The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
299.



Selesai bekerja, sesuai janji Dara dan rekannya yang lain. Mereka langsung ke restoran yang berada tak jauh dari rumah sakit yakni hanya di seberang jalan.


Semuanya menikmati makan malam itu, meskipun sebenarnya mereka akan sangat sedih kehilangan sosok dokter hebat, cantik dan juga baik seperti dokter Dara. Namun mereka juga tidak bisa egois dengan menahan Dara tetap di sini.


Dara harus segera menyelesaikan pendidikannya terlebih dulu sebelum menjadi dokter profesional. Yang tidak di ketahui Dara, Alden dan Dokter lain di rumah sakit memberikan penilaian bukan hanya magang biasa tapi juga rekomendasi lulus uji sertifikasi spesialisasi Bedah.


Suasana hangat juga sedih menyelimuti mereka, saat Dara pamit. Nia adalah orang yang pertamakali menangis dan memeluk Dara. Bagaimana pun dirinya yang paling banyak sekali bertemu dan berkomunikasi selama menjadi perawat yang mendampingi Dara di rumah sakit.


Selesai makan malam Dara pun langsung pulang ke mansion Adi Raharjo. Ia sengaja tidak pulang ke apartemen karena di sana ada keluarga Uchiha dan Lingga.


Ya, siang tadi Lingga mengabari dirinya dan meminta alamat apartement milik Kai yang di tempati Flo sekarang. Dan saat itu pula lingga langsung berangkat ke kota S, padahal ia baru saja turun dari pesawat.


Ia tidak peduli jika ia mengalami jetlag, karena ia tidak akan merasa tenang sebelum memastikan dengan kata kepalanya sendiri. Kalau kekasih hatinya dalam keadaan yang baik-baik saja.


Bara sendiri sudah pulang ke rumah, karena kondisinya sudah benar-benar stabil setelah si obati langsung oleh Dara.


Semua orang di rumah sakit maupun keluarga Adi Raharjo tidak ada yang aneh dengan itu. Karena itu bukanlah kejadian pertama, betapa ajaibnya seorang Dara dalam mengobati pasiennya.


"Sayang, kamu kemana aja baru pulang Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Ellena memeluk putrinya itu.


"Dara baik mah, tadi dara langsung kerja kan hari ini terakhir Dara magang" ucap Dara


"Astaga, apa Alden memaksamu bekerja dalam kondisi sakit? Awas aja anak itu" ucap Ellena kesal.


"No, ini bukan salah om Alden. Dara sendiri yang ingin bekerja mah" ucap Dara


"Ya udah, ayo makan dulu" ucap Ellena


"Dara udah makan mah sama rekan-rekan kerja sembari perpisahan tadi" ucap Dara


"kamu beneran mau langsung balik ke ibukota besok?" ucap Ellena cemberut.


"Iya mah, banyak yang harus Dara kerjain. Mamah kalau kangen bisa susulin Dara, sekalian ketemu Dimas. Bentar lagi Dimas dan Ryan pembagian raport, mamah nggak mau datang jadi walinya?" ucap Dara lembut.


"Hmm, mama sama papa dateng kok. Masa anak bontot mama pembagian raport nggak dateng. Ah iya katanya kamu udah ketemu sama Flo?" tanya Ellena


"Hmm, Flo sekarang ada di apartemennya Kai lagi ketemuan sama keluarganya" ucap Dara.


"Flo itu beneran putri semata wayang Keluarga Uchiha di negara J?" tanya Ellena, Dara mengangguk mengiyakan.


"Wah, mamah benar-benar nggak nyangka, ternyata Flo anak sultan Uchiha" ucap Ellena


"Jangan lupa, mama juga kan sultan" ucap Dara


"ha-ha kamu benar juga" ucap Ellena terkekeh.


