The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
297. Akhir Raja Tonaga



Raja Tonaga terbelalak saat merasakan aura kultivator yang keluar dari tubuh Flo, saat dirinya melancarkan serangan padanya.


Flo menangkis serangan Raja Tonaga yang tidak main-main, mungkin memang Raja Tonaga di liputi amarah dan benar-benar ingin membunuhnya.


Sedangkan Raja Tonaga tidak menyangka jika gadis yang ia inginkan menjadi salah satu selirnya, yang ia pikir manusia biasa adalah seorang kultivator di tahap 6!


Ya, Flo sudah menaikan kultivasinya menjadi tingkat 6, selama ini selain sibuk mengurus perusahaan dan juga bertemu dengan keluarganya. Flo tidak mengabaikan kewajibannya untuk terus meningkatkan kultivasi miliknya.


"Menarik! Kau orang ketiga yang berhasil membuatku sedikit terluka" kekeh Flo sembari menyeka darah di mulutnya.


Sungguh prestasi untuk dirinya yang berada di tingkat 6 masih mampu memblok serangan seorang kultivator di tingkat 8. Raja Tonaga pun ternganga tidak percaya serangannya bisa di tangkis oleh seorang yang berada di tingkat 6.


"Flo..." ucap Dara merasa khawatir, Flo menoleh dan tersenyum


"Biarkan aku yang menanganinya lebih dulu Dara. Dia yang memulainya lebih dulu" ucap Flo.


Dara hanya mengangguk mempersilahkan Flo untuk melampiaskan kekesalannya pada Raja ca*ul itu. Sejujurnya Dara tadi hampir saja ingin memblokir serangan Raja Tonaga. Namun sepersekian detik sebelumnya, Flo memberikannya kode untuk tetap diam.


"Kau seorang kultivator?" Tanya Raja Tonaga, Flo tidak menjawabnya dan justru mengerahkan tenaga penuhnya untuk menyerang kembali Raja Tonaga.


Namun Syam menangkis serangan Flo lebih dulu sebelum serangan itu mengenai Raja Tonaga.


"Cih! Minggir kacung!! Kau bukan lawanku Brengsek!!!" ucap Flo menyerang kembali Syam dengan telak.


BAK!!! BUK!!! BAK!!! BUK!!!


BLAM!!!


BRAK!!!


"Aaaarrrggghhhh....!!!!" teriak Syam yang terkena serangan telak dan mengeluarkan seteguk darah. Untung sebelumnya ia sempat menyebar Qi miliknya hingga lukanya tidak cukup parah.


"Sekarang giliran mu Pak tua" ucap Dara menyerang Raja Tonaga.


Wuuushhh....


Raja Tonaga tidak bergeming, ia mengelak dari serangan Flo, membuat pertarungan pun semakin panas dan seru. Banyu yang ikut menyaksikan itu menatap terkejut si sela rasa sakit yang ia rasakan.m akibat serangan Raja Tonaga.


"Ambil ini, minumlah dan obati lukamu" ucap Dara menyerahkan pil penyembuh pada Banyu.


"Apa ini aman?" tanya Banyu melihat pil itu, sebenarnya dari aromanya saja Banyu yakin jika pil itu adalah pil tingkat tinggi meskipun ia tidak tahu di tingkat apa itu.


"Jika kau percaya maka itu aman, kau akan merasa lebih baik saat meminumnya" ucap Dara


Tanpa ba-bi-bu lagi, Banyu langsung menenggak pil itu, ia percaya Dara tidak akan mencelakai nya. Setelah meminum itu, seketika ia merasakaan perasaan hangat di tubuhnya dan luka yang ia alami menjadi pulih seketika, bahkan nafasnya sudah lebih baik.


"Luar biasa..." ucap Banyu terkejut saat mengetahui efek obat itu.


"Pil apa itu tadi Nona?" tanya Banyu menoleh ke arah Dara yang masih mengawasi jalannya pertarungan antara Flo dan Raja Tonaga. Ia sungguh penasaran pil ajaib apa yabg ia minum barusan.


"Pil penyembuh level tujuh..." ucap Dara ringan seperti itu bukanlah apa-apa.


