The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
135. Asal usul Kekuatan Dierja



Setelah pulang dari kediaman Narendra, Dara merebahkan dirinya di tempat tidur. Ia merasa senang karena keluarga Kai menerimanya dengan tangan terbuka.


Dara tiba-tiba mengingat ucapan Dierja tentang bagaimana dia bisa menjadi seorang kultivator, saat di ruangan kerja milik opah dari kekasihnya itu. Ia menghela nafas seakan tidak percaya dengan apa yang ia dengar dari Dierja, pasalnya tebakannya adalah benar.


Menurut cerita Dierja, Keluarga Narendra adalah keluarga Kultivator yang sudah turun temurun sejak ratusan atau mungkin ribuan tahun yang lalu. Semakin lama semakin sedikit keturunan kultivator yang keluarga mereka punya.


Dan sampai saat ini berhenti di Dierja yang memang memiliki kesempatan untuk menjadi seorang pembudidaya. Itu di karenakan Pil Roh suci yang keluarga mereka miliki, agar bisa membuka Meridian hanya tinggal satu-satunya dan itupun sudah di gunakan Dierja saat ia muda.


Karena tidak ada di antara keluarga yang memiliki bakat alkemis, jadi stok obat yang keluarga Narendra punya terbatas dan habis seiring berjalannya waktu dan keturunan kultivator dari garis mereka perlahan hilang dari dunia kultivator.


Dan karena Chi atau Qi di dunia saat ini semakin tipis, Pembudidaya juga semakin berkurang drastis bahkan tingkatan mereka terbatas. Itu juga di karenakan Alkemis sangat langka di dunia ini, karena dengan bantuan Alkemis, pembudidaya bisa meningkatkan persentase naiknya level mereka.


Dara teringat ucapan Dierja saat itu.


"Ada satu hal yang membuat publik dan orang dari dunia kultivasi gempar. Yakni munculnya sebuah pil kecantikan yang ada di pelelangan. Bukan karena pil-nya yang luar biasa dan sangat mujarab. Tapi karena level pil dan juga orang yang membuatnya.


Para pembudidaya di dunia ini mengatakan jika sudah muncul seorang jenius super dari bakat Alkemis yang misterius sebagai grand master Alkemis yang sesungguhnya. Karena pil kecantikan itu bisa di pastikan adalah pil tingkat tujuh. Semua kultivator di negara ini sedang mencari grand master Alkemis itu, bahkan mencoba menyogok pihak lelang untuk mengatakan identitas dari Grand master itu. Namun sia-sia karena pihak lelang tidak bisa membocorkannya, bahkan mengatakan tidak tahu siapa sebenarnya pembuat pil itu" ucap Dierja saat di ruangan itu


"Dara, Opa boleh bertanya?" tanya Dierja


"Apa Grand Alkemis itu adalah kamu?" tanya Dierja yang memang sudah menebak, karena Dara mengatakan jika ia bisa membuat pil tingkat 9 yang sangat luar biasa yang berarti ia adalah Grand Master dari para grand master itu sendiri.


Dierja juga mengatakan jika bakat yang paling menonjol di antara keluarga Narendra adalah Kai. Kai kemungkinan bisa membangkitkan kekuatan kultivator yang luar biasa, yang keluarga mereka miliki.


Namun karena mereka sudah tidak memiliki pil roh suci, membuat Kai hanya bisa menerima takdir menjadi manusia biasa. Bahkan Kai sendiri tidak mengetahui asal-usul Keluarga mereka yang memang dari keluarga kultivator.


Terkejut? Pasti!


Karena bagaimana pun Dara tidak menyangka jika Kai kemungkinan besar juga seorang kultivator. Selama ini dia gagal merasakan itu karena ia berpikir Kai adalah manusia yang sangat luar biasa. Atau mungkin Dara tidak menemukan kejanggalan karena Kai merupakan seorang jendral. Entahlah! Namun sekarang ia mengerti jika Kai memang memiliki bakat yang besar, setelah ia pikirkan lagi.


"Apa aku harus menceritakan tentang Kultivasi pada Kai dan membantunya menjadi seorang kultivator?" gumam Dara pada dirinya sendiri


"Terlebih saat ini aku tahu kalau di dunia ini masih ada kultivator yang cukup kuat, aku takut dengan keselamatan Kai saat ia sedang bertugas, meskipun ia kuat. Tapi kalau yang ia lawan adalah seorang pembudidaya seperti Opah saat bagaimana?" ucap Dara lagi.


"Sepertinya aku harus menjelaskan pada Kai, untuk kedepannya biar Kai bisa lebih berhati-hati dan ia juga bisa memilih ingin menjadi manusia biasa atau kultivator" ucap Dara lagi.


