The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
274. Eksekusi Harun



Nathan dan yang lainnya sudah mulai turun dari mobil, juga anggota lain yang berada di mobil lainnya mengikuti keluar untuk menghadapi musuh di depan mereka.


Pertempuran itu tidak bisa terelakkan, Nathan dan yang lain, meskipun dengan tangan kosong masih sanggup melawan orang-orang yang kekuatannya jauh di bawah mereka. Jadi tidak perlu mengeluarkan senjata untuk melumpuhkan musuh.


Kai sendiri turun dari mobil dan berjalan ke arah dua orang kultivator yang sejak tadi tidak bergerak, seperti sedang mengawasi dan menunggu saat yang tepat kapan harus bergerak. Kai yakin targetnya adalah menyelamatkan Harun dan tentu saja Kai tidak akan pernah membiarkannya.


Keduanya mengerutkan kening melihat Kai dengan santai berjalan ke arah mereka. Melihat Kai tersenyum miring ke arah mereka seperti mengejek, salah satu di antara mereka tersulut emosi merasa kesal dan di rendahkan. Jadi ia langsung menyerang Kai saat itu juga.


"Si*l!! Beraninya kau tersenyum mengejek, dasar manusia hina!!" ucap pria itu langsung melancarkan serangan menggunakan Chi miliknya.


Bagaimana pun Kai tetap berdiri dengan tenang dan tidak bergerak atau menghindar dari serangan itu, seperti ia memang tengah menunggu serangan itu datang padanya.


Wusshhh!!!


BLAM!!!


Sreeeekkk!!!


Saat pria itu menyerang dengan kekuatan cukup besar, yang bahkan bisa langsung menewaskan orang biasa itu. Kai dengan santainya membalas dengan pukulan yang sama ke arah lawannya. Hingga membuat pria itu terdorong kebelakang dan jatuh tersungkur, akibat ledakan kekuatan fisik yang Kai miliki.


Kaget?


Tentu saja!


Di pikiran mereka adalah mustahil seorang manusia biasa melawan mereka yang notabene seorang kultivator. Bagaimana bisa manusia biasa di depannya bisa melakukan itu?


Melihat kawannya terdesak, pria satunya ikut menyerang dan di balas hal serupa oleh Kai, tapi pukulan itu langsung mengenai dadanya hingga pria itu terdorong dan mengeluarkan seteguk darah.


"Siapa kamu? Tidak mungkin orang sepertimu bisa melawan kami. Siapa kamu sebenarnya" ucap pria itu dengan memegang Dadanya yang terkena pukulan, meskipun tidak mendapat luka yang serius.


"Menurutmu siapa aku?" ucap Kai menyeringai


Wussshh!!!


BUGH!!!


Kai menendang mereka, namun keduanya yang sudah waspada dengan cepat menghindar dari tendangan Kai. Yang mengakibatkan tanah menjadi bercerita.


GLEK!!!


Melihat kekuatan fisik Kai, kedua orang itu menelan salivanya.


"Siapa yang mengirimmu?" tanya Kai dengan datar.


"......"


"Tidak mau jawab? Hah, sayang sekali, padahal lebih baik kalian jujur saja. Hmm karena kalian tidak ingin bicara. Maka aku akan menyimpan kalian berdua untuk menjadi bahan praktek calon istriku saja. Aku pastikan calon istriku senang mendapatkan mainan untuk objek penelitiannya. Kalian juga pasti senang, karena akan segera bertemu Tuhan kalian. Karena kalau tidak nyawa kalian berdua lenyap ya setidaknya kalian akan merasakan bagaimana rasanya menjadi gila" ucap Kai dingin dan tersenyum miring.


Keduanya saling pandang, mendengar ucapan Kai. Entah mengapa perasaan mereka mengatakan jika itu adalah hal yang serius dan bisa jadi terjadi, tiba-tiba saja bulu kuduk mereka meremang.


Mereka juga bingung mengapa mereka merasakan tekanan besar tidak kasat mata. Padahal yang yang di hadapi mereka hanyalah orang biasa, sedangkan mereka adalah kultivator tingkat True Element. Bagaimana mereka bisa kalah? Itu suatu penghinaan!