"Kak Bara di mana mah? Kondisinya baik-baik aja kan?" tanya Dara


"Ada di kamar, dia baik-baik aja. Sangat baik malah. Dia udah aktif lagi bikin tensi darah mamah naik, dia selalu aktif seperti bocah Lima tahun" omel Ellena membuat Dara terkekeh dan menghela nafas lega.


Ia senang mendengar Bara dan Flo yang baik-baik saja. Setidaknya tidak ada lagi rasanya khawatir di hatinya.


....


Di apartemen Kai


Lingga duduk di sofa dengan jarak cukup jauh dari Flo. Dirinya kini tengah di sidang, ah bukan di sidang melainkan interview calon suami Flo.


Itu karena beberapa saat lalu ia kegep tengah berpelukan dan hampir mencium Flo. Namun tidak jadi karena kedatangan para penjaga Flo.


Dan saat ini ia harus berhadapan dengan trio uchiha yang tak lain adalah Ryu, Richie dan Kenzi. Sedangkan Flo duduk bersama mommynya di kursi lainnya, hanya sebagai penonton saja dan tidak ikut campur.


"Sejak kapan kamu pacaran dengan anak saya?" tanya Ryu mulai menginterogasi Lingga dan menatap tajam dirinya.


"Tiga bulan Dad" ucap Lingga dengan tenang, meskipun dalam hati sudah deg-deg an.


"Siapa Dad? Aku tidak pernah tuh nikah sama ibumu!" ucap Ryu judes, membuat Flo mengulum senyum melihat ekspresi wajah empat orang di depannya.


"Ah ya maaf om, om memang tidak pernah menikah dengan ibuku, tapi aku yang akan menikah dengan anak Om tak lama lagi" ucap Lingga dengan nada yang yakin dan percaya diri.


"Percaya diri banget kamu! Emang anak saya mau sama kamu" ucap Ryu mencibir dan menatap remeh Lingga.


Entahlah, ia masih belum rela anak perempuan yang baru ia temukan sudah mau di bawa laki-laki lain dengan alasan menikah. Ia masih ingin memanjakan putri satu-satunya itu, untuk menebus dua puluh tahun yang terbuang di masa lalu.


"Sudah pasti mau dong om, iya kan sayang" ucap Lingga menatap Flo dan mengedipkan sebelah matanya dan senyum manis di wajahnya tidak luntur.


"Awwwsss...!!!" pekik Lingga terkena geplakan maut oleh calon ayah mertua di kepalanya..


Lingga menoleh dan mendapati dirinya di tatap tajam oleh ketiga pria tampan beda usia di depannya, hanya Ayumi dan Flo yang terkekeh melihat drama yang terlihat seru itu.


"Beraninya kamu godain putriku di depanku. Emang siapa kamu, punya apa kamu mau jadiin anak saya istri??" ucap Ryu kesal.


"Saya punya cinta yang sangat besar dan tiada ujung pada putri om. Om bukannya sudah tau saya? Saya Lingga Raka Narendra, saya juga anak dari ketua Narendra Company. Saya pastikan putri om tidak kekurangan apapun, baik itu materi, kasih sayang dan cinta selama dengan saya dan yang pasti saya hanya setia padanya" ucap Lingga dengan tenang.


"Manis sekali ucapanmu, sepertinya kamu berpengalaman sekali menarik hati perempuan. Sudah berapa banyak wanita yang kamu rayu begini? Dan lagi kamu cuma anak dari orang terkaya di negara ini, bukan kamu yang kaya tapi orang tuamu. Gitu aja kok bangga" ucap Ryu lagi memutar matanya


"Jelas saya bangga lahir dari keluarga yang penuh kasih sayang. Yang kaya memang orang tua saya om, tapi saya juga memiliki perusahan kecil hasil jerih payah saya sendiri. Saya yakin akan membuatnya semakin besar nantinya. Dan untuk ucapan manis saya, jujur saya tidak pernah berbicara manis seperti sekarang ini. Dan saya pastikan hanya anak Om yang pertama dan terakhir, yang akan melihat sisi manis dan hangat seorang Lingga Raka Narendra" ucap Lingga yakin


Flo yang mendengar itu tersenyum, ia tahu semuanya tentang Lingga dan yang di katakan Lingga adalah tulus meskipun cara penyampaian nya seperti orang sombong.


