
Kedatangan baby Langit membuat suasana di star mansion makin ramai, dengan celotehan lucu dari bayi mungil itu.
Dara juga sudah menjelaskan pada Dimas jika Baby Langit adalah anak yatim yang ia temukan dan mulai hari ini akan menjadi anaknya, dan meminta semuanya agar memperlakukan baby Langit dengan baik saat ini dan di masa depan.
Tentu semuanya setuju, karena semua di sana sangat menyukai anak kecil. Apalagi baby Langit sangat tampan dan menggemaskan.
"Kak, Dimas mau gendong" ucap Dimas dengan antusias melihat bayi gembul itu.
"Boleh, hati-hati hmm" ucap Dara memberikan Baby Langit dan meletakkannya dengan hati-hati ke gendongan Dimas.
Mata Dimas berbinar melihat bayi menggemaskan itu dan menciuminya beberapa kali membuat Baby Langit tertawa.
"Ganteng dan wangi banget banget sih ponakan Om Dimas ganteng" ucap Dimas, terus mengusel Baby Langit.
"Narsis dih" celetuk Ryan
"Napa iri? Kan kenyataan emang ganteng bosque" ucap Dimas menggoyangkan kepalanya kanan dan kiri.
Yang lain hanya memperhatikan mereka dan ikut tertawa, suasana begitu hangat. Termasuk Bara yang sejak tadi mencuri pandang ke arah Shine.
"Sesuai namanya, baru kali ini ada yang mampu menyinari hatiku yang lama kosong. Bahkan ini kali pertama aku merasa seperti orang bodoh dan bingung harus berbuat apa di depan seorang gadis" ucap Bara dalam hati.
Shine yang di perhatikan justru fokus mengawasi baby Langit. Meskipun baby Langit berada di pangkuan Dimas, namun ia tetap memperhatikannya.
.....
Tiga hari kemudian, Dara kini sudah berada di salah satu kamar yang ada di N Hotel, yang merupakan hotel milik keluarga Narendra yang berada di pusat ibukota.
N Hotel sendiri merupakan hotel pertama yang di bangun Keluarga Narendra, hotel tersebut tidak memiliki cabang lain selain di ibukota pusat dan merupakan salah satu hotel termegah dan terbesar di negara ini.
Sedangkan hotel lain di bawah naungan Narendra memiliki nama yang berbeda pula.
Hari ini merupakan hari bahagia Kai dan Dara, karena hari ini mereka berdua akan mengikat janji suci pernikahan keduanya.
Dan saat ini Dara, Flo, Shine, Langit dan juga tim MUA ada di sana.
"Apa masalah di sana sudah selesai Flo" tanya Dara pelan, karena dirinya saat ini tengah di rias oleh tim MUA
"Jangan khawatir, kakak ipar sudah menyelesaikannya. Bahkan mama Sarah juga turun tangan. Itu semua hanya bualan Ra, hama itu hanya ingin membuat huru-hara di pernikahan kamu" ucap Flo dengan santai, Dara yang mendengarnya tersenyum tipis, ia tahu jika Kai pasti bisa mengurus hal kecil seperti itu.
"Da-da-da..." celotehan Baby langit membuat atensi semuanya menoleh ke arahnya.
"Sayang, kamu panggil bunda... Kangen ya" ucap Dara terkekeh dan menciumi pipi Baby Langit.
"Wah, baby Langit memang anak ajaib. Nggak repot urus baby Langit kan Shine?" ucap Flo
"Tidak, tuan muda sangat anteng" Jawab Shine.
"Bunda di make up dulu ya sayang, anteng-anteng sama Aunty Shine dulu ya sayang" ucap Dara mencium pipi gembul baby Langit lagi sebelum memberikannya pada Shine.
....
Di kamar lainnya, di mana itu adalah kamar khusus untuk mempelai pria dan para teman-temannya. Di sana sudah ada Kai, Nathan, Rafael dan juga Lingga.
Kai nampak tenang meskipun sebelumnya ia di buat emosi hingga para sahabatnya turun tangan untuk mencoba menenangkan emosi Kai yang meledak itu.
