
Sebuah mobil hitam melaju dengan kecepatan sedang, masuk ke area komplek perumahan. Di mana komplek itu merupakan komplek perumahan elite di ibukota, yang mana penghuninya merupakan orang yang miliki kekayaan bersih minimal ratusan Milyar.
Cukup aneh kerena mobil tanpa plat itu bisa masuk ke dalam komplek itu, karena kawasan di sana memiliki penjagaan yang ketat. Entah mungkin karena memang penjagaan di sana sedang lengah atau bagaimana, mobil itu bisa dengan mulus masuk tanpa adanya proses pemeriksaan tamu terlebih dahulu seperti biasanya.
Lalu setelah mobil itu masuk ke kawasan komplek, mobil berhenti di area yang cukup sepi dan tidak jauh dari area taman blok tiga di komplek itu.
"Apa CCTV di area komplek sudah di matikan semua?" tanya salah seorang yang ada di dalam mobil itu.
"Tidak perlu khawatir Maroon sudah mengurusnya! Jam segini sangat aman, karena sangat jarang ada orang yang lewat" ucap salah satunya.
"Apa kita turunkan di sini saja?" tanya rekannya.
"Ya, kamu turun dulu dan pastikan benar-benar tidak ada orang" ucap orang itu lagi
Salah satu rekannya yang di tunjuk turun dari mobil berjalan ke sekitar sana dan melihat ke kanan dan ke kiri. Setelah benar-benar memastikan bahwa sudah aman, orang itu kembali dan memberi tahu rekannya yang lain.
"Aman" ucapnya
Tiga orang berpakaian hitam itu turun dari mobil, mereka kemudian membawa keluar seorang perempuan yang tidak sadarkan diri dari dalam mobil dan meletakkannya di antara rerumputan di pinggir jalan.
"Sudah! Ayo kita pergi. Kemungkinan sebentar lagi ada orang, kita tidak bisa berlama-lama di sini dan membuat orang lain curiga" sahut orang itu yang di angguki oleh dua orang lainnya.
Ketiga orang berpakaian hitam itu pun kembali ke mobil dan melajukannya keluar dari area komplek itu. Setelah berhasil keluar, salah seorang itu menelepon.
"Ketua, kami sudah melaksanakan tugas" ucap orang itu.
"....."
"Kami sudah memastikan semuanya aman, Maroon juga sudah meretas CCTV jadi tidak akan ada bukti" ucap orang itu
"....."
"Baik ketua" ucap nya lagi sebelum ia sambungan telepon itu terputus.
•
Sejam kemudian....
"Eh itu apaan? Kaya ada orang yang pingsan deh" ucap seorang pejalan kaki.
"Mana?" tanya pejalan kaki dua dan tiga mencari sesuatu yang di ucapkan rekannya.
"Itu yang di ujung sana, ayo kita lihat dan pastikan!" ucap pejalan kaki satu
"Eh iya, ini ada cewek pingsan!" ucap pejalan kaki tiga dengan suaranya yang terkejut.
Ketiga pejalan kaki itu pun berteriak minta tolong dan beberapa pejalan kaki lainnya datang menghampiri mereka bertiga. Mereka tidak ada yang berani menyentuh perempuan itu, apalagi melihat pakaian perempuan itu robek di mana-mana dan terdapat luka lebam di sekujur tubuhnya. Jadi orang-orang memilih menelepon keamanan untuk datang ke sana.
Sesaat menunggu keamanan datang, perempuan itu melenguh sadarkan diri.
"Uugghhh..." lenguhnya.
"Eh, Si Eneng sudah sadar?" tanya orang-orang di sana.
Perempuan yang di tanya itu terdiam dan menatap banyak orang yang sedang menatap ke arahnya.
"Uuuuu.... uuuuuu.... hiks.... uuuuuu" perempuan itu meringsut ke belakang menangis ketakutan melihat banyak orang di sekitarnya.
"Loh, Kenapa neng?" tanya salah seorang di sana kebingungan.
"uuuuuu.... huhuhu.... uuuuu...." perempuan itu masih terlihat ketakutan dan meringkuk sembari menggelengkan kepalanya.
"Kayanya ini cewe gagu deh, nggak bisa ngomong kayanya... Kasihan padahal cantik, kulitnya putih, bajunya juga bermerk kan ya walau robek-robek dan kotor gitu" timpal yang lain.
"Kayanya si Eneng trauma deh, lihat dia kaya ketakutan gitu. Pasti dia terjadi sesuatu yang buruk padanya. Kasihan" ucap yang lain.
"Bisa jadi dia orang gila yang nyasar ke sini" ucap yang lain lagi.
"Masa orang gila pake baju bermerek" sahut yang lain
"Aku pastiin itu ORI, itu produk yang di luncurkan 4 bulan lalu. Karena aku manager di sana" ucap orang itu, membuat yang mendengarnya melongo.
Tidak lama kemudian beberapa anggota keamanan datang, warga segera memberitahu dan menunjuk ke arah perempuan yang masih meringkuk.
Orang yang pertama kali melihat menjelaskan kronologi, saat mereka melihat perempuan yang tergeletak di pinggir jalan itu.