Wuushhh!!!


BUGH!!!


Kai melayangkan pukulan dan tendangan, namun beberapa kali masih bisa di hindar maupun di tangkis. Namun mereka berdua selalu terdesak oleh serangan Kai dan merasa kewalahan mengimbangi nya.


"Ba-baik! Aku menyerah! Aku akan mengatakannya" ucap salah seorang di sana.


"Benar, kami akan mengatakannya, tapi sebelumnya katakan anda siapa tuan?" ucap pria lainnya.


"Harusnya sebelum kalian menyerang, kalian harusnya mencari tahu dulu siapa lawan yang akan kalian hadapi, BODOH!!" ucap Kai berdecih.


"Bukankah lawan kita hanya militer?" ucapnya lagi, meskipun ia tidak Terima di bilang bodoh.


"Kau tahu siapa yang pemimpin yang mengawal?" tanya Kai


"Tidak! Apa itu penting?" ucap mereka berdua kompak.


"Ada yang tahu siapa namaku?" teriak Kai, membuat beberapa orang yang tengah bertarung berhenti.


"Jendral muda Kaisar Raka Narendra!!!" teriak anggota Falcon tanpa ragu membuka identitas Kai. Karena Kai sendiri yang menanyakannya.


Setelahnya mengatakan itu mereka kembali fokus bertarung, membuat lawannya terkejut karena tiba-tiba mereka mulai menyerang kembali setelah pertarungan di hentikan.


Hal itu membuat lawan menjadi lengah dan menjadi keuntungan untuk tim Falcon langsung melumpuhkan mereka semua dengan mudah.


Ya! Itu adalah nama pemenang daro turnamen beladiri dan merupakan salah satu murid dari grand master wanita terhormat.


Ya, di dunia kultivasi sekarang nama Kai terkenal sebagai juaranya yang memiliki kekuatan besar. Dan juga nama Dara yang terkenal sebagai Grand Master wanita terhormat dan terhebat.


Di dunia kultivasi banyak yang penasaran dengan identitas Dara dan ingin menjadi salah satu muridnya. Namun sayangnya tidak ada yang tahu, kecuali identitas pemenang yang merupakan tuan muda pertama keluarga Narendra di ibukota.


Kai menyeringai dan mengeluarkan Chi-nya dan membuat kedua orang itu tidak bergerak juga keringat menetes di dahi mereka.


BUGH!!!


BUGH!!!


"Aaaaaarrrhhhh....!!!!!!!" teriak keduanya


Kai memukul keduanya, ia membiarkan keduanya hidup. Namun ia menghancurkan kultivasi mereka dan tidak bisa lagi di perbaiki atau di sembuhkan.


Ia tidak penasaran siapa yang menyuruh mereka, karena Kai yakin ini ada sangkut paut dengan keluarga Harun. Namun tentu saja Mereka akan di interogasi oleh pihak militer, jadi pasti nantinya akan terungkap juga.


"Hubungi pihak militer kota C, minta mereka membawa orang-orang ini ke markas militer dan interogasi mereka! Biarkan beberapa orang menjaga mereka, sisanya lanjutkan perjalanan!" ucap Kai pada anggotanya


"Baik Dan..." ucap yang lain


.....


Setibanya di pulau NK, rombongan mereka di sambut dua penjaga pulau, yang merupakan anggota kepolisian dan anggota kemiliteran yang tengah berjaga.


Kai yang menunjukkan lencana militernya, membuat anggota polisi bernama Bani dan anggota militer bernama Yopie itu langsung bersikap hormat.


Meskipun mereka baru kali ini melihat rupa sang jendral muda, namun mereka tahu jika ada Jendral muda dalam sekarang di negaranya. Dan itu di pegang oleh tuan muda pertama Keluarga Narendra yang paling berkuasa di negaranya.


Anggota Falcon langsung membawa Harun ke sebuah lapangan khusus. Harun terlihat takut, karena Keluarganya gagal menyelamatkannya.


