The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
294. Terdampar?



BRUK!!!


"Aaahhhh!!" Dara memekik pelan saat ia mendarat dengan pa*tat lebih dulu yang mengenai tanah, sungguh pendaratan yang sangat tidak estetik. Untung saja di sana tidak ada orang, kalau tidak ia akan malu.


Namun ia sedikit bingung, karena biasanya ia akan berpindah dengan pendaratan benar meskipun akan oleng sedikit karena efek alam hampa. Bahkan jika ia mendarat di air, ia akan tetap berdiri tegak seperti di daratan.


Tapi kali ini ia jatuh seperti ada yang menariknya dengan kuat di titik ia melakukan pendaratan.


"Barier??" ucap Dara terkejut saat mendapati dirinya berada di sebuah hutan lebat. Yang anehnya hutan itu memiliki Barier yang cukup kuat, setidaknya itu adalah Barier tingkat menengah.


"Pantas saja seperti ada yang menarik ku sampai aku terjatuh, ternyata di sini ada Barier. Tapi kenapa aku bisa berada di sini? Di mana Flo? Apa ada yang salah saat aku menghubungkannya dengan titik formasi keberadaan Flo? Atau Lokasi Flo yang sudah berubah dan Flo berada di tempat ini?" Gumam Dara memikirkan sesuatu.


Dara kemudian kembali memusatkan fokusnya, ia merasakan nafas Flo samar dan juga merasa Flo masih hidup meskipun nafas kehidupan nya lemah.


"Hah syukurlah, setidaknya aku berada di tempat yang tepat. Jadi Flo tadi sempat berada di sini dan masih hidup. Tapi kemana dia? Dan kenapa ada Barier di sini? Ini tempat apa sebenarnya dan di mana ini?" gumam Dara.


Tiba-tiba telinganya mendengar suara yang tidak asing, segera Dara mendekat untuk mengeceknya. Setelah berjalan sekitar dua puluh meter, ia melihat lautan yang terbentang luas. Ya, suara itu adalah suara deburan ombak.


"Jadi aku berada di sebuah pulau sekarang? Bisa jadi pesawat Flo terjatuh di lautan dan Flo terdampar di pulau ini. Lebih baik aku cek dulu, tempat apa ini" ucap Dara.


Dara membuka ponsel miliknya dari ruang dimensi, ia mengernyitkan dahinya saat melihat tanda SOS yang berarti tidak ada sinyal sama sekali di tempatnya berada.


"Sepertinya ini pulau terpencil, atau bisa jadi pulau tidak berpenghuni. Tapi nggak mungkin juga, buktinya ada barier di pulau ini. Apa ada penghuni di pulau ini? Sebaiknya aku menyusuri pulau ini dan mulai mencari Flo" ucap Dara.


Bergegas Dara langsung masuk kembali ke dalam pulau yang kira-kira memiliki luas sekitar lima belas kilometer persegi itu. Pulau itu masih asri terlihat dari tumbuhan begitu hijau dan alami.


Di tengah jalan Dara menghentikan langkahnya saat ia merasakan banyaknya aura atau nafas seorang kultivator tak jauh dari dirinya berdiri saat ini.


Saat ia hendak berbalik untuk bersembunyi, sebuah suara membuatnya terkejut. Ia mendapati seseorang berada di belakangnya.


"Siapa kamu?" ucap orang itu.


Dara berdiri tegak tidak menoleh, ia mengetahui jika dirinya sudah di temukan oleh seseorang. Dan orang itu tidak lain adalah seorang kultivator penghuni pulau ini.


"Hei kenapa kau diam saja, kau bukan penduduk pulau ini kan? Pakaian mu sangat berbeda dengan kami" ucap Orang itu lagi, terdengar langkahnya yang mendekat ke arah Dara berdiri.


Dara menghela nafas, sepertinya ia memang harus menunjukan diri. Siapa tahu mereka tahu keberadaan Flo dan membantunya untuk menemukannya. Namun ia tetap waspada takut ia di serang secara tiba-tiba.


"Maafkan saya sudah masuk ke dalam wilayah anda Tuan. Saya tidak memiliki maksud yang buruk datang ke sini, saya hanya sedang mencari sahabat saya yang kemungkinan terdampar di sini" ucap Dara berbalik badan.


Orang itu bukannya menjawab ucapan Dara, justru terlihat tertegun melihat ke arah Dara dengan bengong. Dara mengerti saat melihat darah yang menetes di hidung laki-laki di depannya. Pasti laki-laki itu terpesona dengannya.


Ya, yang berdiri di depannya adalah seorang laki-laki dengan pakaian yang sangat kuno. Dara merasa laki-laki itu tidaklah berbahaya. Tidak ada aura gelap pada tubuh nya dan juga matanya sangat jernih seperti tidak memiliki Dosa.


