The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
191. Mencari tahu



Setelah mengobati Manda dan meminta Flo untuk menjemput Manda pulang ke apartemen. Dara langsung mengirim pesan pada Theo untuk mengirimkan informasi lengkap dari beberapa orang yang ingin dia ketahui. Lalu Dara pun kembali ke kelas karrna sudah lama minta izin.


Dara minta maaf dan mengatakan ke pak Sugeng kalau perutnya sedang bermasalah dan lama di toilet. Untungnya pak Sugeng percaya, Bahkan meminta Dara untuk meminum obat dan istirahat di UKS.


Namun Dara menolak dan ingin meneruskan pelajaran nya. Sungguh murid teladan, begitu yang di pikirkan Pak Sugeng.


Drrrtttt!!!


Drrrtttt!!!


Drrrtttt!!!


Ponsel Dara bergetar, dengan cepat Dara membuka pesan itu diam-diam saat di kelas, agar tidak ketahuan pak Sugeng.


Salah satu pesan itu adalah pesan dari Flo bahwa Manda sudah ia jemput dan mereka sedang menuju ke apartemen.


Pesan lain dari Theo yang mengirimkan dokumen yang di inginkan olehnya mengenai Riki dan yang lainnya, secara terperinci.


Pesan dari Fredi pun muncul dan mengatakan jika ia sudah siap menyabotase Riki dan teman-temannya jika Dara menginginkannya. Dara menyeringai lalu menyimpan kembali ponselnya dan fokus kembali ke pelajarany


....


Di dalam ruangan kerja Dara, ia fokus memeriksa dokumen yang ada di komputernya yang di berikan Theo via email. Semenjak pulang dari kampus, ia langsung menuju ke ruang kerjanya itu.


Flo yang telah kembali dari mengantar Manda juga langsung menjemput Dara dan kini berada di ruangan yang sama dengan nonanya itu.


"Pantesan ini anak sombong, keluarganya ternyata keluarga kelas satu yang hampir setara dengan keluarga Rukmana" gumam Dara, namun masih mampu di dengar oleh Flo. Namun Flo hanya diam saja.


"Astaga padahal levelnya masih rendah tapi gayanya selangit, Bahkan ngalahin gayanya para artis" ucap Dara lagi


Dara masih fokus melihat rincian informasi itu. Ia juga melihat jika Mira hanya seorang anak dari pedagang kelas menengah di ibukota. Namun Dara menggelengkan kepalanya mengingat tingkah wanita yang sangat sombong itu.Tentu tidak sadar diri.


"Ah, ternyata banyak sekali celah untuk aku masuk dan menghancurkan apa yang kamu miliki Riki! Mira." ucap Dara lagi dengan kesal.


"Ada yang bisa saya bantu nona?" tanya Flo


"Hmm, seperti nya ada. Kemarilah Flo" Ucap Dara, Flo ohn iku menghampiri nonanya itu


"Begini Flo jadi..." ucap Dara pada tangan kanannya itu. Flo hanya mengangguk dan mengikuti instruksi dari nonanya itu, lalu pamit pergi untuk menjalankan tugas.


"Kalian bermain dengan orang yang salah Riki Mira." gumam Dara.


....


Dimas dan Ryan baru saja pulang dari less mereka, keduanya pun langsung masuk dan bertanya pada Agam.


"Pak Agam, apa kakak sudah pulang?" tanya Dimas yang memang tidak bertemu dengan kakaknya sejak hari Sabtu itu.


"Sudah tuan muda, nona sekarang ada di ruang kerja" ucap Agam.


"Hah, kakak terlalu bekerja keras, apa tidak capek kerja terus, lalu kuliah" ucap Dimas.


Agam yang mendengar ucapan tuan mudanya itu hanya tersenyum dan mengelus kepala Dimas dengan lembut.


"Nona melakukan itu demi anda tuan muda. Bukankah lebih baik anda mengirim mibuman dan camilan untuk nona?" ucap Agam memberikan saran agar Dimas lebih memperhatikan Dara yang sudah sangat bekerja keras untuk semuanya.


"Bapak benar, kalau begitu aku akan minta bik asih menyediakan teh kesukaan kakak dan juga makanan ringan. Aku pergi ganti baju dulu" ucap Dimas dengan semangat pergi menuju kamarnya dan Menganti pakaian.