"Kau tahu ini cairan apa?" tanya Kai


Harun menatap cairan itu, ia tidak tahu cairan apa di tangan Kai. Namun ia yakin itu adalah cairan yang sangat berbahaya. Melihat Harun hanya Diam, Kai tersenyum miring.


"Kau tidak tahu? Padahal kamu dan kelompok kecilmu itu yang membuatnya. Ck... Sangat di sayangkan" ucap Kai


"Maksudmu?.... Tidak! Tidak mungkin! Itu cairan itu bukan? Warna cairan itu beda dan juga bukannya kau sudah menghancurkan Virus Tipe R?" ucap Harun terkejut saat menebaknya.


"Ya memang benar cairan itu sudah di hancurkan, tapi cairan ini adalah Virus tipe R yang sudah di upgrade ke versi yang lebih tinggi. Jadi, anda sangat beruntung bisa menjadi orang pertama yang di pilih oleh calon istri ku untuk mencicipinya dan yang akan merasakannya" ucap Kai terkekeh.


"Tidak! Tolong jangan!!! Maafkan aku Kaisar!!! Ampuni aku, tolong berikan aku hukuman lain saja, tembak mati aku sekarang juga Kaisar!!! Aku tidak mau meminum itu!!!" teriak Harun


Kai menulikan pendengarannya dan langsung saja meminumkan cairan virus itu pada Harun. Hanya butuh waktu tiga detik sebelum efek dari cairan itu menyerang tubuhnya.


"Aaarrggghhhhhh sakiiiittt ampuuunnnnn!!!! Panaaaaas... Uggghhh tanganku... Kakiku.... lemaaaas, uhuuukkk!!! Maafkan aku! Ampuuunn" teriak Harun, tanpa ada yang menolong saat efek itu sedikit demi sedikit mulai bereaksi.


Kai langsung meminta semuanya meninggalkan Harun di tengah lapangan eksekusi yang di kelilingi hutan itu. Setelah Harun sudah menderita karena reaksi virus itu.


"Selamat menikmati karma mu Harun!!!" ucap Kai kemudian pergi juga dari sana.


.....


Keesokan harinya, Sanjaya sudah mengurus administrasi untuk kepulangan sang ayah, Dharma Suprapto. Namun ia ingin sekali mengobrol banyak dan berkonsultasi mengenai Kultivasi dengan Dara.


Sanjaya dan Daniel sudah menceritakan tentang Dara pada Dharma. Jadi pria tua itu ingin sekali melihat melihat Dara dan mengucapkan terimakasih secara langsung.


"Ayah, menurut ayah bagaimana dengan Dokter Dara" ucap Daniel menatap ayahnya dengan mata berbinar.


"Dokter Dara adalah perempuan hebat. Selain kultivator dan juga ahli mengobati. Jika tebakan ayah benar, dia pasti seorang grand master" ucap Sanjaya yang juga menggebu-gebu.


"Bukan itu maksudnya ayah" ucap Daniel kesal.


"Lalu?.... Ah jangan bilang kamu jatuh cinta pada pandangan pertama pada Dokter Dara" ucap Sanjaya menatap tajam putra semata wayangnya itu. Namun ternyata tebakannya benar dan Sanjaya mengetahui itu dari tatapan putranya.


"Jangan macam-macam Niel!! Dia adalah grand master, tidak mungkin mau dengan kamu yang masih bau kencur. Jangan buat Dokter Dara malah menghindari kita gara-gara merasa di usik!" ucap Sanjaya menasehati


"Tapi yah..." ucap Daniel tidak terima, bahkan ayahnya tidak mendukungnya sama sekali.


"Hilangkan perasaan itu Niel! Jangan buat penyakit datang pada kita, bahkan kita tidak tahu siapa Dokter Dara yang misterius. Pikir dengan logikamu, orang hebat sepertinya pasti mencari orang hebat untuk menjadi pasangannya. Dan ayah rasa itu bukan kamu! Jangan terlalu tinggi berangan tentang Dokter Dara nak, carilah perempuan yang setara atau di bawahmu" ucap Sanjaya kemudian keluar untuk menemui Dara, untuk membicarakan sesuatu.


...••••••••••...