
Kai mengemudikan mobilnya dengan santai, tidak terlihat ia merasa gugup sama sekali berada di samping Dara. Namun jantungnya berdebar kencang setelah lebih dari satu Minggu tidak bertemu dengan gadis pujaannya itu.
Setelah setengah jam berkendara, Kai memarkirkan mobilnya di sebuah restoran Michelin bintang tiga di perbatasan pusat dan barat ibukota. Restoran itu bernama Raka Restaurant.
Restoran itu adalah restoran milik keluarga Narendra, jadi Kai memiliki satu ruangan pribadi yang memang di khususkan untuk anggota keluarga Narendra, yaitu ruangan pribadi khusus.
"Selamat malam tuan muda" sapa resepsionis resto dengan sopan, namun dari matanya terpancar kekaguman pada sosok Kai. Baginya Kai adalah sosok sempurna sebagai laki-laki idaman wanita.
Tampan dan Mapan!
Ia menoleh ke arah Dara yang datang dan jalan beriringan dengan Kai, ia terkejut sudah pasti. Karena sebelumya Kai belum pernah membawa wanita secara pribadi ke Restoran.
Biasanya wanita yang ikut makan bersama dengan Kai adalah tunangan dari Rafael, saat Kai dan sahabat-sahabatnya datang berkumpul.
"Siapkan Kamar pribadi!" ucap Kai datar tanpa ekspresi.
"Maaf tuan muda, tapi ruangan pribadi khusus sedang di pakai" ucap Resepsionis.
"Siapa?" tanya Kai menaikan alisnya.
"Lord Narendra" ucap Resepsionis
Yang di maksud Lord Narendra adalah paman Kai, yang bernama Genta Raka Narendra. Ia yang saat ini menjadi ketua dari Narendra Corporation.
Meskipun Genta adalah ketua dari Narendra Corporation. Tapi pemilik saham utama sebanyak 40% adalah Galuh Raka Narendra, ayah Kai. Saham terbesar kedua di pegang Genta 30%, Kai 20% dan 10% di bagi beberapa pemegang saham kecil yang lainnya.
Karena baik Kai maupun Ayahnya tidak berminat menjadi pengusaha dan memilih menjadi anggota militer, keduanya hanya menerima Deviden saja dari saham yang mereka punya. Jadi Genta yang mengambil alih bisnis keluarganya itu.
"Siapkan ruangan lain!" ucap Kai
"Baik, mari saya antar ke ruangan yang kosong tuan muda" ucap Resepsionis
"Tidak perlu, sebutkan saja di mana" ucap Kai.
"VIP nomor Tiga di lantai empat" ucap Resepsionis
Ia tidak merasa tersinggung karena tahu karakter Kai yang tidak ingin di ganggu, apalagi itu wanita. Biasanya Kai akan memanggil pelayan jika ia sudah siap untuk memesan makanan saja.
"Ra, ayo kita naik" ucap Kai menoleh ke Dara dan berkata dengan lembut.
"Hmm" Dara mengangguk.
Resepsionis itu tidak bisa tidak terkejut, baru kali ini ia melihat Kai berkata dengan lembut pada seorang wanita. Bahkan dengan seorang pria pun hampir tidak pernah ia melihat Kai berkata lembut, Kai hanya berkata sopan dengan Ayah atau pamannya. Dan lebih berkata lembut ke ibunya.
....
Kai menggeser kursi untuk Dara duduk, perlakuannya sungguh sangat manis. Terlebih Kai adalah orang yang minim pengetahuan tentang menyenangkan wanita, itu sudah di anggap sangat manis bukan?
Setiap ada waktu Kai selalu bergulir di internet, guna mencari tahu tentang bagaimana cara mendapatkan hati dan memperlakukan seorang gadis dengan baik dan membuatnya senang.
"Silahkan duduk" ucap Kai lembut
"Terimakasih" ucap Dara tersenyum di balik maskernya.
Kai memanggil pelayan dengan menekan tombol yang ada di sana. Keduanya kemudian memesan makanan yang ingin mereka makan.
Setelah beberapa saat, makanan sudah tersedia di atas meja dan mereka memakannya dengan tenang, namun sesekali di iringi candaan manis dengan berbagi makanan.
"Apa makanannya enak?" tanya Kai setelah mereka selesai makan.
