
Di dalam tenda, Kai masih setia memeluk pinggang sang kekasih, yang tengah menceritakan kenapa ia bisa datang tiba-tiba di sini.
Dara menceritakan jika kalung yang ia berikan pada Kai adalah salah satu jimat pelindung yang memiliki lima persen kesadarannya. Itu menjawab pertanyaan Kai tentang suara yang mirip Dara yang menuntunnya saat bertindak.
Jadi dengan kesadaran Dara yang ada di kalung itu seolah dara langsung yang memberikan masukan itu.
Ia juga mengatakan tentang ia dan Dierja yang seorang kultivator. Bahkan Dara menceritakan semuanya termasuk, Seorang kultivator bisa hidup panjang umur. Semakin tinggi tingkatannya semakin panjang masa hidupnya.
Kai mengerutkan keningnya saat Dara menceritakan jika kekasihnya itu juga memiliki kekuatan magic. Dia bahkan lebih terkejut saat tahu jika opahnya juga seorang kultivator.
"Jadi maksudnya kamu dan Opah juga seorang kultivator? Sama seperti orang jahat tadi?" ucap Kai dengan nada tidak percaya.
"Tidak sepenuhnya benar. Aku dan Opah memang seorang kultivator. Tapi berbeda aliran dengan para kultivator hitam yang kita tangkap barusan, Kai.
Kalau cara mereka berkultivasi dengan cara menumbalkan orang lain selain menyerap Chi. Kami kultivator murni hanya memerlukan Chi atau biasa di sebut Qi untuk meningkatkan kekuatan kami. Akan lebih baik jika kultivasi di tunjang dengan pil yang di suling oleh Alkemis. Semakin tinggi kualitas pil, semakin baik untuk peningkatan kultivasi" ucap Dara
"Kenapa Opah tidak pernah menceritakannya padaku tentang hal ini?" tanya Kai.
"Itu karena Opah tidak tahu harus cerita dari mana, hal mengenai kultivasi adalah hal yang tabu. Bahkan banyak orang yang menganggap nya mitos. Tentang Opah beliau masih beruntung mendapatkan pil roh Suci yang terakhir untuk membuka Meridian miliknya. Kau bisa menanyakannya pada Opah setelah pulang nanti untuk lebih jelasnya" ucap Dara
"Apa yang kamu ucapkan tadi benar?" tanya Kai masih belum sepenuhnya percaya dan mudah di cerna.
"Ucapan yang mana? Tapi yang aku ceritakan saat ini adalah kenyataannya. Jadi apa kah kamu masih menerima aku apa adanya setelah tahu semuanya?" ucap Dara sedikit sesak karena takut Kai menganggapnya manusia aneh.
"Jikapun kamu adalah jelmaan siluman atau iblis, aku akan tetap mencintaimu dan berada di sampingmu" ucap Kai dengan serius
"Benarkah?" tanya Dara menahan senyumnya mendengar jawaban Kai
"Tentu! Kalau perlu aku juga berubah menjadi iblis agar terus bisa bersamamu" ucap Kai
"Aah kenapa kau sweet sekali sayang" ucap Dara memukul ringan dada Kai gemas.
BLUSH!!!
Tentu saja panggilan sayang oleh kekasihnya itu membuat wajahnya memerah sampai ke telinga, membuat Dara terkekeh melihat kekasihnya itu blusing karena ia goda.
Cup!!!
Dara mencium pipi Kai lalu tersenyum manis padanya, membuat Kai menegang seketika merasakan bibir Dara menyentuh pipinya, di tambah senyuman manis yang berdamage di hati Kai. Dara mengulurkan tangannya dan mengelus rahang Kokoh kekasihnya itu.
"Kenapa wah blusing mu sangat menggemaskan sayang, aku jadi ingin menggigitmu" ucap Dara terkekeh
"Astaga, kau membuatku malu babe" ucap Kai menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Dara yang tengah tertawa ringan melihat tingkah tidak biasa sang kekasih dinginnya itu.
"Kai, ada yang ingin aku bicarakan dan aku tanyakan padamu" ucap Dara
"Apa?" ucap Kai yang masih enggan mengangkat wajahnya dari ceruk leher sang kekasih.
"Aku pikir di dunia ini cukup banyak kultivator, bahkan kultivator hitam yang meresahkan warga juga sudah menunjukan batang hidungnya. Aku terpikir untuk mengubahmu menjadi seorang kultivator, Apa kamu mau? Kalau kau tidak mau juga aku tidak memaksa, itu keputusan kamu untuk memilih" ucap Dara
Kai yang mendengar langsung menegakkan tubuhnya dan menatap sang kekasih intens.
