
Dara membereskan tumpukan berkas yang sudah ia periksa dan ia tanda tangani. Ia melihat Baby langit yang mulai bangun dari tidurnya, segera dara menggendongnya.
Baru saja Dara hendak pulang karena sudah jam 12 siang, ia memang bekerja hanya sampai jam istirahat makan siang. Karena siang hari ia akan mengecek rumah sakit.
Saat mendapatkan kabar jika Kai ada di lantai bawah Perusahaan nya, Dara tidak bisa tidak mengeryitkan keningnya. Karena ia merasa tumben sekali suaminya itu pulang cepat.
Segera Dara bersiap untuk turun, tidak lupa ia mendandani Baby Langit dan mendudukkannya di stroller, lalu berjalan menuju ke Lobby
"Yayah..."Baby Langit langsung memanggil ayahnya saat keluar dari lift, dia melihat ayahnya itu sedang menunggu di lobby Perusahaan.
"Hallo jagoan ayah" ucap Kai mencium kedua pipi Baby Langit yang sedang duduk di stroller.
"Tumben sudah pulang yah, kenapa nggak langsung ke atas aja tadi?" tanya Dara heran, karena biasanya Kai akan masuk ke kantornya jika ia datang.
Kai tersenyum dan kemudian mencium kening sang istri lembut.
"Aku merindukan istri cantikku, jadi aku memutuskan untuk segera pulang untuk mengobati rindu" ucap Kai terkekeh dan mencium kening sang istri.
"Hais, ya sudah ayo kita ke restoran, kita makan siang dulu" ucap Dara mengajak suaminya itu ke restoran untuk makan siang.
Namun saat mereka ingin beranjak keluar dari perusahaan, Dara mengeryitkan dahinya heran melihat seseorang yang baru masuk dan seseorang itu melihat dirinya dan tersenyum, lalu menghampiri Dara.
"Selamat siang ketua Addara, tuan muda pertama" sapa orang itu sopan, yang tak lain adalah Zayn.
"Hmm" Dara dan Kai hanya mengangguk membalas sapaan Zayn
"Apa ketua dan tuan muda ingin pergi makan siang?" tanya Zayn lagi.
"Ya, apa yang membuat kamu datang saat jam makan siang ke perusahaan? Kamu beralih jadi kurir makanan sekarang?" ucap Dara datar, saat melihat kantong plastik berisi makanan yang di bawa oleh Zayn.
"Ah ini..." ucap Zayn sedikit gugup.
Dara sendiri melihat makanan yang di bawa oleh Zayn, jelas Dara tahu itu makanan yang di beli dari restoran miliknya. Dan Dara ingat jika hampir tiap hari saat jam makan siang, ada saja OB yang mengantar makanan ke Flo.
Itu adalah salah satu menu makanan favorit Flo yang di jual di restoran miliknya.
Hanya saja Flo tidak pernah menerima atau memakannya dan memilih memberikan makanan itu ke karyawan lain. Tentu saja saat itu karyawan lain dengan senang hati menerima nya, rezeki tidak boleh di tolak. Lagi pula itu makanan dari restoran, jadi tentu mereka menerimanya dengan senang.
Sekarang ia tahu alasan kenapa Flo selalu keluar lebih dulu belakangan ini hanya untuk makan siang, itu mungkin karena Flo menghindar dan lelah menghadapi Zayn yang semakin gencar mendekatinya.
Flo keluar menggunakan lift khusus yang terhubung ke area parkir, agar tidak ketahuan oleh Zayn.
"Ini makan siang saya tuan muda, saya sengaja makan di sini karena jam 1 nanti ada pertemuan tender untuk calon vendor Mega project yang segera di bangun tahun depan" ucap Zayn memberikan alasan yang paling logis yang ia pikirkan saat ini.
Karena kebetulan memang jam satu siang nanti ada pertemuan antara calon Vendor, dan Perusahaan Zyan adalah salah satu calon vendor itu.