"Astaga bukannya ini nona Ivone yang sombong itu?" tanya salah satu security
"Ivone yang mana?" tanya Security dua
"Itu Anaknya Bu Mia di blok dua, yang kalau jalan dagunya di angkat kaya lagi lihat bendera di kibarkan" jawab security satu.
"Oohh yang udah lama di bilang ilang nggak pulang-pulang kaya bang Toyib itu?" tanya security dua yang di jawab anggukan kepala oleh rekannya.
"Iya benar, Kalau gitu aku kabari keluarga non Ivone dulu, kalau anaknya udah ketemu dan ada di sini" ucap Security satu
Kemudian tidak menunggu lama security satu pun segera menghubungi keluarga Ivone. Mengatakan kalau anaknya di temukan di jalan dekat taman di blok tiga dengan keadaan yang cukup memprihatinkan.
Tidak lama kemudian Mia dan Suaminya datang dengan tergesa-gesa. Security pun meminta warga yang ada di sana untuk memberikan jalan, agar Mia dan suami bisa melihat keadaan putrinya.
"Ivone..." ucap Mia dengan isak tangis saat melihat keadaan sang putri yang memprihatinkan itu.
Ivone yang mendengar namanya di panggil mendongak.
"Uuuuu...." Ivone yang tidak bisa bicara senang saat ia melihat ibunya datang. Namun di penglihatan nya tiba-tiba wajah ibunya berubah membuat nya beringsut menjauh....
"uuuuu.... uuuuu..." Ivone terus memberontak saat ibunya memeluk dirinya. Terlihat sekali dirinya sangat ketakutan dan tidak mengenali ibunya sendiri saat ini, hal itu membuat Mia menangis melihat keadaan putrinya dan bertanya-tanya apa yang sudah terjadi.
"Sayang, anak kita kenapa?" ucap Mia pada Ardi sang suami yang sama terkejutnya dengan dirinya, sebagai ayah ia sedih, miris dan hatinya sakit melihat keadaan sang putri saat ini,
"Aku tidak tahu sayang, lebih baik kita bawa Ivone ke rumah sakit" ucap Ardi
Mia mengangguk, Ardi pun meminta tolong keamanan untuk membantunya membawa putrinya ke mobil dalam keadaan terikat karena Ivone terus memberontak. Hingga terpaksa mereka melakukan ini agar bisa membawa Ivone ke rumah sakit untuk Segera di tindak.
Segera setelah di dalam mobil, Ardi dan Mia membawa putrinya ke rumah sakit.
....
Beberapa hari ini Dara, Kai Dan Flo sibuk melatih fisik dan kekuatan internal mereka untuk kompetisi beladiri kultivator Yang akan di adakan besok itu.
Selain Kai, Flo juga akan berpartisipasi dalam kompetisi itu. Selain karena rekomendasi Dara yang ingin membuat kompetisi ini sebagai sarana melatih kekuatan Flo agar lebih stabil. Flo juga tidak keberatan dan setuju dengan ide nonanya itu.
Dara juga beberapa hari ini menjadi tutor dan guru sementara keduanya untuk berlatih. Terlebih Flo saat ini sudah berada di tingkat tiga atau Qi Transformasion di level senior. Sedangkan Kai masih berada di tingkat empat atau True Element level puncak.
"Kekuatan kalian sudah stabil, di sana pasti banyak lawan yang cukup kuat. Aku harap dengan ini bisa meningkatkan kekuatan kalian lebih banyak lagi. Anggap sana ini kompetisi ini sebagai sarana latihan kalian dan kalian juga bisa meraba kekuatan kultivator di luaran sana" ucap Dara
"Baik nona, saya tidak sabar ingin melawan kultivator lain. Ya meskipun saya yakin tidak ada kultivator lain yang lebih hebat dari anda, tapi saya tetap bersemangat ingin tahu kekuatan mereka sebesar apa" ucap Flo antusias.
"Tetap Fokus saat pertandingan Flo, meskipun kemungkinan besar kekuatan mereka tidak lebih baik. Tapi semua kemungkinan bisa saja terjadi. Di atas langit masih ada langit, jadi jangan kalian sombong dengan kekuatan yang kalian miliki. Karena di luaran sana banyak kultivator yang lebih hebat dari kalian atau bahkan lebih hebat dariku. Hanya saja kita belum bertemu saja" ucap Dara bijak
"Tentu nona, saya akan mengingat nya" ucap Flo.
"Terapkan semua yang aku ajarkan pada kalian" ucap Dara lagi
"Baik..." ucap keduanya
"Yang, nanti sore opah dan paman Tirta ingin bertemu. Kayanya mau bahas kompetisi besok" ucap Kai
"Hmm... nanti kita ke manor. Apa kamu capek? Maaf aku terlalu keras melatih kalian" tanya Dara sembari mengusap keringat di kening calon tunangannya itu.
"Aku tidak masalah dan tidak capek, ini juga demi kebaikan kita semua. Aku juga ingin segera menjadi lebih kuat dan bisa melindungimu" ucap Kai dengan tulus yang di balas senyuman dan kecupan lembut di pipi Kai.
Flo yang ada di sana memutar matanya, Ia tidak ingin jadi kambing congek yang melihat orang lain pacaran. Jadi ia paham keduanya butuh ruang pribadi dan segera menjauh dari sana, dari pada matanya ternodai.
Sungguh Flo yang pengertian.
...••••••...