
Di star mansion kini tengah ramai karena adanya Keluarga Uchiha yang rencana nya akan menginap di sana selama dua hari.
Mereka semua terkejut saat tahu kalau Dara memiliki hewan peliharaan yang lain dari pada yang lain.
Terlebih saat melihat bagaimana White bermain bersama dengan Dimas dan Ryan, hampir membuat jantung mereka terlepas dari tempatnya.
Sungguh bagi keluarga Uchiha, para penghuni Star Mansion adalah orang-orang yang memiliki keberanian yang tinggi.
Terdengar suara tawa baik dari Dimas dan Ryan, bahkan keduanya kini menarik Kenzi untuk mendekat. Hingga membuat pria bermata sipit itu berteriak ketakutan hingga terjengkang, saat dengan jahilnya White mengaum keras.
Hal itu membuat semua orang tertawa melihat ekspresi Kenzi.
"Flo, bisa bicara sebentar?" tanya Dara berbicara dengan Flo yang tengah memperhatikan Keluarganya yang tengah asik melihat aktivitas kedua adik Dara dan adiknya dengan White.
"Tentu..." ucap Flo mengangguk.
Keduanya pun masuk ke dalam mansion menuju ke ruangan kerja Dara. Kai sendiri memberikan ruang untuk mereka bicara dan memilih untuk ikut bermain bersama kedua adik calon istrinya itu.
Dara sudah menceritakan jika Flo mengetahui hal itu namun tidak memberi tahunya, jadi ia ingin membicarakan hal itu pada Flo.
Sejujurnya Kai juga merasa tidak enak karena dirinya juga pernah di beritahu Flo. Sayangnya waktu itu dirinya tidak mendapat kabar jika Megan sudah mulai bergerak.
"Flo, aku ingin menanyakan sesuatu oadamu" ucap Dara dengan nada dan mimik wajah yang serius.
"Hmm, katakan saja" ucap Flo mengangguk
"Kenapa kamu tidak mengatakan padaku jika Megan tengah merencanakan sesuatu dan menargetkanku sejak pertemuan kita dengannya di restoran waktu itu?" ucap Dara membuat Flo terkejut. Ia tidak mengira jika Dara bisa sampai tahu.
"Maafkan aku Ra, aku pikir aku bisa menyelesaikannya sendiri tanpa memberi mu. Aku takut membuatmu terganggu saat kamu sedang fokus untuk menyelesaikan magang. Saat itu orang suruhan Megalodon itu di kirim ke ibukota dulu dan mengawasi star mansion hingga aku tahu dan langsung bergerak dengan cepat, lalu memberikannya pelajaran" ucap Flo
"Kau tahu jika Dia nyaris saja membuat kakakku meninggal?" ucap Dara lagi, membuat Flo membolakan matanya mendengar itu.
"Siapa? Dan kapan itu terjadi, kok aku nggak tahu?" tanya Flo
"Kak Bara yang kena, kejadiannya bersamaan dengan kecelakaan pesawat yang kamu alami" ucap Dara
"Kamu yakin itu ulah Megalodon?" tanya Flo
"Hmm, Theo yang yang menemukan keterlibatan Megan dan dia merupakan dalang utamanya dalam kecelakaan itu. Dia sebenarnya menargetkan aku, tapi sayangnya ia salah sasaran dan hampir merenggut nyawa kak Bara karena Rekaya kecelakaan itu" ucap Dara
"Dasar wanita plastik!!! Aku nggak nyangka dia bergerak secepat ini. Maafkan aku sudah menyembunyikan nya dari kamu Ra, aku juga nggak nyangka aku bisa sampai kecolongan hingga membuat Bara menjadi korban" ucap Flo merasa bersalah.
"Aku mengerti alasan kamu melakukan ini demi kebaikan ku. Tapi aku harap kejadian ini adalah yang pertama dan terakhir. Jangan kau ulangi lagi menutup masalah apapun dariku, apa kau mengerti?" ucap Dara dengan tegas.
"Aku mengerti, sekali lagi aku minta maaf" ucap Flo benar-benar menyesal
"Hmm... Ini untukmu pakailah!" ucap Dara memberikan ponsel keluaran terbaru untuk Flo, yang masih berada di dalam paper bag.
"Terimakasih" ucap Flo merasa tidak enak saat menerima ponsel baru dari Dara.
"Cepat aktifkan ponselnya dan hubungi markas Goddess Hill Villa. Minta mereka kirim Dark, Mike dan dua puluh orang lainnya untuk meratakan Dark Flip malam ini juga. Aku tidak akan membiarkan mereka lolos dari sapaan raja neraka" ucap Dara menyeringai.
"Baik!" ucap Flo
"Aku bagaimana?" tanya Flo
"Keluarga mu kasih di sini, biarkan mereka yang bergerak, kamu tidak perlu turun tangan. Aku yakin mereka saja bisa melakukannya dengan baik" ucap Dara
"Hmm, aku mengerti" ucap Flo mengangguk paham.
....
