
...Hai semua, Author minta maaf karena author juga baru tahu kalau cover novel Author di ganti sama pihak Noveltoon-nya🙏 Author udah coba ganti ke cover sebelumnya tapi nggak bisa karena cover sudah di kunci dan nggak bisa di ubah😔...
...••••••...
Sudah seminggu berlalu semenjak rapat intern para petinggi organisasi GOD. Pelatihan pun sudah di mulai sejak tiga hari yang lalu.
Flo sendiri sudah mulai latihan tertutup itu lebih dulu dan selama sebulan kedepan ia tidak akan keluar dari The hidden Green World.
Dan tanpa sepengetahuan Flo, Lingga juga melakukan kultivasi tertutup. Namun bukan di The hidden Green World, melainkan di Red Earth karena tingkat kultivasi nya masih rendah.
Selain melatih fisik dan Kultivasi para anggotanya, para pimpinan divisi juga ikut melatih dan memperkuat fisik mereka. Dan kini sudah waktunya mereka berlima memulai latihan tertutup mereka.
Dara juga sudah berada di sana dengan Baby Langit di gendongannya, karena akan membuka The hidden Green World.
Awalnya Dara tidak ingin membawa baby Langit, namun karena tidak ada yang menjaganya di penthouse karena Kai harus ke pangkalan. Jadi Dara mau tidak mau membawanya ke markas kuning.
Meskipun hanya di luar, Dara tetap bersiap melindungi Baby Langit dari tekanan Chi dari The hidden Green World, yang masih dapat di rasakan dari jarak 10 meter dari celah ruang.
Dara kemudian meletakan Baby Langit cukup jauh di belakangnya.
"Lakukan yang terbaik, jangan membuatku kecewa" ucap Dara pada mereka berlima
"Baik Queen" ucap mereka serempak.
Saat Dara membuka Ruang tersebut dan mulai bersiap melindungi Baby Langit, suatu hal tidak terduga terjadi.
Bukannya tertekan karena aura kuat Chi yang keluar dari celah ruang, justru Chi itu terhisap masuk ke tubuh kecil baby Langit yang kini tengah tertawa melihat tubuhnya bersinar. Bukan hanya terserap ke tubuh Baby Langit, tapi aura Chi itu juga mengelilingi diri tubuh Dara seperti membentuk sebuah barier.
"Ini...." Dara terkesiap.
Sedang yang lain terkejut melihat Chi itu terserap ke tubuh seorang bayi dan berkumpul di sekitar Queen mereka.
"Kalian masuklah sekarang" ucap Dara
Mereka yang tersadar dari rasa terkejut pun mulai pamit dan segera masuk, Dara langsung menutup kembali celah itu dan memasukan kembali The hidden Green World, ke ruang dimensi tubuhnya.
Dara segera menggendong Baby Langit dan bayi kecil itu justru sibuk menciumi pipi bundanya.
"Anak bunda, kamu anak hebat dan istimewa" ucap Dara mencium balik pipi gembul Baby Langit.
Dara lalu kembali ke penthouse, bermain dengan putranya itu dan menidurkan baby Langit saat ia sudah mulai mengantuk.
Setelah putranya sudah tidur nyenyak, Dara keluar dari kamar baby Langit dan beranjak ke kamarnya.
Setelah duduk di sofa kamar tidur, tangan Dara terulur untuk mengecek denyut nadinya sendiri dan memejamkan mata. Sesaat kemudian ia membuka matanya dan tersenyum kecil, tebakannya benar!
Dara pun mengirim pesan pada sang suami, menanyakan jam berapa ia pulang? Tapi belum di balas. Dara tidak kesal karena ia tahu saat ini belum waktunya Kai beristirahat, karena suaminya itu mengatakan hari ini ada latihan menembak dan bertarung.
Dara memutuskan untuk membuat makan siang untuk dirinya sendiri. Saat ini ia sangat ingin makan ceker ayam mercon dengan 100 cabe rawit merah, minumnya jus mangga muda di campur perasaan lemon, buah strawberry dan sedikit gula merah.
Membayangkannya saja Dara sudah ngiler dan bersemangat, namun saat ia membuka kulkas tidak ada bahan yang ia mau ia buat di sana.
Dara memutuskan untuk keluar sebentar ke supermarket yang ada di lantai bawah. Sebelum itu ia kembali ke kamar baby Langit dan memasang Aray di sana, agar tidur putranya nyenyak dan mencegah yang tidak di inginkan terjadi. Dara juga tidak lupa mengenakan Maskernya, ia tidak ingin terjadi pertumpahan darah di supermarket karena melihat wajah nya.
....
Di supermarket, Dara dengan lincah mengambil satu kilo ceker ayam, setengah kilo cabe rawit merah, jahe, sereh, Strawberry, lemon, gula merah, dan lain-lain.
Dara mencari mangga muda tapi yang ada di sana semuanya udah yang sudah matang, saat bertanya ke karyawan supermarket pin hasilnya nihil. Dara pun menghela nafas kecewa dan segera berjalan menuju kasir. Saat melihat salah satu benda yang ia butuhkan saat ini ia pun segera mengambilnya.
"Sekalian yang ini satu ya mba" ucap Dara
Setelah membayar, ia pun langsung kembali ke penthouse. Dengan lunglai ia berjalan menuju lift, namun ia tidak sengaja melihat ibu-ibu yang berjalan di depannya menjatuhkan sesuatu dari kantong plastik yang ia bawa dan menggelinding mengenai kakinya.
