The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
310. Ke Negara A



Seminggu kemudian, Dara sudah berhasil membuat tesis dan sudah menyerahkannya ke Pak Sugeng. Tesisnya pun di nilai sangat sempurna dan tidak memiliki bab yang perlu di revisi, mendengar itu tentu Dara lega.


Jadi Minggu depan sudah di pastikan Dara tetap melakukan sidang untuk dua gelar sekaligus, yakni Dokter dan juga Spesialis bedah.


Dan saat ini Dara sudah menyiapkan keperluan untuk dirinya bertolak ke Negara A, untuk menemani Flo ke acara wisuda S2 Lingga.


Mereka berangkat menggunakan pesawat milik keluarga Narendra. Tapi sayangnya Kai tidak bisa ikut karena memiliki pekerjaan yang tidak bisa di tinggal, tapi ia berjanji akan menyusul setelah tugasnya selesai di kerjakan.


Dara pun tidur setelah menelepon Kai, ia mengistirahatkan tubuhnya sebelum besok pagi ia bertolak ke Negara J. Untuk menemani Flo di acara calon adik iparnya itu.


....


Dara, Flo dan juga seluruh keluarga Narendra kecuali Kai, sudah berada di dalam sebuah pesawat jet pribadi milik keluarga Narendra. Kurang lebih 19 jam mereka akan berada di dalam pesawat.


Sedangkan kini Dimas, Sandi dan Alan yang masih berada di bandara setelah mengantar Dara. Karena selang 1 jam kemudian pesawat pribadi milik kakek dari Selebgram terkenal itu akan mendarat juga di bandara Internasional.


Beberapa orang ada yang mengenalinya sebagai seorang selebriti internet, hanya saja mereka tidak menghampiri Dimas dan hanya memperhatikan dari jauh saja.


"Kakeeekkk, mama..." Dimas langsung menyambut Gusti dan Ellena dengan pelukan hangat. Setelah keduanya keluar dari pintu kedatangan domestik.


"Uuhhh.... Cucu bungsu Kakek udah besar" ucap Gusti dengan senyumnya yang tidak pernah luntur melihat cucunya yang paling kecil itu.


"Kan Dimas makan tiap hari jadi cepet besar deh" ucap Dimas dengan manjanya bergelayut di lengan sang kakek.


"Alan bagaimana kabarmu dan juga akademi mu? Apa ada kendala?" ucap Ellena memeluk anak angkatnya itu


"Kabar Alan baik mah, akademi Alan juga lancar tanpa kendala berarti" ucap Alan tersenyum dan membalas pelukan Ellena.


"Ryan kemana, kok nggak ikut?" tanya Ellena yang tidak melihat adanya Ryan ikut.


"Ryan kebetulan lagi bantuin ayah di mansion Mah" jawab Alan.


"Kalau begitu ayo kita pulang" ucap Ellena, yang di angguki oleh semua nya.


"Saya bawakan barangnya nyonya dan tuan besar" ucap Sandi mengambil barang-barang milik orang tua majikannya itu. Setelahnya mereka pun kembali ke Star mansion.


....


Sesampainya Dara dan yang lain di negara A, mereka semua di jemput langsung oleh Lingga dan menuju ke sebuah apartemen mewah milik Lingga, yang sangat terkenal di daerah ibukota di negara A. Dan ternyata apartemen milik Lingga adalah dua unit yang di jadikan satu, hingga membuatnya sangat luas dan juga besar.


Apartement itu memiliki 6 kamar tidur, satu kamar milik Lingga, kamar 2 di tempati Galuh dan Hesti, kamar tiga Opah Dierja, Kamar empat Genta dan sarah, Kamar lima kamar Ajeng dan kamar enam Dara dan Flo.


Karena mengalami jetlag setelah perjalanan panjang, mereka semua kecuali Dara dan Flo pun bergegas istirahat. Meskipun sama sekali tidak lelah, tapi Dara memilih untuk masuk ke dalam kamar, membiarkan Flo dan lingga menikmati waktu berdua mereka.


"Aku kangen yang" ucap Lingga memeluk Flo, membawa Flo ke dada bidangnya itu.


"Hmm aku juga" ucap Flo membalas pelukan hangat laki-laki pujaannya itu.


