
Kai mengantar Dara ke star mansion saat hari sudah mulai gelap, lalu dirinya langsung pergi lagi karena kedua sahabatnya mengiriminya pesan dan mengatakan ingin bertemu secara pribadi.
Dara juga langsung masuk ke dalam mansion dan di sambut oleh Agam dan juga Flo. Flo hari ini libur melatih Ferdi karena perintah nonanya, jadi ia stand by di mansion menunggu kedatangan nonanya.
Dara menyandarkan kepalanya di sandaran Sofa, ia menoleh mencari keberadaan kedua adiknya yang biasa mengoceh saat jam-jam segini.
"Tuan muda sedang les beladiri di ruang olahraga Nona" ucap Flo yang paham dengan gerakan-gerik Dara, meskipun Dara belum menanyakannya.
"Kau sungguh sangat peka Flo Ha-ha" Dara terkekeh mendengar ucapan Flo. Flo hanya tersenyum saja mendengarnya. Memang ia selalu peka dengan yang terjadi pada nonanya itu.
"Nona, Ferdi sudah memberikan laporan padaku, jika ia sudah bertemu dengan wanita bernama Manda dan ibunya di kantor. Kontrak kerja juga sudah di tanda tangani" ucap Flo, Dara yang mendengar hanya menganggukkan kepalanya paham.
"Bagaimana dengan Apartemen dan juga bangunan Resto?" tanya Dara
Flo yang sudah paham langsung menjelaskannya pada Dara tentang itu semua.
"Theo sudah memberikan kabar jika ia sudah menyewa sebuah apartement di Melodi town. Uang sewanya 40 juta pertahun belum termasuk maintenance, listrik, air dan WiFi.
Untuk bangunan Resto, Theo juga sudah menemukan bangunan yang cocok dan strategis di perbatasan pusat dan selatan. Semua pembelian bangunan dan tanah itu sudah di selesaikan oleh Hana" ucap Flo dengan lancar, padahal ia tidak membawa selembar kertas pun di tangannya.
Flower adalah gadis yang pintar Bahkan saat ia masih menjadi anggota organisasi pembunuh. Di tambah sekarang sebagai seorang kultivator, daya serap dan daya ingatnya sangat tajam dan luar biasa.
Flo sekarang menyambi menjadi Asisten pribadinya selain sebagai bodyguard dirinya.
Dara kemudian beranjak bangun dari duduknya, ia memberikan kode untuk Flo mengikutinya ke ruangan kerja. Karena setelah ini ia akan membahas perihal lainnya yang lebih rahasia.
"Bagaimana perkembangan Ferdi?" tanya Dara setelah sampai di ruangan kerja miliknya.
"Kemajuannya cukup pesat nona, ia sudah terbiasa mengontrol emosinya sekarang. Daya ledakan pukulannya juga sudah semakin meningkat" ucap Flo menjabarkan perihal latihan Ferdi.
"Bagus, latih terus! Minggu depan Hari Senin sore aku akan mengetesnya" ucap Dara
"Baik nona" ucap Flo mengangguk pelan.
"Bagiamana dengan kultivasi mu?" tanya Dara
"Sudah banyak meningkat, saya tidak pernah lupa berlatih saat malam" ucap Flo.
"Kerja bagus Flo, ini ambillah" ucap Dara
"Apa ini nona?" tanya Flo.
"Pil Foundation tingkat atas, ini akan memperkuat kekuatan mu dan meningkatkan kapasitas Chi dalam pusat energi. Minumlah saat kau berkultivasi nanti" ucap Dara
"Baik, terimakasih banyak nona" ucap Flo dengan mata berkaca-kaca, ia sangat tersentuh melihat kepedulian dan perhatian Dara.
Flo segera memasukan pil itu ke cincin ruang miliknya.
"Apa ada laporan lainnya?" tanya Dara kemudian
"Ada nona, ini mengenai dua orang yang selalu anda awasi. Target pertama, ia sekarang berada di kawasan kumuh daerah timur. Sekarang ia mengemis di jalanan untuk memenuhi hidupnya. Sedangkan Target dua, ia di usir dari kampung di mana ia dan putrinya ngontrak. Bahkan keduanya juga di usir dari rumah sang kakak" ucap Flo
"Di usir oleh kakaknya?" tanya Dara mengerutkan keningnya.
