The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
391.



"Aaakhhhh!!!!" teriakan Flo masih terus bergema di seluruh ruangan yang ada di ruang dimensi tubuh Dara.


Dara sampai saat ini masih melakukan pengobatan Flo dengan sebaik mungkin. Setidaknya itu sudah berlangsung selama setengah hari waktu ruang dimensi, atau setengah jam waktu di luar. Ia tidak ingin ada kesalahan apapun yang akan berakibat fatal nantinya.


Sejauh ini Flo masih kuat menahan rasa sakit yang ia rasakan. Bagaimana pun ia harus berjuang, bukan hanya demi sendiri, tapi demi janin dan juga sang suami yang menunggunya di rumah.


Melihat Flo masih fokus, Dara tersenyum. Sepertinya pengobatan akan lancar, namun ia tidak bisa lengah. Masih ada tahapan lain yang harus di jalani.


Sembari menunggu efek pil menghilang, Dara merebus beberapa obat-obatan dan di ambil sarinya saja. Obat itu harus di minum tepat waktu oleh Flo.


Dara mengecek kondisi Flo setelah efek obat habis, ia pun memasukkan Chi miliknya sekali lagi untuk memeriksa tubuh Flo dan janinnya. Sekali lagi Flo menahan rasa sakit saat Chi milik Dara masuk. Namun tidak sesakit yang pertama kali saat Chi murni Dara masuk untuk menjadi barier di tubuhnya.


Dan saat ini tidak terlalu sakit karena hanya berlangsung kurang dari satu menit saja.


"Syukurlah, kondisimu sudah jauh lebih baik, delapan puluh persen kondisi tubuhmu sudah pulih. Janin kamu juga sudah mulai terasa denyut nadinya, hanya butuh waktu sampai ia tumbuh dengan normal" ucap Dara menghela nafas lega.


"Benarkah?" tanya Flo dengan wajah berbinar senang mendengar ucapan Dara.


Ia tidak lagi memikirkan soal rasa sakit luar biasa yang ia rasakan barusan cukup lama. Semuanya lenyap saat mendengar ucapan Dara, tentu saja kabar ini sangat membahagiakan.


"Ya, tapi selama beberapa bulan kamu harus menjalani pengobatan secara rutin, agar kandunganmu kembali pulih sepenuhnya" ucap Dara


"Beberapa bulan?" ucap Flo terkejut mendengar betapa lama waktu yang ia perlukan untuk sembuh.


"Ya, tapi tenang saja, satu bulan di sini sama dengan satu hari di luar. Jadi kamu membutuhkan paling lama beberapa hari saja, dan janinmu akan berkembang dan mungkin perutmu akan terlihat saat keluar dari sini" ucap Dara


"Ah begitu..." ucap Flo mengangguk paham


"Selain melakukan pengobatan, kamu juga harus menyerap Chi murni di sini dengan berkultivasi saat malam hari. Itu mempermudah kamu untuk segera sembuh, terlebih bayi yang kamu kandung merupakan keturunan kultivator. Kemungkinan besar dia juga mewarisi bakat kultivasi dari kamu ataupun Lingga. Jika benar, maka ia membutuhkan sumber chi yang besar dalam tubuhmu untuk bekal dia membentuk sumber Chi di dalam kandungan kamu. Tapi selain itu nutrisi ibu hamil lainnya juga harus kamu penuhi" jelas Dara


"Aku mengerti" ucap Flo mengangguk


Ia tentu tahu dengan jelas, sebab ia mwlihat Dara juga seperti itu saat hamil. Jadi ia berpikir jika semua wanita kultivator seperti itu saat tengah hamil.


Padahal tidak semua kultivator mengalami hal yang sama dan yang di alami Dara bisa di katakan adalah hal yang tidak biasa. Sebab yang ia kandung adalah bayi keturunan kultivator kuat dan istimewa.


Setelah memeriksa keadaan Flo yang cukup membaik, Dara menyiapkan obat lainnya. Flo juga harus melakukan pengobatan tertutup dan mungkin akan merasakan sakit saat di tahap terakhir saat akar dari semuanya akan di cabut dari tubuhnya.


Dan proses itu Flo harus berendam di air surgawi untuk memperkuat kondisi fisik dan janinnya. Karena kondisinya, ia akan merasakan sakit yang teramat saat tubuhnya menyentuh Air surgawi itu.


....


Beberapa hari kemudian...


Di sebuah perusahaan besar di ibukota, tepatnya di Cedric Group. Dominic mengetukkan jarinya saat melihat dokumen di depannya.


