
Sesampainya di kamar Dara di mansion keluarga besar Adi Raharjo, Dara teringat pertemuannya dengan Richie.
Rencana awalnya memang pertemuan keduanya itu bermaksud membicarakan kontrak kerja sama yang sudah di sepakati akan di mulai setelah Dara menyelesaikan koas.
Mereka sepakat untuk pusat penelitian dan pengembangan obat berada di ibukota, dan juga perusahaan akan masuk sebagai anak perusahaan dari Star Corporation.
Meskipun semuanya berada di ibukota, Richie juga mengatakan jika progres mereka sangat bagus. Rencananya ia akan membuat cabang Negara J, tawaran itu di masukan ke planning ke depan oleh Dara.
Dalam kerja sama ini, semua keputusan di lapangan lebih mendengar posisi Dara. Sedangkan Richie yang hanya sebagai mitra kerja sama dan memiliki saham 30 persen di sana, hanya akan menerima dividen dan juga memberikan masukan sesuai dengan porsinya.
Tapi sebenarnya bukan itu yang tengah di pikirkan kleht Dara saat ini, ini lebih ke cerita Richie yang mengatakan padanya tentang ibunya yang mirip dengan Flo.
"Apa itu hanya kebetulan aja? Atau memang Flo ada hubungan dengan keluarga Richie? Terutama Ibunya?" gumam Dara sembari menatap langit-langit kamarnya.
Entah kebetulan atau tidak, tiba-tiba Ponsel Dara berdering. peneleponnya Itu adalah Flo!
"Hallo Flo" ucap Dara
"Selamat malam nona, maaf menganggu waktu istirahat anda" ucap Flo
"Dara..." ucap Dara mengingatkan Flo untuk memanggilnya tanpa embel-embel nona.
"He-he maaf Ra, udah kebiasaan" ucap Flo terkekeh di ujung telepon.
"Dasar kau ini" ucap Dara
"Bagaimana pertemuan mu dengan tuan Richie?" tanya Flo.
"Seperti rencana awal yang aku katakan padamu kemarin. Star Farmasi jelas akan masuk ke dalam anak perusahaan Star Corporation. Richie hanya sebagai mitra pemasok bahan dan pemegang saham saja, jadi semua keputusan tetap berada di tanganku. Ah iya, Dokumennya sudah aku kirim melalui Shine, kemungkinan besok ia sampai di ibukota" ucap Dara.
Ia memang meminta Shine yang tak lain adalah salah satu dari dua anggota GOD yang menjadi pengawal bayangan di sekitar Dara. Ya, meskipun Dara sudah kuat. Tapi dia memiliki dua pengawal bayangan, untuk berjaga-jaga saja kemungkinan buruk terjadi. Itu pun dari kejauhan.
Dua pengawal bayangan itu laki-laki dan perempuan. Yang perempuan di panggil Shine, saat ini kekuatannya sudah berada di tingkat 3 level menengah. Sedangkan yang laki-laki di panggil Dark, kekuatannya saat ini di tingkat tiga level puncak.
Keduanya merupakan yang terkuat di antara lima anggota terkuat di GOD. Selain Shine dan Dark, tiga lainnya menjadi pemimpin tim di sana yakni Via, Harto dan juga Mike.
"Oh iya Flo, boleh saya tahu wajah kamu sebelum wajahmu terluka? Apa kamu masih memiliki foto kamu yang dulu?" tanya Dara
"Ya?" ucap Flo terkejut mendengar itu.
"Aku hanya ingin tahu, kalau kamu keberatan tidak usah Flo" ucap Dara
"Kamu bilang apa? Tentu, bukankah aku sudah bersumpah jika jiwa, raga dan hidup ku adalah milikmu. Aku tidak pernah keberatan tentang apapun yang kamu perintahkan. Tunggu sebentar, aku kirim fotonya, aku pikir aku masih memilikinya di ponsel lama ku" ucap Flo ia percaya jika Data tidak ada maksud buruk di dalamnya.
Ting! Ting!
"Ah, aku sudah mengirimkannya via Chat" ucap Flo lagi.
Dara langsung melihat foto yang baru saja di kirim itu, yaitu foto lama Flo sebelum tragedi rusaknya wajah Flo terjadi.
Ada dua foto di sama. foto pertama pada dasarnya jika di perhatikan dengan seksama sedikit mirip dengan Flo yang sekarang.
Itu karena Flo Yang dulu memiliki kulit yang lebih gelap, juga memiliki tanda merah seperti luka bakar di area pipi kanannya dekat dengan area mata ke bawah, membuat mata yang ikut terluka.
Di foto Flo kedua s angat jauh berbeda dengan satunya. Di sana terlihat Flo yang sangat menawan dan menarik sedang tersenyum manis. Tapi jelas wajah itu sangat berbeda dari foto pertama dan juga wajah Flo sekarang.
Dara mengerutkan keningnya, dulu sebelum ia menyembuhkan luka Flo ia memang melihat samar bekas luka berwarna merah itu, hanya saja ia pikir itu luka yang di sebabkan oleh satu peristiwa yang sama.
"Luka itu...." ucap Dara
"Luka di tubuhku? Aku mendapat terluka itu saat aku masih kecil, kata nenek dulu ada kebakaran di rumah dan aku terkena teruntuhannya tanpa sengaja. Itu tidak parah, hanya sedikit luka samar dan juga mataku sedikit terkena dampaknya yang menjadikanku cacat.
