
Semua orang terpukau bahkan Dara sendiri hanya terkekeh dalam hati, ia sudah memperkirakan hal ini sebelumnya. Awalnya ia tidak ingin membuat publik gempar karena kehadirannya. Namun ia berpikir kembali, ia tidak bisa selamanya bersembunyi, bukan?
Terlebih ia juga harus meningkatkan bisnisnya dan bertemu banyak relasi bisnis ke depannya setelah Star Corporation resmi di dirikan.
Sebelum itu Dara juga berniat melebarkan bisnisnya di bidang lain, meskipun ia belum tahu bisnis apa lagi kira-kira yang akan ia rintis ke depannya. Karena ia akan fokus untuk pengajuan skripsi agar bisa segera menyelesaikan kuliahnya.
Perhatian semua orang masih terpaku dengan kecantikan Dara. Namun Lucas, Felicia dan Xavier tidak terlalu terpaku seperti orang-orang karena sebelumnya mereka sudah pernah melihat wajah asli Dara. Meskipun tetap saja mereka masih saja terpesona dengan kecantikan sang bos.
"Calon istriku, Lihat Da! Itu calon istriku, calon nyonya Nugraha " ucap Xavier dengan sedikit mengguncang Enda yang berdiri di sampingnya yang kini terkejut.
Enda yang tersadar karena guncangan Xavier sedikit linglung, namun ia bergegas mengambil tissu dan menyeka darah di hidungnya, karena begitu terpesona dengan Dara.
Ia menoleh ke sekelilingnya yang menjadi hening dan raut wajah semua orang yang masih terbengong-bengong karena terpukau pada kecantikan Dara.
"Ap-apa kamu bilang Vier, calon istri?" tanya Enda dengan pelan pada artisnya itu yang sudah mulai mengumpulkan kesadarannya.
"Ya, aku kan sudah bilang padamu. Aku akan membuatnya menjadi istri masa depanku, aku akan melamarnya" ucap Xavier yang membuat Enda terkejut.
"Di-dia.... Si Dewi Nasional? Ah tidak! Dia Bos? ketua??" tanya Enda bingung menyebut nya apa.
"Ya Dia Dewi nasional dan Dewi kehidupan ku, dia Ketua A.A Entertainment" ucap Xavier dengan senyum mengembang di wajahnya.
"Oh astaga, pantas saja.... Pantas saja Xavier sampai uring-uringan dan jadi gila hanya karena ingin melihatnya bahkan menginginkannya menjadi istrinya. Cantiknya tidak ada obat, aku juga mau kalau dia jadi istriku dan ibu dari anak-anakku" ucap Enda yang di akhir kalimat ia ucap dalam hati.
"Eh... mau kemana kau, Vier!!! Astaga jangan bilang ia ingin berbuat nekad" ucap Enda yang terkejut karena artisnya itu berjalan menghampiri Dara.
Melihat ada orang yang berjalan ke arah mereka, Flo dengan sigap menghalangi. Ia tidak mengenal Xavier, baik itu identitasnya sebagai penerus Nugraha Group ataupun sebagai seorang aktor papan atas.
"Nona, bisakah kau minggir? Kau menghalangi jalanku" ucap Xavier kesal namun ia masih melembutkan suaranya. Ia tidak ingin imagenya terlihat buruk di depan gadis yang ia sukai.
"Maaf tuan, tapi anda yang menghalangi jalan kami. Bisa minta tolong beri kami jalan? Kami ingin masuk!" ucap Flo dengan nada datar yang bahkan tidak menunjukan rasa kekaguman saat berhadapan dengan aktor papan atas yang sangat tampan dan di kenal sebagai King of Actor dengan ketampanannya yang di sangat di Gandrungi kaum hawa.
"Nona saya tidak menghalangi jalanmu, saya ingin menghampiri cal...." ucap Xavier yang terpotong karena ucapan Enda yang membekap mulutnya..
"Vier! Astaga... Nona, maafkan Xavier, ia tidak bermaksud menghalangi jalan anda. Silahkan lanjutkan perjalanan nya" ucap Enda dengan sopan dan menarik Xavier yang sedikit berontak.
"Enda! apa-apaan kamu ini! Kamu mengacaukan semuanya" ucap Xavier marah dengan nada sangat pelan. Namun Dara dan Flo masih bisa mendengarnya dengan jelas.
"Jangan macam-macam Vier! Lihat tempat kita ada di acara orang dan di siarkan langsung. Kamu mau orang-orang salah paham? Berhenti bertindak bodoh!" ucap Enda
"Aku tidak macam-macam, aku hanya ingin bertemu calon istriku dan mengajaknya masuk bersama. Kau tidak lihat banyak orang yang menatapnya kagum, aku tidak rela milikku di tatap seperti itu" ucap Xavier menatap tajam ke arah managernya itu.
Dara dan Flo yang mendengarnya terkejut meskipun raut wajah mereka masih tidak berubah. Keduanya mengira kalau Xavier terlalu berpikir tinggi tentang Dara. Bahkan dengan halunya mengklaim Dara sebagai miliknya.
"Flo, ayo kita masuk!" ucap Dara tidak ingin terlibat dengan Xavier atau laki-laki lain selain Kekasihnya.
"Baik nona" ucap Flo.
Ucapan Dara yang merdu mengalun lembut di telinga setiap orang yang baru tersadar karena terpesona mereka dan menyeka darah mimisan mereka.
