The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
281. Hasil Tes DNA



Flo dan Richie kini tengah di ambil sampel darah, air liur dan juga rambut milik keduanya. Tes DNA biasanya dapat di ketahui hasilnya antara 1 sampai 2 Minggu lamanya.


Setiap peserta tes perlu melakukan penyekaan selama empat kali dan itu biasanya membutuhkan waktu paling cepat 24 atau 48 jam.


Namun karena Dara memiliki cara yang cepat itu bisa di percepat selama kurang lebih 2 sampai 3 jam saja.


Di Prayoga Hospital juga bisa melakukan tes DNA cepat, seperti yang di lakukan Dara dan keluarga Adi Raharjo beberapa bulan lalu.


Meskipun hasil yang di dapat tidak 99,9 persen akurat. Namun sudah bisa di pastikan jika hasilnya tidak jauh berbeda dengan tes normal.


Meskipun Dara memiliki alat yang di gunakan untuk mempercepat hasil tes DNA. Tapi kali ini bukan Dara sendiri yang turun tangan, melainkan Dokter Daffi yang akan memeriksanya langsung.


(Perihal test DNA, ini adalah fiktif atau karangan author semata. Jadi kemungkinan di dunia nyata berbeda, ya)


Setelah melakukan pengambilan sampel, Mereka berempat menunggu hasilnya dengan santai dan di iringi obrolan ringan di ruang kerja Dara.


"Dokter Dara, bagaimana dengan kerja sama kita? Kapan kira-kira di mulai? Maaf bukan karena saya tidak percaya, tapi saya harus kembali ke negara J karena ada beberapa pekerjaan yang mengharuskan saya di sana" ucap Richie dengan pelan


Mendengar Richie yang akan kembali ke negaranya, entah mengapa ada perasaan tidak rela dan kehilangan dalam hati Flo. Namun Flo hanya diam tidak merespon sama sekali seolah dirinya tidak ada masalah dengan itu. Karena dia bukan siapa-siapa Richie, setidaknya sampai hasil tes DNA itu keluar.


"Kemungkinan bulan depan akan launching, untuk obat yang di buat sudah mulai berjalan. Kemungkinan Minggu depan akan di serahkan ke BPOM untuk di periksa uji kelayakan obat" ucap Dara menjelaskan


"Kalau begitu tolong kabari saya jika sudah keluar hasil uji kelayakannya dan kapan tepatnya acara launching di lakukan. Jadi saya bisa mengosongkan jadwal dan terbang ke mari" ucap Richie


"Baiklah, nanti Flo yang akan mengabari anda. Memang kapan rencana anda kembali ke negara J?" tanya Dara


"Kemungkinan besok sore, pesawat jet pribadiku kemungkinan sampai di sini besok pagi" ucap Richie


Dara mengangguk sesekali ia melirik Flo yang hanya diam saja menyimak obrolan mereka. Dara tahu jika Flo tengah memikirkan sesuatu, itu terlihat dari matanya yang menatap kosong.


....


Tiga jam kemudian hasil tes itu sudah keluar, semua yang ada di sana merasa gugup dengan hasil tes itu. Richie yang kini memegang hasil tes DNA, ia menghela nafas beberapa kali sebelum akhirnya ia membuka kertas yang ada di tangannya.


Hening!


Suasana di sana begitu hening saat Richie membuka dan membaca hasil itu. Hingga sebuah pelukan dan tangisan kebahagiaan dari Richie memecahkan suasana yang ada di sana.


"Kau benar-benar adikku Flo, kamu Ayaka adikku yang selama ini menghilang..." ucap Richie sembari memeluk Flo.


Ia merutuki dirinya yang begitu bodoh, karena baru saja menyadari arti nama Flower berarti sama dengan Ayaka begitu juga Puspa. Ya, ketiga nama itu memiliki satu arti, yakni Bunga.


"A-aku a-adik-mu?" tanya Flo dengan terbata-bata dan tidak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Ya, kau adikku yang selama ini aku cari. Lihatlah, hasil tes ini 99 persen kita adalah saudara kandung. Terimakasih Tuhan, engkau akhirnya mempertemukan aku dengan Ayaka..." ucap Richie merasa sangat senang karenanya.


Flo terdiam sejenak, ia benar-benar terkejut mendapati jika dirinya masih memiliki sanak saudara yang berada di negara lain. Ia sungguh tidak pernah membayangkan hal ini sebelumnya, bahkan ketika neneknya masih hidup


"K-kau benar-benar kakakku?" ucap Flo memberanikan diri menatap mata Richie yang jika di telisik sangat mirip dengan matanya. Kenapa Flo baru menyadari hal ini?


"Hmm, ini kakakmu. Panggil aku onii-san, Ayaka" ucap Richie dengan mata berkaca-kaca dan senyum bahagianya hingga matanya berbentuk garis.


"O-Onii-San" ucap Flo


"Ayaka adikku... Kakak merindukanmu, Mommy, Daddy dan Kenzi pasti senang mendengar kamu masih hidup sayang. Ikut kakak ke negara J hmm, kita akan hidup bersama mulai sekarang... Richie San akan menebus waktu yang hilang selama dua puluh tahun ini, kakak akan membuat mu bahagia Ayaka" ucap Richie


"Kenapa? Apa kamu tidak ingin bertemu keluargamu?" tanya Richie kaget dan sedih.


