The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
309.



Maaf author up satu dulu hari ini, besok up dobel seperti biasanya.🙏


...•••••...


Setelah dari apartement Manda, Dara kini tengah berada di penthouse milik Kai. Malam ini Kai pulang ke penthouse dan Dara berencana menceritakan tentang keputusan Pak Sugeng mengenai sidang Skripsi dan juga tesisnya.


Juga ia ingin membahas tentang rencana pernikahan yang akan mereka lakukan. Bukannya terburu-buru, justru karena mereka tidak bisa buru-buru menikah makanya memutuskannya dari sekarang untuk mempersiapkan nya.


Pasalnya semua orang yang bekerja di instansi pemerintah khususnya di kemiliteran atau kepolisian. Membutuhkan proses yang cukup panjang untuk pengajuan pernikahan.


Ya, meskipun hal itu bisa di lakukan dengan mudah, terlebih dengan posisi Kai dan keluarga Narendra di kemiliteran.


Tapi setidaknya Dara ingin bertukar pikiran lebih dulu, baik itu mengenai konsep pernikahan, tempat pernikahan, tanggal pernikahan dan lain sebagainya.


Dara yakin Kai akan senang mendengarnya, karena ia tahu betapa inginnya Kai segera menghalalkannya.


"Kamu sudah pulang?" ucap Dara yang tengah menyiapkan makan malam untuk dirinya dan sang kekasih.


Cup!


Kai mencium pipi Dara dengan lembut.


"Aku berasa punya istri, pulang kerja di sambut oleh wanita yang aku cintai" ucap Kai yang kini melingkarkan tangannya ke perut Dara.


"Sana mandi dulu, habis itu nanti kita makan malam" ucap Dara tersenyum dan berbicara dengan lembut.


"Hmm, aku mandi dulu ya yang, tunggu aku di sini cuma sebentar kok, jangan ngintip ya. Ahh aku jadi nggak sabar makan masakan kamu" ucap Kai mengecup bibir Dara yang di respon dengan Dara yang melototinya, hal itu membuat Kai tertawa renyah melihatnya.


Sungguh menjahili Dara merupakan hal paling mengasyikkan buat nya..


Kai pun langsung masuk ke dalam kamarnya dan bergegas mandi, setelah lima belas menit Kai keluar dari kamar dengan keadaan segar, wangi dan juga menggunakan kaos yang membentuk otot lengan dan dadanya dan ia celana pendek selutut.


Dara dengan cekatan mengambilkan makanan untuk Kai, Kai pun tersenyum ke arahnya. Entah apapun yang ia lakukan, jika itu berhubungan dengan Dara membuatnya selalu bahagia.


Selesai makan malam yang di siapkan oleh Dara dan di puji oleh Kai. Kai tidak bohong, makanan Dara sangat lezat. Bahkan di mulut Kai, masakan Dara adalah yang terlezat di dunia setelah masakan ibunya.


Kini keduanya tengah berada di luar penthouse, tepatnya di balkon. Kai memeluk Dara dengan erat sembari menghirup aroma tubuh Dara yang memang sangat wangi dan candu baginya.


"Kai..." ucap Dara


"Hmm..." ucap Kai


"Aku akan sidang skripsi dua Minggu lagi" ucap Dara membuat Kai terkejut.


"Kamu bilang Sidang? Aku tidak salah dengar kan?" tanya Kai membalik tubuh Dara hingga keduanya saling bertatapan.


"Hmm... Pak Sugeng bilang skripsi ku di terima dan dua Minggu lagi aku akan sidang. Bukan hanya itu, tapi aku akan melakukan sidang untuk gelar ku sebagai dokter dan juga spesialis" ucap Dara tersenyum manis ke arah Kai.


GREP!!!


Kai memeluk calon istrinya itu dengan erat, ia ikut merasakan bahagia saat melihat binar bahagia di kedua mata Dara.


"Selamat sayang, kamu sungguh luar biasa. Aku sangat bangga padamu" ucap Kai terus mengecup puncak kepala Dara.


Dara pun menenggelamkan wajahnya di dada bidang Kai, ia merasa sangat bahagia. Ia merasa bersyukur dirinya memiliki Kai, keluarga, kerabat dan para sahabat yang selalu ada untuknya dan mendukung hal apapun yang ia lakukan.


"Mungkin bulan depan aku sudah wisuda" ucap Dara menatap Kai.


"Hmm, ayo kita menikah" ucap Dara


"Aku senang sekali sayang, akhirnya penantianku tinggal sedikit lagi menjadi kenyataan. Kapan keluarga mu ke ibukota? Bukankah mereka akan datang ke sini?" tanya Kai.


