
Setelah selesai sarapan bersama, Dara, Kai dan yang lainnya duduk di ruang keluarga. Berhubung hari ini tanggal merah, jadi semua orang tidak memiliki kesibukan dan hanya di rumah saja.
Terlebih Langit yang terus menempel pada bundanya yang sudah lama tidak ia lihat, begitupun dengan Dimas dan Ryan. Mereka berdua tidak ada pekerjaan hari ini ataupun tugas sekolah dan ingin menikmati kebersamaan keluarga.
Tak ketinggalan Shine, baby sitter, Pak Agam dan Kai yang tengah menggendong Starla. Kai juga mengayunkan Gala dan Rakesh di kursi bayi.
"Kak, kak Kai sudah bilang ke kakak?" tanya Dimas.
"Sudah dek, nanti kita bisa bareng-bareng ke sana" ucap Dara
"Benarkah? Kakak izinin?" ucap Dimas berbinar
"Tentu saja, kakak juga rindu dengan semuanya yang ada di sana" ucap Dara tersenyum
"Makasih kak" ucap Dimas memeluk kakaknya itu.
"Iissh, om Didim ga Leh peyuk Da Aban" ucap Langit mendorong badan Dimas dan cemberut
"Haiss anak kecil udah posesif aja, Dede cantik nggak boleh, bunda juga nggak boleh. Terus yang boleh apa gembul?" ucap gemas Dimas ingin sekali mencubit pipi tembam keponakan nya itu.
"Po'oknya ga Leh peyuk Da Ama de Atik, om Didim tana peyuk Yayah aja" ucap Langit
Kai yang merasa di bicarakan anak sulungnya terkejut dan menoleh.
"Nggak mau! Ayah masih normal" tolak Kai
"Nomal tu apa Yayah?" tanya Langit kepo.
Kai menepuk keningnya, sedangkan yang lain terkekeh geli. Memang tiada hari tanpa canda tawa jika itu menyangkut Langit. Anak itu selalu menjadi pemecah suasana dan mood booster untuk semua penghuni mansion dengan tingkah dan celotehan lucunya.
Persis dengan ibu kandungnya yang suka menghidupkan suasana. Namun saat di luar atau bersama orang asing ia sudah berubah seperti copy-an Kai dan Dara, dingin dan tidak suka banyak bicara.
"Memangnya mau ke mana Dim?" tanya Ryan
"Mau ke desa S nanti kalau libur semester" ucap Dimas.
"Waaahh, itu desa tempat kamu dan kak dara di besarkan bukan? Aku mau ikut dong, boleh ya kak" ucap Ryan menoleh ke arah Dara.
Ia memang penasaran dengan Desa yang di katakan sangat indah dan penuh dengan kenangan masa kecil oleh sahabat sekaligus saudaranya itu.
"Izin ke ayah dulu" ucap Dara mengelus kepala Ryan
"Ayah boleh ya..." ucap Ryan langsung pada ayahnya
"Apa tidak merepotkan kalau kamu ikut Yan?" ucap Pak Agam tidak enak pada Dara
"Tidak kok pak, yang pasti Ryan harus kuat mental. Karena untuk mencapai desa medannya menanjak, sulit dan jauh, minimal satu jam dengan jalan kaki baru sampai" ucap Dara
"Nggak apa-apa kak, untung-untung belajar hiking aja, jadi boleh ya yah" ucap Ryan memohon pada ayahnya
"Haah.. Baiklah, tapi jangan merepotkan kakak kamu dan yang lain" ucap pak Agam.
Ia paham jika putranya itu dengan Dimas sudah seperti kembar Siam yang tidak bisa di pisahkan. Di mana ada Dimas di situ ada Ryan, begitu pun sebaliknya.
"Aye-aye captain!!" ucap Ryan, membuat semua orang di sana tertawa.
"Pak Agam, jangan lupa lusa kita persiapan buat sambut keluarga aku ya. Minta aja beberapa ART untuk belanja kebutuhan mulai hari ini, biar nanti nggak repot" ucap Dara.
Ia mengatakan itu karena Lusa adalah hari di mana Shine akan di lamar oleh kakaknya, Bara.
"Baik" jawab Pak Agam
"Wah, akhirnya Bara api cinta di hati kak Shine sudah mulai berkobar" ucap Ryan
"Nggak lah, tapi menghangatkan jiwa" sahut Ryan
"Kamu ini, kaya udah pernah tahu rasanya aja. Sok-sok an ledekin nona Shine" ucap Pak Agam
"Tahu nih, nanti gantian kalau kamu punya pacar di Ceng-in sama kak Bara baru tahu rasa" ucap Dimas terkekeh
"Jangan Cepu makanya" ucap Ryan.