"Bagaimana sekolahmu?" tanya Agam pada putra bungsunya itu


"Sangat bagus, Kamu harus bisa menjadi orang sukses dan juga jangan lupa dengan Nona Dara yang sudah baik pada kita" ucap Agam mengingatkan anaknya tentang betapa baiknya Dara dan keluarganya.


"Tentu yah, tidak usah khawatir. Mereka adalah keluarga ku, aku akan menjadi orang sukses di masa depan dan membahagiakan kalian semua" ucap Ryan tulus


"Anak pintar. Apa kamu dan tuan muda sudah makan?" tanya Agam lagi.


"Udah Yah, tadi sebelum less Dimas mengajakku ke cafe di dekat sana dan makan siang dulu" ucap Ryan tersenyum


"Ya sudah kamu ganti pakaian dan jangan lupa belajar, apa ada PR?" tanya Agam


"Nggak ada PR yah, jadi hari ini aku bisa belajar dan bermain dengan santai. Aku ke kamar dulu yah" ucap Ryan


"Hmm" ucap Agam mengangguk


....


Tok! Tok! Tok!


Dimas mengetuk pintu ruang kerja kakaknya itu, setelah terdengar Dara mengatakan masuk dari dalam dan Dimas pun masuk dengan membawa sebuah nampan berisi satu teko teh dan juga camilan.


Dara hanya tersenyum melihat kedatangan adiknya dan mengucapkan terimakasih atas perhatian sang adik padanya.


Dimas bertanya apa yang sedang di lakukan kakaknya itu.


"Kakak sedang membuat diagram laba di perusahaan. Apa kamu mau belajar?" tanya Dara


"Nggak ah nanti aja kalau Dimas udah kuliah. Sekarang Dimas ingin menikmati masa muda Dimas dulu" ucap Dimas


"Baiklah, tapi jangan lupa belajar dan jaga kesehatan. Jangan sampai sakit hmm?" ucap Dara menegelus kepala adiknya itu


"Iya kak, beres itu mah. Oh iya kak tadi pagi mama Ellena telepon Dimas, katanya mereka telepon kakak, nggak di angkat" ucap Dimas.


"Oh ya, kakak waktu itu masih di kelas. Apa katanya?" tanya Dara pada adiknya itu.


"Mama Ellena bilang, Papa Adnan dan kakek Gusti sepakat akan mengumumkan jika kita berdua adalah anggota keluarga resmi Adi Raharjo ke publik. Bukan cuma kita, tapi juga kak Bara yang akan di buka sebagai anak kedua dari keluarga Adi Raharjo" ucap Dimas.


"Hmm, kakak paham" ucap Dara mengangguk


"Apa tidak masalah kak? Maksud aku, kan kita belum lama muncul, pasti akan menggegerkan orang jika tahu kita adalah keluarga Adi Raharjo" ucap Dimas


"Tidak masalah, lagian cepat atau lambat semua akan tahu juga. Tapi nanti kakak bilang pada mama dan papa, untuk tidak mengekspos wajah dan nama kita. Setidaknya sampai kamu lulus SMA dan bisa berdiri dengan benar sebagai cucu keluarga Adi Raharjo" ucap Dara


"Kalau Dimas ngikut apa kata kakak aja" ucao Dimas.


"Anak pintar, lalu bagaimana dengan sekolahmu? Dan bagaimana dengan Perkemahan, apa jadi?" tanya Dara


"Sekolah lancar kak, ya walaupun agak sulit sih jadi murid populer ha-ha. Kalau masalah perkemahan, Jumat sore ini kami semua berangkat kak ke kota H" ucap Dimas percaya diri dan menjelaskan tentang perkemahan.


"Oh begitu, bisa tolong panggilkan Ryan" ucap Dara


"Tentu" ucap Dimas tanpa banyak tanya Ia kemudian keluar dan memanggil Ryan.


Dara sudah memutuskan untuk memberikan masing-masing jimat untuk Keluarga nya. Karena bagaimanapun bahaya kemungkinan besar akan datang tanpa di duga. Jadi Dara harus mengantisipasi nya."


...•••••••...