
Mobil Dara kini sudah masuk ke area Villa mewah yang di namakan Goddess Villa itu. Meskipun Villa itu terlihat sangat cantik dari kejauhan, namun di sana adalah markas pasukan khusus GOD.
Villa itu kini sudah di rancang keamanannya oleh Theo di bantu anggota GOD yang memang memiliki keahlian di bidang keamanan di sana.
Gerbang yang tinggi menjulang dan pagar yang sama tingginya mengitari area Villa tanpa celah. Orang-orang di sekitar sana sangat penasaran dengan Villa mewah itu.
Pasalnya mereka mendengar jika villa itu telah di beli oleh orang yang sangat kaya raya. Mereka ingimelihat Vila itu. Namun mereka tidak bisa masuk ke sana, karena area Villa di lengkapi keamanan yang super canggih, dan akan mengusir semua orang yang tidak di kenali..
Dara dan Flo turun dari mobil, keduanya melihat beberapa anggota yang tengah berlatih fisik dan ada juga yang tengah berkultivasi di area khusus yang emang di peruntukan untuk itu.
"Kumpulkan siapa saja lima orang!" ucap Dara pada Flo
"Baik, tunggu sebentar nona" ucap Flo
Tak lama kemudian Flo kembali dengan lima orang anggota GOD. Mereka berdiri dengan sikap tegak di sana.
"Kalian ambil ini, kamu jalan ke arah barat daya sejauh 20 meter, kamu ke arah Barat laut, kamu ke Tenggara, kamu ke timur laut. Lakukan hal sama sepertinya dan Kuburkan batu itu di kedalaman satu meter. Dan kamu yang terakhir, kamu naik ke atap rumah tepat di titik itu lalu lemparkan itu ke atas setelah mendapatkan aba-aba dariku. Apa kalian paham?" ucap Dara.
"Siap mengerti" ucap Yang lain kompak
Meskipun mereka tidak tahu kegunaan iyang di maksud Dara untuk apa, namun mereka tetap mengikuti perintah Queen mereka.
Saat semua sudah siap, Dara memberikan aba-aba, dan orang yang ada di atas Rooftop mansion segera melemparkan batu itu di atas.
Wuushhh!!!
Cring!!!!
Semua orang di sana terkejutp dan terpana melihat seberkas sinar berbeda warna membentuk setengah lingkaran di langit.
Cahaya itu dari kejauhan bisa terlihat, hanya saja itu terlihat seperti lampu yang sengaja di pasang di atas Villa mewah. Kecuali orang memiliki ilmu tinggi baru akan paham.
Tap!
Dara menekan kaki kanannya ke tanah dan dirinya terbang sekitar lima belas kali dari tanah. Lalu Cahaya itu masuk ke dalam tubuh Dara dan di keluarkan kembali menjadi beberapa bagian ke berbagai arah.
Wuuusshhh...
Semua anggota GOD merasakan Nafas mereka sangat ringan dan semuanya terbelalak saat mereka tahu. Bahwa tempat mereka berdiri merupakan pusat Chi berada.
Sebenarnya itu karena Dara yang memanfaatkan letak strategis villa itu dan mencoba mengatur formasi pemanggil aura. Siapa sangka jika percobaan pertama sudah berhasil dan di mana markasnya kini adalah surganya kekuatan Chi di ibukota.
"Waaaahhh Chi nya tiba-tiba sangat melimpah" seru salah satu anggota GOD
"Ya, kau benar. Bukankah ini merupakan surganya para pembudidaya?" ucap yang lainnya.
"Kalian jangan ngerumpi lagi, sekarang bawa ini ke delapan arah yang berbeda dan kubur batunya itu" ucap Dara yang langsung di ikuti oleh mereka.
Dara pun mengambil sedikit darahnya lalu menggambar sesuatu di udara, lalu ia mengeluarkan Chi-nya dan membuat sebuah barier tak terlihat seperti Kuba muncul.
Wusshhhh!!!
"Woaahhh apa ini" ucap yang lain yang ada di sana terkejut.
