
Semuanya heran dengan ekspresi Vicky yang terlihat senyum-senyum itu. Mereka penasaran kenapa Vicky begitu terdengar antusias menyebut nama Dara.
"Apa maksudmu Dewi nasional?" tanya yang lain termasuk Bara.
"Ini kalian liat sendiri" ucap Vicky malas menjelaskan.
Ia memperlihatkan video yang membuat semua teman-temannya tercengang dan terdiam, beberapa ada yang sampai mimisanelihat Video Dara.
Melihat itu Bara penasaran ikut melihat, ia terkejut karena wajah Dara terpampang di sana. Sekarang ia tahu kenapa Vicky menjadi antusias menyebut Dara, karena memang Dara Effect memang sebesar itu untuk semua orang.
Setelah semua teman Bara sadar, mereka menatapnya meminta penjelasan. Bara menghela nafasnya pelan.
"Ya itu memang wajah adik perempuan ku Dara" ucap Bara
"Gilaaaa!!!! Baraa!! kamu sembunyikan adik kamu yang bak bidadari secantik itu tanpa memperkenalkannya pada kita. Teman macam apa kamu" teriak yang lain dengan keras.
Beberapa orang menatap mereka, namun mereka bingung apa yang Bara dan kawan-kawan bahas.
"Hei! Adikku nggak tinggal di sini, dia ada di ibukota. Salah kalian nggak pernah nanya, kenapa nyalahin aku" jawab Bara cuek
"Nggak ada alesan, pokoknya kenalin adikmu pada kita!" teriak yang lain.
"Ya-ya, nanti kalau dia ke kota S aku akan tanya apakah dia mau bertemu dengan orang-orang begajulan kaya kalian ini" ucap Bara terkekeh.
"Si*l kamu Bar segini kita tampan-tampan udah kaya Tou Mingse di sebut begajulan" celetuk Paul, salah satu sahabat Bara
"Tou Mingse, belum move on sama drama waktu kecil ya Ul" ucap yang lain tertawa renyah meledek temannya yang sangat mengagumi sosok Jerry Yan itu.
....
Di tempat lain, Dara dan Kai sudah sampai di tempat yang mereka tuju, yakni Capital Shooting Range. Tempat itu di kelola oleh keluarga Narendra, keluarga Kai sendiri. Labih tepatnya oleh Om-nya.
Resepsionis dan beberapa karyawan yang melihat Kai menunduk hormat. Mereka tidak berani mendekat karena mereka sudah hafal dengan sikap Kai yang memang sulit di dekati.
Hanya saja mereka tidak percaya dengan yang mereka lihat sekarang. Si kutub anti wanita itu sekarang berjalan beriringan dengan seorang wanita. Itu tentunya menjadi berita heboh di kalangan staf.
Kai sendiri selain anggota keluarga Narendra, ia juga seorang naratetama di sini, jadi ia bisa keluar masuk secara bebas di sana. Ia juga memiliki lapangan tembak pribadi di area sebelah kiri.
Sekedar informasi, seorang Naratama berarti VIP atau Very Important Person. Itu mengacu pada orang yang menerima hak istimewa yang lebih penting daripada orang-orang biasa.
Sedangkan seorang naratetama bisa di sebut VVIP atau Very Very Important Person. Yang berarti orang itu menerima hak istimewa terpenting, merekalah yang paling pantas didahulukan ketimbang seorang naratama.
"Kamu bisa langsung masuk, tanpa perlu mendaftar?" tanya Dara.
"Hmm, lapangan tembak ini di kelola oleh keluargaku" ucap Kai.
Dara mengangguk paham dan mengikuti Kai yang berjalan dan berbelok ke arah kiri saat sampai di lorong. Itu adalah lapangan yang cukup luas.
"Ini ganti dulu pakaianmu. Aku sudah mengatakan pada staf untuk menyiapkan satu set pakaian wanita untukmu, ruang ganti untukmu sebelah sana" ucap Kai memberikan kunci loker pada Dara dan menunjuk arah ruang ganti.
"Hmm, aku ganti dulu kalau begitu" ucap Dara
Ada beberapa ruangan di sana, jadi Kai menggunakan ruangan lain untuk mengganti pakaiannya juga.
Kai tertegun melihat pakaian itu sangat pas di pakai oleh Dara, juga itu memperlihatkan Kalau Dara sangat terlihat cocok dengan semua jenis pakaian yang ada.
"Kamu sangat cantik" ucap Kai
"Kau terlalu memuji" ucap Dara dengan wajah memerah malu"
"Ayo kita mulai" ucap Kai.