Theo sudah memberitahunya segalanya tentang Lingga sampai ke celah kecil sekalipun tentang Lingga Flo tahu. Jadi tidak ada yang perlu di ragukan dari rasa Cinta Lingga padanya.


"Mereka bahkan sangat dengan senang hati menerima Flo sebagai bagian dari keluarganya. Bahkan sampai sekarang, selain kakak sepupuku, semuanya belum tahu jika Flo adalah putri dari keluarga Uchiha yang terkenal di Negara J. Tapi mereka menerima Flo apa adanya dan sangat menyayanginya tanpa melihat kasta seseorang. Yang terpenting bagi keluarga Narendra adalah ketulusan dan kebaikan orangnya bukan hartanya" ucap Lingga


Ryu, Richie dan Kenzi saling pandang, kemudian melihat ke arah Flo yang tersenyum dan mengangguk kecil sebagai jawaban.


"Baiklah, aku kasih kesempatan untuk kamu bersama dengan Putriku" ucap Ryu membuat Lingga tersenyum cerah mendengar ucapan calon ayah mertua nya.


"Tapi.... Jika Aku tahu kamu menyakitinya, aku pastikan kau tidak akan melihat Flo lagi. Aku akan menjauhkannya darimu" ucap Ryu


"Tentu, aku tidak janji tapi akan membuktikan ucapanku barusan" ucap Lingga yakin dan tersenyum manis dan tulus ke arah Flo yang juga senyum padanya.


....


Di mansion Adi Raharjo, Dara merebahkan tubuhnya di kasur empuk. Baik Dara, Dimas, Ryan dan Alan, memiliki kamarnya sendiri di mansion.


Meskipun tidak lelah karena memiliki stamina yang kuat, Dara tetap merasa cukup banyak pikiran.


Jika kecelakaan yang Flo alami adalah murni kecelakaan, bagaimana dengan kecelakaan yang Bara alami?


Entah mengapa Dara sangat kepikiran tentang itu, ia merasa jika kecelakaan Bara ada campur tangan orang lain.


Dara mengambil ponselnya, ia melakukan panggilan Video dengan Kai. Baginya Kai adalah mood booster saat ia banyak pikiran. Mereka mengobrol banyak dan Dara menceritakan jika besok ia kembali ke ibukota. Kai mengatakan akan menjemputnya di bandara.


Sedetik setelah panggilan Video berakhir, Theo menghubunginya. Segera saja Dara mengangkat telepon itu takut ada suatu hal yang penting.


"Hallo Theo" ucap Dara


"Hallo Bos, akhirnya anda angkat juga. Tadi aku telepon anda sibuk" ucap Theo


"Tadi aku lagi Video Call sama ayang, Abang sayang" ucap Dara terkekeh mengatakan itu.


"Iya-iya deh yang punya ayang, inget bos ane masih jomblo, kaga kasihan napa. Nggak kasihan nih apa bikin ini kuping panas" ucap Theo membuat Dara terkekeh.


"Ada apa Theo? Apa ada penemuan dan berita penting?" tanya Dara.


"Hmm... Aku menemukan sesuatu, ternyata dugaan bos benar adanya. Kecelakaan itu memang bukan karena kecelakaan lalu lintas, tapi kecelakaan yang di rekayasa sedemikian rupa hingga sama seperti murni kecelakaan biasa" ucap Theo


"Jelaskan semuanya tanpa kecuali" ucap Dara dengan rahang mengeras saat tahu kecelakaan yang di alami kakaknya ternyata adalah sesuatu yang di sengaja.


