The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
302. Runtuhnya Dark Flip



Maaf guys, Author jarang update... Author lagi sakit gigi, lebih tepatnya gusinya lagi bengkak. Jangankan buat nulis, lihat ponsel aja senut-senut sakitnya sampe ke telinga dan kepala bahkan demam, untung nggak ampe bengkak nih pipi cukup gusi aja yang bengkak. Bisa-bisa makin Chubby aja ini pipi ntar nya😅


Jadi maaf ini author cuma update satu bab dulu ya, ini aja nulis satu BAB lama bet banyak berhentinya🙏 Kalau udah enakan nanti normal lagi updatenya ya.


...•••••••...


Back to story....


Dark, Mike dan dua puluh Anggita GOD lainnya sudah mulai bergerak menuju ke kota D. Di sana mereka bergerak serapih, selembut dan setenang mungkin, tanpa membuat suara sama sekali saat menyusup ke dalam markas itu.


"Mike, kamu dan sepuluh orang lainnya berjaga di luar, jangan biarkan tikus lolos satu pun. Lima orang lain habisi semuanya yang ada di sayap kanan dan sisanya di sayap kiri. Untuk pusatnya biarkan aku yang bergerak sendiri" ucap Dark memberikan arahannya.


"Siap!" ucap yang lain dengan pelan namun tegas.


Wuussshhhh....


Semuanya bergerak sesuai instruksi dari Dark, mereka bergerak dengan cepat dan terorganisir. Bahkan saat membunuh orang-orang yang ada di dalam markas Dark Flip pun tidak menimbulkan suara, semuanya sangat smooth tapi mematikan.


Dark bergerak menuju ke sebuah ruangan di mana ketua Dark Flip yang bernama Joss berada. Dark sendiri mencebikkan bibir nya jijik saat ia mendengar suara-suara laknat dari dalam ruangan itu.


Tentunya kalian semua tahu dan menebak jenis suara laknat macam apa yang ada di dalam ruangan itu.


Joss bersama tiga dayang nya sedang memainkan permainan jenis komedi putar dan kuda-kudaan. Dengan satu kusir yang sedang mengendarai tiga kuda yang tengah merangkak sekaligus.


Saat tengah asik menunggangi para kudanya, tiba-tiba saja tiga kepala wanita itu terlepas dari tubuhnya dan menggelinding ke lantai. Sontak hal itu membuat Joss terkejut hingga tongkat sakti miliknya langsung mengempes karena terkena ranjau udara dan segera Joss sembunyikan pusaka bangsa nya itu.


"Aaaakkhhhh" kejut Joss.


"Siapa itu?? Keluar kau!!" ucap Jos dengan suara yang lantang karena marah kesenangannya terganggu.


Ia tidak takut dengan serangan yang datang, karena ia terbiasa melihat darah dan membunuh orang. Jadi melihat hal seperti itu tidak membuatnya takut.


Wuuuussshhhh...


Dark seketika sudah berada di depan Joss dengan tatapan dinginnya.


"Siapa kau? Beraninya kau menganggu kesenanganku! Billy bawa yang lain ke sini, ada penyusup!!" teriak Joss.


"Calon mayat tidak di izinkan berbicara!!" ucap Dark dingin dan datar.


"Kurang ajar kau menyumpahi aku mati!!! Aaaaarrrrrrggghhhh...!!!" teriak Joss saat hendak menembak Dark dengan pistol yang Joss ambil dari atas meja nakas, namun tangannya justru di tebas dengan cepat oleh Dark mengunakan tangan kosong.


Saat ingin memaki dan menyerang kembali dengan tangan lainnya, matanya menatap tanda di masker yang di kenakan Dark.


"G-G-GOD??" ucap Joss gugup, terkejut juga takut, saat melihat tanda dari Organisasi yang terkenal paling kuat di negaranya itu.


Bagaimana mungkin dirinya menyinggung Organisasi GOD yang terkenal kuat dan misterius itu?


"Ke-Kena-pa anda menyerang kami?" tanya Joss, ia yakin anak buahnya yang lain tidak ada yang selamat. Karena sejak ia memanggil mereka tidak datang dan mengetahui identitas orang yang menyerang markasnya. Sudah di pastikan semua orang termasuk dia sudah di tangkap atau mati. Sayangnya pilihan itu jatuh di nomor 2.


"Karena kau berani menargetkan Queen!" ucap Dark


"Queen? Star Queen? Ti-tidak! Aku tidak pernah menganggu hal yang berhubungan dengan Organisasi kalian" ucap Joss menggelengkan kepalanya sembari menahan sakit di tangannya, wajahnya sudah pucat karena terlalu banyak kehilangan darah.


"Kota S!" ucap Dark


"Kota S?" tanya Joss mencoba mencerna ucapann, matanya kemudian terbelalak saat menyadari Queen yang di maksud Dari adalah gadis yang menjadi targetnya di kota S, karena permintaan Kliennya dari negara K.


