The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
252. Mengembalikan hadiah



Dara menekan nomor telepon Kai dan langsung tersambung setelah nada dering pertama.


"Hallo Yang" ucap Kai dari ujung telepon.


"Hallo Kai, ada apa? Kamu baik-baik aja kan?" tanya Dara


"Aku baik Yang, jangan khawatir" ucap Kai membuat Dara menghela nafas lega.


"Tapi ada sesuatu yang ingin aku katakan" ucap Kai


"Ada apa? Apa kah ada masalah di sana?" tanya Dara


"Hmm, ada hal tak terduga terjadi. Jadi gini....." Kai kemudian menceritakan apa yang terjadi padanya di Villa tempat persembunyian Sanim.


Dara mendengarkannya dengan dengan seksama dan tidak terlewat sedikit pun, ia juga mengetukkan jarinya di mejanya. Ia memikirkan tindakan apa yang harus di ambil setelah mendengar cerita dari Kai.


"Apa yang kamu rasakan lagi?" tanya Dara untuk memastikan sesuatu.


"Aku merasa ia memiliki kekuatan di atasku, kemungkinan aku bisa kalah jika melawannya. Dan yang aku yakini adalah umurnya lebih dari 200 tahun, meskipun ia terlihat seperti pria berusia 60 tahunan. Aku pikir bisa saja ia sesepuh di dunia kultivator dan pastinya memiliki ilmu yang sangat tinggi" ucap Kai


"Kalau begitu besok malam siap-siap, kebetulan besok aku kerja shift malam. Jadi saat pagi sampai sore aku free, itu berarti di sana sudah malam bukan? Atur waktu yang pas, masukkan Chiilikmu ke dalam kalung yang aku berikan dan biarkan kalungnya pecah. Aku akan menyiapkan untuk teleportasi ke sana. Tapi aku butuh waktu setidaknya lima belas menit untuk sampai, jadi jangan bergerak sebelum aku datang setelah batu itu hancur" ucap Dara


"Apa tidak apa-apa Yang, aku takut membuat kamu kecapaian dan juga kenapa-kenapa karena terlibat urusan ini. Awalnya aku ingin mengatasi ini sendiri, tapi aku pikir itu tidak baik dan hanya mengantar nyawa sia-sia" ucap Kai, ia merasa sangat lemah saat ini. Karena ia masih merepotkan tunangannya itu. Ia berjanji akan segera meningkatkan kekuatan miliknya.


"Tentu tidak merepotkan sama sekali. aku tidak akan memaafkan kamu jika kamu tidak mengatakan hal penting seperti ini padaku. Ini untuk kebaikan bersama, aku pasti bantu semampyyang aku bisa" ucap Dara


"Kalau begitu kamu masuk kerja jam berapa besok?" tanya Kai


"Jam 7 malam, atau jam 7 pagi di sana" ucap Dara


"Kalau begitu aku akan siap-siap jam 10 malam" ucap KAI


"Oke" ucap Dara


Setelahnya mereka berbincang sejenak sebelum di matikan karena Dara harus mulai kerja kembali.


....


Saat jam 3 sore Dara sudah menyelesaikan Jam kerjanya, ia langsung menanggalkan jas kebesarannya. Ia sudah bersiap untuk ke perusahaan Dean untuk mengembalikan perhiasan yang Dean di berikan untuknya.


Setelah setengah jam lebih Dara melajukan mobilnya ke perusahaan Kusuma Group, Dara langsung mengenakan Maskernya. Lalu turun dari mobil Mercedes S600 milik sang kakak, Revan.


Selama di kota S, Revan memberikan mobil kesayangannya untuk Dara, namun Dara menolak dan hanya izin meminjamnya saja selama ia tinggal di kota S.


Tap-Tap


Dara melangkah ke dalam gedung pencakar langit itu.


"Permisi, maaf kalau ruangan Tuan Dean di mana ya?" tanya Dara pada Resepsionis.


