The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
172. Sifat Manda yang sebenarnya



Keesokan harinya Dara kembali ke kampus, hari ini ia sering memijat dahinya karena pusing. Bukan karena kabar ia di jemput pria tampan kemarin yang menjadi trending di kampus.


Tapi Itu di karenakan kelakuan para pemujanya yang tidak hentinya mengganggu dirinya. Siapa lagi kalau bukan Daffa, Rainer, Samuel dan Celine.


Meskipun perempuan, Celine memang sudah sangat terpikat pada seorang Dara yang luar biasa. Bukan terpikat karena menyukai dalam tanda kutip yang menyimpang, tapi ia terpikat karena ia adalah penggemar garis keras Dara.


Ia juga berharap setidaknya jika Dara tidak bisa menjadi sepupu iparnya, menjadi Sahabatnya pun dia sudah lebih dari senang.


Hanya saja keberadaannya kali ini semakin runyam karena terlalu sering beradu mulut dengan Daffa, sedangkan Rainer beradu mulut dengan Samuel. Perdebatan itu terjadi saat mereka berada di kantin.


"Ha-ha Bos, mereka lucu sekali" bisik Manda melihat kelakuan empat anak manusia itu.


Ya, saat ini Manda menghampiri Dara di kantin!


"Pusing liat mereka, kita ke Rooftop aja!" ucap Dara yang di angguki oleh Manda yang masih saja tertawa melihat empat orang yang masih beradu mulut tanpa menyadari Dara sudah pergi dari kantin.


"Bos kau sungguh luar biasa, kau bisa-bisanya membuat empat most wanted kampus yang ketampanannya meluber itu, ketar ketir karena kesengsem sama kecantikan Dewi Nasional ha-ha" ucap Manda yang masih tertawa lepas.


"Yang satunya perempuan Manda, mana ada di bilang tampan" ucap Dara menghela nafas.


"Yeee kalau si Celine mah nyaho atuh bos, dia mah cantik bukan ganteng, kan dia nggak punya batang" ucap Manda ceplas-ceplos.


Ini yang baru di ketahui Dara tentang Manda, ia tidak menyangka setelah kejadian kemarin. Manda terlihat lebih riang dan juga bicara blak-blakan padanya.


Entah karena memang sifat aslinya seperti itu atau karena nyaman berbicara dengannya, atau karena sebagian besar masalah hidupnya sudah bisa di atasi.


"Maksud saya itu empat pria most wanted bos, Samuel, Rainer, Daffa dan Romeo" ucap Manda menjelaskan.


Dara mengeryitkan dahinya mendengar nama Romeo, ia mengingat jika Romeo adalah anak dari keluarga besar di ibukota yang ia buat babak belur saat itu.


Tapi ia tidak mengerti kenapa Manda mengatakan Romeo termasuk orang yang ketar-ketir kesengsem karena kecantikannya.


"Romeo?" tanya Dara


"Ya bos, pasti bos nggak ngeh kan? Romeo ada di kantin juga, dia itu sering saya lihat memperhatikan bos dari jauh. Saya melihatnya, saat bos lewat atau berada di dekatnya, Ia selalu salah tingkah dengan wajah merah nya, lucu sekali" ucap Manda


"Bukan suka kali, wajah memerah nya mungkin karena benci atau kesal, mungkin saja kan dia masih dendam karena masalah dulu denganku" ucap Dara


"Nggak lah bos, bukannya masalah dulu dia sudah minta maaf ya? Semenjak itu juga ia nggak pernah bikin ulah lagi di kampus. Saya perhatiin Romeo juga sering curi pandang pada bos loh. Bahkan nih ya, saya nggak sengaja denger temen-temen Romeo yang meledeknya begini. 'Waahhh Rom, abis babak belur bukannya balas dendam lu malah kesengsem sama Dara' gitu katanya bos" ucap Manda menggosip ria.


"Bay the way, kamu cerewet Manda. Aku juga nggak nyangka kamu ngeh sampe detail begitu" ucap Dara terkekeh.


"He-he maaf ya bos, sifat asli saya ya gini nyablak bos, jangan kesinggung ya. cuman kemaren banyak masalah aja mumet nih kepala Barbie. Kalau masalah bos saya mah pasti ngeh atuh, kan saya Fans garis keras Bos Dara paling cantik di jajaran para wanita di seluruh tata surya" ucap Manda semangat empat lima


"Ha-ha...." Dara tertawa melihat Manda yang begitu antusias dan bicara asal keluar itu.


"Pakai bahasa non formal aja, panggil aja Dara nggak usah bos" ucap Dara


"Yo, nggak bisa gitu dong bos, kan situ bos saya. Masa panggilnya lu gue, karyawan durhaka dong, bisa-bisa gaji di potong, lah ngenes banget bos" ucap Manda menampilkan ekspresi pelawaknya dan pura-pura sedihnya.


