
Saat kembali dari rumah sakit, Dara dan Kai kompak terkejut saat melihat seluruh keluarga Adi Raharjo tengah berkumpul bersama di Manor Keluarga Narendra.
Gusti, Adnan, Ellena, Jefrey, Revan dan Bara kini berada di ruang tamu bersama keluarga Narendra yang lain.
Entah sejak kapan mereka semua datang ke ibukota, apalagi Bara baru seminggu lalu kembali ke kota S. Tapi kini sudah berada di ibukota lagi.
"Loh kakek, mama, papa sama kakak kok ada di sini?" tanya Dara menatap mereka semua
"Eh, kamu sudah pulang sayang. Gimana hasil pemeriksaannya? Cucu mama sehat kan? sudah berapa Minggu? Cewek atau cowok?" tanya Mama Ellena dengan sangat antusias memberikan banyak pertanyaan pada putrinya itu.
"Kok mama tahu?" tanya balik Dara
"Mama yang kasih tahu dan mereka langsung kemari, setelah mama kasih tahu Ellena kalau kamu hamil" ucap Mama Hesti.
"Oh..." Dara mengangguk paham.
"Ih kenapa nggak di jawab Mama tanya tadi" ucap mama Ellena cemberut, Dara tersenyum lembut mendengar mama-nya merajuk.
"Hasil pemeriksaannya baik, adek-adek bayi semuanya dalam keadaan sehat dan kuat. Jenis kelaminnya belum tahu karena masih 3 Minggu mah" ucap Dara pelan.
"Adek-adek bayi? Kamu hamil anak kembar?" Sontak semua yang di sana terkejut.
"Ya, bukan cuma dua tapi tiga" Kini yang menjawab adalah Kai dengan wajah bahagianya dan menunjuk tiga jarinya pada mereka semua.
"Tiga???" ucap yang lain kompak dan lebih terkejut lagi saat mendengar itu.
"Woaaahhhhh....." ucap yang lain.
"Topcer banget kamu boy" ucap Galuh pada putranya itu.
"Jelas..." ucap Kai membuat semuanya tertawa
"Ha-ha-ha, bagus-bagus... Aku akan jadi buyut dari banyak cicit sekarang" ucap Gusti tertawa bahagia
"Benar, kita punya cicit banyak" sahut Dierja menepuk pundak sahabatnya itu dan Tertawa bersama.
"Adnan! Kirim bonus ke semua karyawan di perusahaan sebagai ucapan syukur kita! Karena Keluarga kita akan bertambah anggota keluarga baru dalam beberapa bulan kedepan" ucap Gusti dengan wajah sumringah.
"Baik ayah" jawab Adnan tak kalah semangatnya.
"Galuh! Genta! Bagikan bonus juga ke semua karyawan dan anggota militer!" ucap Dierja.
"Hesti! Sarah! Persiapkan semua barang dari sembako, pakaian, susu bayi, Pampers alat-alat sekolah dan juga uang cash untuk santunan anak yatim piatu. Besok kita akan pergi ke setiap panti asuhan di ibukota" ucap Dian
Para kakek dan nenek buyut itu pun ikut heboh saat tahu Dara tengah hamil kembar triplet.
"Baik ayah, ibu" ucap Galuh, Genta, Hesti dan Sarah bersamaan.
Kai dan Dara hanya saling menatap dan mengulum senyum. Mereka berdua lebih bahagia dari yang lain, karena mereka akan menjadi orang tua dari keempat anak.
Sedangkan Baby langit di pangkuan Ajeng ikut bersorak saat melihat yang lain tertawa. Hal itu membuat semuanya gemas dan tertawa bersama.
.....
Sebulan telah berlalu, pelatihan yang lakukan Flo dan Lingga sudah selesai. Kini Flo sudah berhasil menjadi kultivator di tingkat Origin level awal. Sedangkan Lingga sudah berhasil menjadi kultivator di tingkat Qi Transformasion level puncak.
Saat keduanya keluar dari The Hidden Green World dan Red Earth. Tampak keduanya terkejut melihat satu sama lain, sedangkan Dara yang berada di sana sembari memangku Baby Langit terlihat tenang.
"Ga..." ucap Flo terkejut melihat calon suaminya itu keluar dari Red Earth.
"Hah, sepertinya aku nggak bisa menyembunyikannya lagi. Aku sekarang sudah menjadi kultivator juga sayang, sama seperti mu" ucap Lingga menatap Flo dengan senyum dan melepaskan aura kultivasi nya.
"Ba-bagimana bisa?" ucap Flo terkejut saat merasakan aura spiritual seorang kultivator dari tubuh Lingga dan sudah menjadi kultivator di tingkat Qi Transformasion level puncak.
"Aku yang membuatnya menjadi kultivator atas keinginannya, Flo" ucap Dara
"Kenapa kamu nggak bilang Ra? Bagaimana kalau Lingga kenapa-napa saat proses pembukaan Meridian?" ucap Flo menatap ke arah Dara.
"Lingga memiliki tekad yang kuat, bahkan tanpa sepengetahuan kamu dia melatih fisiknya agar bisa menjadi seorang kultivator. Dan lihat dia berhasil sampai di tingkat tiga puncak saat ini" jelas Dara.
"Kenapa kamu melakukan ini?" ucap Flo menatap ke arah Lingga.
