The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
35. Membeli mobil



Theo memarkirkan mobil Maserati miliknya di depan Showroom Lamborghini. Pramuniaga mobil yang melihat mobil itu parkir di depan Showroom, semuanya bersorak senang menyambut kedatangan pelanggan berpotensial mereka.


Mereka yang bekerja di industri mobil mewah, tentu tahu harga Maserati yang di kendarai Theo. Itu merupakan Maserati MC 20, yang harganya 4 Milyar.



*Maserati MC20 milik Theo.


Dara dan Theo keluar, keduanya langsung masuk ke dalam showroom Lamborghini tersebut. Kedatangan keduanya di sambut hangat oleh Kevin, manager umum showroom yang kebetulan ada di sana.


"Selamat siang tuan muda, nona. Selamat datang di Lamborghini. Ada yang bisa saya bantu?" sapa Kevin dengan ramah.


Dara diam saja dan membiarkan Theo yang bicara.


"Tunjukan pada bos-ku koleksi terbaik di toko ini" ucap Theo.


Kevin yang mendengar Theo menyebut Dara sebagai Bos-nya terkejut, pasalnya mereka mengira Theo adalah bosnya dan Dara adalah sekretaris atau kekasihnya. Namun ternyata dugaan semua orang di sana salah, gadis itu ternyata adalah bos-nya.


"Maaf, boleh saya tahu anggaran yang anda inginkan, nona?" tanya Kelvin pada Dara.


"Anggaran tidak penting, yang penting aku suka aku akan membelinya" ucap Dara ringan.


Kevin semangat mendengarnya, jadi ia berusaha semaksimal mungkin untuk mempromosikan koleksi terbaik di showroom mereka.


"Yang ini Lamborghini....... bla-bla-bla..." Kevin menjelaskan tipe mobil dan spesifikasinya, setiap mobil yang di lihat Dara.


Pandangan dara jatuh ke mobil yang berada di sebuah tempat besar sendirian. Ia segera mendekati mobil itu.


"Itu Lamborghini Veneno Roadster yang merupakan mobil terbaik dan termahal dari seluruh mobil merek Lamborghini yang ada. Hanya ada 9 unit di dunia, dan hari ini keberuntungan showroom kita mendapat kesempatan untuk memamerkan mobil ini" ucap Kevin dengan bangga menjelaskannya.


"Apa ini di jual? Aku ingin membelinya!" ucap Dara


"Eh...." ucap Kevin terkejut.


"Apa mobil ini tidak di jual?" tanya Dara lagi


"D-di jual nona. Tapi harganya sangat mahal, harganya 74,6 Milyar. Itu belum termasuk biaya lain-lain dan harus mendapat izin terlebih dulu untuk menjualnya" ucap Kevin


"Tidak masalah, gesek ini. Aku akan mengambil mobil ini. Kau bisa menanyakannya dulu dengan atasanmu" ucap Dara menyerahkan kartu hitam Amex miliknya.


"B-baik" ucap Kevin dengan gemetar menerima kartu itu. Ia kemudian masuk ke dalam kantornya untuk menelepon direktur cabang ibukota.


Ia mengatakan jika ada seseorang yang ingin membeli Veneno Roadster. Tentunya hal itu membuat direkturnya terkejut saat mendengarnya.


Meskipun awalnya mobil itu hanya di pamerkan saja, namun mobil itu bisa di jual jika pembeli mau membeli mobil lainnya terlebih dulu dan membayar kedua mobil itu secara penuh.


Maka dari itu Direktur mengizinkan Dara untuk membelinya, asal ia terlebih dulu membeli mobil dengan harga minimal 5 milyar dan harus membayar penuh. Kevin segera memberitahukan hal itu pada Dara.


"Nona, saya sudah mengabari direktur tentang keinginan nona membeli Lamborghini Veneno Roadster. Itu bisa di jual dengan syarat nona harus membeli mobil tipe lain yang harganya tidak kurang dari 5 milyar dan membayar keduanya dengan harga penuh" ucap Kevin


"Apa harus dengan syarat seperti itu?" tanya Theo terkejut.


Jika bosnya ingin membeli Veneno Roadster, berarti dia harus membeli dua mobil sekaligus.


