The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
51. Aku terlalu mempesona



Manager Red Jewelry sudah stand bay di depan toko menunggu Dara, setelah di minta bosnya untuk menyambut sahabatnya. Tak lama kemudian Dara datang dan Ia langsung di arahkan ke ruangan yang berbeda dengan yang kemarin, karena ruangan Carmila sebelumnya sedang di renovasi.


"Hai Ra, ayo duduk santai aja dulu. Mau minum apa? Maaf ruangannya agak sempit, ruanganku sedang di renovasi soalnya" ucap Carmila


"Tidak masalah. Teh saja tolong" ucap Dara


Carmila meminta managernya untuk membawakan teh dan juga cemilan, beberapa saat kemudian teh dan camilan sudah terhidang di atas meja.


"Jadi kamu ingin menjual perhiasan kamu lagi Xe?" tanya Carmila.


"Ya, kamu bisa membawanya ke sana untuk di nilai" ucap Dara, ia mengeluarkan sebuah kotak dari dalam tas besarnya dan juga sebuah botol berisi pil kecantikan.


"Wah, pil ini memang luar biasa, tapi kalung pink Diamond mu juga sangat luar biasa. Aku jadi bertanya-tanya berapa banyak yang perhiasan yang kamu miliki" ucap Carmila.


"Tidak banyak" ucap Dara sembari menyeruput teh yang di sediakan.


"Ya-ya tidak banyak, tapi bagiku satu saja harganya sudah fantastis. Lalu bagaimana dengan lukisan dan set porselen yang kamu bilang?" tanya Carmila lagi


"Ada di rumah, kamu bisa menyuruh orang untuk mengambilnya" ucap Dara.


"Ya sudah aku telepon karyawan pamanku buat ambil barangmu di sana" ucap Carmila


"Hmm" Dara mengangguk


Dara memang sudah mempersiapkan sebuah lukisan yang sangat besar yakni 2,5 x 2 meter. Lukisan itu adalah karya kakak kandung Liu Annchi, Liu Yuanyi yang merupakan pangeran mahkota di kekaisaran Bintang dan juga pelukis terkenal di masanya.


Ada juga satu set cangkir dan teko yang sangat cantik. Itu adalah satu set yang di berikan oleh seseorang dari kerajaan lain.


Dara tidak masalah menjualnya, lagi pula begitu banyak barang menumpuk di ruang dimensinya. Akan sangat mubajir jika tidak di gunakan dan terbengkalai begitu saja, lebih baik di jual dan menghasilkan cuan.


"Apa kamu sudah makan?" tanya Carmila


"Belum, aku belum sempat makan tadi" ucap Dara


"Kalau begitu, ayo makan dulu. Ada restoran enak di atas" ucap Carmila.


"Oke" ucap Dara tidak menolak.


Keduanya kemudian keluar menuju area restoran mall itu. Itu adalah Restoran All you can eat, makan sepuasnya selama dua jam. Suasana restoran sangat ramai, tapi masih ada beberapa bangku kosong di sana.


Carmila memilih meja yang ada di sudut dengan pemandangan langsung ke luar dan melihat kendaraan berlalu lalang dari atas dan juga gedung-gedung tinggi di ibukota.


Meskipun Carmila memilih di meja bagian ujung, tapi di sebelahnya ada meja yang sudah terisi dengan 4 orang laki-laki yang makan di sana.


Meskipun posisi duduk Dara tidak terlihat orang di belakangnya, namun di meja samping kanan bisa melihat jelas wajah Xena jika ia membuka maskernya.


Dara dan Carmila segera mengambil beberapa makanan dan menaruhnya di meja lalu membakar aneka daging ayam dan beef. Mereka juga menuangkan steamboat, udang, jamur Enoki dan pakcoy di kuah sup tomyam yang ia pilih dari 4 menu soup.


Dara membuka maskernya untuk makan, lalu tak lama terdengar suara sendok jatuh. Salah seorang di meja sebelah menatap nya tanpa berkedip dengan mulut menganga.


"Hei, kamu kenapa?" tanya rekannya.


"Dewiii...." ucap salah seorang yang menegur itu saat melihat arah tatapan temannya, ia juga ikut terpana di buatnya.


Setelahnya dua rekan lainnya juga mengikuti jejak yang lain. Mereka terpesona hingga memasang ekspresi bengong menatap Dara.


