
Saat jam 4 pagi Dara dan yang lain pamit untuk pulang. Tidak lupa Dara memberi tahu tentang cara pemakaian Formasi yang ia buat.
Setelah Dara pulang, Prawoto dan panatua yang lain mencoba formasi itu setelah hari sudah mulai terang.
Mereka terkejut saat melihat formasi itu merupakan Formasi tingkat menengah atau berada di tingkat 4. Hal itu membuat semua orang merinding, mereka berjanji tidak akan pernah membuat masalah dengan Dara dan yang lainnya.
Karena selain Dara adalah jenius kultivasi, yang mana di usianya yang sangat muda namun memiliki tingkat kultivasi yang sangat tinggi.
Dan sekarang Dara bisa membuat formasi tingkat menengah, tentu saja mereka takut sekaligus senang. Pasalnya mereka tidak pernah berbuat hal yang buruk pada Dara, jadi mereka bisa berhubungan dengan baik dan menjaga hubungan itu di masa depan.
....
"Kamu langsung pulang atau ke penthouse yang?" tanya Kai.
"Hmm, kayaknya langsung ke Manor deh. Aku udah janji sama mama Hesti ke butik buat ukur baju" ucap Dara
"Mama nyebelin banget, nggak bisa gitu lihat anaknya pengen kencan sama calon menantunya" ucap Kai saat mendengar itu Kai mendengus kesal.
"Jangan marah, nanti pulangnya jemput aku hmm" ucap Dara.
"Hmm baiklah" ucao Kai mengalah, ia tidak ingin membuat masalah dengan ibunya itu.
Sepanjang perjalanan Kai memeluk Dara, membuat dua orang yang berada di depan mati-matian menahan diri untuk tidak menoleh ke belakang dan menutup telinganya saat mendengar ucapan manis Kai untuk sang kekasih yang tidak biasa itu.
Woy, inget yang di depan jomblo. Begitu kira-kira yang mereka gumamkan dalam hati.
.....
Benar saja, setelah mereka sampai di Manor, Mama Hesti yang sudah siap langsung mengajak Dara ke butik. Dara hanya menurut saja saat Hesti dan Sarah menariknya pergi.
Flo sudah di antarkan ke Star Mansion terlebih dulu sebelum ke Manor.
"Sayang, ko bisa datang barengan sama Kai?" tanya Hesti saat mereka bertiga berada di dalam mobil.
"Iya mah, tadi ada sedikit urusan dengan Kai. Jadi sekalian aja datengnya bareng" ucap Dara, Hesti hanya mengangguk paham.
Mereka bertiga pun sampai di butik di pusat ibukota. Hesti langsung mengajak calon menantu dan adik iparnya itu menuju ke ruangan kerjanya.
"Tante Hesti!" panggil seseorang saat Hesti ingin melangkah menuju lantai dua, di mana ruangan kerja dirinya ada di sana.
"Loh Anggun, kamu ada di sini?" ucap Hesti.
Keduanya melakukan salam khas wanita yaitu cipika-cipiki. Dia juga menyapa Sarah, namun hanya di balas anggukan kepala saja.
"Lusa ada undangan di pesta ulang tahun Perusahaan Keluarga Pratama Tan, jadi aku cari gaun. Kebetulan Tante di sini, bisa rekomen gaun yang cocok untukku tan?" ucap Anggun wanita berusia 23 tahun itu yang berprofesi sebagai model internasional, dirinya juga merupakan anak dari teman sosialita Hesti.
"Aduh maaf banget, Tante nggak bisa. Tante harus ukur baju hari ini" ucap Hesti
"Oh begitu, ya udah Tan. Next time ya, oh iya bay the way Kaisar sedang nggak ada tugas kan Tan? Bisa minta tolong nggak ya Kaisar jadi pasangan aku lusa di acara Keluarga Pratama nanti" ucap Anggun penuh harap, bisa di lihat dari cara bicaranya jika Anggun tertarik dengan Kai.
Mendengar itu Hesti yang tadinya tersenyum pun luntur, ia menoleh khawatir pada Dara. Ia tidak ingin calon menantu kesayangannya itu salah paham.
Hesti sadar ini kesalahan nya karena dulu kerap kali menjodohkan Kai dengan anak perempuan dari teman-temannya. Termasuk Anggun salah satunya.
"Siapa tahu setelah itu aku dan Kaisar cocok, jadi keinginan Tante sama mommy bisa terlaksana deh jadi besan" ucap Anggun dengan antusias saat mengatakannya.