"Oh pil penyembuh level tujuh... APA???? P-pil le-vel t-tu-tujuh???" pekik Banyu terkejut dan tergagap saat menyadari itu merupakan pil tingkat tinggi yang langka.


Bukan hanya Banyu yang terkejut, tapi juga Syam dan juga tabib yang ada di sana yang kini menatap Dara berbinar. Pasalnya alkemis di pulau itu hanya berada di level dua dan pil tingkat menengah dan tinggi merupakan hal mustahil Sampai saat ini.


....


Dara mengabaikan pekikan orang di belakangnya yang masih terkejut dengan adanya pil tingkat tujuh. Ia masih fokus mengawasi jalannya pertarungan Flo dan Raja Tonaga.


Dara tersenyum saat melihat kemajuan Dara yang sangat pesat, meskipun tingkatnya masih jauh di banding Raja Tonaga. Tapi fisiknya jauh lebih unggul dan itu membuatnya bisa mengimbangi Raja Tonaga.


GREP!!!


Syam yang merasa masih kuat berdiri tiba-tiba langsung berdiri lalu menyergap Dara dan menjadikannya sebagai tawanan.


"Hei kau, menyerahlah!! Kalau tidak Sahabatmu akan ku bunuh!!" ucap Syam dengan melingkar kan tangannya ke leher Daa.


Baik Flo maupun Raja Tonaga menghentikan pertarungannya dan menatap Syam dan Flo sejenak.


"Ha-ha-ha, lakukan apa yang kamu mau bung. Nikmati hari indahmu sebelum bertemu dengan Raja neraka" ucap Flo terkekeh kemudian ia kembali fokus menyerang Raja Tonaga kembali.


Syam terkejut saat mendapati Flo yang tidak peduli dengan sahabatnya. Banyu juga terkejut saat mendengarnya, ia ingin membantu Dara hanya saja dirinya sudah terlambat.


"Cih, ternyata kau tidak seberharga itu, lihat sahabat mu bahkan mengabaikan keselamatan mu, Kasihan" ucap Syam mengejek pada Dara.


SRET!!!


Masker Dara di lepas oleh Syam, membuat Syam sendiri terkejut hingga lengah. Dara tersenyum miring.


"Bodoh!!!" ucap Dara dingin


BLAM!!!


"Aaaarrrggghhhh!!!!!!" teriak Syam kencang.


"K-kau... Uhuuukkk...." Syam tidak menyangka jika Dara menyerangnya dan langsung menghancurkan pusat energi miliknya dengan begitu keras.


Hal itu tidak luput dari pandangan Banyu yang menganga tidak percaya.


"Hoaaaaaaaaaa" teriak Banyu kagum


Apa bisa manusia biasa mengalahkan kultivator? Atau jangan-jangan, dia juga kultivator sama seperti sahabatnya? Begitu pikir Banyu dan Syam tidak percaya dengan yang di lihatnya.


Teriakan Banyu dan Syam membuat atensi Raja Tonaga teralih, ia terkejut melihat bawahannya itu kalah. Lalu ia tidak sengaja melihat Dara, ia membeku karena terpesona dengan kecantikan Dara. Jantungnya kembali berdetak kencang.


Hal itu tidak di sia-siakan oleh Flo, ia segera mengumpulkan tenaganya secara penuh dan menyerang Raja Tonaga dengan telak.


BLAM!!!!


DUAAAAARRRR!!!!


"Aaaarrrggghhhh,,,,, Uhuuukkkk...." Raja Tonaga yang tengah lengah terkena pukulan telak yang tepat mengenai titik pusat energi miliknya yang kini sudah rusak karena serangan Flo.


"K-Kau... Uuuhuuuukkkk...." ucap Raja Tonaga tidak percaya jika ia di kalahkan oleh kultivator yang tingkatan lebih rendah dari nya.


Bodohnya ia tadi terpesona pada Dara hingga ia lengah dan memberikan kesempatan emas untuk lawannya.


"Jangan bunuh dia nona" ucap Banyu yang sudah sadar dari rasa terkejutnya. Dengan hal yang hanya pernah ia berani pikirkan saja.


"Kenapa?" tanya Dara menoleh ke arah Banyu.


