The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
145. Dokter ajaib



Dara menghela nafas saat sampai di kamarnya, Flo juga melakukan yang sama. Bukan hanya karena masalah yang mereka di desa F provinsi K sudah selesai.


Tapi juga karena melakukan teleportasi perdana mereka yang terasa sangat menegangkan, untungnya tidak ada kesalahan teknis yang membuat mereka tersasar di ruang hampa.


Ya jelas tidak akan terjadi, karena meskipun Dara pertama kali melakukannya. Tapi ia sangat teliti terlebih memory Liu Annchi yang sebagai ahli formasi, tersimpan sangat kuat di pikirannya dan kemungkinan gagal adalah nol persen.


Bukan hanya karena itu mereka menghela nafas, tapi lihatlah keadaan di kamar Dara saat ini. Tidak terbentuk sama sekali! Bahkan Flo sampai menutup mulutnya melihat keadaan kamar nonanya yang sangat berantakan.


"Haaahh! Mungkin lain kali aku harus menyiapkan ruangan khusus untuk teleportasi. Yang jelas harus mengosongkan perabotan di dalam ruangan!" ucap Dara menghela nafas.


"Hah, ayo keluar Flo!" ucap Dara lagi setelah mengambil batu formasi dan menyimpannya di ruang dimensi.


"Nona akan tidur di mana?" tanya Dara


"Tidur di kamar lain tentu saja. Besok pagi Kau minta Pak Agam membereskannya" ucap Dara.


"Baik nona!" ucap Flo mengikuti Nonanya keluar dari kamar.


Saat Dara turun keadaan mansion sudah sangat sepi. Tentu saja sepi, karena saat ini sudah hampir jam tiga pagi yang tentunya para penghuni sudah tidur semua kecuali para security yang berjaga di depan.


.....


Saat fajar menyingsing semua orang di barak


segera bangun, mandi dan bersiap, tentu saja setelah itu mereka melakukan apel pagi. Dan saat ini mereka sudah mulai berkumpul di sebuah lahan di depan tenda.


Setelah selesai apel, Kai meminta semua tim Falcon dan Sersan Andika untuk berkumpul di tenda khusus. Sedangkan tim militer yang lain melakukan tugas mereka masing-masing.


Kai mulai menjelaskan siapa itu King Lintang dan anggotanya. Kai hanya mengatakan kalau mereka adalah sekelompok orang yang menganut ajaran sesat.


Kelompok mereka memperkosa, membunuh dan memakan korbannya untuk sebuah keyakinan agar mereka mendapatkan kekuatan internal dan abadi


Tentu saja Kai tidak menjelaskan tentang kultivator. Mereka yang mendengar penuturan Kai sangat marah! Bagaimana mungkin ada orang berpikiran pendek yang sangat bodoh. memperlakukan orang lain sekejam dan segila itu.


Kai juga mengatakan pada mereka agar selalu waspada dengan orang yang memiliki ciri yang sama dengan King Lintang dan anggotanya, karena mereka sangat berbahaya.


Tentang Kekuatan king Lintang dan anggotanya yang sudah di lumpuhkan, Kai juga mengatakannya meskipun dengan cerita yang berbeda.


King Lintang dan para anak buahnya saat ini sudah di bawa ke pangkalan utama provinsi K, tentunya dengan penjagaan yang sangat ketat.


Kai juga mengatakan jika ia mempunyai cara untuk menyembuhkan luka dalam para anggota militer yang terluka dan memberikan pil penyembuh yang di buat khusus oleh Dara semalam.


"Benarkah pil ini bisa menyembuhkan mereka, Jendral?" tanya Sersan Andika masih belum percaya sepenuhnya.


"Hmm..." ucap Kai


"Apa itu buatan Nona Dara?" tanya Rafael menyebut Dara dengan sebutan Nona, agar terdengar sopan karena mereka ada di lingkungan kerja saat ini.


"Ya" jawab Kai tanpa menyembunyikan sesuatu tentang kenyataan itu.


"Nona Dara?" beo Sersan Andika


"Ah, itu adalah nama tunangan jendral Muda. Dia adalah seorang Dokter ajaib" jawab Rafael


"Ya, Asal sersan Andika tahu, bukan hanya para anggota militer yang terluka dalam karena operasi ini. Dio, Joni dan Ardian juga mengalami luka dalam saat kami menyusuri hutan dan bertemu anak buah King Lintang.