Dara juga mengukur tingkat kultivasi orang itu yang ternyata sudah berada di tingkat Qi Transformasion level awal atau berada di tingkat tiga. Usianya juga relatif masih muda, yakni tiga puluh tahun.


"Hei, kau tidak apa-apa?" tanya Dara berusaha menyadarkan laki-laki itu.


"Eh, a-aku tidak apa-apa..." ucap pria itu tersadar dan menyeka darah di hidungnya dengan kain yang ia sampaikan di bahunya.


"Maaf aku tidak sopan, apakah kamu seorang Dewi? Anda begitu cantik tanpa celah, baru kali ini aku melihat perempuan secantik kamu" ucap pria itu jujur dengan pandangan penuh kagum pada Dara.


"Aku hanya manusia biasa, perkenalkan namaku Azalea. Tuan bisa memanggilku Lea" ucap Dara sopan, memberi tahu nama belakangnya.


"Namaku Banyu Piliang, kamu bisa memanggilku Banyu. Nona, bagaimana bisa kau masuk ke pulau ini?" tanya Pria bernama Banyu itu


"Itu aku..." ucap Dara terpotong karena tiba-tiba menangkap suara orang mendekat..


"Gawat, ayo ikut aku!! Sebentar lagi pasukan patroli akan datang" ucap Banyu menarik tangan Dara.


Dara yang tidak mengerti hanya diam saja dan menurut, karena ia juga merasa ada langkah beberapa orang datang dan tidak tahu orang-orang itu baik atau jahat.


Mereka kemudian berhenti di sebuah saung dan masuk ke dalam.


"Maaf memegang tanganmu tanpa permisi nona" ucap Banyu merasa tidak sopan dan tidak enak.


"Tidak masalah, tapi kenapa kita harus lari?" tanya Dara bingung kenapa ia harus lari saat ada pasukan patroli lewat.


"Kamu bisa di tangkap oleh pasukan patroli jika di temukan, karena di kira seorang penyusup" ucap Banyu.


"Sebenarnya ini pulau apa?" tanya Dara penasaran dengan pulau yang ia pijak itu.


"Matahari? Lima ratus orang" Dara mengeryitkan keningnya karena baru mendengar nama pulau itu dan terkejut jika ada banyak kultivator yang tinggal di sini.


"Kamu berasal dari luar pulau, kamu pasti tidak akan tahu mengenai pulau ini. Pulau ini sangat tertutup dan di kelilingi oleh Barier, manusia biasa tidak akan tahu jika ada pulau seperti ini dan tidak bisa di akses masuk oleh manusia biasa. Tapi aku heran kenapa nona dan orang itu yang hanya manusia biasa bisa masuk" ucap Banyu


"Orang itu? Apa maksudmu seorang perempuan yang model pakaiannya mirip drnganku?" tanya Dara.


"Eh, kok nona bisa tahu. Ya memang sih beberapa saat lalu ada perempuan yang terdampar di tepi pantai" ucap Banyu


"Itu sahabat saya, dan sayang datang ke sini untuk mencarinya" ucap Dara mendapatkan titik terang mengenai Flo.


"Sahabat anda? Apa anda yakin? Bagaimana bisa kalian masuk ke pulau ini? Pulau ini tidak seperti tempat kalian yang di luar pulau sana, sulit untuk menjelaskan apa yang berbeda, karena aku juga tidak tahu dunia di luar seperti apa" tanya Banyu menggaruk kepalanya bingung.


"Aku tahu pulau ini berbeda dengan tempat tinggalku, Aku datang ke sini hanya untuk menemukan sahabat saya yang hilang karena kecelakaan pesawat. Bisakah anda membantuku bertemu dengannya?" tanya Dara.


"Pe apa? Peswat itu apa?" ucap Banyu tidak mengerti.


"Itu semacam transportasi atau kendaraan yang bisa terbang" jawab Dara


"Ada benda seperti itu" tanya Banyu menganga


"Hmm, di luar pulau banyak hal yang tidak bisa kau lihat di sini" ucap Dara, Banyu hanya mengangguk saja.


"Apa aku bisa bertemu sahabatku?" tanya Dara lagi


"Itu sulit, jika benar wanita itu adalah sahabatmu. Itu akan sulit untuk membuatmu bertemu dengannya dan itu pasti akan membahayakanmu, terlebih Nona adalah wanita yang sangat cantik" ucap Banyu.


"Maksudnya? Apa hubungannya dengan aku yang seorang wanita cantik? Bisakah kamu jelaskan, aku benar-benar tidak mengerti" ucap Dara


"Sahabat kamu di temukan oleh penduduk dan penjaga pantai tidak sadarkan diri di tepi pantai beberapa saat lalu. Ia terluka cukup parah dan di bawa ke balai pengobatan di istana Raja. Nah, masalahnya Pulau ini di pimpin oleh seorang raja dan dia sangat menyukai wanita cantik.


