The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
110. Mengetahui identitas Dara - Menjemput kekasih



Arvin pulang ke mansion orang tuanya, sebenarnya ia tidak memiliki pekerjaan di kantor karena sebentar lagi tahun baru. Bahkan karyawannya pun sedang cuti bersama dan baru masuk kerja lagi di awal pekan mendatang.


Namun Arvin masih sering keluar untuk mengecek bisnisnya yang lain yang ada di dunia bawah.


Ia baru saja mendapat kabar dari anak buahnya, jika penyelundupan obat-obatan ke bagian perbatasan telah di gagalkan oleh pihak militer, bahkan beberapa anak buahnya meninggal di tempat dan sisanya di tangkap oleh pasukan khusus yang beroperasi.


Hal itu membuat Arvin memarahi anak buahnya yang tidak becus dalam bekerja, hingga membuat ia merugi hingga ratusan milyar dalam operasi ini.


Ia menyuruh Rocky untuk menata kembali bagian di kelompok tertentu yang berantakan karena kehilangan banyak anggota dalam operasi ini. sedangkan dirinya pulang karena maminya menyuruh ia pulang untuk merayakan tahun baru bersama.


"Hai Mih, Arra" sapa Arvin mencium pipi wanita yang sudah melahirkannya itu, ia juga mencium pipi adik perempuan satu-satunya.


"Hai sayang" sahut Rosre yang membalas mencium kedua pipi putranya itu.


"Hai kak" sapa balik Arra tersenyum hangat.


"Kau hanya menyapa mami dan adikmu saja, kau melupakan papi, son?" ucap Aaron, papi dari Arvin dan arra, juga suami dari Rose itu dengan wajah cemberut.


"Anda siapa?" tanya Arvin dengan wajah di buat terkejut.


"Arviiinnn...." ucap Aaron kesal


"Ha-ha, Hai pih apa kabar? Papi makin tua aja" ucap Arvin terkekeh setelah berhasil meledek papinya itu.


"Dasar anak nakal! Kau berani meledek papimu hah" ucap Aaron kesal.


"Kan Aku mengatakan apa adanya Pih" ucap Arvin


"Sudah jangan ribut, kalian ini bapak sama anak ribut terus kerjaannya" ucap Rose.


Saat Rose ngomong semua anak dan suaminya kicep tidak ada yang berani membantah, bagi keluarga Ephraim Ucapan Rose adalah nomer satu yang harus di dahulukan.


"Kamu sudah makan malam Vin?" tanya Rose pada putranya itu.


"Sudah mih" ucap Arvin.


"Kamu ikut merayakan tahun baru bersama dengan kita kan Vin?" tanya Rose lagi pada anak laki-lakinya itu.


"Nggak tahu, emang kita kau kemana mih?" tanya Arvin.


"Kita mau ke puncak kota M, ada festival tahun baru di sana. Keluarga Adi Raharjo juga datang ke sana, jadi kita bisa merayakan tahun baru bersama di Villa mereka" ucap Rose antusias


"Ketemu sama si kutub Revan?" tanya Arvin.


"Jangan ngatain kak Revan ya kak. Emang kak Arvin bukan kutub juga" sahut Arra dengan cemberut.


"Kakak nggak kutub kok, nih buktiny masih bercanda sama kamu. Kamu masih suka sama tuh kutub dek?" tanya Arvin


Arra tidak menjawab, tapi wajahnya yang memerah sudah menjawab pertanyaan dari Arvin. Arvin kenal dengan Revan? Tentu, bahkan beberapa kali perusahan mereka bekerja sama.


Arvin tidak mengenal keluarga Adi Raharjo, ia hanya kenal dengan Revan, Adnan dan Ellena saja. Bahkan Bara yang notabene anak bungsu Adnan dan Ellena pun ia tidak tahu, namanya saja saja ia tidak tahu. Karena Bara memang belum memegang Perusahaan dan jadaranng ikut acara para pengusaha.


Arvin juga selalu menolak saat ia di ajak Rose untuk berkunjung ke kediaman Adi Raharjo. Dengan alasan sibuk dan lain sebagainya.


"Pokoknya kamu harus ikut Vin! Bagaimana pun mereka itu Keluarga sahabat mami" ucap Rose.


"Tapi mah..." ucap Arvin yang sebenarnya malas untuk ikut, jika acara tahun baru itu harus ke festival dan bergabung dengan keluarga lain.


"Bener kata mami, kakak harus ikut! Kalaj nggak, kakak rugi loh kalau nggak ikut, nggak bisa ketemu Dara yang cantiknya ngalahin miss universe" ucap Arra mengingat kecantikan Dara yang luar biasa.


