The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
361. Bertemu...



Teranish International High School....


Dimas, Ryan dan Ezio berjalan keluar kelas, hari ini ketiganya akan langsung pulang ke Star Mansion. Meskipun seharusnya mereka ada less hari ini, tapi mereka izin untuk tidak masuk. Karena mereka mendapat kabar kalau Dara dan yang lain pulang ke Star Mansion.


Sepanjang jalan keluar dari kelas, ketiganya mendapatkan seluruh perhatian para siswa. Bagaimana pun mereka bertiga merupakan pangeran sekolah, Most wanted di Teranish School.


Apalagi mereka terkenal sebagai generasi dua orang kaya. Terutama Dimas, identitasnya sebagai tuan muda ketiga Adi Raharjo di kota S, juga merupakan adik ipar dari tuan muda pertama Keluarga Narendra di ibukota pun menyebar di seluruh penjuru sekolah.


Bahkan para orang tua murid pun mendengar itu, dan mereka bangga anak-anak mereka bersekolah di tempat yang sama dengan anggota keluarga besar itu.


Para guru pun merasa bangga, salah satu muridnya merupakan generasi kedua terkaya di negaranya. Hal itu memicu naiknya pamor sekolah dan membuat sekolah mereka makin terkenal.


Namun baik itu Dimas, Ryan dan Ezio tidak menanggapi hal yang sedang booming di sekolah itu. Selagi tidak merecoki kehidupan tenang mereka di sekolah, mereka tidak akan mempermasalahkannya.


Banyak siswi yang menyukai mereka, namun baik Dimas dan Ryan pernah bilang pada kakaknya. Kalau mereka tidak mau mengurus cinta-cintaan saat masih duduk di bangku sekolah.


"Kak Dara beneran udah pulang Yan?" tanya Dimas


"Ayah bilang begitu sih pas di Chat, Kak Kaisar, Kak Shine dan Langit juga pulang katanya" jawab Ryan.


"Ya udah ayo kita pulang! Aku nggak sabar ketemu sama bayi gemoy ajaib yang menggemaskan itu" ucap Ezio gemas saat dirinya mengingat Langit.


"Keponakan kita sepertinya banyak sekali penggemarnya ya, Dim" ucap Ryan terkekeh


"Itu masih ruang lingkup keluarga dan orang terdekat aja Yan, entah kalau orang luar tahu. Bisa-bisa fans dia menyaingi penggemar om-nya ini" ucap Dimas terkekeh.


Tentu saat mereka tertawa membuat semua orang di sana menahan nafas. Pesona mereka yang awur-awuran itu membuat semua murid perempuan terpesona.


Saat keluar dari sekolah, terlihat Sandi sudah standby di samping pintu mobil dan membuka pintu mobil.


Dimas mengeryitkan keningnya saat netra indah dan tajam itu tak sengaja melihat seseorang yang ia kenal, orang itu berpakaian lusuh dan kotor berdiri di luar gerbang sekolah.


Orang itu pun melihat Dimas, lalu orang itu bergegas mendekat namun di halangi oleh security.


"Hei kau! Mau kemana? Kau tidak boleh masuk!" ucap security dengan tegas.


Namun nampaknya orang yang kemungkinan gembel atau pengemis itu tidak mau mendengar dan terus berjalan hingga hampir masuk ke gerbang sekolah.


Melihat itu, security langsung bergegas menghalangi jalan orang itu.


"Kau budeg atau tuli, kau di larang masuk! Ini area sekolah, orang luar dan orang yang tidak berkepentingan tidak boleh masuk. Apalagi orang modelan seperti kamu yang sangat tidak layak untuk masuk!" ucap Security menutup hidungnya karena bau yang menguat dari tubuh orang itu.


"Minggir! Aku ingin bertemu putraku!" ucap gelandangan itu yang tak lain adalah Agung.


"Anda bermimpi? Mana mungkin orang seperti mu memiliki anak yang bersekolah di sekolah elet seperti ini? Sudah cepat pergi! Atau kamu seret kami keluar!" ucap Security lainnya.


"Aku bilang aku ingin bertemu anakku! Lepas! DIMAAAASSS!!! INI AYAH NAK!!! DIMAAASSSS!!!" Teriak Agung, membuat atensi semua siswa mengarah padanya.


Dimas memasang wajah datarnya mendengar teriakan itu, ia tentu tahu jika orang itu adalah ayah kandungnya. Namun ia sama sekali tidak ada keinginan untuk bertemu apalagi menghampiri, karena sampai saat ini hatinya masih menutup pintu maaf untuk ayah kandungnya itu.


"Mana ku tahu, aku sama sekali nggak kenal. Mungkin dia manggil Dimas yang lain" ucap Dimas mengangkat kedua bahunya.