"Aku tidak bisa meninggalkan Nona Dara, hidupku adalah miliknya. Aku memang menerima kenyataan jika Keluarga ku masih ada, namun aku tetap tidak bisa pergi jauh dari Nona Dara. Maafkan aku" ucap Flo


"Ayaka, Richie San mohon... Beri kami kesempatan untuk menebus segalanya, menebus waktu yang sudah terlewat selama dua puluh tahun ini. Kakak ingin kita hidup bersama layaknya keluarga yang lain. Jika kita berjauhan, bagaimana caranya Kakak melindungimu dek" ucap Richie.


"Aku bisa menjaga diriku sendiri" ucap Flo


"Tetap saja kakak tidak tenang dek, kakak ingin kamu ikut kakak dan tinggal bersama keluarga kita di sana" ucap Richie.


"Tuan Richie, maaf aku ikut campur. Untuk masalah keselamatan Flo. Aku yakin Flo lebih dari mampu menjaga dirinya sendiri, karena ia bukan gadis yang lemah. Biarkan ia memutuskan apa yang ingin dia lakukan, dia sudah dewasa dan tahu mana yang baik dan yang tidak" ucap Dara


"Dokter Dara, bagaimana pun sebagai kakaknya aku merasa khawatir, apalagi Ayaka adalah seorang perempuan" ucap Richie.


"Aku bukan wanita lemah, Richie San. Aku bisa melindungi diriku sendiri" ucap Flo lagi sedikit kesal.


"Ayaka..." ucap Richie


"Tuan Richie..." ucap Dara lagi dan menoleh ke arah Flo meminta izin lewat tatapan mata. Sedangkan Flo yang di tatap saat ini mengangguk padanya.


"Kau tahu apa yang di lalui adikmu selama 20 tahun ini? Apa kau tahu bagaimana bisa aku bertemu lalu menjadikannya tangan kananku, menjadikannya asisten pribadi yang sangat aku percayai dan juga menjadi pengawal pribadi ku selama ini?" tanya Dara tiba-tiba, Richie hanya membalasnya dengan gelengan kepala.


Karena memang ia tidak tahu apa yang di alami adiknya itu. Ia berharap, yang ia lihat saat ini adalah kehidupan Ayaka atau Flo jalani selama dua puluh tahun yang lalu.


"Flo adalah mantan pembunuh bayaran level sss. Dia adalah pembunuh bayaran nomor satu di sebuah organisasi, sebelum bertemu denganku dan menjadi tangan kananku yang setia" ucap Dara membuat Richie membolakan matanya saking terkejut mendengar fakta itu.


"Anda bercanda, Ayaka tidak mung..." ucap Richie tidak percaya


"Apa aku terlihat atau terdengar sedang bercanda tuan? Aku tidak akan bercanda dalam kondisi seperti saat ini. Yang aku katakan benar adanya. Flo memang mantan pembunuh bayaran yang sekarang menjadi orang yang paling aku percayai setelah aku menolongnya. Jadi sudah pasti Flo memiliki pertahanan dan beladiri yang sangat mumpuni. Apalagi ia di didik menjadi pembunuh bayaran sejak ia remaja" ucap Dara


BRUK!!!


Belum sempat Flo merespon ucapan Richie atau Dara. Richie sudah berlutut di bawah memeluk kaki Flo, sembari menunduk dan menangis.


"Hiks... Maafkan kakak, kakak tidak pernah menyangka jika hidupmu selama ini begitu menderita Dek. Hiks... Maafkan kakak.... Andai kakak menemukanmu lebih cepat, semua hal buruk itu tidak akan terjadi padamu Ayaka, maafkan kakak Aya..hiks" ucap Richie menangis sembari berlutut.


"Bangunlah onii-san, itu sudah menjadi masa lalu. Aku yang sekarang bukan lagi pembunuh bayaran, aku adalah Flower. Bukan Puspa atau Ayaka yang kakak panggil itu. Aku adalah Flower, Asisten pribadi dan juga pengawal seorang Addara Azalea. Maaf kak, keputusanku sudah bulat. Aku akan tetap tinggal di sini dan mengikuti Nona Dara seperti sumpahku beberapa waktu palu" ucap Flo menarik Richie untuk berdiri dan memeluknya.


"Setidaknya, kakak mohon kamu pulang sebentar dan temui Mommy, Daddy dan Kenzi. Terlebih kondisi Mommy sangat.. memprihatinkan" ucap Richie dengan lembut dan di ujung ucapannya menjadi sedih.


"Mungkin saat bertemu denganmu, Mommy akan kembali menjadi mommy yang dulu. Daddy juga akan berhenti menjadi workaholic dan lebih memperhatikan kesehatannya. Saat ia tahu putri mereka masih hidup dan dalam keadaan baik-baik saja" ucap Richie penuh harap.


Flo tidak menjawab, ia justru menatap ke arah Dara. Dara yang di tatap pun hanya tersenyum dan mengangguk. Mengizinkan Flo untuk ikut bersama Richie bertemu dengan keluarganya.


"Baiklah, aku akan ikut ke negara J. Tapi aku tidak bisa lama karena banyak pekerjaan yang harus di tangani di sini. Dan panggil aku Flower atau Flo, karena itu namaku sekarang" ucap Flo.


Mendengar jika Flo bersedia ikut ke negara J walau sebentar, tentu saja Richie sangat senang dan memeluk Flo dan mengecup kepala Flo berulang kali.


"Terimakasih Ayaka.. Maksud kakak Flo... Terimakasih" ucap Richie yang di sambut balik dengan pelukan Flo.


...•••••••...