
Di kediaman Rukmana, Celine menunggu sepupunya itu pulang dari kampus. Setelah beberapa saat, terlihat Samuel masuk ke dalam mansion.
Samuel mengerutkan keningnya saat melihat Celine tengah menatapnya sambil tersenyum.
"Kenapa kamu? Kesambet?" tanya Samuel.
"Kesambet, ya nggak lah. Orang aku nungguin abang!" ucap Celine
"Ada apa emangnya?" tanya Samuel.
"Duduk dulu sini! ada hal penting yang mau aku ceritain" ucap Celine
"Hmm..." ucap Samuel kemudian duduk di samping sepupunya itu.
"Tadi Abang tahu kan aku jalan sama Dara?" tanya Celine yang di angguki Samuel.
"Kan aku jalan sama Dara jaln tuh ke mall, kita keliling buat belanja, nyalon, makan dan lain-lain. Tapi saat keluar dari salon, kita nemuin kejadian yang sangat-sangat tidak terlupakan" ucap Celine membayangkan kejadian itu.
"Kenapa? Dompet kamu ketinggalan jadi nggak bisa bayar?" tanya Samuel.
"Mana ada!!" ucap Celine cemberut.
"He-he, ya sudah lanjutin ceritanya" ucap Samuel terkekeh, Celine mulai menceritakannya lagi
"Di sana ada orang yang berantem kak rebutan anak gitu, terus bayinya terlempar. Padahal saat itu kita ada di lantai tiga loh kak" ucap Celine.
"Astaga, jadi di sana ada kasus pembunuhan?" ucap Samuel kaget.
"Nggak jadi jatuh sih itu bayinya, karena Dara langsung lompat nolongin itu bayi" ucap Celine.
"Ya Tuhan, terus Dara tidak apa-apa kan? Di mana Dara sekarang" tanya Samuel terkejut dan khawatir.
"Ya di rumahnya, nggak apa-apa kok tenang aja. Dara selamat karena ia juga di tolongin sama cowok yang gaaaanteng banget. Ternyata Dara kenal sama tuh cowok, aku bisa lihat dari tatapan matanya kalau tuh cowok naksir Dara deh" ucap Celine melihat ekspresi wajah Samuel yang sudah gelap.
Dalam hati Celine terkekeh, ia tahu jika sepupunya itu memendam rasa pada Dara. Jadi ia senang memanasi sepupunya itu agar bergerak cepat.
Sedangkan yang di rasakan Samuel sangat panas hatinya, mendengar ada yang menyukainya. Jelas Dara banyak suka, ia terlalu cantik untuk di abaikan.
.....
Saat hari sudah hampir petang, Dara segera keluar dari kamarnya dan turun ke ke ruang tamu. Ia melihat Bara dan yang lainnya sudah siap dengan style mereka yang keren.
Malam ini Dara akan keluar bersama dengan tiga pria tampan sekaligus, meskipun dua lainnya lebih cocok di bilang remaja tampan.
Mobil yang di sewa Bara sudah di kembalikan, karena Dara akan meminjamkan mobilnya jika Bara ingin kemana-mana selama di ibukota. Tentu saja Bara tidak sungkan, ia adalah pria yang sangat terbuka jadi dia selalu mengucap secara langsung apa yang ia pikirkan.
Dia mengatakan ingin mengendarai mobil sport milik sepupunya itu dan Dara mengizinkannya. Ia tidak pelit meminjamkan mobil kesayangannya untuk di bawa sepupunya itu.
"Mau kemana kita malam ini?" tanya Dara pada mereka.
"Bagaimana kalau ke foodstret dan wisata malam di ibukota" seru Bara
"Aku nggak tahu banyak juga ucap Dara bingung.
"Kalau ke Kota Lama mau?" tanya Ryan
"Apa itu?" tanya Dimas.
"Di sana ada pusat jajanan dan juga wisata malam. Banyak muda mudi nongkrong, kita juga bisa menikmati nuansa ibukota jaman dulu. Di sana hanya di pungut biaya parkir saja, tidak ada tiket masuk. Kecuali kalau siang hari dan mau masuk ke museum yang di sana, baru bayar" ucap Ryan menjelaskan.
"Bagaimana kak?" tanya Dimas dengan wajah berbinar penuh harap.
"Kalau menurut kak Bara gimana?" tanya Dara ke Bara, karena ia yang mengajak pergi.
"Tentu, ayo let's go!" seru bara
"Yeeeyyy, ayo pergi" ucap Dimas dan Ryan bersamaan.
Dara hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah mereka. Setelahnya mereka berempat masuk ke mobil Lamborghini Urus dan melaju ke kota lama.
.....