"Siapa?" tanya Arvin terkejut saat nama yang selalu memenuhi pikirannya beberapa hari ini di sebut oleh adiknya.


"Miss universe?" tanya Arra


"Bukan itu!" ucap Arvin


"Dara.." ucap Arra.


"Siapa Dara?" tanya Arvin penasaran apa itu Dara yang sama dengan yang ia pikirkan.


"Bukannya Adnan dan Ellena cuma punya dua anak laki-laki?" tanya Aaron.


"Ya emang Ellena punya dua anak laki-laki, Revan dan Bara. Tapi papi kan tahu kalau Adnan punya adik perempuan namanya Nayla, dia sahabat mami dulu. Dia punya anak namanya Dara dan Dimas" ucap Rose.


"Bara? Dara?" tanya Arvin terkejut mendengar nama yang kebetulan sama.


"Ya mereka kakak adik sepupuan. Tapi sekarang Dara dan Dimas sudah di angkat anak oleh Ellena dan Adnan, karena Nayla sudah meninggal" ucap Rose.


"Aku ikut ke festival!" sahut Arvin tiba-tiba, ia begitu antusias membuat yang lain terkejut karena perubahan yang terjadi secara cepat itu.


....


Keesokan harinya, Dara dan Flo berlatih sebentar saat matahari belum muncul, mereka berdua berlatih di halaman belakang. Saat beberapa orang terlihat keduanya menghentikan latihannya.


lalu keduanya bergabung dengan keluarga yang lain untuk sarapan.


"Sayang, nanti jam 1 siang kita sudah berangkat ke puncak kota M. Kita semua akan menikmati festival tahun baru di sana" ucap Ellena


"Asiiikkkk lihat kembang api!!!" ucap Dimas antusias.


"Dim sekalian buat Vlog aja di sana" ucap Ryan


"Ide bagus Yan" ucap Dimas setuju lalu vertos ria dengan Ryan


"Kalian berangkat aja duluan, nanti Dara nyusul" ucap Dara


"Loh, emangnya kamu mau kemana? Kakak Anter ya?" ucap Revan.


"Aku ada perlu sebentar, nggak perlu kak. Kakak duluan aja sama yang lain. Aku akan nyusul kesana, jangan lupa shareloc aja nanti" tolak Dara


Setelah mereka selesai sarapan, mereka menyiapkan barang apa saja yang mau di bawa ke puncak kota M.


Saat sudah jam 10, Dara keluar dari mansion menggunakan taksi menuju bandara, karena Pesawat Kai akan landing jam 11.


.....


Beberapa orang di bandara berteriak heboh saat melihat Kai, terutama para wanita. Bagaimana tidak heboh, Kai terlihat sangat tampan dan juga keren terutama bahunya yang lebar dan pelukable.


Mengabaikan tatapan semua wanita yang terpesona dengan ketampannya. Kai berjalan menuju Dara yang sedang berdiri menunggunya.


GREP!!!


Kai langsung memeluk erat kekasih yang sudah seminggu ini tidak di temuinya.


Aksinya itu membuat semua orang heboh dan kecewa, karena mengetahui jika pria tampan itu sudah memiliki kekasih.


"Aku merindukanmu Babe" ucap Kai mencium kening Dara lalu melepaskan pelukannya itu.


"Aku juga merindukanmu" ucap Dara setengah berbisik.


"Ayo, kita pergi cari makan, ini sudah waktunya makan siang! Kamu pasti belum makan kan? Aku sudah membooking tempat makan yang enak" ucap Dara tersenyum.


"Tentu, ayo kita pergi" ucap Ray sembari menggenggam tangan kekasihnya itu.


Mereka berjalan dengan bahagia, Kai sudah memesan pada anak buahnya supaya memberikan motor untuknya selama ia di kota S. Ia mengetahui jika kekasihnya itu suka naik motor, jadi ia sengaja memesan motor. Dan motor itu sudah terparkir di area parkir khusus, jadi bisa langsung di gunakan.


"Naik motor?" tanya Dara terkejut.


"Hmm... Sini pakai dulu helmnya" ucap Kai sembari memakaikan helm pada Dara, membuat Dara tersipu malu, karena perlakuan manis Kai padanya.


"Pegangannya di sini" ucap Kai menarik tangan Dara yang berpegangan di bahunya itu menjadi melingkar di perutnya.


Motor sport hitam yang membawa pasangan itupun melaju membelah kota S, menuju salah restoran yang sudah Dara pesan.


...••••••••...