The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
320. Kai & Dara



...Warning!!! BAB ini mengandung konten 18+ untuk pembaca yang masih di bawah umur bisa di skip saja, dosa di tanggung masing-masing 🤭...


...•••••°°°•••••...


Tok! Tok! Tok!


Pintu kamar mandi di ketuk.


"Yang, kok kamu nggak keluar-keluar, kamu baik-baik aja di dalam kan?" tanya Kai khawatir karena tidak mendapati istrinya keluar dari kamar mandi sejak tadi.


"I-ini aku mau keluar" ucap Dara sedikit gugup, ia langsung mengambil bathrobe dan segera memakainya.


Tak lama kemudian Dara keluar yang masih menggunakan bathrobe membuat alis Kai terangkat sebelah. Kai menaruh ponselnya dan berjalan mendekat ke arah Dara.


"Sayang, kamu mau mancing aku masih mengenakan bathrobe hmm" ucap Kai menggoda, ia juga sedikit tergoda mencium aroma tubuh Dara yang wangi alami di campur dengan aroma sabun.


"Ti-tidak, ak-aku lupa bawa pakaian ke kamar mandi tadi. A-abang sana mandi, aku udah siapin air hangat" ucap Dara dengan wajah memerah.


"Ya udah aku mandi dulu, yang sabar ya sayang dan makasih untuk air hangatnya" ucap Kai mengedipkan mata, ia tertawa saat melihat wajah sang istri sudah memerah malu karena ucapannya yang selalu menggoda itu.


Dara gelisah di tempat tidur, masa iya dirinya hanya memakai pakaian haram itu. Dia tahu kalau malam ini akan jadi malam panas antara dirinya dan sang suami.


Tapi ia terlalu malu memakai pakaian kurang bahan seperti ini, dirinya belum pernah mebggunakannya apalagi di lihat orang lain. Meskipun saat ini Kai adalah suaminya, tapi tetap saja canggung dan malu.


Ceklek!


Kai keluar dari kamar mandi, ia melihat Dara masih belum sadar jika dirinya sudah keluar. Dara saat ini masih sibuk bolak-balik memikirkan pakaiannya, membuat Kai gemas sendiri.


GREP!!!


Kai memeluk Dara dari belakang.


"Sayang..." ucap Kai sukses membuat Dara menegang, terlebih ia menghirup aroma sabun menguar dan juga aroma mint segar dari mulut Kai.


GLEK!!!


Saat Dara berbalik, ia tidak bisa tidak tertegun melihat betapa sexy nya Kai. Ia melihat Kai hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya. Membuat tubuh bagian atas terbuka memperlihatkan betapa kekar tubuhnya, bahu yang lebar dan perut keras dengan delapan kotak yang melambai minta di elus.


Tanpa sengaja tangan Dara justru terulur menyentuh kerasnya perut Kai. Kai menegang saat mendapat sentuhan Dara tiba-tiba, hingga tidak sadar suara de*ahan Kai terdengar.


Saat Dara sadar dan ingin menarik tangannya, Kai justru menahannya dan menarik tubuh sang istri merapat hingga tidak ada jarak di antara keduanya.


"Kau yang memancingnya sayang" ucap Kai serak.


Cup!


Sebuah kecupan di bibir Dara sangat lama dan berubah menjadi lu*atan yang begitu mengga*rahkan, keduanya saling bertukar Saliva. Lidah keduanya saling membelit hingga membuat bunyi decakan itu terdengar di tengah suasana sunyi di dalam kamar.


SET!!!


Kai membuka Tapi bathrobe Dara dan melepasnya, tanpa membuka matanya karenaasih menikmati bibir manis Dara.


Saat ia membuka mata, Kai meneguk ludahnya saat melihat pemandangan indah di depannya. Tubuh Dara hanya terbalut lingerie berwarna hitam dengan bahan jaring transparan dan hanya menutupi dua puncak bukit dan segitiga Bermuda.


"Se...ksi..." ucap Kai dengan suara parau menahan gejolak di dua kepalanya, yakni kepala atas dan kepala bawah yang mulai bereaksi.


"Aaahhhh, Abang...." teriak Dara saat tubuhnya di angkat dan di baringkan di atas tempat tidur.


