
Up satu dulu ya, besok Author update Double up seperti biasa. Buat crazy up sabar ya, kalau ada waktu luang pasti crazy up😁 Author lagi sibuk sama dokumen yang nggak bisa di tinggal soalnya☺️🙏
...•••••••...
Back to story....
....
Di belahan dunia yang lain, tepatnya di negara A, terlihat laki-laki yang mengacak rambutnya frustasi. Padahal saat ini waktu sudah menunjukan pukul 1 dini hari. Laki-laki itu tidak lain dan tak bukan adalah Lingga.
Ia sangat frustasi karena sudah beberapa hari ini tidak bertemu dengan sang pujaan hati. Apalagi komunikasi mereka juga tidak berjalan lancar, karena Flo hanya membaca chatnya saja, sedangkan saat di telepon tidak pernah di angkat.
Bahkan lebih parahnya lagi Flo tidak memiliki media sosial apapun sama seperti Dara. Hal itu yang membuat rasa rindu Lingga semakin meluber tidak tertampung dan tidak bisa menyalurkannya.
"Flo, kenapa teleponku nggak di angkat? Si*l ini juga kenapa skripsiku nggak kelar-kelar ya Tuhan. Aaahhhh aku merindukanmu Floooo!!!" teriak Lingga.
Ia tidak takut mengganggu penghuni yang lain. Karena apartemen miliknya sangat di lengkapi dengan kedap suara yang sangat baik.
Lingga ingin sekali kembali ke negaranya dan bertemu dengan Flo, namun ia tidak bisa mengabaikan kuliahnya yang sedang menyusun skripsi untuk program MBA nya. Ia kemudian menghela nafas dan menelan nomor telepon dan segera menghubunginya.
"Hallo kak, ada di mana?" tanya Lingga saat telepon baru saja tersambung.
"Kota S" ucap Kai singkat padat dan jelas.
Ya, saat ini Lingga tengah menghubungi Kai untuk menanyakan tentang Flo darinya. Awalnya ia ingin menghubungi Dara, hanya saja nomor telepon Dara tidak aktif. Jadi ia terpaksa menghubungi sepupunya yang super duper sibuk itu di kemiliteran.
"Apa kakak sedang bersama kakak ipar sekarang?" tanya Lingga lagi tanpa basa-basi.
"Hmm, dia di sampingku, kenapa?" tanya balik Kai.
"Apa Flo juga ada di sana kak? Terus kenapa kakak ipar nomor teleponnya tidak aktif" tanya Lingga lagi
"Kamu sudah seperti wartawan saja nanyanya banyak, Flo tidak ada di sini. Dia masih di ibukota dan lagi ponsel calon istriku lagi di charge kehabisan daya" ucap Kai dengan panjang lebar. Jika Lingga bukan adik sepupunya, mana mau Kai mengatakan sesuatu panjang kali lebar.
"Oo, maaf kak aku cuma khawatir dengan Flo, soalnya dia tidak balas pesanku dan juga tidak mau angkat teleponku. Aku jadi tidak tenang dan kepikiran dia terus, aku tidak mau terjadi apa-apa padanya" ucap Lingga.
"Hallo Lingga ini aku, kau tidak usah khawatir nanti aku bilang padanya untuk menjawab telepon atau membalas pesanmu" ucap Dara mengambil ponsel milik Kai.
Mendengar ucapan Dara tentu saja Lingga merasa senang dan berterima kasih. Setelah telepon itu di tutup dengan sabar Lingga menunggu hingga ada pesan masuk dari Flo.
Ia berharap Pujaan hatinya itu mau menurut dengan kakak iparnya dan memberikannya kabar.
"Kamu yang terbaik kakak ipar!" pekik Lingga merasa senang sekali saat mendapat balasan dari Flo. Saat ia mendapati pesan balasan dari gadis yang sangat ia rindukan belakangan ini.
💬Aku baik dan aku sibuk -Flo
Melihat pesan yang singkat itu Lingga mengelus dadanya, ia merasa lega jika gadisnya baik-baik saja. Ya meskipun pesan itu sangat singkat, tapi setidaknya Flo mau membalasnya.
^^^***💬 Syukurlah, aku mengkhawatirkanmu sayang, jangan abaikan pesanku lagi. Aku hampir gila karena tidak bisa bertemu denganmu, jadi jangan tambah aku menjadi lebih gila lagi karena kamu cuekin- Lingga^^^
💬Hmm... -Flo
^^^💬Kamu sibuk ya? kalau begitu lanjutkan aktivitas mu, akhirnya aku bisa tidur karena sudah ada kabar darimu lega rasanya. Di sini sudah larut malam, jadi aku tidur duluan ya soalnya besok ada kuliah pagi. Aku mencintaimu -Lingga***^^^
Meskipun Tahu Flo tidak lagi membalasnya, itu sudah lebih dari cukup untuk Lingga. Akhirnya ia bisa tidur dengan nyenyak malam ini, karena Flo sudah mau membalas pesannya.