"Haaaaahhh, yang lebih tidak aku kira adalah tentang Dinasti Xing yang di ucapkan Opah. Jadi kemungkinan adalah benar kalau Keluarga Narendra adalah keluarga keturunan dari sang kakak, yakni putra mahkota kekaisaran Bintang" ucap Dara menatap langit-langit kamarnya


Dinasti Xing atau Kekaisaran Bintang (Xing adalah kata yang memiliki arti Bintang dalam bahasa Mandarin 'koreksi kalau salah'). Dierja mengatakan kalau nenek moyang nya berasal dari negara lain yang menikah dengan orang asli pribumi. Lalu menetap di negara ini kurang lebih 200 tahunan yang lalu.


Memikirkan itu semua membuat Dara tak sengaja terlelap dan tertidur pulas sampai pagi.


.....


Pagi harinya Dara melakukan rutinitasnya, olah raga dan sarapan bersama dengan ketiga adiknya dan juga Flo.


Hari ini Dimas dan Ryan sudah mulai masuk sekolah, mereka sudah siap dengan seragam mereka. Keduanya pun menyantap sarapan dan setelah itu berangkat sekolah.


"Nona, apa kita jadi latihan tanding?" tanya Flo


"Tentu, bersiaplah dan temui aku di halaman belakang!" ucap Dara


Hari ini ia memang memiliki jadwal melatih Flo secara fisik dan kekuatan internal. Bukan adu tanding melawannya tapi melawan White.


"Nona" ucap Flo sudah siap dengan Pakaiannya yang panjang namun lentur dan nyaman di gunakan untuk berlatih.


Flo menghampiri nonanya yang sudah berada di samping kesayangan nya itu.


"White, Kamu akan berlatih tanding dengan Flo" ucap Dara pada White.


"Tapi yang mulia, dia hanya manusia biasa. Bagaimana kalau dia samp..." ucap White yang terdengar seperti Auman.


Bahkan Flo yang seorang kultivator juga tidak bisa mengerti ucapan White karena level nya masih sangat rendah dan belum di izinkan oleh White untuk bisa mendengar suaranya.


"Dia juga seorang kultivator White, Flo tunjukkan auramu sekarang!" ucap Dara memotong ucapan White


"Baik" ucap Flo yang kemudian mengeluarkan Chi miliknya yang membuat White terkejut.


Meskipun White adalah binatang legenda, namun Base Foundation yang di turunkan oleh Dara pada Flo merupaka teknik terbaik dan spesial. Itu tidak bisa di rasakan oleh pembudidaya lain meskipun kekuatan mereka sudah di level atas, kecuali kultivator tingkat 10 atau Emperor.


"Sekarang kalian mulailah. White kamu sudah tahu apa yang harus kamu lakukan bukan?" ucap Dara


"Tentu yang mulia" ucap White.


ROOOAAARRR!!!! Suara White menggema keseluruh penjuru mansion.


tanpa aba-aba White langsung menyerang Flo, bukan karena tidak suka. Tapi ia sudah mulai latihan itu, di mulai dari melatih kepekaan dan ketangkasan Flo yang di serang secara tiba-tiba.


BUGH!!!


DUAG!!!


Dengan instingnya Flo mulai menghindar, meskipun sedikit telat namun ia menangkis serangan White dengan cepat dan ia terdorong mundur sejauh 2 meter.


Adu tanding itu terus berlangsung hingga satu jam lamanya. Hal itu memicu sebuah dorongan untuk Flo menerobos ke level berikutnya.


"Cukup!!!" ucap Dara menghentikan adu tanding itu karena melihat Chi di pusat energi Flo sudah penuh dan hampir meluap.


"Berkultivasilah di kamar Flo! Kamu akan segera menerobos. Aku akan memblokir efeknya dari sini, jadi tidak perlu khawatir" ucap Dara


"Baik nona dan terimakasih" ucap Flo tulus.


Setelahnya Flo langsung berlalu menuju kamar, dan Dara sudah memasang Formasi di kamar Flo. Itu di karenakan tubuh Flo akan mengeluarkan cahaya sejauh sepuluh sampai dua puluh meter ke langit.


Itu akan membuat orang panik dan penasaran, jadi Dara memblokirnya agar cahaya itu tidak keluar dari batas kamar Flo, agar tidak menyebabkan keributan.


Namun jika nanti Flo akan menembus tingkat Tiga, Dara tidak bisa melakukannya karena ada kesengsaraan petir surgawi yang akan datang, dan dara tidak bisa menangkalnya. Butuh tempat yang sunyi dan jauh dari keramaian untuk menerima baptis itu. Untungnya Flo belum menembus sampai ke tingkat tiga, jadi tidak perlu mencari tempat itu.


"White, mari kita berlatih tanding" ucap Dara


"Baik yang mulia" ucap White.


Keduanya pun mulai berlatih tanding dan White mengeluarkan kekuatan tingkat 7 miliknya, satu tingkat di atas kekuasaan Dara di tingkat 6. Namun Dara sudah bisa mengimbanginya dan kekuatannya meningkat dengan tajam.


"Dara.....!!!!" tiba-tiba terdengar teriakan seseorang yang panik saat melihat Dara sedang di serang harimau besar dan berlari menghampiri mereka.


...••••••...