"Itu adalah formasi tingkat lima, semua anggota kini bisa berkultivasi dengan mudah. Dan Barier ini akan menghalau semua orang yang berada di garis luar Barier. Mereka tidak akan merasakan kekuatan yang berada di dalam barier" ucap Dara
"Queen anda sangat hebat" ucap yang lain
"Sekarang kembali ke latihan kalian, untuk masalah ini aku akan membiarkannya" ucap Dara
.....
Setelah meninjau langsung Villa miliknya di kota H. Dara kembali saat subuh dan sampai di mansion pukul setengah tujuh. Dimas dan Ryan sudah bersiap untuk sarapan.
Melihat Dara dan Flo pulang, keduanya mengajak mereka untuk makan dan Dara tidak menolaknya dan meminta Flo juga sarapan bersama.
"Kak, Dimas sama Ryan mau minta izin" ucap Dimas
"Mau kemana?" tanya Dara.
"Mau ke rumah teman sekelas, tadi di Group kelas ramai mengatakan jika salah satu teman sekelas kecelakaan dan sekarang di rawat di rumah sakit" ucap Ryan
"Hmm pergilah, tapi ingat harus hati-hati dan berangkat bersama Kak Sandi yang akan mengantar kalian" ucap Dara yang di angguki oleh keduanya.
Setelahnya mereka pamit berangkat sekolah. Sedangkan Dara kembali ke kamar untuk mandi dan berganti pakaian. Lalu ia kembali keluar bersama dengan Flo, niatnya Dara akan jalan-jalan ke mall sebelum masuk kuliah sore ini.
Saat sedang berbelanja Dara bertemu dengan Sarah yang juga tengah berbelanja dengan anak gadisnya Ajeng. Tentu saja Dara menyapa dan mereka akhirnya belanja bersama.
"Hai kakak ipar" ucap Ajeng menyapa Flo yang tengah berjalan di belakang Dara.
"Anda bicara padaku nona?" tanya Flo
"Ih jangan formal begitu, panggil aja aku Ajeng, kakak ipar" ucap Ajeng manyun
"Tapi...." ucap Flo
"Tidak ada penolakan" Potong Ajeng.
Sarah yang ada di sana hanya menyimak saja, ia mencerna ucapan putrinya. Ia kemudian menatap Flo.
"Apa ini gadis yang di sukai putraku? Sangat cantik, tapi apakah ia dapat memenuhi syarat dariku sebagai calon tunangan?" ucap Sarah dalam hati.
Mereka melanjutkan makan siang bersama setelah berbelanja. Saat hendak duduk tiba-tiba saja ada seorang laki-laki memakai penutup wajah melayangkan pisau ke rah Sarah.
BUGH!!!
"arrrgghhh!!!" teriak pria itu.
Bahkan penghuni restoran menatap kearahnya. Mereka menatap ngeri Flo yang kecil bisa memukul keras pria itu hingga jatuh tersungkur.
Namun hal itu justru membuat binar di wajah Sarah mengembang di wajah cantiknya itu. Apalagi saat tahu Flo mengalahkannya hanya beberapa detik saja.
"Wow putraku seperti nya sudah bisa di andalkan mencari calonnya. Aku akan membantunya mendapatkan calon menantuku yang luar biasa dan sangat langka ini. Bahkan kenapa aku seperti melihat jiwa diriku di masa laluku" gumam Sarah
Semua orang bingung siapa yang salah, namun bagaimana pun mereka banyak yang memilih Flo dan menyalahkan orang yang menyerang tadi.
"Mau kemana heh?" ucap Flo membuat Ajeng terkejut, sedangkan Sarah makin lebar senyumnya.
Melihat pria itu hendak bangkit, Flo lebih dulu menendangnya kuat lalu menariknya pergi dari sana. Dara, Ajeng dan Sarah mengikuti langkah Flo yang masih menyeret pria itu dengan satu tangan.
Membuat semua orang yang ada di sana menatapnya dengan bergidik dan takut, sekaligus kagum, karena Flo yang kecil ternyata menyimpan kekuatan yang sangat besar.
...••••••••...