"Aku bisa jadi kultivator sama sepertimu?" tanya Kai antusias, Dara mengangguk.
"Aku mau! Aku ingin terus bersama denganmu dan menua bersama" ucap Kai dengan serius.
"Tapi itu tidak mudah dan akan terasa menyakitkan, meskipun tubuh kamu memiliki bakat kultivator dari garis keturunan. Walaupun tidak seperti manusia biasa yang harus merasakan lebih lagi sakitnya. Tapi tetap saja itu masih terasa sakit" ucap Dara
"Tidak! Aku berubah menjadi seorang kultivator dari seorang manusia biasa" ucap Dara membuat Kai terkejut.
Itu berarti kekasihnya memilih jalan ekstrem dan sangat menyakitkan untuk bisa menjadi seorang kultivator.
"Sayang..." ucap Kai menatap kekasihnya dengan sendu.
"Tidak apa-apa, itu sudah berlalu dan sekarang aku tidak apa-apa. Lagian itu sudah pilihanku" ucap Dara tersenyum menenangkan Kai.
"Sayang, bukankah kata kamu harus membutuhkan pil roh suci untuk membuka titik Meridian? Aku bahkan tidak memiliki pil itu untuk memulainya" ucap Kai bingung.
"Tidak perlu khawatir, karena pacarmu yang cantik ini adalah seorang Alkemis juga dan aku memiliki banyak pil" ucap Dara narsis
"Kamu memiliki bakat ganda?" ucap Kai kagum dengan sang kekasih.
"Ya, aku termasuk jenius, bukan?" ucap Dara terkekeh.
"Jadi kapan aku bisa melakukannya?" tanya Kai.
"Setelah kamu pulang ke ibukota. Aku akan menunggumu di sana" ucap Dara
"Baiklah, Paling lambat besok sore aku kembali ke ibukota, apa kamu mau ikut pulang bersamaku nanti" tanya Kai
"Aku dan Flo akan pulang dengan teleportasi, akan sulit menjelaskan pada orang rumah jika aku tidak di temukan dalam kamar. Yang ada mereka panik, mengira aku di culik atau yang lainnya" ucap Dara
"Benar juga. Tapi aku masih merindukanmu Hmmm..." ucap Kai
"Bukannya kamu bilang akan pulang besok? Itu tidak akan lama sayang" ucap Dara mengelus pipi Kai
"Itu lama sayang, kalau begitu aku minta DP-nya dulu" ucap Kai yang langsung menyerbu kekasihnya itu dengan menciumnya dengan dalam.
Rasa cinta dan rindu yang di rasakan keduanya begitu membuncah, padahal mereka baru berpisah siang lalu. Hingga ciuman mereka terasa begitu bergairah.
Di depan tenda, Flo yang menjaga mendengar obrolan nona dan kekasih itu. Wajah Flo tiba-tiba memerah malu, saat mendengar decakan ciuman keduanya majikannya itu.
Ini adalah resiko memiliki pendengaran yang tajam sebagai seorang kultivator, jadi ia yang jomblo hanya bisa menutup mata dan telinga pura-pura tidak mendengar apapun.
"Hais, nona... Aku jadi malu" Gumam Flo dalam hati.
.....
Malam itu juga, diam-diam Dara dan Flo, kembali ke ibukota dengan cara teleportasi. Dara menyusun batu formasi di dalam hutan yang terhubung pintu teleportasi yang ada di kamarnya.
Tentu saja Kai mengantar keduanya sampai ke lokasi yang aman di tengah hutan. Karena sesuai instruksi dari sang kekasih, Kai akan mengambil batu itu jika nyala di batu itu sudah padam. Yang berarti sang kekasih sudah berhasil sampai di kamarnya dengan selamat.
Selama ia bertugas, ini adalah misi terberat bagi Kai, namun di selesai kan dalam waktu kurang dari 24 jam. Itu tidak lepas dari peran seorang Dara.
"Aku harus berlatih menjadi kultivator yang hebat, agar di masa depan aku yang akan menjaga kamu, bukan sebaliknya sayang" gumam Kai berjalan dalam hati. lalu beranjak kembali ke Barak.
Ia kemudian tidur, karena besok harus menjelaskan beberapa hal ke Sersan Andika untuk laporan tentang misi. Yang terpenting tugas sudah di jalankan dengan baik dan tidak ada korban lain yang kembali gugur.
Para sandera pun sudah mendapatkan perawatan agar menghilangkan luka fisik dan trauma mendalam pada anak-anak itu. Dan kembali ke rumah orang tua mereka masing-masing.
...••••••...