Hal itu membuat empat orang di meja sebelah menjadi sadar dan kikuk sendiri. Tapi sesekali mereka mencuri pandang ke arah Dara dengan ekspresi kagum dan juga tertarik.


"Jangan tertawa kalau sedang makan, ini minum dulu" ucap Dara menyodorkan air minum.


Carmila langsung menenggak minum itu hingga tandas dan menghela nafasnya.


"Maaf Ra, habisnya lucu. Wajah kamu terlalu luar biasa sampai-sampai membuat semua orang yang melihat ke arahmu jadi kehilangan fokus" ucap Carmila.


"Ya, aku juga tidak tahu kenapa aku bisa terlahir secantik ini. Bukan salahku" ucap Dara mengangkat kedua bahunya pasrah.


"Anjay, Pe-de gila ha-ha" ucap Carmila menutup mulutnya dengan tangan agar tawanya tidak membahana.


"Itu kenyataan" ucap Dara kemudian meminum air lemon yang ia ambil.


"Ya-ya, percaya deh Bu... Oh iya anakku Yudha selalu nanyain kamu, putra ku sepertinya kesengsem sejak usia dini. Dia mengatakan padaku ingin bertemu kakak peri lagi dan menagih kamu untuk mengajaknya terbang" ucap Carmila.


"Pesonaku ternyata terlalu kuat" ucap Dara dengan lempengnya.


"Astaga, di balik sikap kamu yang cuek dan lempeng itu, ternyata kamu narsis juga" ucap Dara terkekeh.


Keduanya segera menyelesaikan makannya, akan lebih gawat jika mereka terlalu lama di sana. Lihat saja meja sebelah, tidak menyentuh makanannya sedikitpun setelah melihat Dara.


Dara langsung membayar semua tagihan saat ia bilang ingin ke toilet. Makanan keduanya menghabiskan 3 juta sudah termasuk pajak. Memang mahal, karena Holly Mall merupakan mall besar yang terkenal dengan barang bermerk dan juga mahal semua di dalamnya. Bahkan harga steak satu porsi saja rata-rata 750 ribu.


Carmila yang mengetahui jika Dara yang membayarnya mengomel, karena dirinya mengajak Dara. Awalnya ia ingin membayarnya, tapi Dara membayarnya terlebih dulu.


Tidak masalah bagi Dara membayar itu, lagian mereka bersahabat sekarang. Tapi Carmila terus mengomel dan Dara akhirnya menyarankan agar setelah pelelangan Carmila yang membayarnya makan juga. Jadi Carmila tenang setelah mendengarnya.


.....


Dara pulang ke mansion saat hari sudah gelap. Ia tidak ikut makan malam karena tadi sudah makan malam bersama Carmila di luar. Ia di sambut oleh pak Agam saat membuka pintu.


Pak Agam juga mengatakan kalau orang suruhan Carmila untuk mengambil box di dalam kamarnya sudah datang beberapa saat lalu. Karena sebelumnya Dara sudah mengatakannya jadi Agam langsung mengambilnya dan juga memberikan box itu dengan hati-hati pada orang suruhan Carmila, karena rawan pecah.


Saat masuk Dara melihat Dimas, Ryan dan Ezio tengah mengerjakan PR di ruang keluarga.


"Kalian sudah makan?" tanya Dara pada ketiga nya


"Sudah kak" ucap semuanya kompak.


"Ya sudah kalian lanjutkan belajar dengan rajin" ucap Dara


"Siap kak!" ucap mereka


Dara kemudian melanjutkan langkahnya menuju lift untuk ke kamarnya. Box berisi lukisan dan juga set cangkir porselen sudah tidak ada di kamarnya.


Dara langsung beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, ia segera mengisi bathub dengan air hangat untuk berendam.


Ia merilekskan diri sebelum pembukaan hotelnya besok, meskipun ia tidak tampil di depan umum dan hanya datang sebagai tamu undangan agar tidak terlihat mencolok. Tapi ia tetap memantau semua bisnisnya dari balik layar.


Sembari berendam ia membuka ponsel nya. Ia mendapat pesan dari Lucas, kalau ia akan datang ke peresmian hotel bosnya itu. Dara juga mendapat pesan yang sama dari Felly, Emir, Yogi dan Carmila. Mereka semua akan datang ke peresmian Star Hotel.


...••••••...