
Hari sudah larut, Dara baru sampai di bandara provinsi R setelah kurang lebih dua jam perjalanan. Turun dari pesawat Dara di hampiri oleh seseorang yang di utus Kai untuk menjemputnya menuju ke pulau N.
Setidaknya butuh satu jam untuk sampai di pulau N. Setengah jam dari bandara menuju pelabuhan dan setengah jam lagi untuk sampai ke pulau itu menggunakan speed boat.
Sesampainya di pulau N, Dara langsung di arahkan ke sebuah hotel bintang tiga yang ada di pulau itu. Tidak ada hotel bintang lima di pulau ini, sekelas hotel bintang tiga saja hanya ada dua di sana. Dan Hotel yang di tempati Dara adalah hotel bintang tiga yang paling dekat dengan pangkalan.
Kai yang mendapati Kabar jika Dara sudah sampai di hotel yang memang sudah ia booking sebelumnya, segera mengendarai mobil offroad miliknya.
Saat hampir sampai di gerbang pangkalan, Marco yang berjaga di sana memberi hormat dan menanyakan hendak kemana komandannya itu pergi.
"Aku akan keluar sebentar, pastikan kondisi di pangkalan aman. Kabari aku jika memang ada masalah atau ada suatu hal yang mencurigakan" ucap Kai pada anggotanya itu.
"Baik di mengerti, jendral!" ucap Marco tegas.
Ia tidak bertanya lebih, karena mungkin komandannya itu memiliki hal yang mendesak untuk keluar.
Setelahnya Kai melajukan mobilnya menuju ke hotel itu, yang hanya memerlukan waktu kurang dari lima belas menit dari sana.
Sesampainya di sana Kai langsung turun dan berjalan masuk ke kamar yang memang di tempati Dara saat ini. Tentunya dia tahu karena ia yang memesan kamar itu untuk calon istrinya itu.
Tak menunggu lama Kai sampai di kamar Dara yang berada di lantai lima itu. Setelah mengetuk, meskipun sebenarnya ia memiliki kartu akses di kamar itu. Dara yang memang menunggu Kai langsung membuka pintu.
CUP!
Begitu pantai di buka langsung di tutup kembali oleh Kai dan ia langsung mengecup cukup lama bibir manis calon istri tercintanya itu, hanya sekedar kecupan. Dara yang mendapati kecupan hangat itu hanya tersenyum merona sembari menunduk sejenak.
"I Miss you so much Baby" gumam Kai melayangkan kecupan lain di kening gadis itu.
Keduanya kemudian duduk di atas kasur yang masih terlihat rapih, karena Dara belum menyentuhnya dan sejak tadi menunggu di sebuah kursi yang ada di sana.
"Bagaimana kabarmu sayang?" tanya Kai menggenggam tangan Dara dan tangan satunya mengelus pipi dara cantik itu.
"Aku sangat baik, sehat seperti yang kamu lihat. Kamu sendiri bagaimana? Lalu pekerjaan kamu apa tidak apa-apa tinggal sebentar?" tanya Dara tersenyum lembut pada pria yang sangat di cintainya itu.
"Aku juga baik, tidak apa-apa. Untuk beberapa waktu mungkin akan aman karena tidak ada pergerakan dari musuh. Aku juga sudah memperingati yang lain agar tetap waspada. Jika ada sesuatu yang janggal harus segera menghubungiku" ucap Kai
"Lalu apa yang ingin kamu tunjukan padaku?" tanya Dara
"Ah tunggu sebentar" ucap Kai lalu mengeluarkan peti yang berisi benda rampasan dari musuh itu.
Ia menunjukannya pada Dara, tidak hanya peti namun juga sebuah tabung reaksi dan juga sebuah Chip.
Dara mengeryitkan kening saat melihat ketiga benda itu, lalu matanya memandang sekeliling dan beralih menatap ke jendela begitu lama.
"Arah sembilan Cemara tiga baris kiri" ucap Dara.
Kai terkejut mendengar ucapan Dara, tentu saja ia mengerti apa maksud dari perkataan Dara itu dan melihat melalui sudut matanya tanpa menoleh. Seketika Kai langsung bergerak secepat kilat membuka pintu balkon dan melompat dari lantai Lima.
Dari Sendiri mengeluarkan Chi miliknya diam-diam dan membuat seluruh CCTV yang ada di area dalam radius 500 meter tidak bisa berfungsi selama beberapa jam, ia tidak ingin aksi calon suaminya di ketahui oleh orang lain.