Tentu alasan Zayn mengikuti tender itu selain kesempatan untuk bergabung dengan perusahaan besar, ia juga bisa lebih dekat dengan gadis pujaannya.
"Apa kamu sudah dapat undangan, tuan Zayn?" tanya Dara tiba-tiba, membuat Zayn dan juga Kai bingung.
"Undangan apa ya?" tanya Zayn tidak tahu.
"Asisten pribadiku akan menikah dengan tunangannya bukan ini" ucap Dara
Mendengar itu tentu saja Zayn menegang, senyum di wajahnya pun perlahan mulai menghilang. Asisten pribadi Dara? Siapa yang tidak tahu siapa asisten pribadi Ketua Star Corporation? Sudah jelas Dara secara tidak langsung mengatakan padanya jika Flo akan menikah bulan ini.
Hal itu tentu saja membuat Zayn teramat sangat terkejut, tak sengaja genggam tangannya di kantong plastik mengepal kuat. Otot di wajahnya juga menegang.
Bagaimana mungkin ia kecolongan? Gadis yang ia yakin sudah mengambil hatinya itu, tanpa ia sadari akan menikah dengan orang lain. Meskipun ia sudah tahu jika Flo dan Lingga sudah berpacaran, tapi ia yakin selama ini bisa mengambil hati Flo dengan perhatiannya.
Tapi ini apa? Kenapa Flo tiba-tiba akan menikah?
"Hari sudah siang, kalau begitu kami permisi tuan Zayn" ucap Dara.
Ia dan Kai juga baby Langit meninggalkan Zayn yang masih berdiri di sana dan tidak menjawab ucapan Dara barusan. Bagaimana pun ia terlalu syok saat mendengar kabar mengejutkan ini.
....
Di Star Restaurant,
Dara beserta suami dan putra sulungnya itu duduk di private room di restoran miliknya, yang kini sudah berkembang menjadi Restoran bintang lima itu.
Mereka menikmati makan siang mereka dengan tenang, sedangkan Baby Langit harus puas hanya dengan se botol susu di tangannya.
Bagaimana pun dia masih kurang dari 6 bulan, yang artinya ia masih belum bisa mengkonsumsi makanan selain susu.
"Da yayah, bis nen bi" ucap Langit memperlihatkan botol susu nya itu sudah kosong pada kedua orang tuanya.
"Anak pintar, tunggu ayah dan bunda selesai makan dulu ya sayang" ucap Kai yang sudah sedikit-sedikit sudah mulai mengerti ucapan putranya itu. Sedangkan Dara hanya tersenyum melihat interaksi suami dan putranya itu.
Keduanya kemudian melanjutkan makanan mereka, Setelah selesai makan Kai memindahkan dan memangku Baby langit.
"Ada hal yang ayah sampein?" tanya Dara menatap sang suami.
"Hmm, tapi boleh ayah tanya duluan sama bunda? ucap Kai
"Tentu" ucap Dara mengangguk.
"Laki-laki tadi seperti tidak asing, kamu mengenalnya?" tanya Kai yang lupa lupa ingat siapa Zayn.
"Dia Zayn, mantan teman dekat Flo waktu dulu. Dia menyukai Flo dan berusaha mendekatinya lagi, tapi sepertinya ia tidak mengenali Flo yang sekarang sebagai mantan temannya itu" ucap Dara
"Kok bisa?" tanya Kai.
"Bunda pernah cerita kan, kalau penampilan Flo yang dulu dan sekarang beda. Nah karena itu Zayn tidak mengenali Flo. Dia pernah datang ke acara tunangan dan nikahan kita kalau ayah lupa" ucap Dara
"Lalu Lingga?" tanya Kai
"Lingga tahu sejak awal kalau Zayn menyukai calon istrinya itu. Maka dari itu ia terlihat bucin dan sangat posesif, karena ia takut di tingkung tanpa ia sadari" ucap Dara terkekeh saat mengingat adik iparnya itu tidak jauh berbeda dengan sang suami yang bucin dan posesifnya tidak ketulungan.