Resepsionis yang di tanya Dara tidak menjawab, ia lebih dulu melihat penampilan Dara dan melihatnya dari atas sampai bawah.


Sejujurnya Resepsionis terkejut, bukan karena wajah cantik Dara. Karena Dara mengenakan masker saat ini jadi wajahnya tidak terlihat, ini lebih ke harga pakaian dan tas yang di pakai Dara. Itu setidaknya ratusan juta jika di total semuanya. Namun hal itu tetap tidak mengubah raut wajah judes dari Resepsionis itu yang di layangkan pada Dara.


"Apa anda sudah memiliki janji?" tanya Resepsionis dengan nada acuhnya.


"Belum, saya hanya ada perlu sebentar dengan tuan Dean" ucap Dara dengan sopan meskipun kesal dengan respon resepsionis.


Jauh dalam hati Dara berharap jika para pekerja di perusahaannya tidak ada yang seperti ini. Kalau tidak, ia tidak segan memecatnya.


"Silahkan anda buat janji dulu, tidak mudah bertemu dengan tuan Dean tanpa ada janji terlebih dulu" ucap Resepsionis


"Bisakah anda tanyakan dulu, tolong katakan jika Dokter Dara ingin bertemu sebentar" ucap Dara


"Sudah banyak perempuan yang ingin bertemu dengan tuan Dean, banyak juga alasan mereka untuk berusaha bisa masuk. Lebih baik anda pergi saja!!!" usir resepsionis secara tidak langsung.


"Setidaknya anda bisa tanyakan dulu pada sekretaris atau asistennya. Aku akan menunggu di sini" ucap Dara dengan nada sedikit meninggi karena kesal.


Kalau bukan karena ingin mengembalikan perhiasan itu, ia tidak akan sudi menginjakkan kaki di perusahaan besar namun memiliki pegawai yang Bad Attitude. Bisa jadi semua yang ada di perusahaan adalah orang-orang yang berperilaku buruk.


Lihat saja, bahkan rekan Resepsionis dan juga security di sana hanya diam saja dan menyimak, tanpa mau menegur rekannya. Saat kata-katanya sudah keterlaluan pada tamu.


Mendengar ucapan resepsionis yang menghina dan juga memfitnah dirinya, Dara tentu saja marah.


PLAK!!!


Tamparan Dara mengenai pipi resepsionis, meskipun ia tidak mengenakan tenaganya namun itu masih terasa sangat keras bagi resepsionis. Lihat saja pipinya yang bengkak dan juga sudut bibirnya robek dan berdarah.


"Jaga mulut anda nona, percuma anda sekolah tinggi tapi mulut anda tidak pernah di sekolahkan juga. Kau tahu jika resepsionis itu adalah wajah perusahaan, tindakanmu justru mencoreng nama perusahaan itu sendiri" ucap Dara dengan nada dingin.


"****!! Dasar wanita murahan!!! Security seret wanita ini keluar!!! Dasar ja**Ng tidak tahu diri" teriak resepsionis


Security pun berjalan menuju ke arah Dara dan hendak memegang Dara, namun Dara menendangnya sebelum tangan security itu berhasil menggapai pakaiannya.


BRAK!!!


Security itu langsung jatuh tersungkur, sejauh tiga meter. Semua orang di sana tentu saja terkejut, termasuk resepsionis.


"K-Kau..." ucap resepsionis terkejut


"Ada apa ini ribut-ribut" suara orang yang tiba-tiba datang dan menggema di antara kerumunan orang. Membuat resepsionis dan yang yang lain menoleh.


"Tuan Nandar, anda datang?" ucap Resepsionis.


"Ada apa ini Irma?" tanya Nanda


"Ini ada wanita yang memaksa ingin ke ruangan tuan Dean. Saya sudah menyuruhnya pergi tapi ia tetap menolak. Bahkan ia menampar saya tuan, lihat wajah saya bengkak hiks... Bahkan security di buat jatuh tersungkur saat ingin manariknya pergi" ucap Resepsionis mengeluarkan air mata buayanya.