Para fotografer juga sudah mulai mengambil gambar jepretan, yang mereka yakin akan menjadi trending topik, yang bertajuk. Dewi Nasional, sesuai dengan namanya, turun dari langit menampakkan dirinya di bumi. Sungguh juduo yang konyol, bahkan sangat panjang seperti nama judul di Chanel ikan terbang.
Xavier ingin mendekat ke arah Dara pagi, namun berhasil di halangi oleh Enda yang menariknya masuk ke studio dan duduk di tempatnya. Sedangkan Lucas dan Feli menunggu Bos mereka dan tetap berdiri di tempat.
"Ketua.." sapa Keduanya dengan sopan dan hormat.
"Hai Lucas, Feli" sapa Dara dengan lembut dan tersenyum membuat hati semua orang di sana bergetar melihat senyumannya.
Para wartawan yang berada di sana, membuka mulutnya mencoba bertanya pada sang bintang malam ini.
"Nona, apa bisa memperkenalkan diri anda? Apakah benar anda bos dari A.A Entertainment dan kakak dari Selebgram dan YouTubers Dimas yang di sebut Dewi Nasional?" tanya Wartawan yang sebenarnya hal itu sudah di pastikan hanya saja, ia ingin mendengar langsung dari mulut Dara.
"Nona Dara, anda begitu cantik. Apa anda sudah memiliki kekasih?"
"Nona.....
Masih banyak lagi pertanyaan yang di layangkan wartawan, namun Dara memilih tidak menjawab dan pamit masuk. Baginya pertanyaan mereka tidak penting untuk ia jawab.
.....
Acara berjalan sampai tengah malam dan semua sudah bubar. Xavier yang sudah lepas dari Enda segera menghampiri Dara.
Flo yang melihat mengerutkan dahinya melihat kedatangan pria itu, namun ia tetap diam karena tidak ada instruksi dari nonanya.
"Hai ketua Dara, apa kabar?" ucap Xavier menyodorkan tangannya namun bukan di sambut oleh Dara, melainkan oleh Flo. Yang membuat Xavier kesal namun ia tidak bisa menunjukannya di depan Dara.
"Hallo, Anda salah satu artis di agensi saya bukan?" tanya Dara, berpura-pura tidak mengingatnya, karena tidak ingin Xavier menganggap lebih lagi.
Xavier merasa tercubit saat gadisnya melupakan namanya meskipun Dara masih mengingat jika ia artis di agensinya.
"Benar, namaku Xavier, kamu bisa memanggilnya Vier atau sayang juga boleh" ucap Xavier tidak menggunakan bahasa formal dan mengedipkan matanya dengan senyumnya semanis gulali.
Flo terkejut mendengar ucapan pria di depannya itu, ingin sekali ia menampar mulut itu agar tidak sembarang bicara di depan nonanya. Ia tidak ingin nama baik nonanya terseret dengan hal tidak perlu, jika orang lain mendengar ucapan omong kosong pria di depannya.
Beruntung tidak ada orang lain dalam jarak dekat dan ada Flo di antara mereka. Kalau tidak mereka pasti akan terkena skandal yang akan membuat Dara pusing, terlebih Dara harus menjaga perasaan sang kekasih dan nama kedua keluarga.
"Apa ada yang bisa saya bantu tuan Xavier?" ucap Dara tidak menggubris ucapan Xavier yang sudah terbaca niatnya oleh Dara.
"Ah, bisakah aku mengajakmu makan siang atau makan malam?" tanya Xavier dengan senyum manis di wajahnya.
"Maaf, aku terlalu sibuk dan tidak memiliki waktu" tolak Dara
"Aku akan menunggu saat waktu senggangmu, bisakah aku meminta nomor telepon mu, nona? Jangan salah paham, ini hanya untuk keperluan pekerjaan" ucap Xavier modus berharap Dara tidak keberatan memberikan nomornya dan memberikan kesempatan untuk dirinya mendekat.
"Flo, berikan kartu nama padanya!" ucap Dara.
"Baik" ucap Flo kemudian menyerahkan kartu nama miliknya, bukan milik Dara.
Karena selain ia tidak memiliki kartu nama nonanya, ia juga tahu maksud dari nonanya. Nonanya tidak akan mudah memberikan nomor teleponnya pada orang lain.
Xavier mengerutkan keningnya saat melihat nama Flower di kartu nama yang di berikan padanya.
"Nona, sepertinya anda salah. Ini bukan kartu nama milik nona Dara" ucap Xavier.
"Aku tidak salah" ucap Flo datar
"hah..." ucap Xavier bingung.
"Bukankah Anda meminta nomor telepon untuk keperluan pekerjaan? Anda bisa menghubungi di nomor itu, karena saya adalah asisten pribadi nona jadi saya memberikan nomor kartu namaku" ucap Flo.
Xavier ingin memprotes, namun tidak jadi karena Dara berbicara dan pamit untuk pulang.
"Maaf, seperti nya saya harus segera pulang, saya masih memiliki kepentingan besok pagi. Saya pamit tuan Xavier, saya harap pekerjaan anda lancar. saya pastikan perusahaan menjamin tentang karir anda di agensi kami" ucap Dara dengan sopan.
Setelah itu Dara berjalan keluar di ikuti oleh Flo, meninggalkan Xavier yang menatap penuh pemujaan dan juga kesal karena tindakan Flo yang membuatnya emosi jiwa.
Ia menggerutu karena niatnya untuk lebih dekat dengan Dara gagal.
...••••••...