Dara dan Flo kembali bergabung bersama yang lain, menikmati kebersamaan dengan mengobrol. Mereka pun menikmati makan malam bersama sebelum kembali bersantai di ruang keluarga sebelum istirahat.
Dara sendiri sekarang berada di gajebo samping dekat kolam ikan bersama Kai.
"Kapan GOD akan bergerak sayang?" tanya Kai sembari mengelus kepala Dara dengan sayang.
"Malam ini mereka akan bergerak" ucap Dara menikmati elusan lembut dari Kai.
"Flo ikut?" tanya Kai lagi
"Kapan kita adopsi Baby Langit?" tanya Kai
"Setelah kita nikah, aku akan memberikan waktu buat Manda dan Nathan untuk mengasuh mereka" ucap Dara
"Baiklah, tapi sekarang kamu ikut aku ke penthouse ya" ucap Kai
"Ngapain?" tanya Dara
"Aku tidak tenang meninggalkanmu di star mansion, aku takut jika aku Meleng sedikit kamu udah di gondol cowo lain" ucap Kai cemberut membuat Dara terkekeh.
"Abang sayang cemburu?" ucap Dara menggoda Kai dan mengulum senyumnya.
"Hmm, aku cemburu" ucap Kai
"Kau tidak percaya padaku?" tanya Dara
"Aku percaya padamu, tapi tidak dengan mereka. Bisa aja mereka khilaf kan? Aku nggak mau hal itu sampai terjadi" ucap Kai lagi
"Ya sudah aku akan tidur di penthouse malam ini. Puas sekarang?" ucap Dara mengalah.
"Sangat puas, kalau gitu ayo ke penthouse sekarang!!!" ucap Kai antusias.
"Kenapa buru-buru, jadi curiga deh, pasti abang mau macem macem kan?" ucap Dara memicingkan matanya.
"Apa sih sayang, nethink mulu. Aku nggak bakal macem-macem, paling satu macem doang. cap cip cup gitu" ucap Kai menarik turunkan alisnya.
"Idih nakal" ucap Dara mencubit perut keras Kai.
"Nakal juga sama kamu doang yang, lagian aku juga tahu batasannya. Meskipun harus nahan sekuat tenaga sih, makanya ayo kita halalin yang biar kita leluasa" ucap Kai
"Sebentar lagi, sabar ya abang. Nanti besok aku mau ketemu Pak Sugeng, mau ajuin skripsi. Syukur-syukur cepet sidang dan wisuda, biar kita bisa segera nikah" ucap Dara
"Mudah-mudahan lancar ya yang, oh iya mama, Tante Sarah sama Opa bilang kangen banget sama kamu katanya. Merekakangen banget kamu main ke Manor, Tante Sarah pesen sekalian bawa Flo juga ke sana" ucap Kai
"Besok malam aku, Flo dan keluarga uchiha ke sana. Rencananya Lingga mau kenalin Keluarga Uchiha ke keluarga Narendra, mumpung mereka ada di sini" ucap Dara
"Wah gercep juga tuh anak satu. Kalau gitu nanti aku jemput besok malam ya" ucap Kai
"Kamu nggak sibuk?" tanya Dara
"Nggak kok, hanya ada latihan rutin sampai sore" ucap Kai membuat Dara menagngguk.
Setelahnya mereka bersiap untuk ke penthouse, sesampainya di sana bisa di tebak dengan pasti. Kalau keduanya tidak akan istirahat karena menikmati kencan berdua di sana.
....
Goddess Hill Villa. Baik Dark, Mike dan dua puluh orang anggota lainnya sudah siap untuk menyerang dan membumi hanguskan Dark Flip.
Mereka mengenakan pakaian Hitam-hitam dengan masker khas organisasi GOD. Mereka semua tidak ada yang membawa senjata di tangan mereka.
Meskipun memang semua peralatan ada di dalam cincin ruang yang masing-masing anggota GOD pakai. Tapi mereka yakin bisa mengatasi Dari Flip tanpa senjata sekalipun.
Semua anggota GOD memang di lengkapi dengan peralatan canggih di dalamnya. Selain obat-obatan yang di buat Dara.
Berbagai senjata juga ada di sana, dari belati, katana, senjata api lengkap yang semuanya Dara pasok dari keluarga Wilson. Tentu saja itu semua dengan bantuan Kai, jadi Dara bisa mendapatkan pasokan senjata dari keluarga Tante Sarah itu dengan mudah.
"Sudah siap?" tanya Dark
"Siap!!!" seru yang lain dengan semangat.
"Ingat, setengah dari kalian menyebar tidak dalam satu tempat. Blok semua yang ingin kabur, kalau perlu bunuh mereka. Jangan takut aura kalian tercemari dengan aura gelap. Karena Queen sudah berjanji akan menetralkannya setelah kita berhasil meratakan mereka" ucap Dark lagi
Seruan dari anggota GOD pun terdengar riuh dan begitu semangat untuk menghabisi semuanya.
Mereka berdua puluh dua itu pun berangkat menuju markas Dark Flip di kota D yang tak jauh dari Kota H. Menggunakan kendaraan yang memang sudah di sediakan di dalam Villa.
...••••••••...