"Ya Zio, aku juga nggak kenal sama itu bapak-bapak. Mana dia manggil dirinya ayah, mungkin bapak itu orang gila atau bisa jadi dia fans beratnya Dimas. Secara sahabat kita sekarang jadi bintang top, bahkan masuk nominasi sebagai konten kreator terbaik dan terfavorit" sahut Ryan menimpali.


"Ya sudah ayo let's go... Aku udah nggak sabar ketemu bayi gemoy ajaib niihh" ucap Ezio dengan semangat saat mengingat Langit.


Dimas dan Ryan mengangguk da masuk ke dalam mobil. Mobil pun melaju keluar dari area sekolah.


Melihat putranya naik mobil mewah, Agung yang tengah di seret security memberontak. Setelah di lempar ke jalan oleh security, Agung melihat mobil putranya itu sudah menjauh dari sana. Agung berteriak marah pada security itu karena ia tidak berhasil menemui putranya.


"Si*l!! Beraninya kalian melakukan ini! Kalian tidak tahu siapa aku? Aku adalah ayah dari Selebgram terkenal dan seorang ketua AA Entertainment. Aku juga seorang mertua Keluarga paling kaya, berpengaruh dan juga berkuasa di negara ini, aku pastikan tidak akan lama kalian semua di pecat!!!" teriak Agung


"Ha-ha-ha, ternyata dia benar-benar orang gila!" ucap salah satu security tertawa terbahak-bahak.


Banyak siswa di sana juga menggelengkan kepala, mencemooh DNA menertawai Agung. Mereka mengira kalau agung benar-benar gila dan juga berhalusinasi menjadi orang kaya.


"Kalau kamu mertua Keluarga Narendra, maka aku adalah kepala keluarga Narendra. Dan aku sama sekali tidak pernah memiliki besan gila seperti mu!" ucap Security lalu di sambut tertawa oleh rekan-rekan.


"Kalian!!!" teriak Agung marah.


"Pergi sana!! Jangan berani menampakkan diri di area sekolah lagi. Kehadiranmu membuat udara tercemar, pergi!!! Atau kamu aku lempar ke laut biar jadi makanan hiu sekalian" ucap Security.


Dengan kesal agung melangkah pergi dari area sekolah, di sepanjang jalan ia mengumpat karena di hina di depan umum oleh tiga orang security.


"Si*l! Setelah aku harus bertemu dengan anak-anak ku, aku pastikan mereka akan di pecat! Dimas mungkin tidak mengenaliku, kerena sejak belasan tahu lalu ia tidak pernah melihat wajah ku. Apalagi penampilan ku yang seperti ini, pantas aku di kira gila" gumam Agung.


"Aku harus cari tahu di mana Dara dan Dimas tinggal. Aku harus bisa bertemu dengan mereka, dengan begitu kehidupanku akan kembali berjaya. Aku akan meminta Dara memberikan pekerjaan untukku, aku adalah ayahnya. Setidaknya minimal jabatan CEO adalah posisi yang cocok untukku, Dara pasti akan memberikannya" ucap Agung tertawa saat memikirkan hal yang belum pasti akan terjadi itu, banyak orang menghindar darinya karena di sangka ia adalah orang gila.


Awalnya agung tidak tahu jika kedua anaknya ada di ibukota, bahkan memiliki kehidupan yang sangat baik dan Dimas bersekolah di sekolah internasional dan juga terkemuka. Yang bahkan uang bulanannya saja di luar nalar, orang biasa tidak akan mampu menyekolahkan anaknya di sekolah ini.


Agung tidak sengaja melihat Foto Dara dan Dimas di sebuah majalah lawas yang tergeletak di bangku pinggir jalan. Majalah itu adalah majalah edisi lama yang memberitakan jika Dara adalah ketua dari AA Entertainment dan juga kakak kandung dari seorang selebgram terkenal.


Awalnya Agung hanya acuh dan duduk saja, namun matanya melihat wajah tidak asing. Wajah Dimas dan Dara juga terlihat mirip dengan wajah mantan istri pertamanya dulu.


Saat melihat nama Adimas Airlangga dan Addara Azalea yang tertera di sana, dirinya pun terkejut dan juga merasa semangat untuk bertemu kedua anaknya itu.


Dalam pikirannya, kedua anaknya bisa merubah nasibnya seperti dulu. Bahkan mungkin lebih baik.


Terlebih saat ia mencari tahu tentang keduanya, ia menemukan fakta lain yang ia dengar dari orang-orang.


Jika Dara menikah dengan tuan muda pertama dari keluarga terbesar dan paling berkuasa di ibukota dan juga negara yang ia pijak.


Namun informasinya terbatas, sampai saat ini agung belum tahu jika kedua anaknya itu merupakan cucu dari keluarga Adi Raharjo di kota S.


Yang artinya mantan istri yang sudah ia buang dulu, tak lain adalah putri satu-satunya dari keluarga paling berpengaruh, terkaya dan berkuasa di kota S. Jika ia tahu, mungkin ia akan sangat menyesali tindakannya dulu.


...••••••••...