Dara mengangguk mengerti, ia memberikan kode agar Flo tidak menghabisi Raja Tonaga saat ini. Banyu menoleh dan mengucapkan terimakasih pada Dara dan Flo, lalu ia melangkah ke arah di mana Raja Tonaga berada.


"Katakan padaku, di mana kamu menyimpan segel istana dan juga barang peninggalan orang tuaku" ucap Banyu mendekati Raja Tonaga.


"Oh, jadi kau bocah kecil itu, sekarang kau sudah besar? Tidak aku sangka kau masih hidup bocah tengik! Aku tidak akan memberitahukannya padamu meskipun aku mati" ucap Raja Tonaga terkekeh dengan tatapan mengejek.


"Sialan!!!!" Ucap Banyu marah


BUGH!!!


BUGH!!!


Banyu memukulinya dengan gila-gilaan hingga nyaris membuat Raja Tonaga hampir sekarat.


"Cukup Banyu!!!" ucap Dara menghentikannya


"Jangan kotori tanganmu dan serahkan saja dia padaku" ucap Dara.


Mau tidak mau Banyu mengalah dan mundur kebelakang, melihat apa yang akan di lakukan oleh Dara.


Dara pun menyentuh sedikit dahi Raja Tonaga, membuat Raja yang masih setengah sadar itu tersenyum melihat wajah cantik Dara dan juga senang Dara mau menyentuhnya. Ia pikir Dara tertarik dan ingin menyelamatkannya, ia berjanji akan menjadikan Dara satu-satunya istri di sampingnya setelah ia selamat.


Sungguh khayalan tingkat tinggi!!!


Namun senyum itu hanya bertahan sebentar, setelahnya suara teriakan membahana menyayat hati terdengar begitu kencangnya di seluruh area istana.


"Aaaaarrrrrrggghhhh..... Ampuuunnnnnnnn sakiiitttttttt aaakkhhhhhh lepaskan akuuuuu!!!!" teriak Raja Tonaga


Namun Dara seperti tuli dan terus menyedot memori Raja Tonaga dan membuatnya menjadi lemah dan meracau tidak jelas.


Dara menyelesaikan itu, membiarkan Raja Tonaga itu menjadi gila setelah ini. Di tambah tubuhnya yang sudah melemah membuatnya tidak bisa berdiri karena lukanya.


"Aku sudah tahu barang yang kamu maksud, itu ada di....." ucap Dara kemudian membisikkan Banyu tentang informasi barang yang di maksud Banyu sebagai peninggalan Raja terdahulu yang tak lain adalah orang tua kandung Banyu.


Banyu yang mendengar itu tentu saja terkejut, tak ayal ia pun senang dan mengucapkan terimakasih berkali-kali pada Dara.


Raja Tonaga yang sudah gila di biarkan begitu saja setelah di buang ke luar istana. Banyak masyarakat yang memang tidak menyukainya selama ia memimpin, hal itu membuat semua orang berbondong-bondong melemparinya dengan batu, bahkan tidak segan memukulinya. Meskipun Raja Tonaga sebelumnya sudah lemah.


Sedangkan Syam, kini dirinya di buang juga ke hutan dan menjadi santapan hewan liar di sana.


Sungguh akhir hidup keduanya sangat tragis!


....


Malam itu juga Raja baru pulau matahari yakni Banyu Piliang naik tahta. Sebagai ucapan terimakasih Dara memberikan banyak obat dan juga teknik yang bisa di terapkan oleh Banyu agar kekuatannya bisa segera naik.


Banyu juga berjanji akan menjaga amanat orang tuanya yang adalah raja terdahulu, untuk memimpin pekerjaan dengan baik.


Sembilan puluh lima selir sudah di pilah, sebagian yang memiliki attitude baik di jadikan sebagai pelayan istana dan pekerjaan lain yang layak. Sisanya di biarkan pulang ke rumah masing-masing.


Sedangkan selir yang memiliki Attitude buruk mendapatkan hukuman sesuai dengan peraturan Raja yang lama.


"Nona, apa anda akan kembali ke asalmu sekarang?" tanya Banyu pada Dara


"Hmm..." Dara mengangguk.


"Aku ingin membantumu untuk kembali, tapi jujur aku tidak tahu bagaimana caranya" ucap Banyu dengan jujur.


