
"Dark, kamu bawa anggota mu untuk masuk menyerang bersama kami nanti! Kamu Mike, bawa anggota mu untuk menangkap Yongki Damian di kediamannya, sebagian kerahkan untuk membekuk seluruh anggota keluarga Damian di Barat Ibukota!
Via bawa anggota kamu dan Anggota Shine untuk menyebar dan bergabung dengan Falcon, di titik luar. Jangan biarkan satu target pun Lolos! Ingat, jangan bergerak sebelum mendapatkan perintah! Ambil ini!" ucap Flo dan memberikan batu teleportasi pada mereka masing-masing dan di terima dengan baik.
"Siap Coach!" jawab mereka serempak
"Shine kamu tahu tugasmu bukan?" ucap Flo melirik ke arah Shine dan gadis itu mengangguk paham
"Ya, Coach!" ucap Shine dengan tegas dan yakin
"Pastikan Prince tidak terluka sedikitpun, jika ada yang menghalangi lenyapin saja" ucap Flo dengan dingin, ia tidak akan mengampuni orang yang sudah berani macam-macam dengan keluarganya.
Ya, baik itu keluarga uchiha, Narendra, Adi Raharjo. Ketiganya adalah Keluarga yang teramat sangat berharga baginya, termasuk Langit yang tak lain adalah keponakannya, anak dari sahabatnya Dara dan Manda.
"Baik, di mengerti!" jawab Shine.
Shine bertugas untuk menyelinap dan membawa Langit pergi dari mansion itu. Shine pastikan jika ia akan membawa kembali Langit, prince dari organisasi GOD.
....
Kai, Dara, Flo dan Doni. Mereka berempat akan memimpin langsung penyerangan ini. Semuanya menunggu instruksi dari Kai untuk bergerak.
Tepat saat pukul 12 malam, Kai menerima kabar jika semua area di sekitar mansion dalam radius 1 kilometer sudah di kosongkan. Maka dari itu, Kai memerintahkan semuanya mulai bergerak secara bersamaan.
Shine yang mendengar perintah bergerak dengan cepat menyelinap ke dalam Mansion. Ia sangat cepat dan juga bergerak dalam kesunyian.
Semua anggota GOD mengenakan pakaian Hitam-hitam kecuali dara yang mengenakan pakaian merah. Perutnya yang membuncit ia samarkan sementara sehingga membuatnya terlihat ramping seperti tidak sedang mengandung.
Ia tidak ingin keadaan nya menjadi sasaran titik lemah yang di gunakan oleh pihak musuh.
Ada sekitar 30 orang lebih kultivator yang berjaga di area target. Hal itu cukup mudah bagi organisasi GOD untuk melumpuhkan mereka semua dengan cepat. Selain kekuatan mereka tidak tinggi, mereka juga punya basic yang rendah dalam ketangkasan fisik.
Namun belum di pastikan seberapa kuat, kekuatan Bisma Andrigo dan para murid lainnya.
"Menyebar ke setiap sudut dan bantu tim Falcon jika mereka membutuhkan bantuan!!" ucap Via pada semua anggotanya
"Baik!" ucap anggota Via dan Shine, langsung berpencar untuk menjalankan tugas mereka. Sebagai pelindung di garis luar bersama Falcon.
Mike juga tidak kalah gesit, dia dan timnya menuju ke rumah pribadi Yongki Damian dan sebagian lagi ke barat ibukota di kediaman keluarga Damian.
Sebenarnya ini adalah tugas yang teramat sangat mudah, karena Yongki hanya memiliki kekuatan yang rendah di bawahnya. Ia sendiri cukup menangkap Yongki.
Namun tidak menutup kemungkinan sesuatu terjadi dan ia tidak ingin mengambil resiko sekecil apapun itu.
....
Di sisi lain di Utara ibukota, Harto dan para anggotanya sudah sampai di tempat para calon korban ritual itu di culik.
Semua tahanan kini sudah di masukan ke dalam sebuah truk kontainer. Total ada belasan truk kontainer di sana yang akan di angkut ke pulau Sb di kepulauan ibukota besok siang.
"Kamu-Kamu dan kamu, menyebar ke arah barat dan timur. Jangan sampai ada satu orang pun yang lolos, jika mereka melawan maka lumpuhkan mereka! Jangan di bunuh, cukup hancurkan kultivasi mereka dan masukan ke dalam cincin ruang!" Ucap Harto
"Baik pemimpin!" ucap yang lain.
"Luna, Bagaimana situasi di dalam?" tanya Harto pada salah satu anggota nya yang bernama Luna.
"Sebagian dari mereka terlelap, sebagian lagi menjaga dan melakukan patroli di sekitar pelabuhan. Tingkat kekuatan mereka beragam dari tingkat Initial Element, Qi Transformasion dan True Element" ucap Luna, yang merupakan wakil dari Harto.
"Bagus, serang mereka secara diam-diam. Usahakan tidak ada yang tahu kita melakukan penyerangan" ucap Harto.
"Baik!" ucap Mereka.
Mereka pun mulai penyerangan dalam senyap, semua orang yang menjaga di sana baik itu kultivator atau manusia biasa Tidak menyadari hal itu.
Saat semuanya merasa ada pergerakan yang mencurigakan, mereka gagal untuk mempersiapkan diri.
"Siapa itu?" ucap salah seorang penjaga yang merasakan suasana mencurigakan.