"Senang mendengarnya, aku akan sering-sering mengajakmu ke sini di masa depan. Tapi ada satu yang kurang" ucap Kai
"Apa itu, apa ada makanan yang kurang cocok dengan seleramu?" tanya Dara
"Bukan itu, tapi kurang jawaban kamu tentang pernyataan cintanya. Apa kamu sudah siap memberikan jawaban tentang perasaan ku Ra?" tanya Kai yang sekarang memberanikan diri mengenggam tangan tangan Dara.
Dapat Dara rasakan kalau telapak tangan Kai sangat basah dan dingin. Jelas Kai merasa sangat gugup sekarang.
"Aku akan mengatakannya namun bukankah lebih baik aku mengenalmu lebih dulu. Aku sama sekali tidak tahu banyak tentang kamu, karena kita jarang bertemu dan berkomunikasi juga hanya bicara hal sehari-hari saja. Aku hanya tahu kamu seorang jendral di militer, bukankah aneh jika kita tidak tahu satu sama lain" ucap Dara
"Aku akan mengatakan semua yang ingin kamu tahu, tapi aku ingin kamu menjawabnya lebih dulu" ucap Kai
"Baiklah....." ucap Dara, jujur ia sendiri sedikit gugup. Ini adalah kali pertama ia mengalami hal ini dalam hidupnya.
"Baiklah apa?" ucap Kai tersenyum melihat Dara juga gugup.
"Astaga, jangan terlalu mendesak ku, biarkan aku mengambil nafas dulu" ucap Dara
"Oke baiklah. Ambil nafas di mulai!" ucap Kai ala komandan
"Memangnya sedang mengheningkan cipta atau baris berbaris di lapangan" ucap Dara terkekeh, rasa gugupnya menguap begitu saja hanya dengan guyonan receh Kai.
Kai yang masih menunggu Dara mengucapkan sesuatu, ia terus menggenggam tangan Dara erat. Seakan kapan saja Dara bisa menghilang dari pandangannya.
"Aku pikir aku tidak bisa...." ucap Dara menghela nafasnya
Nafas Kai tercekat mendengar itu, entah mengapa hatinya seperti patah berkeping-keping, rasanya sakit.
"Aku pikir aku tidak bisa untuk mengabaikan kamu" lanjut Dara
"Eh, Maksudnya?" ucap Kai terkejut saat Dara mengulangi ucapannya, otaknya tiba-tiba saja ngeblank belum terkoneksi dengan baik.
"Aku bilang, aku kasih kesempatan lebih untuk kita bisa berhubungan. Aku mau jadi pacar kamu" ucap Dara dengan jelas, ia menahan malunya saat mengatakan itu.
"Kita sekarang pacaran?" ucap Kai masih tidak percaya apa yang ia dengar, meskipun ia awalnya ia yakin akan di terima. Namun saat kata-kata awal Dara tadi, ia berpikir yerlalu jauh dan bisa jadi ia di tolak.
"Hmm, apa kamu tidak suka kalau kita pacaran? Kalau tidak, aku tidak jadi...." ucap Dara kepotong.
"Kata siapa aku tidak suka, aku suka kok! Kita pacaran sekarang, tidak boleh di ganggu gugat" ucap Kai memotong ucapan Dara membuat Dara terkekeh pelan mendengarnya..
"Terimakasih sudah sudah menerimaku, aku akan berusaha menjadi laki-laki yang baik untuk kamu mulai saat ini hingga seterusnya" ucap Kai dengan sungguh-sungguh.
"Itu harus! Aku juga mengingatkan, kalau aku tidak menerima pengkhianatan apapun alasannya. Aku akan meninggalkan kamu tanpa ragu jika kamu berani melakukan itu" ucap Dara
"Tentu aku tidak akan melakukan hal seperti itu. Aku akan menjadi orang yang paling bodoh seandainya aku menyia-nyiakan gadis yang begitu sempurna seperti kamu" ucap Kai.
"Aku senang sekali hari ini. Terimakasih Ra" ucap Kai lagi sembari mencium tangan Dara.
Dara hanya terkekeh dan malu melihat betapa antusiasnya Kai, tidak bisa di pungkiri kalau ia juga merasakan hal yang sama.
Saat ini ia sudah memiliki pacar! Pacar pertama dan cinta pertamanya pula. Itu berlaku juga untuk Kai. Dan keduanya harap hubungan mereka akan terus berlanjut sampai menikah dan maut yang memisahkan.
Keduanya berharap, akan terus bersama. Menjadikan pasangan mereka pasangan orang satu-satunya yang ia cintai di dunia.
...••••••...