"Aku sudah jadi milikmu, lakukan apapun yang kamu mau" ucap Dara dengan pelan dan mengigit bibirnya.


Keduanya saling menatap, tatapan cinta yang sangat besar di antara keduanya. Perlahan namun pasti Kai mulai men**mbu Dara, di mulai dari, bibir, leher, dada, dan semuanya tidak luput dari belaian mesra Dara pada sang istri.


Suara lengguhan keduanya pun terdengar, saat keduanya melakukan pemanasan sebelum memulai pertempuran panjang malam ini.


"Sayang, kamu siap?" tanya Kai dengan nada yang berat karena nafsu nya sudah di ubun-ubun. Dara merespon dengan menganggukkan kepalanya.


SRET!!!


Kai langsung merobek pakaian haram yang sekarang sudah sangat halal di gunakan Dara saat menggodanya di tempat tidur.


Dara terkejut saat pakaiannya di robek begitu saja dan menatap Kai.


"Aku akan belikan lagi nanti, kalau perlu satu toko atau bahkan pabriknya sekalian" ucap Kai.


Dara hanya pasrah saja, padahal bukan itu maksudnya. Karena ia bingung akan mengenakan apa lagi saat pakaian satu-satunya itu harus di robek.


....


Kai berusaha untuk membobol gawang yang masih di segel dan tertutup rapat itu. Namun karena kurangnya pengalaman keduanya yang sama-sama baru pertama kali melakukan itu. Keduanya sedikit kesulitan untuk menemukan di mana jalan terowongan itu berada.


Set, lagi-lagi adik kecil Kai tidak bisa masuk dan selalu offside, kadang melenceng ke kanan dan ke kiri.


"Sayang, ini melenceng terus, milikmu ngumpet mulu" ucap Kai


Dara yang mendengarnya hanya menahan tawanya.


Saat mulai menemukan titik terangnya, Kai berusaha untuk menekan hingga membuat Dara terkejut juga merasa sakit.


"Akkkhh..." teriak Dara saat sebuah penghalang dalam dirinya di dobrak langsung oleh Kai.


"Maaf sayang, aku akan lebih pelan" ucap Kai, dengan lembut dengan mencium bibir Dara dan ia mulai mendorong miliknya hingga sukses membobol pertahanan Dara.


Dara sendiri menahan nafasnya saat benda asing merangsek masuk dengan paksa membuatnya merasa sakit, perih dan sesak di bawah sana. Ia tidak menyangka jika milik sang suami yang gagah perkasa itu mampu masuk ke dalam dirinya secara penuh.


Perlahan namun pasti, Kai memulai pentasnya. Ia bergoyang dengan lihai nya mengalahkan goyangan Dewi Persik, Inul Daratista dan Zaskia Gotik.


Rasa sakit yang di rasakan Dara pun perlahan berganti menjadi rasa yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Dan gempuran Kai akhirnya jebol setelah lebih dari setengah jam ia bergoyang ria. Mengeluarkan bibit-bibit unggul calon anak sultan dan kultivator hebat lainnya.


"Makasih sayang sudah menjaganya, aku sangat sangat mencintaimu" ucap Kai sembari mengecup bibir Dara singkat dan memeluknya. Membuat keringat keduanya menyatu dengan tubuh polos keduanya.


"Sayang, boleh aku minta lagi" ucap Kai setelah keduanya beristirahat kurang dari satu jam.


"Abang, kita baru aja selesai" ucap Dara terkejut mendengar sang suami sudah naik lagi.


"Milikmu sangat nikmat hingga membuatku ketagihan. Lihatlah, adik kecilku minta di jepit dan gigit lagi" ucap Kai menyeringai.


"Tapi ak... Hmmmmpphh...." Kai memotong ucapan dara dan menciumnya kembali.


Keduanya akhirnya melakukannya lagi sampai pagi menjelang, entah berapa ronde. Dan untuk kedua dan seterusnya Kai makin lihat dan tidak lagi mencari-cari jalan menuju puncak kenikmatan nya itu.


Yang jelas saat waktu jam 5 pagi mereka baru beristirahat tidur dengan saling berpelukan.


...•••••••...