
Dara dan yang lain mengantar para kakak mereka ke bandara. Namun Dara membawa mobilnya sendiri yakni Lamborghini Veneno dan tidak ikut bersama mereka di mobil yang lain.
Itu karena saat pulang nanti Dara akan pulang bersama dengan Kai dan akan pergi ke suatu tempat.
Kai mengabari dirinya dua jam lalu saat Kai akan pulang ke ibukota dari provinsi K. Dan kemungkinan pesawat akan sampai jam 4 sore nanti. Sedangkan pesawat Revan dan yang lain akan take off jam setengah 4. Setengah jam lebih awal sebelum Kai sampai di ibukota.
Setelah berpamitan karena sudah ada pemberitahuan pesawat akan segera take off. Dimas, Alan Ryan dan Flo pun mengajak Dara untuk pulang.
"Pulang duluan aja, kakak mau nunggu pesawat Kak Kaisar dulu" ucap Dara pada adiknya itu.
"Kakak ipar pulang?" tanya Ryan terkejut
"Iya, jadi kalian pulang duluan aja. Kakak juga ada sedikit keperluan mungkin tidak pulang malam ini dan pulang pagi nanti. Flo, kamu ikut mereka pulang" ucap Dara
"Pastikan keselamatan mereka" ucap Dara berbisik ke Flo.
"Baik nona" ucap Flo tegas.
"Lalu rapat besok?" tanya Dimas
"Kakak akan datang, besok pagi kakak sudah pulang ucap Dara.
Setelahnya mereka pulang meninggalkan Dara yang masih menunggu pesawat sang kekasih landing.
Ia berencana membawa Kai ke hutan di kota H untuk melakukan proses pembukaan titik Meridian milik Kai. Di tempat yang sama seperti Flo membuka Meridiannya saat itu.
Dara menunggu di kursi tunggu di dekat pintu kedatangan domestik dengan santai dan membuka ponselnya dan membaca novel online di sana.
"Dara..." panggil seseorang.
Dara yang merasa di panggil menoleh ke arah orang yang memanggilnya. Ia melihat Cindy sang ketua kelas di kampusnya tengah berdiri di depannya dengan membawa koper berukuran sedang di tangannya.
"Beneran kamu ternyata, aku kira salah orang tadi. Kamu lagi ngapain di sini, Ra?" tanya Cindy
"Loh Cindy, aku lagi jemput pacarku, kamu habis dari mana? Kok bawa koper?" tanya Dara melirik ke arah koper Cindy.
"Abis pulang ke kampung halaman mama di Provinsi K" ucap Cindy tersenyum
"Eh entar dulu, tadi kamu bilang apa? Jemput pacar? Kamu sudah punya pacar Ra?" tanya Cindy terkejut.
"Ya" ucap Dara tidak menyembunyikan hubungannya dengan sang kekasih.
"Babe..." Sebelum Cindy ingin mengucapkan sesuatu, sebuah suara menginterupsi keduanya.
Dara dan Cindy menoleh, ternyata Kai sudah sampai dan menghampiri keduanya. Jangan di tanya bagaimana respon Cindy saat melihat Kai.
Tentu saja ia terkejut dan terpesona melihat mahluk Tuhan yang sangat tampan dan se*si di depannya.
Meskipun pada kenyataannya mereka satu pesawat, tapi mereka tidak saling bertemu karena beda kelas penumpang.
"Hai Kai" ucap Dara tersenyum hangat pada kekasihnya.
Kai langsung mendekat ke arah Dara, memeluk kekasihnya itu dan mencium kening Dara dengan sayang, membuat Dara malu karena saat ini temannya melihat hal itu.
Cindy menjatuhkan rahangnya saat mengetahui pria tampan dan se*si itu ternyata pacar teman sekelasnya, Dara.
"Waahh gila seehh... pasangan goals banget" ucap Cindy dalam hati.
Jujur ia terpesona dan kagum dengan Kai, tapi hanya sebatas kagum saja. Ia tidak ada kepikiran lebih jauh lagi, apalagi mereka tidak saling kenal. Karena Cindy adalah tipe perempuan yang sulit jatuh cinta.
"Cin, kenalin ini Kaisar, pacarku. Kai, ini teman sekelas aku di kampus namanya Cindy" ucap Dara
"Eh, salam kenal he-he. Kamu tampan sekali, sangat cocok dengan Dara yang cantik. Aku kira tadi kamu aktor dari mana" ucap Cindy
Kai hanya membalasnya dengan anggukan kepala sopan dan melihat sekilas lalu pandangannya kembali jatuh ke Dara lagi.
"Maaf ya, pacarku memang jarang bicara dengan orang lain" ucap Dara.
"Ah tidak apa-apa Ra, aku ngerti kok. Kalau begitu aku pulang duluan ya, sampai jumpa di kampus awal pekan nanti Ra" ucap Cindy pamit pergi lebih dulu dan melambaikan tangan.
Dara dan Kai juga langsung pergi menuju ke area parkir, mereka tidak mengabaikan tatapan orang-orang yang sedari tadi melihat ke arah mereka berdua. Tentu saja itu karena penampilan Kai yang sangat memukau. Karena Dara saat ini menggunakan masker.