"Minggu depan Kakek dan Mama Ellena datang untuk mengambil raport Dimas. Papa Adnan dan ketiga kakakku akan menyusul tiga hari setelahnya. Sekalian menghadiri acara launching Star Corporation dan launching Star Farmasi" ucap Dara


"Kalau begitu nanti aku bicara pada papa dan mama untuk datang ke Star mansion saat Keluarga mu sudah datang. Kita akan segera menentukan tanggal pernikahan kita" ucap Kai


"Kamu sepertinya tidak sabar sekali" ucap Dara terkekeh.


"Ya, Aku sudah cukup bersabar sayang, kamu tahu betapa tersiksanya aku melawan godaan syaitan yang terkutuk. Hingga aku bisa bertahan tidak menerkammu saat ini juga" ucap Kai


"Coba kalau berani, aku patahkan adikmu sebelum mulai berkembang" ucap Dara memperagakan jika ia tengah mematahkan sesuatu.


"Sayang, jangan buat aku takut" ucap Kai langsung menutupi aset berharga miliknya.


"Ha-ha-ha...." Dara tertawa renyah melihat respon Kai yang langsung menutupi aset pribadinya.


"Kau sangat jahil sekali yang" ucap Kai mencubit hidung Dara karena gemas saat sadar Dara tengah menjahilinya.


"Ampun, ha-ha, itu kan kalau kamu mulai bertindak macam-macam. Kalau tidak aku kan jinak jinak aja tuh" ucap Dara memeluk Kai kembali.


Memang dada bidang Kai sangat nyaman di buat bersandar. Hingga Dara pun sangat menyukainya dan nyaman memeluk Kai.


"Kamu ikut ke negara A?" tanya Kai


"Ke acara wisuda nya Lingga?" tanya balik Dara yang di angguki oleh Kai.


"Sepertinya iya, Flo memintaku untuk menemani nya ke sana. Ia masih sedikit canggung dan malu jika ia hanya pergi bersama keluarga besarmu saja" ucap Dara.


"Kalau begitu aku juga akan mengambil libur, untuk menemanimu di sana" ucap Kai.


"Apa kamu tidak memiliki pekerjaan?" tanya Dara


"Tidak, tapi kalau memang ada pekerjaan mendadak. Aku terpaksa tidak ikut dan tidak bisa menemanimu di sana" ucap Kai


"Hmm, aku mengerti" ucap Dara mengangguk.


"Kamu tidak sibuk? Apa tidak ada jadwal kuliah lagi? Siapa yang jemput Kakek dan Mama Ellena? Bukannya saat mereka datang kamu masih berada di dalam pesawat menuju ke negara A?" tanya Kai.


"Aku sudah izin sama Kakek dan Mama El, dan masalah yang jemput. Ada sandi dan Alan yang akan menjemput, Dimas dan Ryan juga mungkin ikut menjemput mereka. Aku juga sudah bilang ke Dimas kalau aku akan ke negara A, jadi yang mengambil raport di wakili oleh mama Ellena dan Dimas mengerti. Dia juga antusias saat tahu mamah Ellena yang akan menjadi wali nya mengambil raport" ucap Dara.


"Jadi, apa kamu sudah siap memberitahu dunia? Kalau kamu adalah seorang putri dari keluarga Adi Raharjo yang misterius itu?" tanya Kai.


"Itu sudah menjadi resiko, dan aku akan mengambil resiko itu. Bukankah dengan aku mengakui kalau aku adalah cucu dari keluarga Adi Raharjo. Itu berarti membuat seluruh dunia tahu, bahwa aku adalah milikmu" ucap Dara.


Ia mengatakan hal itu karena semua orang di negaranya tahu, bahw cucu perempuan satu-satunya di keluarga Adi Raharjo di kota S. Memiliki hubungan pertunangan dengan putra pertama Keluarga Narendra di ibukota.


"Hmm dan aku sangat menantikan itu, akan ku buat dunia bungkam. Kalau Dewi Nasional telah berhasil aku tandai dan akan menjadi wanita satu-satunya seorang Kai Raka Narendra" ucap Kai tersenyum dan mengecup bibir Dara yang tengah tersenyum itu.


"Aku sangat mencintaimu Addara Azalea Adi Raharjo, aku semakin tidak sabar menjadikanmu sepenuhnya milikku" ucap Kai sebelum mencium kembali Dara dan kali ini bukan hanya kecupan melainkan ciuman dalam yang sangat menghanyutkan.


...•••••••...