Padahal saat di tampar tadi ia tidak menangis sama sekali, entah kenapa sekarang air mata nya justru mengalir begitu derasnya.


"Siapa yang membuat keributan di sini?!!" tanya Nandar dengan suara kerasnya.


"Aku!!!" ucap Dara muncul di depan Nandar.


"Siapa kamu? kenapa kamu buat keributan di sini?" ucap Nandar dengan suara dinginnya.


"Ah kebetulan kamu di sini asisten Nandar, ini ambillah!" ucap Dara melempar sebuah kotak yang di tangkap oleh Nandar.


Saat melihat kotak itu, tentu saja Nandar membolakan matanya terkejut. Pasalnya ia sangat ingat kotak itu, karena ia sendiri yang mengantar kotak itu ke rumah sakit pagi tadi.


"Anda...." ucap Manda terkejut, kini ia mengenali jika di depannya adalah Dokter Dara, perempuan cantik yang mempesona. Juga perempuan yang tengah di incar tuan mudanya itu. Ia tidak mengenali Dara awalnya, karena wajah cantik bak bidadari itu tertutup masker.


"Bilang pada bos mu, jangan lagi mengirim barang-barang tidak penting ke tempat kerjaku. Bilang padanya aku tidak menyukainya, aku juga sudah memiliki tunangan. Ingat itu baik-baik!" ucap Dara


Hal itu membuat Nandar terkejut.


"Oh satu lagi, lain kali kalau merekrut karyawan harus menggunakan standard yang bagus. Bukan hanya menilai dari penampilan yang di utamakan, tapi Attitude nya juga. Jika saya klien perusahaan ini, sudah pasti saya membatalkannya dan tidak ingin bekerja sama, akan lebih baik ia mencari perusahaan lain.


Gara-gara karyawanmu yang Bad Attitude, hanya butuh waktu perusahaan gulung tikar. Kali ini aku lepaskan karyawanmu itu karena mengatai saya Ja**Ng dan wanita murahan. Kalau hal itu terjadi lagi, aku tidak akan segan melaporkannya ke pihak berwajib atau bisa saja aku suntik mati bibir lemes nya itu." ucap Dara, kemudian ia pergi.


"Tu-tunggu Dokter Dara!" panggil Nandar setelah ia tersadar dari keterkejutannya.


Namun sayangnya Dara lebih dulu keluar dan langsung menaiki mobilnya dan melaju keluar dari area perusahaan.


"Si*l, kamu-kamu dan kamu, bereskan barang-barangmu dan keluar dari perusahaan ini" ucap Nandar pada dua resepsionis dan satu security yang masih terduduk merasakan perutnya yang sakit.


"Ki-kita di pecat Pak? Apa salah kita?" ucap resepsionis yang terkena tamparan itu.


"Menurutmu? Si*l!! Kau tahu siapa yang sudah kau singgung? Itu adalah gadis yang sukai tuan muda, susah payah tuan muda dekati gadisnya. Gara-gara kalian semuanya jadi berantakan. Pergi kalian, si*lan!!!" ucap Nandar menggelegar.


"Tapi pak..." ucap resepsionis


"Ah, Saya berubah pikiran!" ucap Nandar membuat ketiga orang itu menghela nafas lega.


"Tidak perlu bereskan barang kalian, sekarang juga pergi dari sini!!! Saya pastikan kalian tidak akan di terima di perusahaan manapun setelah ini" ucap Nandar


Orang-orang yang baru saja di pecat terkejut dan bahkan nyaris pingsan di buatnya. Nandar juga menggerutu dan mengumpat dalam hatinya, sudah pasti ia akan kena semburan amarah Dean karena kecolongan saat mengetahui ada karyawan di perusahaan seperti itu. Bahkan lebih parahnya lagi membuat Dara marah dan mengultimatum agar tidak lagi mengejarnya.


...••••••••...