"Lebih tepatnya adik iparnya. Mereka bertengkar hebat karena istri Mario tahu jika uang penghasilan suaminya di berikan untuk melunasi hutang Maria. Bahkan untuk makan juga Mario yang memberikannya. Awalnya istri Mario tidak masalah, hanya saja ia semakin merasa jengah karena kehadiran Maria membuat keluarganya semakin susah. Bahkan kini sekolah anak semata wayangnya terancam putus sekolah. Karena uang yang seharusnya untuk sekolah anak, sang suami justru membagi penghasilannya untuk sang adik" ucap Flo
"Wooowww, sungguh kakak yang baik" ucap Dara
"Ya, karena kebaikan itu membuat rumah tangganya hampir di ujung tanduk. Kabar lainnya adalah putri Dari target ada tengah hamil nona" ucap Flo
"Jadi perbuatannya dulu dengan mantan pacarnya menghasilkan benih?" ucap Dara
"Sungguh kasihan. Bahkan aku tidak melakukan apapun, tapi karmanya sudah berjalan dengan sendirinya" ucap Dara terkekeh sinis.
"Lalu ada laporan lain?" tanya Dara
"Lucas menghubungi jika pemilik perusahaan Xing ingin bertemu dengan Anda besok malam" ucap Flo
"Gigih sekali mereka! Baiklah terima undangan itu. Aku ingin melihat mengapa l mereka ingin sekali mengakuisisi perusahaan kecil milikku" ucap Dara mengetukkan jarinya di meja.
"Baik" jawab Flo
Setelahnya Flo memberikan laporan lain yang di titipkan oleh Lucas, Lukman, Ferdi dan laporan lainnya untuk di periksa. Dara kini dengan fokus memeriksa dokumen satu persatu, tanpa ada masalah sama sekali.
.....
Di ruangan VIP salah satu Restoran di ibukota pusat, Kini ketiga pria tampan tengah duduk menikmati minuman segar dan juga aneka makanan di atas meja. Mereka tak lain adalah Kai, Nathan dan Rafael.
Keduanya tahu jika Kai adalah mahkluk yang paling tidak bisa di ajak basa-basi. Jadi Rafael memutuskan untuk bertanya pada sepupu dari calon istrinya itu tentang sepupu dari tunangannya itu.
"Kai, apa kamu tahu keberadaan Ivone?" tanya Rafael langsung to the point.
Mendengar itu tidak ada raut terkejut atau apapun di wajah Kai. Hanya ada raut wajah datar seperti biasanya. Meskipun jujur saja Nathan dan Rafael sangat tekejut melihat rupa sang sahabat.
Mereka sampai mengerjapkan matanya berkali-kali saat melihat Kai. Keduanya pikir Kai terlihat lebih tampan dan mempesona di banding terakhir kali mereka lihat, padahal mereka tidak bertemu hanya dalam beberapa hari saja.
"Kenapa kau menanyakannya padaku?" tanya Kai datar
"Orang tua Ivone mencari keberadaan Ivone yang menghilang tanpa ada jejak selama beberapa hari ini. Tapi sebelum menghilang Ivone mendatangi Alice. Menurut Alice, sebelum Ivone menghilang ia sempat ke mansionnya dan mengatakan ingin bertemu ibumu. makanya aku mewakili Alice bertanya padamu" ucap Rafael.
"Oh, apa dia belum kembali?" tanya balik Kai
"Ya, apa kau tahu sesuatu?" tanya Nathan ikut penasaran
"Hmm, Tante Sarah mungkin belum cukup bermain dengannya, sabar saja mungkin sebentar lagi ia akan pulang" ucap Kai
"Tante sarah? Apa hubungannya Ivone dengan Tante Sarah?" tanya keduanya.
"Kau tahu siapa Tante Sarah bukan?" tanya Kai
"Istri Om Genta kan?" ucap keduanya kompak yang di angguki Kai.
"Lalu hubungan nya apa Bambang!" ucap Nathan tidak sabar.
"Kegemaran Tante Sarah!" ucap Kai lagi.
Mendengar itu seketika bulu kuduk kedua sahabat Kai itu merinding disko. Tentu keduanya tahu yang di maksud kegemaran Tante Sarah.
Mereka berpikir Ivone saat ini sedang tidak beruntung, tapi mereka juga berharap jika Ivone bisa keluar dari genggaman Tante Sarah dalam keadaan selamat dan utuh.
Keluarga Narendra adalah Keluarga terkaya dan terkuat di negara ini. Tapi jangan hanya melihat keluarga mereka lembut dan menjunjung tinggi kemanusiaan.
Mereka juga bisa lebih kejam pada orang lain tanpa memandang bulu, jika orang itu berniat merusak, menyakiti atau mengusik anggota keluarga Narendra. Dan sekarang Nama Addara Azalea sudah menjadi bagian dari keluarga Narendra.
"A-apa yang se- sebenarnya terjadi?" tanya Rafael.
"Bayaran karena berani mengusik kesayangan kami" ucap Kai datar dan dingin. Ia mengingat betapa marahnya ia saat gadis kesayangan nya di fitnah di depannya dan juga di depan keluarga besarnya.
"Waaaahhh Ivone benar-benar mencari kematian, dasar bodoh bin tolol yang tidak ketulungan" gumam Nathan dan Rafael dalam hati nya, ia merutuki kebodohan gadis sombong itu.
...•••••••...