"Flo sendiri sudah menyadari kalau Zayn mencoba mendekatinya dan ia sebisa mungkin untuk menghindari Zayn dan bersikap dingin. Flo sangat membencinya dan tidak ingin melampiaskan rasa bencinya itu hingga membuat orang lain terluka, jadi Flo hanya menghindar saja.
Tapi sepertinya Zayn tidak menyerah dan bahkan seperti yang ayah dengar. Ia mencoba masuk sebagai calon vendor yang akan mengikuti tender untuk Vendor Mega proyek di perusahaan bunda. Dan makanan itu, itu bukan buat dia makan. Tapi ia selalu mengantar makan siang untuk Flo, hanya saja Flo tidak pernah menerimanya dan memberikannya pada orang lain. Sudah jelas jika Zayn tetap berusaha mengambil perhatian Flo" lanjut Dara.
"Jadi bunda bilang ke dia tentang Flo akan menikah agar dia menyerah" ucap Kai
"Tidak, karena bunda yakin dia tidak akan menyerahkan sebelum jalur kuning melengkung. Ya setidaknya bunda kasih peringatan jika gadis yang ia cintai itu sudah memiliki pilihannya sendiri. Apapun keputusan yang di ambil Zayn, baik itu menyerah atau tidak, itu adalah pilihan dia" ucap Dara
"Hmm, sekarang ceritakan apa yang ingin ayah katakan sama bunda" ucap Dara menoleh sebentar ke arah Baby langit, yang tengah asik bermain menyambungkan potongan puzzle di atas meja makan.
"Haaahh" Kai mengambil nafas dan menghelanya kasar
"Apa hal ini ada hubungannya dengan ayah pulang cepat hari ini?" tanya Dara tepat sasaran.
"Ya bunda, kepala ayah pusing sekarang. Kenapa di sekitar kita selalu ada hama, baik itu hama betina dan jantan, ada aja kelakuan mereka. Apa mereka tidak punya malu, mengganggu orang sudah memiliki pasangan" ucap Kai.
"Ada perempuan yang membuat ayah kesal di tempat kerja?" tebak Dara
"Hmm, tadi di pangkalan...." ucap Kai menjelaskan apa yang terjadi di pangkalan, dari mulai Tommy yang merekomendasikan Rubby ke tim Falcon. Bahkan sampai ucapan Rubby yang mengira ia menikahi Dara karena perjodohan, hingga membuatnya memilih untuk pulang karena di pangkalan membuatnya pusing.
Kai menceritakan semuanya, karena ia tidak ingin ada sesuatu yang membuat Dara salah paham karena mendengarnya dari orang lain. Yang bisa saja di lebih-lebih kan atau di kurang-kurangi.
Dara yang mendengar itu hanya tersenyum saja, ia senang karena suaminya selalu terbuka padanya mengenai hal apapun.
"Kok bunda malah senyum sih" ucap Kai mengerutkan keningnya melihat sang istri justru tersenyum.
"Emang bunda harus apa? Teriak-teriak?Salto? Guling-guling?" ucap Dara mengulum senyum nya.
"Bun, ih..." ucap Kai
"Ha-ha, bunda nggak marah ayah. Sudah resiko bunda punya suami yang gantengnya nggak ada otak, kelebihan gantengnya. Jadi sudah pasti pasti banyak wanita yang jatuh cinta dan tergila-gila sama ayah, karena betapa tampan dan hebatnya ayah.
Tidak ada yang perlu bunda takuti atau membuat bunda marah karena hal itu. Karena bunda percaya sama ayah bisa mengurus semuanya. Bukannya Ayah bilang sudah mengusirnya dari tim dan menegur ayahnya tuh cewek yang tak lain adalah petinggi militer secara langsung. Lalu kenapa aku harus repot-repot marah atau ngambek?" tanya Dara.