Dara tidak memikirkan itu, meskipun itu terlalu boros menghabiskan uang dengan membeli mobil dua sekaligus. Namun ia tetap ingin membelinya. Karena ia pikir mobil lain bisa di gunakan untuk keperluan lain.


"Kalau begitu apa mobil itu memiliki harga di atas 5 milyar?" tanya Dara menunjuk ke arah mobil tipe SUV berwarna kuning.


"Yang anda tunjuk adalah Lamborghini Urus keluaran terbaru, harganya 8,5 Milyar nona" ucap Kevin.


"Kalau begitu aku ambil yang itu juga. Jadi bisakah kamu mengurus kedua mobil itu sekarang? Untuk syarat membayar penuh, tentu aku tidak masalah" ucap Dara


Kevin dan Theo terkejut mendengarnya. Karena membeli dua mobil itu berarti menghabiskan hampir 84 Milyar.


Setelah pembayaran berhasil ia segera mengurus dokumen itu, sebelumnya ia menyuruh pramuniaga untuk melayani Dara dan Theo, juga menyiapkan teh dan makanan ringan.


"Nona, ini berkas kedua mobil itu dan juga kartu anda. Jadi kedua mobil itu ingin di antar kemana, nona?" tanya Kevin sangat sopan.


"Star Mansion nomor 3 di Luxury mansion" ucap Dara.


Mendengar salah satu hunian paling mewah itu, Kevin tidak bisa tidak terkejut. Dia bertanya-tanya siapa identitas wanita di depannya itu.


"Baik, saya sendiri yang akan mengantarnya ke sana nona. Ini kartu nama saya, jika anda butuh sesuatu anda bisa menghubungi saya" ucap Kevin menyodorkan kartu nama yang di terima oleh Dara.




Kedua mobil yang di beli Dara.


....


Setelah membeli mobil, keduanya kembali menuju showroom motor. Dara membeli motor H2R dengan harga 1 milyar. Setelahnya Ia membeli Helm AGV dengan warna yang sama dengan motornya.



*motor Dara


....


Di halaman mansion, Theo dengan sigap mengajarkan Dara mengemudi mobil dan juga mengendarai motor. Karena kemampuan Dara yang memiliki memory fotografis, ia cepat belajar dengan itu dan menguasainya dalam waktu singkat.


Theo tidak hanya mengajarkan menyetir, ia juga mengajarkan cara menggunakan aplikasi Maps yang tersedia di mobil sebagai penunjuk jalan dan juga rambu-rambu lalulintas.


"Bos, anda luar biasa bisa belajar begitu cepat. Bahkan anda sudah menjadi pengemudi ahli sekarang!" ucap Theo dengan sungguh-sungguh dan bangga karena menjadi guru mengemudi orang hebat seperti Dara.


"Benarkah? kalau begitu kamu urus segera pembuatan SIM untukku" ucap Dara


"Tentu, anda tidak usah khawatir. Besok SIM yang anda minta, sudah jadi" ucap Theo.


"Kerja bagus, apa nanti malam kau ada acara Theo?" tanya Dara


"Tidak ada, apa ada tempat yang ingin anda kunjungi, Bos? Aku siap mengantarnya" tanya Theo


"Tidak, hanya saja aku mendapat undangan makan malam. Jadi aku ingin kamu ikut, karena aku belum memiliki izin untuk berkendara sekarang" ucap Dara


"Tentu dengan senang hati Bos" ucap Theo


Theo terkejut saat mendengar Auman, ia pikir ia salah dengar. Namun Auman itu lagi-lagi terdengar. Theo bergidik ngeri bahkan bulu kuduknya merinding.


"Su-suara apa itu bos?" tanya Theo


"Oh itu suara White kesayanganku" ucap Dara


"W-white apa?" tanya Theo.


"Kucing yang menggemaskan, ayo aku kenalkan" ucap Dara melangkah menuju halaman belakang


Theo mau tidak mau mengikutinya dari belakang. Ia terkejut saat melihat gagahnya White tengah berjalan di kandangnya. Dan Dara mendekatinya tanpa takut dan mengelus kepala White dengan lembut.


"Oh Tuhan, aku bersumpah tidak akan pernah mengkhianati Bos, aku masih sayang dengan nyawaku" gumam Theo dalam hati.


...••••••...