
Kota T, Negara J.
Tengah malam tadi Flo dan Richie sampai di bandara kota T Negara J. Richie tidak langsung membawa Flo ke kediaman Uchiha, namun keduanya menuju ke sebuah apartemen mewah di kota T.
Mobil Porsche milik Richie, sudah tersedia di bandara. Richie sudah meminta asistennya yang sudah pulang lebih dulu itu untuk menyiapkan mobilnya.
Richie membukakan pintu mobil nya untuk Flo, sepanjang jalan Flo melihat indahnya suasana malam di kota T dari dalam mobil.
Kota T tidak jauh berbeda dengan ibukota di negaranya dan terlihat sepi, mungkin karena saat itu tengah malam jadi sama seperti ibukota di malam hari yang lengang tanpa kemacetan.
"Kita kemana sekarang Richie-san?" tanya Flo
"Kita ke apartemen kakak dulu ya sayang, besok pagi nanti baru kita ke kediaman utama" ucap Richie, mengelus lembut kepala Flo dan Flo mengangguk.
Flo merasa nyaman di perlakukan demikian, mungkin karena mereka sedarah. Flo pun tersenyum ke arah Richie, sebelumnya ia tidak pernah tersenyum selain orang terdekatnya. Itu berarti ia sudah mengakui Richie sebagai kakaknya.
Mobil mereka pun sampai di sebuah apartemen mewah di kota T. Keduanya langsung turun dan masuk ke unit apartemen milik Richie.
"Ini kamar kamu dek, kamu bisa istirahat dulu hmm" ucap Richie yang di angguki Flo.
....
Pagi harinya Flo merasa gugup duduk di co.driver mobil Richie. Sekarang keduanya menuju ke mansion Keluarga besar Uchiha. Tentu saja Flo gugup karena sebentar lagi ia akan bertemu dengan keluarganya.
Flo tertegun saat mobil Richie memasuki sebuah mansion mewah yang sangat besar. Richie menggenggam tangan Flo dan menuntun Flo untuk masuk bersama dengannya.
Richie sudah mengabari ayahnya jika dirinya akan pulang dan meminta ayahnya dan Kenzi untuk menunggunya di mansion dan tidak kemana-mana. Karena ada yang ingin Richie sampaikan pada keluarganya itu.
Kedatangan keduanya di sambut oleh beberapa pelayan, bahkan kepala pelayan yang mengikuti keluarga Uchiha sejak lama terkejut saat melihat Flo.
Saat masuk, Flo bisa melihat seorang pria paruh baya yang terlihat masih sangat tampan. Meskipun tubuhnya kurus dengan kacamata baca yang bertengger di hidungnya tengah membaca koran. Ia juga melihat seorang pemuda yang ketampanannya tidak kalah tampan dengan Richie. Sungguh gen yang unggul, kini ia tahu dari mana asalnya wajah cantik yang ia miliki.
"Dad, Kenzi..." sapa Richie saat melihat ayah dan juga adik laki-lakinya.
"Kau sudah pulang? Ada apa kamu meminta Daddy untuk menunggumu? Tidak biasanya kamu.....AYUMI!!!" Ucap kaget Pria paruh baya yang tidak lain adalah Genjiro Ryu Uchiha, Daddy dari Richie, Flo dan Kenzi. Ia menggunakan Bahasa J yang bisa di mengerti oleh Flo
Sejujurnya sejak kecil Flo heran mengapa ia seperti paham dengam bahasa dari negara J itu. Padahal ia tidak pernah mempelajarinya.
Hingga saat dewasa bahasa J adalah bahasa kedua yang bisa ia kuasai setelah bahasa dari negaranya sendiri. Meskipun entah mengapa neneknya selalu melarang ia untuk mempelajari apapun yang berasal dari negara J itu.
Kini ia tahu apa yang membuat dirinya seperti terikat dengan Negara J sejak dulu. Dan tidak mengerti alasan kenapa neneknya selalu melarangnya dulu.
Ryu langsung berdiri dan menghampiri Richie dan Flo, Flo menggenggam erat tangan Richie saat melihat Ryu mendekat. Richie yang paham itu langsung menahan Daddy nya yang hendak memeluk Flo.
"Dad, Dia bukan mommy" ucap Richie menyadarkan Ryu.
"Si-siapa dia Richie? Ke-kenapa di-dia sangat mirip dengan Mommy?" tanya Ryu masih menatap lekat Flo yang berdiri di depannya dan hanya berjarak satu meter.
"Lebih baik kita duduk dulu, Dad. Aku akan menjelaskannya semua nya pada kalian" ucap Richie.
Semuanya pun duduk di ruang keluarga itu, Ryu tidak melepaskan pandangannya dari Flo seolah takut Flo akan menghilang dari pandangannya, begitu pun dengan Kenzi yang penasaran siapa perempuan yang duduk di samping kakaknya itu.
"Jelaskan Richie!!" ucap Ryu mendesak Richie untuk menjelaskan semuanya.
"Namanya Flower, aku bertemu dengannya di Negara I. Aku merasa kalau aku ada ikatan batin dengannya juga merasa dia adalah Ayaka. Jadi....." ucap Richie.
Ia kemudian menceritakan semuanya perihal pertemuannya dengan Flo dan juga hasil tes DNA keduanya.
GREP!!!