"Bagaimana kalau kamu tidak selamat saat membuka Meridian mu? Apa itu sakit?" ucap Flo dengan mata berkaca-kaca.
"Sakit, tapi kata kakak ipar itu tidak seberapa dengan sakit yang kamu alami saat membuka Meridianmu" ucap Lingga menghapus air mata yang jatuh di pipi Flo.
"Kamu bohong!" ucap Flo hampir terisak.
"Aku tidak berbohong sayang" ucap Lingga
"Lingga benar Flo, rasa sakit yang ia rasakan. Bahkan tidak ada setengah dari yang kamu rasakan waktu itu?" ucap Dara
"Kok bisa?" tanya Flo menatap Dara dengan mata memerah karena menangis tadi.
"Karena dalam diri Lingga mengalir darah keturunan kultivator. Keluarga Narendra adalah keluarga keturunan kultivator, jadi Tentu baik Lingga maupun Ajeng juga memiliki basis dasar kultivasi pada diri mereka sejak lahir" ucap Dara
"Sejak kapan?" tanya Flo.
"Dua bulan lalu, dan selama sebulan belakangan ini dia juga ikut pelatihan tertutup untuk meningkatkan kekuatannya. Dan dia bisa meningkatkan kekuatan nya dua tingkat selama sebulan" ucap Dara
"Aku tidak akan membiarkan kamu berjuang sendiri. Meskipun aku tidak bisa sekaligus mengejar kekuatan kamu yang sudah jauh lebih tinggi. Tapi aku juga ingin berjuang demi kamu menjadi kultivator hebat juga dan bisa melindungi mu" ucap Lingga tersenyum
Flo melihat ke arah Dara, keduanya seolah berbicara lewat kontak mata. Flo menghela nafas lega saat Dara tidak mengatakan hal yang berhubungan dengan Ki Rawa dan aliran hitam lain yang kemungkinan besar akan datang ke ibukota pada Lingga.
Flo tidak ingin calon suaminya itu ikut serta dalam penangkapan itu. Ia tidak ingin Lingga terluka, apalagi yang mereka lawan saat ini bukan lawan yang enteng.
"Tii, omom, Bi mu nya dek" celoteh Langit hingga membuat semuanya menoleh ke arahnya.
"Oh ya?" ucap Flo terkejut dan menatap Dara dan di jawab anggukan kepala.
"Selamat Ra" pekik senang Flo dan memeluk Dara.
Lingga sendiri di sana yang menatap mereka tidak mengerti apa yang membuat calon istrinya itu senang.
"Boy, kamu ngomong apa?" tanya Lingga pada bayi itu.
"Bi mu nya dek" ucap Langit dengan berbinar ke arah Lingga.
Lingga menggaruk kepalanya tidak mengerti ucapan Baby Langit, ia kemudian menoleh ke arah Flo.
"Langit ngomong apa Yang? Aku nggak mudeng" tanya Lingga.
"Baby Langit bilang kalau dia mau punya adik, Dara hamil" ucap Flo
"Wah, benar itu kakak ipar?" tanya Lingga terkejut.
Dara mengangguk dan Lingga heboh karena ia akan memiliki keponakan lainnya. Terlebih saat ia tahu kalau Dara hamil anak kembar tiga, ia makin heboh dan mengatakan kalau sepupunya itu sangat topcer. Lingga mengatakan ia akan berguru pada sepupunya itu, agar ia juga bisa segera punya anak nanti.
....
Dara melihat langsung latihan yang di lakukan oleh seluruh anggota GOD. Ia mengangguk puas, setidaknya kekuatan mereka semua meningkat dengan cepat.
Ia melihat White yang juga sedang melakukan kultivasi tertutup. Binatang legenda itu kini sudah berada di tingkat origin.
Semuanya mengalami peningkatan, termasuk Kai juga dirinya. Meskipun terlihat santai, baik Dara dan Kai melakukan kultivasi saat ia memiliki waktu luang di malam hari. Meskipun tidak seketat pelatihan mereka semua yang harus melakukan kultivasi tertutup.
Setidaknya 5 jam sehari mereka gunakan untuk berkultivasi dan keduanya melakukan itu di ruang dimensi tubuh Dara.
Kai sendiri kini sudah berada di tingkat Origin level awal atau junior dan Dara berada di tingkat Origin level puncak, hanya butuh waktu sedikit lagi Dara akan menerobos ke tingkat Dao.
"Sayang, kamu terlalu banyak menyerap Chi di sini. Ayo kita keluar!" ucap Dara pada putranya itu.
Dara dengan rutin mengecek Chi yang sudah di serap Baby Langit. Meskipun wadah atau penampungan Chi di tubuhnya belum di bangkitkan karena Meridiannya belum terbuka.
Namun Chi itu mengalir di seluruh tubuh bayi menggemaskan itu tanpa harus adanya wadah. Dara tahu jika saat putranya itu mulai kultivasi, kekuatan di tubuhnya bisa meledak.
Hal itu pula yang membuat Dara menyegel kekuatan Baby Langit untuk sementara. Karena hal itu bisa membahayakan putranya jika segel itu terbuka.
Meskipun begitu, Dara memiliki cara sendiri untuk melatih Baby Langit tanpa harus membahayakan nyawa bayi itu.
...•••••••...