Meskipun ia juga masih ingin melihat Dara, namun ia tidak bisa egois dengan menahan Dara di tempat yang bukan tempat asalnya.


"Aku punya cara untuk pulang, tapi aku membutuhkan sedikit bantuanmu" ucap Dara


"Apa itu? Aku akan melakukannya jika aku bisa" ucap Banyu


"Bisakah siapkan ruangan kosong, jangan ada benda apapun di dalamnya" ucap Dara


"Tentu" ucap Banyu, jujur ia tidak mengerti dengan permintaan Dara. Tapi ia tetap melakukannya sesuai permintaan Dara.


Banyu menyuruh beberapa orang untuk menyiapkan ruangan kosong, ya itu adalah ruangan kosong tak ada benda apapun di sana. Setelah selesai di siapkan, Dara, Flo dan Banyu pun langsung ke sana.


"Ada satu hal lagi yang ingin aku minta yang mulia" ucap Dara dengan sopan


"Katakan saja, dan jangan begitu sungkan padaku nona Azalea. Panggil aku banyu seperti sebelumnya" ucap Banyu


"Jujur saja aku akan membuat formasi untuk bisa keluar dari pulau ini. Jadi aku minta tolong setelah aku pergi bereskan kembali sususan formasi itu agar tidak di manfaatkan oleh orang yang tidak baik. Aku tidak ingin ada kejadian yang tidak di inginkan di masa depanbterjadi" ucap Dara


"Nona bisa membuat Formasi?" ucap Banyu terkejut mendengar jika Dara bisa membuat Formasi. Itu berarti Dara merupakan kultivator dan merupakan seorang master Formasi.


"Ya aku bisa melakukannya, jadi mohon bantuannya" ucap Dara lagi.


"Baiklah, aku hanya perlu membereskannya saja ketika sudah selesai kan?" ucap Banyu


"Hmm, hanya itu" ucap Dara mengangguk.


Setelahnya Dara sibuk mengeluarkan benda apa saja yang di perlukan untuk membuat sususan Formasi, Flo juga membantunya untuk menyusun itu. Setelah selesai Dara memusatkan pikirannya dan membuka pintu formasi itu.


Dara meminta Banyu untuk keluar dari ruangan dan tidak di izinkan masuk selama setengah jam. Ia juga pamit dan mengucapkan terimakasih sekali lagi untuk Banyu.


Banyu menurut dan ia segera keluar dari ruangan itu. Dara juga mengatakan tidak ada yang boleh masuk ke sana dalam kurun waktu itu.


Sebenarnya tanpa Banyu membereskan susunan Formasi, itu tidak ada masalah. Karena kunci untuk membukanya hanya Dara yang punya.


Hanya saja yang di takutkan Dara, saat ia dalam perjalanan ada yang menganggu atau menerobos masuk. Itu akan merusak susunan formasi dan kemungkinan akan eror, bisa saja Dara dan Flo terjebak di ruang hampa karenanya dan terpisah di sana.


Wuussshhhh....


Dara dan Flo masuk ke formasi dan memulai teleportasi ke apartement Kai yang ada di kota S.


Setelah kurang lebih setengah jam, Banyu memberanikan diri untuk masuk, di dalam sana sudah tidak ada lagi Dara maupun Flo. Cahaya dari formasi juga sudah menghilang.


Banyu merasakan kehilangan, namun ia berusaha untuk tetap tersenyum.


"Ini akan menjadi suatu kenangan yang indah bisa bertemu denganmu nona Azalea. Aku harap di masa depan akan ada kesempatan untukku bertemu denganmu lagi. Semoga Dewa memberikan segala hal yang baik padamu, terimakasih sudah membuatku bisa menjaga amanat orang tuaku. Aku akan menjaga amanat ini sampai titik darah penghabisan ku" ucap Banyu tersenyum.


Ia kemudian membereskan sususan formasi itu, hingga ruangan itu kembali kosong tanpa benda apapun. Banyu juga mengatakan pada semua orang di istana, di larang menginjakan kaki di ruangan itu mulai dari sekarang.


Karena ruangan itu akan menjadi sebuah kenangan, bahwa ada seseorang gadis luar biasa yang bernama Azalea. Yang menjadi pahlawan melengserkan Raja Tonaga.


...•••••••••...