"Sial!" Gumam Joss menyadari kesalahannya yang tidak mencari tahu lebih dulu tentang kekuasaan seorang Addara Azalea.


Dark menyeringai, kemudian tangannya mencekik leher Joss yang kini tengah meronta.


"Haaaggghhh!!!" teriak Joss tertahan karena cekikan Dark dan juga jemari Dark yang menusuk kedua matanya dan mencongkelnya.


BRUK!!!


"uhuuukkk!!! Aaarrrrrrrrggggghhh.." teriak Jos terbatuk dan mengerang sakit di kedua mata dan tangannya.


Dark melepas cekikannya, mendorongnya hingga terjatuh.


KRAK!!!!


"Aaaarrrgghhh, ampuuuuuuuunnnn!!!" teriak Joss kala tangan sebelahnya juga di patahkan oleh Dark.


GREP!!!


SET!!! SRET!!!


Dark kini memotong lidah Jos dan membiarkan, Joss mengerang sakit tanpa suara dan mati kehabisan Darah.


"Itu hukuman karena sudah berani menganggu Queen..." ucap Dark, ia berbalik dan mengambil kamera yang awalnya ia taruh sebelum menyiksa Joss dan pergi dari sana.


Tuuuuttt....


"Misi selesai Queen" ucap Dark setelah teleponnya tersambung.


"......."


"Baik, Queen...." ucap Dark lagi kemudian menutup teleponnya.


.....


Keesokan paginya, Dara mengerjapkan matanya saat ia merasa wajahnya di cium terus menerus.Siapa Kahi pelakunya kalau bukan Kaisar Raka Narendra.


"Kai...." ucap Dara dengan suara khas bangun tidur, ia mengerjapkan matanya pelan.


"Bangun sayang, udah pagi. Kamu jadi ke kampus kan?" tanya Kai dan di angguki oleh Dara.


"Mandilah, aku sudah menyiapkan sarapan untuk kita" ucap Kai sembari mencium kening calon istrinya itu


"Hmm..." Dara pun turun dari ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi.


Kai yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya pelan.


"Sabar Kai, bentar lagi dia akan jadi istrimu, setelah itu kamu bebas mau nerkam di seharian full. Astaga, aku jadi ingin segera menikahimu sayang" gumam Kai, karena merasa gemas dengan calon istrinya yang menggunakan piama itu.


Kai kemudian beranjak keluar kamar dan melanjutkan menata sarapan yang sudah ia buat.


Selang lima belas menit kemudian Dara sudah siap mengenakan pakaian casual namun rapih kerena ia akan ke kampus hari ini bertemu pak Sugeng untuk membahas skripsi nya.


"Pagi Abang" ucap Dara tersenyum manis ke arah Kai


"Pagi sayang, ayo duduk dan sarapan dulu" ucap Kai dengan senyum tak kalah manisnya dengan senyum Dara..


"Kau yang memasaknya?" tanya Dara saat mencicipi sarapan berupa omlete, ada juga susu untuk Dara dan kopi hitam untuk Kai.


"Hmm, bagaimana rasanya" tanya Kai


"Enak" ucap Dara


"Syukurlah kalau kamu suka, aku akan sering memasak untukmu saat kita sudah menikah nanti" ucap Kai


Semburat merah di pipi Dara muncul. Ia begitu tersanjung dengan perhatian kecil nan manis dari kekasihnya itu.


"Aku akan menantikannya" ucap Dara.


Selesai sarapan Dara dan Kai pun keluar dari Penthouse menuju ke parkiran khusus bagi Kai dan keduanya pun masuk ke dalam mobil.


Kai akan mengantar Dara lebih dulu ke kampus baru ia akan pergi ke pangkalan untuk melakukan sesi latihan rutin.


"Kai nanti pulang dari kampus aku ke markas kuning lebih dulu. Kalau kamu mau jemput, jemput aku di sana aja ya" ucap Dara saat hendak turun dari mobil.


"Hmm aku akan menjemputmu di sana kalau begitu. Semoga skripsimu tidak ada revisi" ucap Kai


"Hmm semoga, doakan aku" ucap Dara.


"Tentu" ucap Kai mencium kening Dara dan mengecup bibirnya lembut.


Dara pun keluar dari mobil, kedatangannya ke kampus seketika membuat heboh semuanya. Karena bagaimana pun, Dara merupakan Icon dari kampusnya sebagai Dewi Nasional itu.


....


Di Bandara Ibukota, seseorang yang menggunakan penutup wajah ful dengan kaca mata hitamnya keluar dari pintu kedatangan internasional.


"Non Megan..." ucap seseorang supir yang memang menjemput nona mudanya itu.


"Hmm, bawa ini! Jangan sampai rusak! Mahal!!" ucap Megan mendorong kopernya pakai kaki dan melempar yang ia bawa ke supir bernama Juki.


Juki hanya merutuki anak majikannya itu dalam hati, ia tidak menyangka jika sifat Megan tidak pernah berubah.


Ia pun kemudian jalan dengan cepat karena Megan berbicara kencang dan memanggilnya.


...••••••••...