Itu bukanlah dokumen mengenai pekerjaannya di kabtor. Tapi dokumen tentang izin sebagai wali untuk membawa Agung dari rumah sakit jiwa dengan alasan akan di lakukan pengobatan secara pribadi.


Dominic memeriksa semua kelengkapan dokumen sebelum ia meminta asisten nya untuk membawa dokumen itu ke rumah sakit dan menjemput Agung.


"Apa semuanya sudah lengkap?" tanya Dominic


"Kau urus semuanya jangan sampai ada yang tertinggal" ucap Dominic


"Baik" ucap Agung


"Bagaimana dengan yang aku minta?" tanya Dominic lagi


"Maaf tuan, kami belum mendapatkan yang anda mau, sangat sulit mendekati anak itu" ucap Gaffin menundukkan kepalanya merasa bersalah karena tidak bisa menjalankan perintah Tuannya dengan baik dan membuat tuannya kecewa.


"Apa yang membuatmu sulit? Apa dia membawa pengawal ke sekolah atau ke tempat lain yang ia kunjungi?" tanya Dominic


"Tidak tuan, tapi memang anak itu sulit untuk di dekati, apalagi jika yang mendekatinya itu tidak di kenal oleh nya. Saya pernah bertanya pada salah satu teman sekolahnya, memang anak yang bernama Adimas itu tipikal Introvert dan sulit di dekati" ucap Gaffin.


"Kamu bisa membayar orang yang dekat dengannya bukan?" ucap Dominic


"Saya pernah mencobanya, Tuan. Tapi teman-teman dekatnya juga sulit di dekati. Apalagi mereka tidak kekurangan uang sama sekali dan tidak bisa di iming-imingi oleh uang" ucap Gaffin.


Dominic mengetuk jemarinya lagi dan berfikir keras, bagaimana caranya ia mengambil rambut milik Dimas untuk ia sampel test DNA.


"Bagaimana dengan Addara?" tanya Dominic


"Nona Addara belum terlihat selama beberapa hari ini, anak buah kita tidak ada yang melihatnya keluar dari mansion" ucap Gaffin


"Apa dia ada di mansion nya?" tanya Dominic


"Terakhir anak buah kita melihat nona masuk ke komplek di mana Mansion nya berada. Kami tidak bisa masuk terlalu dalam wilayah komplek itu tuan namun kami yakin nona ada di sana" ucap Gaffin


"Kenapa?" tanya Dominic


"Keamanan di sana terlalu ketat, bahkan anak buah kita yang mengawasi di sekitar mansion. Kurang dari satu menit sudah ketahuan dan terpaksa mundur, untung mereka memberikan alasan tepat agar lolos dan di usir pergi" ucap Gaffin lagi menjelaskan.


"Kaisar memang tidak bisa di anggap remeh, ia selalu memperhatikan keselamatan orang-orangnya dengan baik" ucap Dominic


"Lalu apa yang harus saya lakukan sekarang tuan? Apa aku harus mengambil jalan paksaan agar mendapatkan sampel dari anak itu? Karena nona Addara sendiri belum terlihat beberapa hari ini" tanya Gaffin.


"Tidak perlu, kita urus itu nanti. Yang penting sekarang kamu pastikan ayah dari Addara keluar dari rumah sakit!" ucap Dominic


"Baik tuan" ucap Gaffin.


Setelahnya Gaffin pun pamit untuk keluar untuk melaksanakan semua perintah Dominic. Ia harus memastikan Agung keluar dari rumah sakit dan tinggal di rumah yang sudah di sediakan untuknya.


Memang Dominic meminta Gaffin untuk menyiapkan sebuah rumah yang nyaman untuk di tinggali Agung nanti. Tak hanya itu, ia juga sudah menyiapkan ART untuk membantu semua yang Agung Butuhkan selama tinggal di sana.


Bahkan Dokter terbaik dan juga perawat khusus untuk agung pun sudah di sediakan agar kesehatan dan pemulihan pita suara Agung tetap berjalan.


Yang mereka tidak tahu, suara agung tidak akan bisa kembali. Kecuali jika Dara sendiri yang menghendaki nya.


"Addara, kamu cantik sekali... Kamu juga sangat mirip sekali dengannya, apa hanya mirip atau ini benar-benar kau..." gumam Dominic menatap dan mengusap foto Dara yang ia ambil dari internet dan di cetak lalu di jadikan figura di atas meja kerja miliknya


...•••••••...