Aku bisa menutupi kekurangan yang ku miliki dengan menggunakan make up. Aku biasa menutupinya dengan make up jika berpergian. Apa kamu terkejut Ra, wajah asliku terlihat buruk sekali ya?" ucap Flo.
Saat masuk ke sekolah menengah, penampilan Flo sedikit tahu tentang make up dan menutupi kekurangannya itu. Ia biasa menggunakannya jika keluar.
Karena matanya yang berbeda bentuknya. Flo mengakalinya dengan alat bantu yang menarik garis mata membuat mata normalnya menjadi sedikit menyipit mengikuti bentuk mata sebelahnya, hingga balance.
jadi mengapa Zayn tidak mengenali Flo? Itu karena Zayn mengenal Flo dengan wajah Flo yang di oles make up, yang tentunya wajahnya berbeda dengan yang sekarang. Terlebih penampilan Flo yang sekarang jauh berbeda dengan penampilannya dulu, lebih menakjubkan dan mempesona.
"Sama sekali tidak buruk, kamu itu terlihat cantik dengan caramu sendiri. Jangan dengarkan kata orang lain yang bisanya juga mengomentari seseorang dan menghina secara langsung" ucap Dara
"Jujur saja aku sendiri terkejut saat melihatku jadi sangat cantik setelah kamu mengobatiku, setelah itu aku berhutang banyak padamu, karena sudah menyelamatkan aku dan mengubahku menjadi perempuan cantik yang dulu jauh dari kata mungkin itu. Bahkan aku bersyukur karena luka bekas keroyokan kemarin. Tapi aku baru tahu jika cantik ku tidak asli" ucap Flo.
"Penampilan kamu yang sekarang adalah penampilan kamu sebenarnya Flo. Asal kamu tahu, pil penyembuh selain menyembuhkan segala macam penyakit, ia juga mampu mengembalikan regenerasi fisik seseorang kw dalam keadaan sehatnya.
Jika aku menebak, jika tragedi kebakaran dan penikaman itu tidak terjadi, wajahmu yang sekarang adalah wajahmu yang sebenarnya, jadi jangan minder lagi" ucap Dara
"Jadi...." ucap Flo
"Yang di pikiran kamu benar Flo" ucap Dara
Flo mengerti dengan penjelasan Dara, bahwa wajahnya yang sekarang adalah wajah aslinya, tidak lagi bertanya.
"Ada yang ingin aku bicarakan denganmu" ucap Dara
"Tentang?" tanya Flo menatap Dara
"Aku akan mengatakannya saat kita bertemu, jika kantor tidak sibuk kembalilah ke kota S, agar aku bisa berbicara dengan leluasa" ucap Dara, yang penasan, hal gerangan apa ingin membicarakan tentang apa yang ia pikirkan saat itu
"Tentu" ucap Flo yang tidak pernah membantah ucapan Dara.
....
Dua Minggu kemudian...
Dara tengah duduk di ruang kerjanya tengah beristirahat setelah begitu banyak pasien yang harus ia tangani sejak pagi.
Beberapa saat lalu Dong juga menghubunginya, kalau besok lusa ia akan datang ke ibukota, karena urusannya di negara R sudah selesai. Dara juga sudah menghubungi Kai memberi tahu kalau Dong akan datang lusa.
Lusa nanti Dara tidak bisa pulang ke ibukota, pasalnya ia sekarang naik menjadi dokter pembantu yang menangani operasi besar. Dan selama lima hari ke depan ia memiliki jadwal operasi yang cukup padat.
Bisa saja Dara tidak ikut, hanya saja Dara merasa tidak enak dengan Alden. Apalagi jadwal operasi yang di tanganinya adalah operasi yang memiliki persentase selamat sangat kecil. Itu terlalu riskan jika ia meninggalkan meja operasi dan membiarkan dokter lain gagal.
Dokter lain yang hebat, banyak. Hanya saja mereka tidak bisa mengubah persentase kecil itu menjadi persentase besar, sama seperti Dara yang melakukannya.
TING!!!
Ponsel Dara berbunyi tanda pesan masuk
🗨️ Nona, kemungkinan saya tidak bisa ke kota S dalam waktu dekat. Persiapan untuk opening Perusahaan tidak bisa di tinggal, kemungkinan Minggu depan saya baru bisa ke sana _Flo
Dara membacanya kemudian membalas
^^^🗨️Tidak masalah, Datanglah kalau sedang tidak sibuk. Maaf membuatmu sibuk dan tidak bisa membantu, karena masa koas ku masih lama _Dara^^^
Tok!!! Tok!!! Tok!!!
"Masuk!!" ucap Dara
Ceklek!
Terlihat Nia masuk dengan wajah tegang namun masih bisa bicara dengan tenang di depan Dara.
"Dokter, ada pasien yang butuh penanganan anda segera di ruang ICU" ucap Nia.
"Apa tidak ada dokter di sana?" tanya Dara
"Sudah ada, tapi semuanya nyerah Dok, karena jangankan memeriksa. Dokter yang coba sentuh saja di buat pasien, itu justru merasakan panas di kulitnya" ucap Nia.
Dara mengerutkan keningnya saat mendengar itu.
"Ayo ke sana" ucap Dara yang penasaran dengan apa yang terjadi, langsung beranjak dari tempat duduknya dan menyambar jas dokter miliknya.
Nia juga langsung mengikuti Dara keluar dari ruangannya.
...•••••...