"Jadi begini bos, kecelakaan itu di manipulasi oleh oknum tertentu. Awalnya aku belum tahu siapa yang mereka targetkan, karena itu merupakan kecelakaan beruntun dan bukan hanya tuan muda yang jadi korbannya.


Tapi setelah saya periksa dengan seksama, ada yang mencurigakan di mobil anda yang di kendarai oleh tuan muda. Air Bag di mobil anda tidak berfungsi saat kecelakaan itu terjadi. Ada yang aneh karena mobil anda adalah mobil baru dan mobil canggih.


Aku juga menemukan suatu hal yang janggal, ternyata saat aku telusuri memang ada yang sengaja membuat kecelakaan itu terjadi" ucap Theo menghela nafas.


Dara diam masih mendengarkan penjelasan Theo, tangannya sudah mengepal erat. Namun ia berusaha menahan amarahnya agar tidak meledak saat di berada di mansion orang tuanya.


"Bos, saya sudah menemukan dalang dari kecelakaan itu" ucap Theo


"Siapa?" tanya Dara dingin.


"Salah satu organisasi Flip Devil. Itu atas permintaan dari seorang wanita yang kini berada di negara K, namanya Megan" ucap Theo


"Megan?" ucap Dara menaikkan sebelah alisnya.


"Bos, aku ingin mengatakan sesuatu" ucap Theo menghela nafas. Dara mengetahui jika ada yang di sembunyikan oleh Theo.


"Katakan, jangan pernah menyembunyikan apapun dariku Theo! Atau kau akan menerima akibatnya!!! Aku tidak akan segan dengan orang yang tidak setia padaku dan menyembunyikan sesuatu yang penting dariku. Aku tidak menyukai hal itu" ucap Dara


"Sebenarnya targetnya adalah anda bos" ucap Theo


"Aku tahu" ucap Dara, ia sudah menebaknya saat tahu siapa dalang di balik itu semua.


"Dan ini adalah usahanya yang kedua kalinya untuk membahayakan anda" ucap Theo lagi, membuat Dara menaikan sebelah alisnya.


"Apa maksudmu?" tanya Dara.


"Sebelumnya dia pernah menyuruh orang untuk menculik dan memperkosa anda dan menyebarkannya di media sosial. Namun saat itu anda sudah berada di kota S dan rencananya di gagalkan oleh anggota GOD yang menjaga di Star mansion, Flo menangkap pelakunya dan memberikan pelajaran pada Megan di negara K dan membuatnya tidak bisa berkutik selama tiga bulan ini" ucap Theo


"Flo?" beo Dara


"Ya bos, maaf sebelumnya aku tidak mengatakannya pada anda. Aku pikir dia sudah kapok dan tidak melakukannya lagi, tapi sejauh yang aku tahu Flo menempatkan beberapa anggota GOD di negara K. Aku sudah menanyakan pada anggota GOD yang berada di sana, ia mengatakan jika ia mengirimkan pesan pada Flo jika kemungkinan orang suruhan Megan bergerak. Tapi sayangnya, secara kebetulan Flo sedang berada di dalam pesawat saat itu dan mengalami kecelakaan" ucap Theo.


"Ada lagi?" tanya Dara memejamkan matanya sejenak dan mengatur nafasnya.


"Tidak ada Bos, aku juga sudah mengirimkan semua bukti keterlibatan Megan dan identitas orang suruhannya pada anda" ucap Theo


"Hmm, terima kasih Theo" ucap Dara


"Bos, mohon jangan marah dengan Flo. Dia melakukan ini semata-mata untuk melindungi anda, hanya saja waktu tidak berpihak karena kebetulan di saat yang sama Flo juga mengalami musibah" ucap Theo.


"Hmm, aku tahu..." ucap Dara menghela nafas


Panggilan telepon itu pun terputus, Dara menghela nafas dan memejamkan matanya.


"Megan... Jadi itu kamu! Nikmati hidup indahmu itu, tunggu aku memberikan apa itu pelajaran yang sebenarnya" gumam Dara menyeringai


...••••••••...