Mata Dara berbinar senang melihat benda yang jatuh itu tak lain adalah mangga muda. Dara mengambil itu, sejenak ia bimbang mengembalikan buah itu atau ia bawa pulang saja mangga itu.
Setelah menghela nafas Dara beranjak dari sana dan mengejar ibu-ibu tadi.
"Bu, tunggu!" ucap Dara, Ibu-ibu itu pun menoleh ke arah Dara karena di sana tidak ada siapapun selain dirinya.
"Kamu memanggil saya nak?" tanya ibu itu, Dara mengangguk.
"Iya Bu, tadi ibu menjatuhkan ini" ucap Dara memberikan mangga muda itu.
"Maaf Bu, kalau boleh saya ingin membeli mangga muda ibu" ucap Dara
"Eh" ibu-ibu terkejut.
"Saya bayar lima ratus ribu deh, bagaimana bu?" tanya Dara berharap
"Kenapa kamu seperti ingin sekali mangga ini, kenapa tadi tidak kamu bawa saja kalau kamu menginginkan nya?" tanya ibu itu
"Saya memang menginginkan ini, tapi jika saya mengambilnya bukankah sama halnya dengan mencuri. Jadi lebih baik saya kembalikan ini ke ibu dan saya berniat membeli mangga itu" ucap Dara apa adanya.
"Ambillah, sepertinya kamu begitu menginginkannya, ambil kembali uangmu. Saya masih memiliki mangga lainnya" ucap Ibu itu.
"Tapi..." ucap Dara
"Ambil saja, ibu ngerti apa yang kamu rasakan saat ini" ucap ibu itu tersenyum.
"Kalau begitu terimakasih Bu" ucap Dara membuka maskernya dan tersenyum.
"Ka....mu... Ya Tuhan cantik sekali" ucap Ibu itu, Dara hanya tersenyum mendengarnya.
"Ibu bisa saja, Kalau begitu saya permisi dulu Bu. Jika di masa depan butuh bantuan, ibu bisa mengatakannya padaku" ucap Dara
Setelah kepergian Dara, ibu itu masih setia menatap punggung Dara sampai menghilang dari pandangan nya.
"Cantik sekali, mudah-mudahan cucuku secantik wanita itu" ucap ibu tadi berdoa dalam hatinya.
Karena memang putrinya tengah mengandung saat ini dan ia datang membawa mangga muda untuk putrinya itu. Yang kebetulan tinggal di unit apartemen yang berada di satu gedung dengan penthouse Kai.
....
Sore harinya Kai pulang, ia di sambut sang istri dan putranya. Ia tidak berani menyentuh putranya itu sebelum membersihkan diri, takut membawa kuman tak terlihat dari luar.
Kai segera ke ruang makan setelah selesai membersihkan diri, ia melihat istrinya tengah menyiapkan makan malam.
Ada Ayam goreng, terong balado, sayur asem, ceker mercon sisa siang tadi yang sudah ia hangatkan. Dara menyiapkan air putih hangat untuk suami dan mengambilkan lauk untuk suaminya kecuali ceker mercon yang emang ia buat untuk dirinya.
Sedangkan baby langit duduk di kursi makan khusus bayi dengan sebotol susu di tangannya.
"Bun, kok cuma makan itu doang nggak pake nasi?" ucap Kai
"Lagi mau makan ini aja yah" ucap Dara
Kai yang penasaran melihat sang istri makan dengan lahap ceker berwarna merah menyala itu, akhirnya mengambil satu dan ikut memakannya.
Namun baru satu suapan, mata Kai membola saat merasakan sensasi terbakar di mulutnya.
"Aaakkhhh... pedhes bang-heet...." Ucap Kai kepedasan, ia segera mengambil air minum. Namun air yang di minum bukan air miliknya, tapi air milik sang istri.
"Huugghhh... Uhuuukkk" Kai tersedak hingga ke hidung saat mulutnya yang terbakar kini terkena rasa asam yang begitu kuat.
"Ya ampun ayah..." ucap Dara mengambil air putih untuk suaminya itu dan langsung di tenggak habis.
Setelah di rasa sudah mendingan, Kai menatap Dara yang mengerjapkan matanya polos.
"Kenapa kamu makan makanan seperti ini? Minumannya juga kenapa kamu minum minuman kaya gini?" tanya Kai menatap sang istri dengan hidung dan mata merah juga berair karena kepedesan dan perih di hidungnya.
"Ini enak, aku lagi pengen banget makan ini. Ini enak loh yah. Ayah mau lagi? Tapi pelan-pelan makannya jangan sampai tersedak" ucap Dara dengan wajah bahagianya.
"Nggak! Buang ini! Jangan lagi kamu makan dan minum kaya gini! Yang ada perut kamu sakit, pokoknya BUANG!! Aku nggak mau tahu! Ini bukan makan tapi senjata bisa membunuh orang!" ucap Kai dengan nada cukup tinggi, hal itu membuat Dara terkejut bahkan berkaca-kaca.
"Hiks...." Air mata Dara jatuh dan tangisnya pun tidak bisa di tahan hingga pecah. Melihat bundanya menangis, baby Langit juga ikut menangis kencang.
Kai terkejut saat istri dan anaknya menangis, ia menjadi merasa bersalah karena sudah berteriak pada istrinya dan membuatnya sedih. Tadi ia hanya spontan karena khawatir istrinya akan sakit jika memakan dan minum seperti tadi.
"Sa-sayang, bunda, maafin ayah. Ayah nggak bermaksud..." ucap Kai
"Huaaaaaa" Bukannya berhenti justru tangis Dara semakin kencang.
...•••••••...