Tidak biasanya tempat berpatroli kosong, saat ia ingin menghubungi rekannya untuk bertanya menggunakan Walkie talkie. Sebuah serangan mengenainya dan membuat HT itu terlepas dari tangannya dan hancur.
BUGH!!!!
"Uhuuukkkk!!!" orang itu memuntahkan darah dari mulutnya saat pusat energinya di hancurkan dengan sekali serangan.
"Si-siapa kau?" ucap Orang itu.
"Calon mayat tidak perlu tahu siapa yang menjadi pencabut nyawanya" ucap anggota GOD.
BUGH!!!
"Setelah ini Zeta pasti senang dan sangat gemuk, karena stok makanan bergizi untuknya sangat berlimpah" ucap anggota itu sangat pelan dan terkekeh.
Ia langsung bergerak lagi mencari sasaran berikutnya. Rekan yang lain juga melakukan yang sama, semua anggota kultivator hitam maupun pekerja biasa yang bekerja untuk keluarga Damian di tangkap.
Masalah nasib manusia itu, biar atasannya di markas yang menentukan. Apakah bernasib sama dengan para kultivator hitam menjadi nutrisi Zeta, atau di lepaskan kembali.
Hal itu tergantung seberapa dalam mereka terlibat dalam rencana ini, semuanya akan di selidiki sebelum menentukan hukuman untuk mereka.
Saat salah satu anggota GOD tengah melawan salah satu kultivator hitam, salah seorang kepala yang menjaga tempat itu dan merupakan orang terkuat di sana ikut menyerbu anggota GOD.
"Sialan! Beraninya kalian menyerang di daerah kekuasaanku!" teriak Orang itu, namanya Sigit. Dia merupakan kultivator hitam tingkat Immortal Ascension level menengah.
Sigit langsung mengerahkan kekuatan Qi nya menyerang anggota GOD.
DUAR!!!!
Sigit menyeringai, ia yakin lawannya pasti mati dengan serangan yang ia lancarkan hingga hancur berkeping-keping. Namun matanya membola kala orang itu baik-baik saja, justru orang lainnya muncul di depan lawannya yang tak lain adalah Harto.
Sebagai pemimpin, tidak mungkin ia membiarkan anggotanya terluka karena di serang diam-diam dari belakang.
"Ohh, rupanya ada bala bantuan yang datang" ucap Sigit menggeram marah. Harto hanya diam saja tidak menanggapi, ia menginstruksikan anggotanya untuk pergi dan melakukan tugasnya yang lain. Yakni membebaskan para tawanan, hal itu membuat Sigit marah mendengarnya.
"Tidak akan aku biarkan rencana kalian berhasil!!!" ucap Sigit dan kembali melancarkan serangannya pada anggota GOD yang hendak pergi.
Wuusshhh!!!
DUAK!!!
BLAAAR!!!!
Kembali Harto menangkis serangan Sigit dengan seringai tipis.
"Kurang ajar!!! Aku bunuh kau!!!" teriak Sigit.
BUGH!!!
Wuusshhh!!!
Wuusshhh!!!
DUAR!!!!
Syuuuttt!!!!
Sigit semakin murka kala Harto hanya menghindar, Harto menikmati mengerjai kultivator hitam itu.
"S*al! Berhenti di sana dan jangan cuma menghindar, Brengsek!!!" teriak Sigit.
"Tong kosong memang sangat nyaring bunyinya!" ucap Harto berdecih.
Ia kemudian memukul Sigit dengan keras dengan telapak tangan kirinya, hingga membuat Sigit terdorong dan menabrak sebuah Truk kontainer di belakangnya dan merasa seluruh anggota tubuh, organ Vitalnya rusak parah dan pusat energinya hancur.
"Si...a..pa ka..mu?" tanya Sigit dengan terbata dan juga ketakutan di matanya, ia tidak menyangka jika lawannya memiliki kekuatan yang lebih besar darinya, padahal sama sekali ia tidak merasakan aura kultivator di dalam diri Harto.
"Hanya perantara malaikat mautmu" ucap Harto menyeringai.
PLAK!!!
KREK!!!
Harto menampar kepala Sigit dengan ringan bermaksud membuatnya pingsan, namun ringan menurut Harto adalah kekuatan yang sangat besar bagi anggota tubuh Sigit.
Tulang leher Sigit patah dan tulang tengkorak yang Harto tampar kini retak dan bergeser. Membuat Sigit langsung meregang nyawa saat itu juga, hanya karena sebuah tamparan.
"Oups... Kok bisa? Padahal aku cuma menggunakan kurang dari satu persen kekuatanku loh. Dasar orang lemah, gitu aja udah ko'it! Nggak asik!" ucap Harto menggaruk kepalanya yang tidak gatal kemudian tertawa.
Harto dan para anggotanya, berhasil melumpuhkan semua orang yang menjaga para tawanan. Mereka kemudian membawa para tawanan itu ke markas militer terdekat untuk di bebaskan.
Di markas, sudah ada petinggi militer yang menerima para tawanan itu, sesuai instruksi dari jendral besar. Dan segera lakukan mengidentifikasi para korban untuk di kembalikan kepada keluarganya.
Juga mengumpulkan beberapa bukti yang memberatkan, itu adalah sebuah bukti dan saksi. Atas tindak kejahatan kriminal perdagangan manusia yang di lakukan Keluarga Damian di Barat Ibukota.
...••••••...