"Sudah tenang kan mas bro?" tanya Rafael menepuk pundak Kai
"Hmm..." jawab Kai.
"Itu bukan salah lu Nat, yang salah itu tuh cewek aneh" yang jawab bukan Kai tapi Rafael.
"Emang itu cewek siapa sih El?" tanya Lingga yang memang di antara mereka berempat hanya dia yang tidak mengenalnya.
"Dia putri kepala distrik kota T" jawab Rafael.
"Kok bisa, emang ada hubungan apa lu lu pada sama tuh cewek. Kok bisa dia membuat kehebohan di sini, untung ia membuat kehebohan saat tidak ada orang luar yang lihat" ucap Lingga.
"Gue juga nggak tahu Ga, kenapa Joya bisa berada di ibukota. Terlebih ia mengaku sebagai kekasih Kai dan mengatakan ia hamil anak Kai. Karena setahu gue saat kita tugas di kota T, tuh cewek nempelin gue mulu. Belakangan gue tahu dia melirik Kai, tapi gue nggak tahu kalau dia senekat ini" ucap Nathan mengusap wajahnya.
"Lalu kakak ipar gimana?" tanya Lingga.
Mendengar itu Kai menghela nafas.
#Flashback beberapa jam yang lalu.
Saat Joya datang meminta pertanggung jawaban atas apa yang tidak pernah ia lakukan. Dara saat itu berada di sana dan mendengarnya, tentu saja Kai yang melihat Dara di sana ketar ketir, ia takut Dara salah paham padanya.
Namun Dara hanya diam dan melihat saja, sampai akhirnya Joya mendatangi Dara dan memarahinya dan menuduh Dara merebut Kai darinya. Hal itu membuat Kai marah, hingga ini kali kedua dirinya memukul seorang wanita selain Megan dalam hidupnya.
"Kamu bilang aku kekasihmu dan menghamilimu? Cih, bahkan untuk sekedar menyentuhmu aku jijik, kamu lebih menjijikan dari kuman dan kotoran! Cuih!!" ucap Kai sembari meludahi wajah Joya saat itu.
Dan kata-kata Dara selalu terngiang di kepalanya.
"Selesaikan urusanmu, jika tidak maka lupakan tentang pernikahan. Ini hanya masalah kecil, jangan sampai membuat masalah di kemudian hari" ucap Dara kemudian berbalik pergi.
Dara bukannya tidak percaya, justru karena ia percaya maka ia meminta Kai untuk mengurus wanita halu itu. Ia anggap hal ini sebagai ujian saat mereka akan menikah.
Namun diam-diam Dara mengintruksikan Dark untuk mencari tahu tentang Joya dan memastikan semuanya aman. Dan hal yang terjadi saat ini tidak sampai bocor ke publik. Tentu Dark dengan sangat baik menjalankan tugasnya dan juga melihat keadaan di sana.
PLAK!!!
Kedua kalinya Kai menampar wajah itu dengan keras hingga membuat tulang rahang Joya bergeser.
"Akkhhh... Kaiiyyy sha...hit..." teriak Joya dengan suara tidak jelas karena itu begitu sakit...
Kai menatap dengan dingin kemudian mengambil ponselnya.
"Tangkap seluruh keluarga mantan kepala distrik kota T, eksekusi semuanya hari ini juga!!!" ucap Kai emosi
"Khaay, Amhuuunn, toolhong Jahan tanhap heluarha ku" ucap Joya tidak jelas.
SRET!!!!
PLAK!!!
PLAK!!!
"Kau pikir siapa yang sudah kau singgung??" ucap Sarah dengan tajam dan menarik kuat rambut Joya dan menampar Joya bolak balik.
"Kai..." ucap Sarah
"Tante boleh bawa dia pergi, sebelum aku membunuhnya di sini" ucap Kai mengerti jika tantenya itu sudah gatal ingin menyiksa orang dan tidak ingin Kai sendiri yang turun tangan apalagi ini di area umum.
"Bawa ke markas!" ucap Sarah pada anak buahnya.
...••••••...