BUGH!!!
KRAK!!!
KRAK!!!
Tak lama Kai membawa pria itu melompat dari bawah menuju ke lantai lima di mana balkon Dara. Tentu hal itu membuat orang yang di bekapnya itu terkejut dengan tatapan tidak percaya saat mendapati dirinya di buat lompat atau tebang hingga ke lantai lima.
Sungguh hal yang ia rasakan dan saksikan sangatlah tidak masuk akal yang baru kali ini ia alami. Syok? sudah pasti...
BRUK!!!
"Aaakkkhhh...!!!" teriak pria itu sesat di tempat begitu kencang ke lantai kamar Dara.
"Siapa kamu? Kenapa kau membututiku!" tanya Kai.
Tentunya ia menebak jika orang yang ia tangkap adalah orang yang mencoba memata-matainya, entah sejak keluar dari pangkalan militer atau sejak dari di dalam pangkalan.
Namun Kai tahu jika kemungkinan yang pertama yang sangat mungkin. Itu karena tempat pangkalan militer yang di tempati Tim Falcon adalah tempat khusus dan tidak ada orang luar yang bisa masuk ke sana. Meskipun itu orang militer lainnya bahkan atasan pun tidak bisa jika tanpa izin dari Kai, sebagai komandan di sana.
"Ke-kenapa anda memukul dan membawaku ke sini? Aku tidak kenal kamu! ini tindakan penculikan, aku bisa melaporkanmu pada polisi" ucap Pria itu.
"Cih kau pikir aku bodoh dan tidak tahu. Sekarang katakan! Sebelum..." ucap Kai datar dan dingin dengan sorotan mata yang tajam ke arah pria itu.
"Aku tidak mengerti tuan, apa salahku? Kita tidak saling mengenal bukan?" ucap Pria itu tetap mengelak dan berusaha setenang mungkin sembari menahan sakit di tubuhnya.
"Beraninya kau berbohong! Katakan siapa kamu dan siapa yang menyuruhmu menguntitku?" ucap Kai lagi
"Apa yang kamu maksud tuan? aku tidak mengerti. Jangan asal menuduh yang tidak-tidak tanpa bukti, harusnya aku yang melaporkan kamu atas pasal penculikan, mencemarkan nama baik dan juga kekerasan" ucap Orang itu.
Kai merasa kesal karena pria di depannya sama sekali tidak mau buka suara.
"Ini tidak akan selesai hanya dengan bicara, aku punya hal yang lebih ekstrim untuk mengetahui semuanya" ucap Dara membuat Kai menoleh dan penasaran apa yang bisa di lakukan Dara.
"Lakukan saja yang ingin kamu mau Yang" ucap Kai
"Tapi hal ini miliki resiko yang sangat besar" ucap Dara lagi memperingati
"Memang apa yang ingin kamu lakukan?Resiko apa memangnya?" tanya Kai lagi penasaran.
"Aku akan menyerap semua informasi dari memori di kepalanya. Hanya saja itu akan mengakibatkan kerusakan mental akut, dia bisa gila ataupun mati dengan kepala yang meledak. Bahkan yang lebih parah lagi resiko yang sangat tinggi yakni membuat tubuh orang itu tersiksa dan meleleh kemudian menguap tanpa jejak, bahkan sampai tulang-tulangnya" ucap Dara
Kai terkejut saat mendengar apa yang bisa di lakukan Dara, terlebih mendengar resiko atau efek samping mengerikan yang di terima orang itu.
Itu membutuhkan keputusan besar, karena jika orang itu ternyata tidak bersalah, maka akan menyebabkan rasa bersalah begitu dalam saat melakukannya.
Orang itu menggigil ketakutan saat mendengar ucapan Dara, namun logikanya tidak mempercayai hal yang sangat mustahil terjadi itu. Jadi ia berusaha tetap tenang seperti tidak ada masalah.
"Apa kamu yakin jika orang ini menguntitku? Apa ada efek khusus padamu?" tanya Kai
"Tidak ada efek yang akan terjadi padaku. Hmm... Aku tidak tahu motifnya apa, tapi aku yakin jika dia bukan orang baik dan juga merencanakan sesuatu pada kita" ucap Dara
"Kalau begitu lakukanlah, aku ingin tahu sampai mana orang ini akan bertahan" ucap Kai, tidak mencegah tindakan yang akan di lakukan Calon istrinya itu.
...••••••••...