The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
280. Balas dendam part 1 Dong



"Sudah ingat heh?" ucap Dong


"Ma-maaf, saya tidak tahu kalau gadis itu adalah putrimu Mr.D" ucap Sanim dengan menunduk.


"Maafmu tidak akan membuat Beca hidup lagi. Asal kau tahu, tadinya aku ingin menjadikan putrimu satu-satunya itu sebagai objek penelitian juga. Tapi aku masih berbaik hati mengingat ayahnya sendiri yang merusaknya. Jadi aku hanya meneruskan apa yang sudah kau perbuat pada putrimu" ucap Dong


"Tolong jangan! Putriku tidak bersalah, dia tidak tahu apa-apa. Ini murni kesalahanku, hukum saja aku" ucap Sanim.


Dirinya sangat mencintai Lolita, entah itu sebagai ayahnya atau sebagai kekasih atau juga sebagai partner ranjang. Namun yang pasti, ia tidak ingin Lolita terluka, jauh dalam hatinya ia merasa sakit saat ada orang lain ingin melukai putrinya itu.


"Aku tentu akan menghukummu, tapi aku ingin kau melihat ini lebih dulu" ucap Dong menunjukan sebuah Video yang ada di gawainya pada Sanim.


Sanim melihat itu memberontak dan berteriak kencang saat melihat video itu. Yang tak lain adalah video Lolita tengah di gang b4ng oleh sepuluh orang sekaligus dan tidak membiarkan Gadis kecil itu beristirahat.


Bahkan di video itu, terdengar suara teriakan minta ampun dan meminta di lepaskan. Gadis kecil itu menangis dengan lemah dan wajah yang pucat, saat salah seorang pria mencambuki bahkan memukulnya sembari terus di pakai beramai-ramai.


"Aaarrrgggghh Bajingan!!! Lepaskan Putriku!!! Biadaaappp kalian semuaaaa anjiiingg!!! Hadapi aku!!! Putriku tidak bersalah brengsek..." teriak Sanim, tak terasa air mata yang tidak pernah menetes justru terjatuh di kedua pipinya. Hatinya terluka saat melihat kondisi tidak berdaya Lolita.


"Hatimu sakit? Hancur? Itu yang aku rasakan saat putriku satu-satunya juga kau buat demikian. Jadi nikmati rasa sakit di hatimu dan menyaksikan putri tercintamu itu tersiksa atas kesalahan ayahnya yang bejat" ucap Dong.


"Tolong! Lepaskan Putriku...." ucap Sanim lirih.


Dong menulikan ucapannya dan mematikan Video itu. Sungguh ia tidak ingin berbuat demikian, karena ia merasa dirinya tidak ada bedanya dengan Sanim saat membalaskan dendam itu padanya. Hanya saja, ia teringat putrinya yang juga di siksa bahkan lebih parah dari itu. Jadi tidak mungkin ia melepaskannya begitu saja


"Itu hanya salah satu video, aku pastikan putrimu akan merasakan sakitnya selama dua bulan berturut-turut. Sama seperti kau memakai Beca untuk objek penelitian mu Sampai ia menghembuskan nafas terakhirnya" ucap Dong.


Bohong? Ya, Dong berbohong jika Video itu hanya salah satunya dan akan menyiksa Lolita sampai 2 bulan lamanya. Karena Dong hanya menyiksa kali ini saja dan tidak lagi menyiksanya.


Yang tidak di ketahui Sanim, Lolita kini menderita gangguan mental dan berada di rumah sakit jiwa, karena depresi dan trauma dengan yang dia alami saat ia di gang b4ng.


SYUUUT!!!


CETAAAASS!!!


"AAAARRRRRRGGGGGHHHH...!!!!" teriak Sanim saat sebuah cambuk mengenai badannya.


"Ini tidak seberapa, ayolah jangan lemah seperti itu, tidak menarik..." ucap Dong


BUAGH!!!


BUAGH!!!


Sreeekkk!!!


BREEEETTT!!!


Dong memukuli Sanim membabi buta, lalu ia mengambil pisau dan mulai menyobek celana yang di kenakan Sanim.


"ssshhh... A-apa yang mau kamu lakukan?" ucap Sanim ketakutan,


Ia ingin memberontak dan mundur, hanya saja tubuhnya kaku dan tidak bisa di gerakan. Ia tidak tahu tubuhnya seperti di tahan sesuatu yang kasat mata.


Kai yang melihat itu langsung menarik Dara dalam pelukannya dan tidak membiarkan kata Calon istrinya ternoda dengan melihat barang menjijikan milik Sanim itu.


"Ini dia biang kerok yang sudah membuat banyak wanita dan gadis-gadis di luaran sana menderita. Karena ini juga membuat masa depan banyak gadis terkoyak dan juga merasakan gangguan mental bahkan berakhir mati" ucap Dong mengambil pisang Ambon yang masih letoy itu dan mulai mengulitinya.


"AAAARRRRRRGGGGGHHHH sakiiitttttt, ampuuunnnnnn!!!!!" teriak Sanim.


Dong seakan menulikan indra pendengarannya, ia terus saja menguliti pisang itu tipis-tipis. Ia terus melakukan nya hingga membuat pisang itu habis dan mengeluarkan darah yang banyak.


"Ini belum berakhir Bajingan, aku memiliki hadiah lainnya untukmu" ucap Dong tersenyum menuangkan cairan cuka ke dalam luka di kema**an Sanim.


"AAARRRGGGGHH Sakiiit sekaaaliiii ampuuuunnnnn, sakiiiittttt.... Aaaa ampuuunnnn" teriakan Sanim menggema di salah satu ruangan markas itu.