"Kan kita ada di kampus bukan di tempat kerja Amanda si kue brownies, jadi kamu bisa anggap teman saja saat di luar kerjaan" ucap Dara terkekeh


"Waahhh ngomong-ngomong brownis jadi laper, gara-gara itu empat manusia ribut Mulu sampe lupa tadi ke kantin mau makan" ucap Manda misuh-misuh sendiri.


Dara terkekeh dan menggelengkan kepala, ia kemudian membuka tas miliknya dan mengeluarkan dua kontak makanan di sana yang ia simpan di ruang dimensi miliknya.


"Wooahhh bos eh Ra buat gue nih serius?" tanya Manda sudah tidak memakai bahasa formalnya lagi.


"Ya, makan aja aku bawa dua kotak" ucap Dara


"Makasih banyak loh ini, rezeki anak Soleh memang nggak bakal ke tuker ye kan. Ujuuhhh Sandwich orang kaya bentukannya sama aja ya kaya sandwich biasanya, coba dulu deh cocok nggak sama ni lidah.... nyammm... hmmm... woaaaahhh, enak banget!" ucap Manda antusias memakan sandwich itu dengan ekspresi bahagianya.


Dara hanya tertawa melihat kelakuan Manda, sepertinya Manda ini anak yang supel, humoris dan mudah berbaur. Hari ini setelah berpusing ria, Dara bisa kembali tertawa lepas karena celotehan garing Manda yang ceplas-ceplos.


Keduanya kini mengobrol ringan, Dara menanyakan bagaimana dengan mantan pacarnya Manda. Manda mengatakan jika ia sudah mengirim pesan pada mantannya, jika ia sudah menggugurkan bayinya agar mantannya tidak lagi mengusiknya.


Meskipun begitu tetap saja Dara akan menyusun rencana untuk membalas mantan pacar Manda itu. Ia juga sudah meminta Theo untuk mencari tahu secara detail mengenai mantan Manda itu.


...


Kai sudah standby menjemput Dara di depan gerbang kampus. Ia tidak menggubris banyak orang yang menatapnya yang duduk di motor sportnya.


Dara dan Manda keluar, keduanya ah lebih tepatnya Manda mengikuti Dara yang menghampiri Kai.


"Sudah selesai?" tanya Kai mengelus lembut kepala Dara.


"Udah, kamu udah lama nunggu di sini?" tanya Dara lembut.


"Aku baru nyampe kok yang. Mau berangkat sekarang?" ucap Kai.


Manda? jangan tanya betapa terkejutnya dia mendengar ucapan kedua insan manusia itu. Banyak pertanyaan dalam benaknya. Apa cowok yang tinggi dan kelihatan tampan di balik masker yang ia pakai, adalah pacar bos nya?


"Iya ayo kita pulang, ah lupa kan kenalin ini Manda yang aku ceritain sama kamu kemarin. Manda kenalin ini Kai, calon suamiku" ucap Dara tersenyum.


"Calon suami bos?" tanya Manda yang masih loading itu.


"Astaga gila-gila-gila!!!! Dewi kecantikan bukan punya pacar tapi udah punya calon suami guysss" gumam Manda dalam hati yang udah berteriak kencang heboh.


Perasaan Manda saat ini sama seperti para penggemar mendengar kabar biasnya pacaran. Tentu saja Manda syok, terkejut, senang, heboh pokoknya nano nano campur aduk rasanya.


"Ha-halo tuan bos, saya Manda" ucap Manda gugup dan formal.


"Kai" ucap Kai dengan singkat dan Datar.


"Ujuh buneng, Datar bet kaya papan penggilasan, eh salah papan triplek" ucap Manda dalam hati.


"Maaf ya Manda, Kai memang gitu sama orang lain apalagi sama yang baru di kenal. Jangan di ambil hati" ucap Dara


"Santai aja bo eh Ra, ngerti kok gue. Yakinlah sumpah" ucap Manda cengengesan.


"Kalau gitu aku balik duluan ya, Kabari aku kalau ada apa-apa" ucap Dara


"Ashiap...." balas Manda.


Dara kemudian memakai helm, lebih tepatnya di pakaikan helm oleh Kai. Manda yang melihatnya takjub. Ia tidak menyangka bahwa pesona Dara bahkan bisa melelehkan dinginnya kutub Utara dan Selatan.


Lihat saja, Kai yang bicara padanya hanya singkat, padat dan dingin. Tapi jika sama pawang bisa lembut hangat dan penuh kasih sayang.


...••••••••...