"Dim, nggak buat Vlog aja di sini? mumpung kita ada di luar" ucap Ryan
"Ide bagus. Pake HP ku aja" ucap Dimas terkekeh.
"Sini aku yang rekam" ucap Ryan
"Hei kalian berdua ngapain? Ayo kita lihat di sana, kakak traktir kalian makan sepuasnya" ucap Bara.
"Horeeee, kak Bara memang yang terbaik" ucap kedua bocil itu kompak.
Bara hanya cengengesan saja di puji oleh kedua bocil itu, ia memang memimpikan punya adik. Jadi ia sangat menyayangi ketiganya saat ia sekarang sudah menjadi kakak.
Dimas dan Ryan merekam video mereka berwisata kuliner di sana, dan akan di edit saat sudah sampai rumah.
"Hari ini kakak laki-lakiku datang berkunjung dan mengajak kami ke kota lama untuk makan sepuasnya. Kakakku dari kota S ke Ibukota karena ada sedikit urusan......" ucap Dimas di videonya sambil terkekeh.
"Kak mau nggak? Sempolnya enak loh" ucap Ryan menawari Dara
"Eh," ucap Bara menoleh ke arah Ryan.
"Jangan dek, bahaya. Nanti kalau orang-orang salah masukin makanan gara-gara lihat wajah kakak kamu gimana?" ucap Bara lagi.
"Ah iya aku lupa, kalau kak Dara adalah peri" ucap Ryan cengengesan.
"Nggak apa-apa kok ka, sekali makan aja. Lagian nggak terlalu rameh juga. Nggak akan ada yang lihat" ucap Dara.
Dara mengambil satu tusuk sempol, Ryan tidak mengarahkan kamera ke wajah Dara. Meskipun Dara tidak keberatan, tapi ia tidak mau orang-orang gempar.
Memang tidak ada orang lain yang melihat Dara saat itu, karena Dara di apit kanan kiri oleh Dimas dan Bara. Tapi penjual Sempol yang di depannya jelas melihatnya, kang sempol itu menganga lebar saat melihat Dara.
Untung dia tidak sedang berhadapan dengan makanan karena sedang duduk agak jauh karena sudah selesai melayani, kan gawat kalau iya.
"Wow enak!" ucap Dara dengan mata berbinar.
"Enakkan kak? Nih lagi" ucap Ryan menyerahkan empat tusuk lainnya.
Dara segera menikmatinya dengan riang, setelah selesai menyantap Sempol, Dara memakai maskernya dan mereka pergi lagi mencari jajanan lain.
....
Kai yang baru saja pulang dari melapor ke pangkalan tengah merebahkan dirinya di mansion miliknya. Ia memegang dadanya yang berdebar dengan kencang saat mengingat Gadis yang sudah membuat perhatiannya beberapa hari ini hanya tertuju padanya.
Tangan sebelahnya membelai foto profil milik Dara, ya dia tengah memikirkan Dara. Ingin sekali ia bertemu, tapi sayang nya jam e pagi ia harus berangkat untuk bertugas selama 3 hari kedepan.
Ia memberanikan diri untuk mengirim pesan ke Dara. Ia tidak tahu harus mengirim pesan seperti apa, karena ia belum pernah berkirim pesan dengan wanita manapun kecuali ibunya dan juga Dara.
^^^💬Hai ini aku Kai- Kaisar^^^
Lama di menunggu balasan namun pesannya belum juga di baca setelah ia menunggu selama setengah jam. Baru sekitar pukul sepuluh malam, ponselnya berbunyi itu balasan dari Dara
💬 Hai Kai, maaf tadi aku sedang berada keluar -Addara
Kai yang belum tidur langsung membuka pesan di ponselnya. Senyum di wajahnya mengembang.
^^^💬 Apa aku mengganggumu? - Kaisar^^^
💬 Tidak, aku baru saja ingin istirahat, ada apa? -Addara
^^^💬Aku ingin mengajakmu makan malam nanti saat aku selesai bertugas, apa kau keberatan? -Kaisar^^^
💬 Tentu, kirimkan saja lokasi dan waktunya saat kau sudah free. Kita bisa makan setelah itu -Addara
^^^💬 Oke, aku akan mengabarinya. Sudah malam istirahatlah, selamat tidur -Kaisar^^^
💬Selamat tidur juga -Addara
Kai menatap ponselnya lama, ia berbaring sembari memeluk ponselnya itu. Baru kali ini ia merasa bahagia karena mengingat pernah memeluk Dara. Dia tahu Dara sangat luar biasa dan pastinya banyak yang akan mengejarnya. Dia cantik dan luar biasa? Siapa yang tidak akan tertarik dengannya?
...••••••...