"Bisa tidak kamu jangan ganteng-ganteng" ucap Dara saat berada di mobil.
"Hmm, kenapa?" tanya Kai
Cup!
Kai mengecup bibir Dara dan mengelus pipi Dara dengan sayang.
"Aku senang kamu cemburu" ucap Kai
"Siapa yang cemburu, aku cuma bilang kenyataan bahwa kamu terlalu ganteng" ucap Dara cemberut.
"Makasih pujiannya sayang" ucap Kai
"Isshh dasar kamu narsis" ucap Dara yang di balas kekehan oleh Kai.
"Kemana kita sekarang?" tanya Kai yang sudah siap melajukan mobil milik kekasihnya itu.
"Hutan kota H" ucap Dara
Kai mengangguk mengerti, karena sebelumnya Dara sudah memberi tahunya kalau hari ini mereka akan langsung melakukan proses pembukaan titik Meridian.
Setelah lebih dari dua jam perjalanan, mereka sampai di hutan kota H. Matahari sudah tenggelam dan di sana sudah gelap tanpa ada penerangan sedikit pun.
"Sebentar" ucap Dara.
Ia memengang kap mobil dan selanjutnya Mobil itu menghilang, membuat Kai terkejut di buatnya.
"Aku menyimpannya di ruang dimensi, aku akan menjelaskannya nanti padamu" ucap Dara.
Kai mengangguk meskipun ia masih terkejut dan banyak pertanyaan di dalam benaknya. Dara juga akan menjelaskannya jika di dunia kultivasi ada yang namanya benda berupa kalung dan cincin ruang. Juga pengetahuan lainnya.
Tentunya Dara belum bisa memberitahu tentang ruang dimensi yang ada di tubuhnya dan juga memory Liu Annchi pada Kai.
Keduanya kemudian menyusuri hutan dan masuk lebih dalam. Dengan penerangan seadanya dari ponsel dan mata tajam Dara yang bisa melihat dalam kegelapan. Membawa mereka menuju air terjun di dalam hutan.
Cuaca di kota H sangat dingin karena merupakan daratan tinggi, meskipun begitu Dara tidak merasakan kedinginan sama sekali. Hanya Kai merasa cukup dingin karena memakai jaket.
Ia ingin memberikan jaket itu pada Dara, namun Dara menolak karena ia tidak merasakan kedinginan sama sekali. Jadi Kai tidak memaksanya.
"Kamu sudah yakin Kai?" tanya Dara saat mereka sampai di lokasi yang Dara tentukan.
"Aku yakin, aku ingin melindungi kamu dan semua orang yang aku sayangi. Aku juga tidak ingin rakyat di negaraku terancam karena ulah para orang sesat itu" ucap Kai dengan yakin
"Baiklah, kamu duduk di batu itu dan minum pil ini! Ingat pesanku, jangan sampai kamu kehilangan kesadaran saat proses itu berlangsung. Aku juga kan memberikan kamu pil tingkat 7 karena aku yakin bakatmu tinggi dan bisa melewati semuanya. Jadi berjuanglah dan jangan kecewakan aku" ucap Dara
"Tentu sayang, aku akan berjuang" ucap Kai memeluk kekasihnya itu erat dan di balas tak kalah eratnya.
"Boleh aku minta vitamin dulu biar aku makin semangat untuk memulainya" ucap Kai
"Isshhh, kau ini masih saja mau ambil kesempatan di saat seperti ini" ucap Dara
"Ayolah sayang, biar aku semangat" ucap Kai sedikit merayu sang kekasih.
Mau tak mau Dara mengangguk kan kepalanya dengan wajah memerah menahan malu. Untung di sana gelap, jadi tidak ada yang tahu wajah Dara yang tersipu malu dan memerah itu.
Cup!
Kai mulai mengambil dan menyesap vitamin dari sang kekasih, Vitamin yang selalu menjadi candu bagi Kai. Ia mengabsen deretan gigi dan juga beradu daging lunak tanpa tulang di dalam mulut sang kekasih.
"Aku ingin kau berjanji padaku satu hal" ucap Kai saat melepas ciuman panjangnya itu.
"Apa itu?" tanya Dara
"Jika aku berhasil, aku ingin kita segera tunangan kalau perlu langsung menikah juga nggak apa-apa" ucap Kai.
Dara yang mendengar itu terkejut, jantungnya berdetak kencang saat Kai mengatakan itu.
"Hmm, aku janji. Jika kamu berhasil kita akan tunangan" ucap Dara membuat Kai tersenyum senang.
"Baiklah, aku akan mulai sekarang. Cup" ucap Kai dengan semangat empat lima dan mengecup kening Dara dalam.
Kai langsung beranjak dan duduk di batu besar di bawah air terjun, ia menahan suhu yang sudah sangat dingin itu di tambah air dingin yang mengguyur tubuhnya dari atas dengan tekanan besar. Kai segera meminum obat itu dan memulai proses pembukaan titik meridian.
...•••••••...