Baginya tidak penting Flo membalas ucapan seperti itu. znsmya Ju
....
Flo tengah menggulir banyaknya pesan yang masuk memenuhi ruang Chat di ponselnya yang di dominasi oleh satu orang.
Ya Flo tengah membaca semua pesan yang di kirim oleh Lingga. Setelahnya Flo menghela nafas panjang dan mendongak ke langit.
"Sudah cukup lama ternyata kau tidak berubah..." gumam Flo dengan memejamkan mata.
"Haaahhh, apa jadinya jika dia tahu jika aku adalah wanita yang hampir membunuhnya Tiga tahun yang lalu" Gumam Flo sangat pelan.
#Flashback
Tiga Tahun lalu, di mana Flo masih menjadi pembunuh bayaran. Ia mendapat misi untuk melenyapkan seorang pemuda, orang yang membayar untuk kami. Dia bahkan berani membayar hingga 1 juta dolar untuk nyawa pemuda itu. Kebetulan Flo yang di tugaskan dalam misi itu.
Namun saat menjalani misinya, pemuda tampan itu sekuat tenaga berlari menjauh bersama seorang gadis kecil. Sampai akhirnya keduanya terpojok di sebuah jalan buntu dan tidak bisa melarikan diri.
Saat Flo ingin menghabisi pemuda itu, pemuda itu memohon untuk tidak membunuhnya, di depan gadis kecil itu.
Anak kecil itu juga ikut menangis dan memohon pada Flo, untuk tidak membunuh Lingga. Karena Lingga adalah penyelamatnya saat ia hampir di jual oleh pamannya sendiri saat itu.
Mendengar itu Flo merasa tidak bisa membunuh pemuda itu karena sepertinya pemuda itu adalah pemuda baik-baik.
"Pergilah!!" ucap Flo
"Adik kecil, kamu lari sekarang! Pergilah mencari panti asuhan Pesona Hati, di sana kamu akan hidup dengan layak" ucap pemuda itu berbisik dan tersenyum
"Nggak Kak, kakak harus ikut Lulu di sini bahaya" ucap gadis kecil bernama Lulu itu menangis.
"Kalian pergilah!" ucap Flo membuat Pemuda itu terkejut.
"Tapi, bukannya kau di bayar untuk membunuhku?" tanya pemuda itu heran.
"Tidak perlu tahu, pergilah!" ucap Flo, karena pemuda itu tidak juga beranjak. Akhirnya Flo yang beranjak pergi dari sana.
Akibat keputusannya itu, Flo di hukum oleh organisasi dengan cambuk api sebanyak seratus kali dan hampir mati di buatnya. Tentu saja sudah mengenakan topi
Tapi Flo tidak menyesal, itu karena Flo sudah menyelidiki alasan mengapa pemuda itu di buru sebelum kembali ke markas.
Meskipun Flo tidak mendapatkan identitas pria itu, namun Flo mengetahui dengan jelas jika pria itu sama sekali tidak pernah berbuat jahat, bahkan sangat sering berbuat kebaikan terutama di panti.
#Flashback Off
"Kamu sangat baik dan tulus, tapi aku tidak bisa membuka hatiku untuk saat ini. Rasa sakit karena di khianati itu masih ada dan aku juga terlalu malu jika mengharapkan cinta dari orang yang dulu hampir aku hilangkan nyawanya. Sekarang aku hanya ingin fokus untuk menjaga dan melindungi orang yang paling berharga di hidup ini, yaitu Nona Dara. Aku sudah bersumpah akan mengabdikan seumur hidupku untuk mengikuti jalannya. Meskipun di masa depan aku tidak yakin bisa bertahan dengan keinginanku yang tidak ingin jatuh cinta, mungkin saja hatiku akan terkikis, tapi oleh siapa dan kapan, aku tidak tahu!" ucap Flo dalam hatinya
"Coach..." panggil salah satu anggota GOD
"Ya..." ucap Flo sedikit tersentak karena baru saja ia melamun, namun ia berusaha tenang seperti tidak terjadi apa-apa.
"Tim Alpha sudah yakin untuk test berkala" ucapnya
"Persiapkan ruangan di kelas B!" perintah Flo.
"Baik!" jawab yang lain kompak.
Flo pun tidak lagi memegang ponselnya, kini ponsel itu sudah ia masukkan ke Cincin ruang. Flo pun langsung menuju ke ruang kelas B untuk test kekuatan bagi tim Alpha.
...•••••••...