Dong terus saja menyiksa Sanim, namun ia tidak terburu-buru dan menikmati setiap moment balas dendam itu. Kematian terlalu mudah bagi Sanim.


.....


Keesokan harinya, Dara mengajak Flo untuk bertemu Richie di star resto.


Lagi-lagi pandangannya tidak lepas dari dua gadis cantik yang baru saja datang itu. Pandangannya ke Dara, jelas Richi ia sangat mengaguminya dan dan terpesona. Wajar, ia pria normal yang menyukai wanita cantik. Hanya saja ia sadar jika Dara sudah memiliki seseorang dan ia mundur saat itu juga.


Sedangkan pandangannya ke Flo membuat jantungnya kian berdetak kencang, bukan karena jatuh cinta. Melainkan ia seperti melihat wajah ibunya dalam versi muda.


"Selamat pagi gadis-gadis cantik" sapa Richie tersenyum ke arah keduanya.


"Jangan genit dengan calon istriku tuan Richie" ucap Kai yang entah sejak kapan muncul di belakangnya.


"Wow, tidak aku sangka tuan muda pertama Narendra meluangkan waktu untuk bertemu saya. Aku sangat tersanjung karenanya, jangan cemburu tuan muda. Aku hanya mengagumi dan tidak memiliki maksud lain pada pasangan orang lain" Ucap Richie tersenyum lembut.


Kai terdiam tidak lagi berdebat, karena ia tahu calon istrinya dan juga calon adik iparnya itu memiliki tujuan bertemu dengan Richie. Juga ia tahu sifat Richie yang tidak suka mengambil sesuatu milik orang lain.


Dara sudah menceritakan semuanya dan Kai berharap semua kebenaran dapat terungkap. Entah itu Flo benar adalah anggota keluarga mereka atau bukan. Tidak akan mengubah apapun, Flo akan tetap menjadi bagian dari keluarganya setelah menikah dengan Lingga.


Kai yakin jika Lingga sudah benar-benar jatuh hati, karena dasarnya dirinya dan juga lingga adalah sama. Mereka sama-sama setia dan menjaga komitmen. Dan lagi di lihat dari tatapan cinta yang tulus dari Lingga untuk Flo saja, bisa di pastikan jika keduanya saling mencintai satu sama lain.


"Apa anda bersedia melakukan test DNA nona Flo?" tanya Richie.


"Hmm..." Flo mengangguk bersedia


"Syukurlah... Aku harap hasilnya sesuai keinginanku yang merasa kamu adalah adikku" ucap Richie.


"Kalau begitu setelah sarapan, kita bisa langsung ke Star Hospital. Tenang tuan Richie, aku tidak akan memainkan trik licik hanya karena rumah sakit itu adalah milikku" ucap Dara


"Tentu, saya percaya anda adalah orang yang jujur Dokter Dara" ucap Richie.


Setelah menyelesaikan sarapan, mereka pun langsung ke rumah sakit milik Dara.


Richie yang melihat Star Hospital berdecak kagum, meskipun ia bukan penduduk asli negara ini. Ia tahu jika Star Hospital merupakan rumah sakit yang popular dan juga mewah terlihat dari desain rumah sakit itu


Star Hospital Popular karena menyediakan pengobatan secara gratis untuk orang tidak mampu, meskipun gratis pelayanan yang di dapatkan sangat baik. Bahkan banyak ulasan baik dari banyaknya pasien yang mereka selamatkan dan mendoakan kesejahteraan bagi rumah sakit dan pemiliknya.


"Selamat pagi Ketua" ucap deretan para Dokter yang mengetahui bahwa gadis muda nan cantik dia depan mereka itu adalah pemilik rumah sakit.


Tentunya mereka menyambut di lantai delapan, di mana ruang kerja Dokter kepala dan dokter lainnya juga tempat istirahat perawat ada di sana.


"Selamat pagi semuanya, Dokter Daffi bisa kita bicara hal penting?" ucap Dara pada seorang laki-laki paruh baya berusia 38 tahun itu yang masih terlihat muda.


Daffi merupakan salah satu anggota GOD yang memiliki keahlian di bidang kedokteran. Dara sendiri yang melatihnya dan membuatnya sebagai seorang Dokter profesional.


Untuk masalah ijazah, Dara membutuhkan bantuan Kai. Daffi pun sempat kuliah selama 3 bulan sebagai syarat menerima ijazah kedokterannya. Kali ini Daffi di angkat sebagai Dokter Kepala di Star Hospital sudah sebulanan ini dan juga masih sibuk menyelesaikan gelar spesialisnya.


Tentu tidak ada yang membantah posisi Daffi, karena selain rekomendasi dari pemilik rumah sakit. Kepiawaian Dokter Daffi juga membuat semua karyawan kagum dan percaya, jika Dara tidak mungkin menempatkan seseorang jika tidak tahu kemampuan yang di miliki orang tersebut.


"Tentu Ketua, kita bicara di ruangan saya atau ruangan anda?" tanya Daffi


"Di ruangan saya saja" jawab Dara yang memang memiliki ruangan kerja khusus dirinya di setiap perusahaan miliknya.


Mereka berlima pun masuk ke dalam ruangan kerja Dara, meninggalkan bisik-bisik di antara pegawai yang memuji kecantikan, kepintaran dan juga kepiawaian Dara dalam berbisnis. Mereka juga menerka-nerka hubungan Dara dan Kai. Karena melihat Kai enggan melepaskan genggaman tangannya dari Dara.


Semua karyawan dalan naungan Star Group, semuanya tahu siapa pemilik perusahaan mereka. Namun ada aturan yang melarang mereka membuka identitas sang pemilik, jadi masyarakat umum tidak ada yang tahu.


...•••••••...