Bukan karena kurang cantik, karena cantik itu relatif. Orang burik juga kalau punya uang bisa mentereng glowing, kulit mulus kaya bihun rebus juga bisa.
Namun yang di perkenalkan Kakak iparnya itu selalu yang bermodel kurang setengah liter, baik itu cara berpakaian, tutur kata, gaya hidup, sifat, dan lain-lain yang membuat Sarah kurang sreg.
Hanya Dara yang ia pikir sangat cocok untuk Kai, jadi ia setuju-setuju saja saat Kai mengenalkan Dara sebagai kekasihnya, terlebih latar belakang Dara juga sangat bagus dan pembawaan Dara juga tampak elegan dan berkelas.
Apalagi saat sudah kenal, Sarah merasa Dara adalah wanita yang sempurna. Sayangnya Kai sudah mengecapnya, kalau tidak ia ingin membuat Dara menjadi kandidat calon menantu nya juga buat Lingga.
"Ah, maaf Anggun sepertinya tidak bisa" ucap Hesti, saat sadar setelah mendengar dehaman Sarah.
"Kenapa tan? Apa Kaisar lagi ada tugas ya?" tanya Anggun dengan nada yang jelas kecewa.
"Bukan itu, tapi karena Tante nggak mau Kai dan calon istrinya salah paham. Lagian kalian tidak saling kenal dan hanya bertemu sekilas saat acara tertentu. Jangan berkata seperti itu, kalau orang lain mendengarnya akan salah paham dan mengira saya benar-benar menjodohkan kalian" ucap Hesti
"Loh, bukannya emang kita di jodohin ya tan? Terus maksudnya calon istri, itu apa?" ucap Anggun bingung.
"Bukan menjodohkan Anggun. Lebih tepatnya saya ingin Kaisar memiliki banyak teman. Saya tidak pernah memaksa Kaisar untuk berteman atau bahkan pacaran dan Kaisar bebas memilih jodohnya sendiri. Dan sekarang Kaisar sudah memilih calon istri. Kenalin, ini calon menantu Tante. Kekasih Kaisar namanya Addara" ucap Hesti sembari menggenggam tangan Dara dan menarik lembut untuk di perkenalkan pada Anggun.
Anggun terkejut mendengar ucapan Hesti, begitu pula dengan ia yang terkejut saat melihat wajah cantik Dara. Dirinya berasa sangat rendah dan tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan Gadis cantik di depannya.
"I-ini calon istri Kai?" tanya Anggun tertegun.
"Hai mbak, saya Dara Calon TUNANGAN Kaisar, salam kenal!" ucap Dara menekan kata tunangan pada wanita di depannya itu.
Kesal sudah pasti, cemburu ya, tapi Dara memilih percaya dengan Kai. Jadi ia tidak mengambil pusing soal ucapan Anggun barusan.
"Ah, hallo salam kenal Saya Anggun Citra Pradipta, putri dari keluarga PRADIPTA" ucap Anggun menekan nama keluarganya.
Meskipun ia mengakui Dara yang sangat cantik dan beruntung menjadi kekasih Kai. Namun ia juga tidak sungkan mengungkap jika dirinya adalah anak orang kaya kelas atas. Ia yakin jika Dara bukanlah dari kalangan atas.
Karena ia mengenal gadis generasi kedua orang kaya di ibukota. Namun sayangnya dia memilih lawan yang salah kali ini.
"Ah, mau pamer latar belakang rupanya?" gumam Dara dalam hati berdecih.
"Oh, hai nona Pradipta" ucap Dara tersenyum
"Adi Raharjo" ucap Sarah membuat Dara menoleh, begitupun dengan Anggun yang ikut menoleh dan bingung.
"Maksudnya tan?" ucap Anggun.
"Dia..." tunjuk Sarah pada Dara, Anggun menoleh ke arah yang di tunjuk Sarah. Ia mengerutkan kening tanda tidak mengerti.
"Calon tunangan kaisar adalah cucu perempuan satu-satunya di keluarga Adi Raharjo dari kota S. Kamu tahu artinya bukan?" ucap Sarah telak.
Mendengar nama keluarga paling berkuasa di kota S sekaligus Keluarga paling kaya nomor dua setelah Keluarga Narendra di negara ini, membuat Anggun meneguk salivanya susa payah.
Sarah menampar wajahnya dengan keras, dalam artian mempermalukan dirinya. Anggun tidak bodoh, ia tahu jika Sarah sendang menyindir dirinya.
Karena itu Anggun langsung pamit ulang setelah itu dan bergegas pergi. Bahkan ia lupa tujuan awal ia datang ke butik adalah untuk membeli gaun.
...••••••••...