Ia memberikan arahan dan bagaimana menggenggam pistol dan membidik dengan tepat. Apalagi mengingatkan daya kejut yang di hasilkan saat pelatuk di tarik itu sangat kencang dan tangan akan terdorong kebelakang. Hal itu perlu keseimbangan yang baik untuk menahannya.
"Maaf, permisi...." ucap Kai saat ia berdiri di belakang Dara dan mengajarkan cara memegang pistol dengan benar.
Keduanya sangat dekat, bahkan posisi itu seperti Kai yang memeluk Dara dari belakang. Dara menoleh ke samping dan tatapan keduanya bertemu. Dara bisa merasakan detakan jantung Kai yang sangat kencang di belakang punggungnya.
Namun Dara memutus kontak mata itu dengan berdeham, ia mencoba menghilangkan kecanggungan di antara mereka. Keduanya sama-sama salah tingkah namun berusaha untuk kembali fokus.
"Fokus dengan target... Apa sudah Fokus? Tarik pelatuknya sekarang!" ucap Kai memberikan instruksi.
DOR!!!!
Tembakan itu tepat mengenai titik pertama.
Dara terdiam, dia bisa merasakan nafas mint dari Kai, ia tidak berani bergerak karena jarak mereka sangat dekat.
Kai juga mencium wangi yang memabukkan dari tubuh Dara, ia dengan enggan melepas Dara. Namun ia juga tidak bisa terus di posisi ini, ia tidak ingin Dara salah paham juga.
Dar juga sekarang bisa memulai menembak sendiri. Ia mengambil ancang-ancang dan fokus dengan target.
DOR!!!
DOR!!!
DOR!!!
Tembakan Dara selalu tepat sasaran, membuat Kai berdecak kagum. Bahkan saat jarak target di atur cukup jauh, Dara tetap bisa menembaknya dengan tepat sasaran.
"Apa ini benar-benar kali pertama kamu belajar?" tanya Kai sulit percaya
"Ya" ucap Dara
"Kamu bahkan lebih ahli dari penembak yang sudah profesional" puji Kai.
"Kau terlalu berlebihan. Bukankah kamu lebih baik" ucap Dara
"Ya, aku memang sangat baik dalam menembak, tapi aku memerlukan latihan setidaknya 1 Minggu untuk mengenai sasaran utama, saat aku berusia 15 tahun saat itu" ucap Kai
"Kamu juga luar biasa. Tapi memang benar aku cepat sekali dalam belajar. Apalagi menembak hampir sama dengan memanah, butuh konsentrasi yang baik" ucap Dara tidak menyangkal jika dirinya seorang yang sangat mudah belajar sesuatu.
"Kamu bisa memanah?" tanya Kai terkejut mendengar itu.
"Ya, aku sedang belajar memanah juga" ucap Dara tidak berbohong.
Meskipun di bandingkan dengan keterampilan Liu Annchi, Dara masih perlu mengasah agar terbiasa dengan teknik memanah. Hanya saja jika di bandingkan dengan orang normal pada umumnya di dunia ini, keterampilan memanah Dara adalah yang terbaik dan Dara tidak menyadari hal itu.
"Kamu mau berlatih memanah di sini?" tanya Kai
"Apa ada lapangan memanah juga?" tanya Dara
"Hmm, di samping ada lapangan memanah, tapi itu untuk umum" ucap Kai.
Keduanya kemudian menunju ke lapangan panahan yang kebetulan tidak ada orang. Dara langsung memeriksa dan mengambilnya busur panah itu.
Tanpa menggunakan peralatan pelindung yang ada, ia berjalan dan mulai membidik ke sasaran.
Wushhhh!!!!
Tembakan itu sangat cepat dan tepat. Bahkan Kai terpukau melihat itu, ia sangat terpesona dengan gadis di depannya. Dara adalah gadis luar biasa dan istimewa di matanya. Juga gadis satu-satunya yang memenangkan hatinya.
Dara kemudian mengambil tiga busur dan menembakannya sekaligus dengan jarak 50 meter.
Wushhhh!!!!
Wushhhh!!!!
Wushhhh!!!!
Nice shot!!!
Itu adalah tembakan yang sangat akurat dan tiga-tiganya mengenai tepat di lingkar pertama.
Prok! Prok! Prok!
"Luar biasa" ucap seseorang dari belakang, membuat Dara dan Kai terkejut.
...••••••...
Nama : Ferdi Sanjana
Umur : 26 tahun
Pekerjaan : Bodyguard dan asisten pribadi Dara.