Setiap ada wanita cantik baik itu lajang ataupun sudah bersuami akan di ambil paksa dan di jadikan selirnya di istana, jika ia menginginkannya. Setidaknya sepertiga dari perempuan yang ada di pulau ini menjadi selirnya" ucap Banyu menjelaskan tentang kesulitan itu


"Dan dia menyukai sahabatku karena sahabat ku sangat cantik, benar begitu?" tebak Dara sudah mulai mengerti apa yang akan di sampaikan Banyu.


"Itu benar, makanya Baginda Raja memerintahkan tabib terbaik untuk menyembuhkan nona itu. Karena Raja sudah jatuh cinta karena kecantikan sahabat nona yang sangat memukau, dan berniat menjadikannya sebagai selir agung" ucap Banyu.


"Kalau begitu antarkan saya ke raja itu!" ucap Dara, ia tidak akan membiarkan Flo jatuh ke tangan Raja itu. Bagaimana bisa ia membiarkan itu terjadi? Tidak akan pernah.


"Jangan nekat nona, kamu akan berada dalam bahaya. Kamu bisa-bisa berakhir di jadikan salah satu wanitanya, aku tidak bisa membantu karena kekuatan saya hanya berada di tahap rendah. Raja memiliki kekuatan yang tinggi, bahkan kekuatannya yang paling tinggi di pulau ini" ucap Banyu


"Seberapa tinggi?" tanya Dara


"Kamu tidak akan mengerti jika pun aku menjelaskannya, itu di luar akal sehat manusia biasa" ucap Banyu


"Seberapa tinggi?" tanya Dara lagi tidak sabar untuk tahu.


"Hahh, dia berada di tingkat 8 level menengah. Manusia biasa seperti nona tidak akan mengerti tentang kekuatan yang aku maksud barusan. Sebaiknya lupakan tentang sahabat kamu, karena itu hal yang mustahil bertemu dan membawanya pergi. Aku akan memikirkan cara apa yang harus di lakukan agar nona bisa keluar dari pulau ini" ucap Banyu.


"Tidak, aku tidak bisa pergi, sebelum aku bertemu dengan sahabatku dan membawanya bersamaku. Tolong bawa aku ke sana" ucap Dara tetap dengan pendiriannya.


Dara bertekad dalam hatinya, jika berbicara secara baik-baik tidak bisa menyelesaikan masalah yang ada. Ia dengan senang hati melenyapkan inti masalah itu sendiri.


Dara adalah orang baik, tapi ia bisa berubah menjadi sangat mengerikan jika itu menyangkut orang-orang terdekatnya.


Bagaimana bisa ia kembali tanpa Flo? Itu tidak mungkin. Kalaupun ia harus mengorbankan nyawanya, ia akan lakukan itu dan tidak akan lari seperti halnya pengecut.


"Nona, aku pikir itu bukan keputusan yang baik. Saya tahu anda sangat menyayangi sahabat anda sampai rela menyusul kesini. Meskipun aku juga tidak tahu dengan cara apa anda datang, tapi jangan juga berpikiran pendek dan memutuskan secara buru-buru.


Semua penduduk di sini sebenarnya sudah muak dengan Raja Durjana itu, hanya saja kita tidak bisa berbuat apa-apa. Karena kekuatan yang ia miliki jauh melebihi kekuatan kita semua. Ia juga tidak segan membunuh orang yang berani melawan kekuasaan nya" Ucap Banyu.


Ia sungguh tidak rela jika gadis secantik Dara harus menjadi salah satu koleksi selir Raja mesum itu, jika sampai Raja itu melihat kecantikan Dara yang paripurna.


"Aku mengerti yang kamu bicarakan, tapi aku mohon tolong antarkan aku ke sana. Biar aku yang menyelesaikan urusanku sendiri dengan Raja itu, jangan khawatir karena aku tidak akan kenapa-napa. Dan aku tidak selemah yang kau pikir Banyu" ucap Dara


"Hah, baiklah. Aku akan mengantar mu. Tapi jika sesuatu yang buruk terjadi, kamu lebih baik lari saja. Aku dengar banyak selir yang mati bunuh diri, karena tidak sanggup menghadapi hidup bersama Raja itu" ucap Banyu menyerah. Dara hanya mengangguk mendengar nasehat itu.


Banyu tidak bisa bicara banyak lagi, karena itu semua sudah keputusan Dara dan dia tidak berhak urus campur apapun tentang keputusan itu. Hanya saja, ia berharap jika gadis cantik itu akan selamat dan keluar dari pulau dengan selamat pula.


...•••••••...