap ke arahnya, Dierja dan Tirta jaya mengangguk sedikit sebagai ucapan salam. Mereka berenam juga melakukan hal yang sama padanya.
Dierja paham, entah mereka adalah kelompok jahat atau baik. Mereka tidak akan menyerang di depan umum, karena itu melanggar aturan.
Tak lama Dara sejenak izin ke toilet dan ia kembali lagi setelah lima menit ke kamar mandi.
Tak lama, seorang pramugari menuntun Dara dan yang lainnya masuk ke pesawat jet pribadi milik Kai. Kelompok kultivator itu juga ikut berjalan meskipun mereka tidak akan berada di pesawat yang sama.
Di dalam pesawat mau tidak mau Dierja, Tirta, Kai dan Dara berkumpul di sebuah bangku khusus makan. Kebetulan yang lain tidak ikut duduk di sana, jadi mereka bisa berbicara tentang hal tadi dengan suara pelan, takut yang lain mendengar obrolan mereka karena jarak mereka yang dekat.
"Aku merasakan empat orang berada di initial Element dan masih di bawahku satu level. Tapi aku tidak bisa mendeteksi dua orang lainnya" ucap Dierja
"Saya juga merasakan demikian tuan" ucap Tirta
"Qi Transformasion level senior" ucap Kai membuat Semua atensi mereka menatapnya.
"Orang yang berjenggot panjang itu di tahap Qi Transformasion level Senior. Tapi aku tidak bisa melihat kekuatan satunya lagi, mungkin ia jauh lebih tinggi dariku" ucap Kai
Saat mereka memikirkan sesuatu, ucapan Dara membuyarkan pikiran mereka.
"Dia di tingkat True Element level senior" ucap Dara
"Hah????" mereka terlihat terkejut dan tidak percaya saat dara mengatakan tentang peringkat orang tua itu.
...•••••••...