"Tepu tuh mam apa?" tanya Langit.
"Aduh... lupa kalau ada degem yang super kepoan" ucap Ryan menepuk keningnya, membuat semuanya tertawa. Kecuali Langit yang masih tidak mengerti, sedangkan Rakesh dan Gala masih tidur sedangkan Starla ikut terkekeh di gendongan ayahnya itu.
....
Di sisi lain, Lingga dan Flo sudah mulai mengantri ke dokter kandungan. Meskipun keduanya yakin jika calon anak mereka sehat dan tumbuh dengan baik, hanya saja Lingga memerlukan bukti untuk di berikan pada orang tua dan mertuanya.
Jangan lupa di media sosial, tentunya Lingga akan men-share kebahagiaannya dan memberi tahu dunia kalau ia akan menjadi seorang ayah. Setelah sebelumnya ia sangat bucin, hingga semua isi dari media sosial miliknya tentang Flo dan kenangan keduanya.
"Nona Flo, silahkan masuk!" ucap perawat yang tahu jika Flo adalah sahabat dan saudara ipar dari pemilik rumah sakit.
Ya, saat ini Lingga dan Flo berada di Star Hospital dan menemui Dokter Vania yang dulu menjadi dokter kandungan Dara saat hamil triplet.
"Selamat pagi Tuan Lingga dan Nyonya Flo, wah sepertinya tanpa perlu di periksa sudah kelihatan nih" ucap Dokter Vania tersenyum saat melihat perut Flo yang membuncit
"Iya dok, biasanya saya konsult dengan Dara, hanya saja suami minta ke dokter kandungan biar bisa di cek USG" ucap Flo tersenyum
"Mau tahu jenis kelaminnya ya?" tanya dokter Vania yang di jawab anggukan keduanya
"Ayo periksa dulu, silahkan rebahan di sini ya" ucap Dokter Vania dan Flo menurut merebahkan diri nya di atas brankar.
"Permisi saya buka dikit" ucap Dokter Vania membuka pakaian hanya sebatas perutnya yang terlihat, kemudian mengoleskan Gel dan meletakan alat USG.
"Waaahh, janinnya sudah masuk 20 Minggu dan sangat sehat. Jenis kelaminnya juga sudah terlihat dan itu laki-laki, selamat nakal punya jagoan sebentar lagi" ucap Dokter Vania tersenyum tulus.
Flo dan Lingga saling menggenggam tangan dan tersenyum senang mendengar ucapan dokter. Mereka menerima apapun jenis kelaminnya dan Flo baru mengetahui nya, karena memang Dara tidak memberi tahu jenis kelaminnya anaknya.
"Semuanya dalam kondisi sehat, tapi harus teta di kontrol untuk asupan makanan dan juga kurangi aktivitas berat. Apa ada keluhan seperti mual atau pusing?" ucap Dokter Vania
"Nggak ada dok, saya nggak merasa mual atau ngidam" ucap Flo heran
"Itu nggak apa-apa, wah berarti baby pengertian sekali dengan ibunya dan tidak ingin menyusahkan. Baik ini resep vitamin untuk menambah asupan gizi untuk nyonya. Ini juga buku Ibu hamilnya, jangan lupa di bawa saat ada pengontrolan. Foto USG sudah ada di sana" ucap Dokter Vania.
"Terimakasih Dokter Vania" ucap keduanya
"Sama-sama" jawab Dokter Vania.
Keduanya pun langsung keluar dari dalam ruangan dokter.
"Aku anter ke mobil dulu ya, kamu tunggu di mobil sebentar. Aku mau tebus vitamin kamu dulu" ucap Lingga.
Flo mengangguk dan keduanya berjalan menuju tempat parkir, setelah Flo masuk ke mobil Lingga kembali ke dalam dan langsung ke bagian kasir dan menebus resep vitamin.
Cukup lama mengantri karena memang banyak yang mengantri menebus resep dokter, setelah mendapatkan obatnya Lingga pun langsung bergegas menuju ke parkiran.
"Kita ke Manor sekarang? atau kamu menginginkan sesuatu?" tanya Lingga
"Ke Manor aja mas, aku lagi pengen mie buatan mama Sarah" ucap Flo tiba-tiba menginginkan sesuatu. Padahal sebelumnya ia tidak pernah seingin ini.
Lingga pun menurut dan mulai menjalankan mobilnya.
...•••••••...