The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
189.gosip baru



Setelah kejadian di butik, Dara hanya diam dan menghela nafas. Hal itu membuat Kai yang menjemputnya menatap heran ke arah calon tunangannya itu.


Sampai di penthouse pun Kai masih melihat Dara terdiam dan duduk bersandar di sofa empuk di ruang tamu.


"Kenapa Hmm? Apa ada yang buat kamu kesal atau capek seharian sama mama dan Tante Sarah?" tanya Kai sembari memberikan secangkir coklat panas untuk Dara.


"Tidak kok, seru juga jalan sama duo mama" ucap Dara


"Lalu kenapa sejak tadi murung dan menghela nafas terus?" tanya Kai sembari mengelus rambut halus kekasihnya itu.


"Apa dulu kamu pernah ketemu sama cewek-cewek yang di kenalkan mama Hesti?" tanya Dara


"Tidak! Kalau pun iya itu hanya kebetulan saat ada acara keluarga atau ulang tahun perusahaan atau anggota keluarga. Karena aku pasti menyempatkan waktu untuk datang jika tidak ada tugas penting" jawab Dara


"Hmm syukurlah..." ucap Dara


"Ada apa hmm?" tanya Kai menangkup wajah Dara dengan kedua tangannya.


"Aku bertemu dengan salah satunya tadi" ucap Dara, membuat Kai terkejut lalu menyeringai tipis.


"Jadi ceritanya kamu cemburu hmm?" tanya Kai sembari menahan senyumnya, jadi kekasihnya itu diam karena cemburu padanya.


"Nggak bisa bohong kalau aku cemburu, haahh apalagi melihat dia sangat cantik dan anak holkay" ucap Dara


"Di mataku kamu adalah perempuan paling cantik. Jangan minder, kalaupun mereka anak orang kaya. Kan kamu sendiri bahkan tidak lain adalah orang kaya, bahkan tanpa embel-embel Keluarga Adi Raharjo pun kamu tetap jadi orang kaya. Sedangkan mereka masih bergantung dengan nama belakang keluarganya. Jadi kamu jauuuuhh di atas mereka dari segi apapun, terlebih di mataku hanya kamu satu-satunya" ucap Kai


"Uuuhhh kenapa kamu jadi so sweet gini, khusus di mana?" tanya Dara gemas dengan kekasihnya dan mencubit pipi Kai.


"Mbah Google" ucap Kai jujur


"Hais aku serius" ucap Dara


"Aku juga serius, kau tahu sebelum aku kenal kamu? Aku bahkan tidak pernah melirik wanita manapun dan di juluki kutub. Aku mana tahu cara deketin cewek saat tertarik dengan kamu, mau tanya Nathan dan Rafael takut mereka meledek. Jadi aku cari tahu lewat internet" ucap Kai apa adanya


"Sungguh?" tanya Dara terkejut.


"Hmm, aku tidak akan berani berbohong padamu" ucap Kai.


Dara mengangguk, kemudian ia menceritakan kejadian tadi di butik. Kai pun menjadi pendengar setia, ia merasa bersyukur karena tantenya itu memiliki daya kepekaan yang tinggi pada orang di sekitarnya


Tidak banyak orang tahu, selain menjadi istri seorang Genta Raka Narendra sebagai raja bisnis. Sarah merupakan konsultan pribadi Narendra.


Berkat kepekaannya Narendra Corporation sangat maju, bahkan lebih maju di bandingkan dulu dan itu tidak lain karena kehadiran Sarah.


....


Keesokan harinya Kai mengantar sang kekasih pulang ke star Mansion. Tapi ia tidak langsung pulang melainkan menunggu Dara berganti pakaian dan mengantarkannya ke kampus.


Dimas dan Ryan sudah berangkat sekolah, karena dara oulang saat jam menunjukkan pukul 8 pagi.


Keduanya sampai di kampus, bertepatan dengan Dara yang baru turun dari motor, ponsel Kai pun berdering.


"Siapa?" tanya Dara


"Pangkalan" ucap Kai menghela nafas, ia tahu jika pangkalan militer menelepon tentunya ia memiliki tugas yang harus ia selesaikan.


"Angkat aja" ucap Dara yang di angguki oleh Kai.


Kai langsung menjawab panggilan telepon tadi.


"Baik!" ucap Kai saat berbicara dengan seseorang di telepon lalu mematikan sambungan telepon itu.