Ia juga sudah mati-matian memperkuat fisiknya, bahkan tidak sedikit ia menderita banyak lebam di sekujur tubuhnya dan merasa sakit yang luar biasa karena semua latihannya itu.


Namun semua itu tidak membuatnya menyerah begitu saja, ia bertekad kuat untuk memperkuat fisiknya. Jadi setelah ia kembali ke negaranya, ia akan langsung meminta Kai atau Dara mengubahnya menjadi seorang kultivator.


Setelah itu ia akan melamar Flo secara resmi di depan keluarga Uchiha di negara J.


"Aku perhatikan kamu semakin kurus" ucap Flo menyentuh rahang Lingga dengan lembut, hingga si empunya memejamkan matanya menikmati sentuhan lembut dari kekasihnya itu.


"Jangan khawatir, ini mungkin karena aku terlalu lelah mengerjakan tesis ku kemarin" ucap Lingga tersenyum manis, lalu mengambil tangan Flo yang ada di wajahnya itu. Lalu ia mengecup beberapa kali hingga membuat wajah Flo memerah.


"Kenapa jantungku jadi murahan gini setiap dekat dengannya?" gumam Flo dalam hati.


"Jangan terlalu lelah, kamu juga harus memperhatikan kesehatanmu. Jangan sampai kamu sakit" ucap Flo.


"Aku akan melakukannya, apalagi setelah ini kita akan sering bertemu. Aku akan ikut pulang setelah acara wisuda selesai. Jadi tidak ada alasan aku bisa telat makan atau lupa makan, karena ada kamu yang memperhatikan aku" ucap Lingga mencium pipi kiri Flo.


"Ih, jangan cium-cium terus, nanti ada yang lihat" ucap Flo memukul lengan Lingga pelan.


"Tidak ada yang lihat sayang, bahkan Dara saja sangat pengertian dan masuk kamar, karena mereka tahu aku sangat merindukanmu dan ingin menghabiskan waktu denganmu" ucap Lingga.


Lingga pun menarik Flo agar semakin mendekat padanya, ia kemudian memiringkan kepalanya. Flo yang mengerti pun memejamkan kedua matanya, di rasakannya hembusan nafas segar berbau mint dan juga hangat di indra penciumannya.


Namun sedetik sebelum bibir Lingga berhasil mendarat sempurna di bibir Flo, sebuah suara mengejutkan keduanya.


"Oh astaga, maaf nggak sengaja. Silahkan lanjutkan lagi, aku tidak lihat apapun" ucap Ajeng yang keluar dari kamarnya dan mendapati pemandangan yang membuat jiwa jomblo meronta. Ya meskipun dirinya tidak jomblo juga sih, tapi tetap saja pacarnya sedang sejauh saat ini.


"Eh bocil, ganggu aje lu Dasar" ucap Lingga


"Ye, situ yang nggak tahu tempat, udah ah aku haus mau minum biar seger. Aaahh ayang Ferdiiii, aku kangen. Mau juga cap cup cap cup kaya kakak dan juga kakak ipar, ayaanggg" ucap Ajeng setengah berteriak dan berlari menuju ke dapur.


"Dasar bocil stres" ucap Lingga, ia menoleh ke arah Flo yang tertunduk malu karena kegep hampir berciuman oleh calon adik iparnya.


"Kamu kenapa sayang, kok diem dan wajahmu merah gitu?" tanya Lingga.


"Malu ih..." ucap Flo dengan wajah memerah


"Nggak usah malu, dia udah gede ini. Kamu nggak denger tadi dia bilang apa? Dia bilang di juga mau cap cup cap cup sama ayangnya juga" ucap Lingga tidak sadar apa yang ia ucapkan selama beberapa detik.


"Eh, apa tadi? Ajeng mau cap cup cap cup sama ayangnya? Waahh, bociiiiilllll...!!!! Udeh nakal Lu, berani cap cup sama lakik lu ya..." teriak Lingga menuju ke dapur untuk menghampiri adiknya.


Flo yang tadinya malu jadi terkekeh mendengar ucapan kedua kakak beradik itu dari kejauhan yang tengah berdebat dengan praktek Cifox alias kissing itu.


"Tadi bilangnya Ajeng udah gede, tapi pas sadar adeknya mau cap cup juga heboh, dasar lakik he-he" gumam Flo sambil terkekeh.


...•••••••...