Ryu langsung berdiri dan memeluk Flo dengan menangis bahagia. Richie dan Kenji yang melihat itu pun ikut meneteskan air mata.
"Ayaka ini kamu nak? Akhirnya Daddy bertemu dengan mu nak Hiks...." Ryu memeluk erat Flo sembari menangis, Flo yang di peluk pun menegang.
Flo menoleh ke arah Richie, ia melihat kakaknya itu tersenyum dan mengangguk. Akhirnya Flo membalas pelukan hangat ayahnya itu.
"Daddy....." ucap lirih Flo
.....
Dara kini sudah kembali ke kota S, Kai tentu saja mengikuti kekasihnya itu ke kota S. Ia tidak memiliki pekerjaan di militer saat ini, jadi ia memilih untuk ikut bersama Dara ke Kota S dan menghabiskan waktu bersama gadis yang ia cintai itu.
Ia tiba-tiba teringat pesan yang di kirim Flo untuk dirinya, saat gadis itu akan bertolak menuju ke negara J. Jadi ia memilih ikut ke kota S untuk melindungi gadisnya, setelah membaca pesan itu.
🗨️ Kak, beberapa bulan lalu ada wanita bernama Megan yang mengirim dua orang untuk memata-matai kediaman Dara. Aku menangkapnya dan aku mengetahui sesuatu, ternyata orang itu ada di sana bertujuan untuk menculik dan melecehkan Dara.
Mereka ingin memperkosa Dara lalu menyebarkan video mereka ke media sosial, lalu membuat hubungan kalian putus hingga ia bisa masuk ke dalam kehidupan mu.
Aku sudah menggagalkan rencananya dan memberikan pelajaran kecil padanya saat itu juga. Aku juga menempatkan beberapa anggota GOD untuk mengawasinya yang tengah berada di negara K.
Aku mendapat kabar terbaru semalam, mereka mengatakan jika si Megalodon itu tengah merencanakan sesuatu untuk menyakiti dan membunuh Dara. Kak, tolong jaga Dara sampai aku kembali dari negara J. Jangan biarkan si Megalodon itu mengacau dan menyakiti Dara _Flower
Kai yang membaca pesan itu tentu saja terkejut, tangannya mengepal tanpa di ketahui orang lain, giginya gemertak menahan marah. Ia berjanji tidak akan membiarkan apapun rencana Megan berhasil, kalau perlu ia akan turun tangan jika sampai Megan berani menyentuh gadis yang sangat ia cintai itu.
"Kai, ada apa? Kenapa kamu diam saja sejak tadi, apa ada yang menganggu pikiranmu?" tanya Dara yang kini duduk di sebelah Kai menatap wajah Kai.
Mereka berdua kini berada di apartemen milik Kai. Dara akan masuk kerja jam 10 nanti, jadi masih ada waktu beberapa jam lagi untuk bersantai.
"Tidak apa-apa sayang, aku hanya memikirkan beberapa hal di pangkalan" ucap Kai tersenyum dan menggenggam tangan Dara dan mengecupnya.
"Kalau kamu sibuk, nggak apa-apa kamu kembali aja" ucap Dara
"Aku tidak sibuk sayang, aku merindukan kamu dan ingin berduaan sama kamu melepas rindu. Cup!" ucap Kai memeluk Dara dan mengecup keningnya.
"Beneran?" tanya Dara lagi
"Iya sayang, kenapa hmm?" ucap Kai
"Nggak apa-apa, aku juga merindukanmu. Berapa lama kamu di sini?" tanya Dara
"Belum tahu, mungkin akan lama. Kalau ada panggilan tugas aku baru pergi" ucap Kai menarik Dara hingga kini Kai memeluknya dari belakang dan keduanya menonton TV bersama..
"Makasih selalu sempatin waktu untuk aku" ucap Dara menyenderkan kepalanya di dada Kai.
"Kamu bilang apa sih sayang, tentu aja aku akan memprioritaskan kamu terlebih dulu. Jika terjadi sesuatu padamu aku tidak akan memaafkan diriku, karena kebahagiaan mu adalah hal yang pertama kali aku upayakan. Aku mencintaimu Dara, sangat. Maaf pekerjaan ku menuntut ku selalu berjauhan denganmu" ucap Kai
"Aku mengerti Kai, aku juga mencintai kamu. Jadi jangan terbebani dengan pekerjaan kita hmmm, kita bisa melalui itu semua. Tidak ada pekerjaan yang mudah di dunia ini, bahkan rebahan pun ada capeknya kan?" ucap Dara
"Hmm, Kamu memang paling pengertian, aku jadi semakin tidak sabar menikahimu dan memilikimu secara utuh" ucap Kai memeluk Dara lebih erat.
"Kalau begitu nikahi aku" ucap Dara
"Sekarang? Ayo...." ucap Kai semangat
"Ha-ha, ya nanti Abang sayang, ngebet banget sih" ucap Dara terkekehwlihat betapa antusiasnya sang tunangan.
"Yaaahhh, kirain sekarang. Padahal kalau pun sekarang aku udah siap ini" ucap Kai
"Sabar, ada waktunya kita akan menikah" ucap Dara mengelus pipi Kai yang di tangannya di genggam oleh Kai.
Keduanya pun mengobrol dan menikmati waktu berdua, sampai beberapa jam kemudian Kai mengantar Dara berangkat bekerja.
...•••••••...