"Ayah hanya takut bunda salah paham" ucap Kai
"Aku tahu itu dan terimakasih ayah sudah menceritakan hal itu sama bunda, biar bunda nggak salah paham. Aku nggak bakal marah karena aku tahu suami bucin bunda ini nggak akan pernah berpaling ke yang lain" ucap Dara
"Makasih sayang, aku cinta kamu banyak-banyak. Nggak salah aku kasih seluruh hati dan jiwaku untuk bunda" ucap Kai ingin mencium istrinya itu, namun sesuatu menempel terlebih dulu di bibir nya. Itu tak lain adalah tangan mungil Baby Langit
"Yah mu pain?" tanya Langit mengerjapkan matanya dengan polos
"Yayah, daleh, muah muah da. Da nya bi daleh Yayah muah" ucap lucu Langit membuat kedua orang tuanya tertawa.
"Dasar anak kecil, Jadi bolehnya ayah cuma cium kamu gitu? Sini ayah cium kamu sampe puas" ucap Kai langsung menyerang putra dengan ciuman yang bertubi-tubi.
"Ha-ha Li Yayah, ha-ha... Yayah up, da au Li..." ucap Langit masih terkekeh karena geli.
Dara yang melihatnya ikut menciumi putranya itu, hingga tawa renyah Baby Langit menggema di ruangan.
.....
Di penthouse, Dara tengah menikmati camilan mangga muda yang sangat asam itu malam hari, namun terlihat Dara tidak merasakan rasa asam yang membuat orang ngilu itu dan terus memakannya hingga potongan mangga muda di piring ludes.
Kandungannya baru beranjak 8 Minggu, tapi perutnya sudah terlihat sedikit membuncit meskipun tidak terlalu kelihatan. Mungkin karena di dalamnya ada tiga calon penerus Kai dan Dara, hingga di usia dini perut Dara cukup terlihat.
"Kenyang hmm?" tanya Kai sembari mengelus kepala Dara yang kini bersandar di bahu lebarnya itu.
Mereka berdua menikmati berpacaran di balkon penthouse, saat putra sulung mereka sudah terlelap dalam mimpi karena kelelahan bermain.
"Lumayan" jawab Dara
"Porsi makan triplet banyak juga ya" ucap Kai terkekeh, sebab porsi makan Dara sekarang tidak main-main.
Baru saja Dara menghabiskan makan nasi dengan posisi dua kali lipat, di tambah mangga muda dua buah. Tapi masih di bilang lumayan kenyang.
Tapi Kai beruntung istrinya tidak mengalami morning sickness, atau gejala lain yang membuat sang ibu tidak nafsu makan atau muntah-muntah terus.
"Kan ada tiga baby di sini Abang, jadi total ada empat sama aku, jadi porsinya banyak deh" ucap Dara menunjuk perutnya.
"Apa aku sekarang gemuk ya bang?" tanya Dara lagi mengingat porsi makannya yang luar biasa.
"Mana ada? Kamu masih kurus gini, aku malah senang kamu makan banyak. Malah aku pengen kamu agak berisi biar enak aku bisa guwesss, gemes tahu" ucap Kai memeluk sang istri dan mencium pipinya.
"Nanti istrinya berisinya kebablasan, nangeesss, nggak suka, jijik lagi" ucap Dara
"Nggak lah, aku kan cinta sama kamu apa adanya, kalaupun kamu nanti bulet. Ya tinggal aku ikutin, biar kita bulet bareng-bareng ha-ha" ucap Kai
"Tinggal di gelindingin dong" ucap Dara membuat keduanya tertawa.
Saat asik bercanda gurau sembari bermesraan, dengan telepon Kai berdering.
"Angkat aja bang barang kali penting" ucap Dara, karena Kai belum mengangkat teleponnya karena tidak mengenali telepon yang masuk.
Akhirnya kaiul tidak mau Kai mengangkat telepon itu.
"Hallo" ucap Kai dengan suara khasnya yang datar
...••••••••...