Dan berkat obat nona Dara mereka sembuh dan sehat dalam hitungan menit. Tim kami sudah sangat mengenal betapa luar biasanya calon istri jendral muda negara ini, karena sudah menyelamatkan kami juga sebelumnya" ucap Nathan.


Kai yang mendengar itu tersenyum sangat tipis hingga tidak ada yang menyadarinya. Tentu saja ia merasa bangga dengan Kekasihnya itu, memang kekasihnya sangat hebat dan juga luar biasa.


Meskipun sejujurnya mereka belum bertunangan. Namun Mendengar tentang pertunangan, hal itu memicu Kai untuk segera mengajak Dara bertunangan kalau perlu langsung menikah.


"Itu sangat luar biasa! Apa Nona Dara adalah orang yang sama dengan Dokter ajaib yang pernah jadi perbincangan di dunia bisnis, karena sudah menyembuhkan tuan besar Rukmana saat ia tengah dalam keadaan kritis dan sekarat?" tanya Sersan Andika.


"Ya, itu dia" jawab Kai, membuat semua orang terkejut mendengar kabar tidak terduga ini.


Ya, Sersan Andika pernah mendengar Gosip tentang Dokter Ajaib yang ada di ibukota saat ia tengah berada di ibukota untuk urusan kemiliteran beberapa bulan yang lalu.


Sedangkan yang lain tidak tahu tentang hal itu, mereka hanya tahu jika kekasih dari bos mereka adalah seorang dokter hebat yang memiliki pil ajaib. amereka tidak pernah mendengar jika Dara juga yang menyembuhkan tuan besar Rukmana di ibukota.


"Lalu di mana nona Dara dan asistennya Jendral? Saya tidak melihat keduanya sejak tadi" tanya Sersan Andika dengan hati-hati.


"Sudah pulang" ucap Kai


"Hah? kapan pulangnya kok kami tidak tahu" ucap Rafael pada Nathan


"Kalau kamu tanya padaku, lalu aku tanya pada siapa?" ucap Nathan memutar matanya mendengar pertanyaan Rafael.


Kai hanya diam tidak menjawab. Kai justru mengatakan jika ia akan kembali ke ibukota siang ini, begitu pula dengan timnya yang lain.


Sersan Andika awalnya ingin mengajak Kai dan tim untuk makan malam di pangkalan militer, sesuai instruksi dari kepala militer provinsi K.


Namun karena Kai mengatakan ada hal penting lain yang harus di urus di ibukota, jadi dirinya tidak bisa memaksa dan akan melapor ke atasan untuk itu.


....


Tak berapa lama Sersan dan tim Falcon lainnya kecuali Kai datang ke tenda khusus tim medis. Kai memilih tidak ikut karena ingin beristirahat karena siang nanti ia akan pulang dan langsung menemui sang kekasih.


Sedangkan di tenda khusus medis, Amelia menatap satu persatu para anggota militer yang datang, namun ia tidak mendapati adanya Kai.


Ia yang tidak tahu jika Dara sudah pulang berpikir kalau Dara mensabotase Kai agar ia tidak ikut datang bersama yang lain.


"Wanita si*lan!!" umpat Amelia pelan, namun masih terdengar oleh Rafael yang mengerutkan keningnya mendengar umpatan itu.


Ia menatap aneh ke Amelia, ia bukannya tidak peka jika Dokter satu ini selalu menetap penuh damba pada atasannya itu.


Rafael hanya menghela nafas dan menggelengkan kepalanya.


"Wanita bodoh! Percuma pendidikan tinggi tapi tidak mengerti jika tidak semua hal bisa ia dapatkan. Semoga ia bisa segera sadar jika yang ia inginkan hanya angan yang tidak bisa ia capai" gumam Rafael dalam hati.


Rafael jelas sangat mengenal Kai, meskipun sahabat dan atasannya itu tidak pernah berpacaran sebelumnya. Ia sangat tahu jika Kai adalah sosok pria yang sangat bertanggung jawab.


Jika pada seseorang yang ia cintai pasti Kai akan menjaganya dengan segenap jiwa raganya. Ia tidak akan membiarkan seseorang merusak kebahagian dirinya dan juga orang-orang yang ia sayangi dan ia lindungi.


...••••••...