"Sayang, aku dapat tugas" ucap Kai dengan wajah lesunya.


"Yang semangat dong, kan ini sudah kewajiban dan tanggung jawab kamu. Aku akan menunggu kamu di sini" ucap Dara memeluk Kai, membuat Kai membalas pelukan itu.


Mereka seakan lupa jika mereka masih berada di depan gerbang kampus, di mana masih banyak mahasiswa dan mahasiswi yang keluar masuk dan Heboh saat melihat keduanya berpelukan di depan gerbang.


"Hmm tidak apa, yang penting kabari aku jika ada waktu senggang. Ingat! Selalu pakai dan jangan pernah lepaskan kalung yang aku berikan padamu, itu akan terhubung denganku jika kamu dalam bahaya" ucap Dara


"Aku mengerti, terimakasih sudah peduli padaku sayang" ucap Kai


"Kau bilang apa, bagaimana aku tidak peduli pada calon suamiku sendiri. Sudah berangkatlah dan hati-hati, kabari aku jika sudah sampai" ucap Dara


"Hmm, aku berangkat. Kamu juga hati-hati di sini dan selalu jaga kesehatan dan hati kamu untukku" ucap Kai mengecup kening Dara cukup lama.


"Hmm, aku akan melakukannya" Dara menganggukan kepala nya paham.


Tak lama Kai pun pergi melajukan motornya membelah macetnya ibukota menuju ke pangkalan militer. Sedangkan Dara masuk ke dalam kampus.


....


Dara merasa heran melihat tatapan orang-orang padanya sejak ia masuk ke


kampus, bahkan sampai ia berada di kelas tatapan orang-orang padanya terlihat aneh.


Daffa, laki-laki itu bahkan tidak masuk kuliah hari ini. Sampai akhirnya Cindy datang mendekati Dara yang duduk di atas bangkunya itu.


"Ra...." panggil Cindy


"Hai Cin" sapa balik Dara


Setelah berbasa-basi Cindy pun mulai penasaran dan bertanya pada Dara.


"Ra, yang tadi anterin kamu si Abang pacar yang ganteng itu kan?" tanya Cindy


"Kamu melihatnya?" tanya Dara. Cindy terlihat mengangguk.


"Bukan cuma aku tapi semua mahasiswa kayanya tahu deh" ucap Cindy


"What? Kok bisa?" tanya Dara yang terkejut.


"Nih baca sendiri" ucap Cindy menyodorkan ponselnya untuk Dara baca.


Dara tentu saja terkejut jika adegan dirinya tengah pelukan dan cium kening Kai menyebar di forum kampus bahkan menjadi trending, dengan judul Dewi kampus sudah punya kekasih.


Bahkan banyak komentar dari banyak orang, jika mereka merasakan patah hati. Ada pula yang justru salfok pada muka Kai yang tampan meskipun hanya terlihat hanya dari samping itu. Namun membuat semua orang gempar karena ketampanannya.


"Kok bisa?" gumam Dara masih di dengar oleh Cindy.


"Tentu bisa karena kamu memiliki banyak penggemar dan juga berita tentang kamu memang selalu trending" ucap Cindy


"Oh biar saja kalau begitu" ucap Dara


"Loh, apa tidak apa-apa?" tanya Cindy


"Tidak apa-apa, karena memang sejak awal aku nggak ada niatan berhubungan secara sembunyi-sembunyi" ucao Dara


"Oh benarkah, sangat bagus! Pertahankan dan semoga hubungan kalian langgeng ya" ucap Cindy memberikan kedua jempolnya.


"Thanks Cin" ucap Dara tulus.


Tak lama Pak Sugeng masuk dan memulai pelajaran, saat mengabsen Dara tahu bahwa Daffa tidak masuk karena ada acara di keluarganya jadi ia izin tidak masuk.


Saat sedang asik mendengarkan penjelasan Pak Sugeng. Perasaan Dara tidak enak, dan melihat ke arah batu yang ia bawa, itu bersinar dengar terang di dalam tas Dara.


Tak menunggu lama, Dara izin ke toilet dan bergegas keluar dengan cara berlari. Orang-orang yang melihatnya hanya berpikir jika Dara tengah kebelet dan ibgi. cepat-cepat sampai ke kamar mandi.


"Tunggu aku...." gumam Dara masih berlari melewati koridor gedung fakultas kedokteran.


...••••••...