
Masih dalam kondisi linglung, baik Sanjaya ataupun Daniel tidak sadar jika pengobatan Dara sudah selesai. Bahkan Kini sudah terlihat pergerakan tangan dan kelopak mata pada Pasien.
"Kondisi pasien sudah stabil, sebentar lagi sadar. Sekarang mana bayaranku?" ucap Dara, sembari mengemas jarum yang telah ia gunakan.
Sanjaya tersadar dari keterpakuannya saat mendengar suara Dara. Ia menoleh ke arah ayahnya yang terbaring di berangkat. Ia sudah tidak merasakan adanya aura Dark Fire, ia sungguh merasa takjub dengan Dara.
Jangan tanya bagaimana reaksi Daniel, ia semakin berbinar melihat sosok Dara di depannya. Namun ia hanya bisa diam tidak mapu berkata apapun.
"Ah ya, ini! Tapi, kalau ada apa-apa dengan ayahku bagaimana saya menghubungi anda, Dok?" ucap Sanjaya.
Tentu ia mengatakan itu bukan karena tidak percaya ayahnya sembuh setelah di obati oleh Dara. Tapi karena ia tidak ingin kehilangan kesempatan untuk dekat dengan seseorang yang ia yakini adalah seorang master.
Perasaan itu ia yakini karena tekanan aura yang di keluarkan Dara sangat kuat meskipun itu hanya dua detik kemudian menghilang.
Terlebih teknik menyembunyikan aura kultivasi adalah teknik tingkat tinggi, bahkan ia belum pernah melihat atau mendengar seorang master kultivasi, bisa melakukan seperti yang Dara lakukan saat ini.
Dara kemudian menerima batu seukuran setengah telapak tangan itu dari Sanjaya, kemudian melihat ke arah Sanjaya dengan tatapan yang masih datar seperti biasa.
"Jangan khawatir, saya bekerja di sini. Ya, setidak nya sampai bulan depan. Aku pastikan ayah anda sembuh total tanpa efek samping setelah saya mengobatinya. Ah, Aku juga sudah membuka penghalang miliknya, Pastikan setelah bangun berikan pil ini padanya. Ini berguna menekan agar Qi yang masuk, agar tidak berlebihan yang malah merusak intinya dan meledak" ucap Dara setengah berbisik, hingga Alden dan Dokter Abraham tidak mendengarnya.
"Ah terimakasih banyak Dokter..." ucap Sanjaya dengan wajah berbinar
"Anda bisa memanggilku Dokter Dara" ucap Dara
"Ah baik Dokter Dara, terimakasih. Hmm... Tapi Dokter, bisakah anda memban..." ucap Sanjaya terpotong
"Saya tahu apa yang ingin anda katakan, nanti saja kita bicarakan lagi. Sebentar lagi saya ada jadwal operasi dan tidak bisa menundanya" ucap Dara
Tak lama Dara pun pamit keluar, karena memang benar setengah jam lagi ada operasi yang harus dia lakukan.
Sanjaya pun hanya pasrah melihat Dara pergi, padahal ia ingin sekali menanyakan tentang Kultivasi apa yang benar agar dirinya dan keluarganya mematahkan kutukan tingkat 4 itu.
Ya, keluarga Suprapto memang keluarga kultivator dari kota S. Namun mereka terkendala satu hal sejak dahulu, entah mengapa Keluarga mereka tidak pernah bisa naik ke tingkatan berikutnya dan selalu macet saat berada di tingkat empat atau True Element.
Dan kini Ia mendengar Dara memberikan nasehat dan juga mengatakan jika penghalang ayahnya sudah di buka. Jadi bukan tidak mungkin Dara adalah orang yang mereka cari, untuk bisa menghilangkan kutukan itu.
Ia kemudian teringat tentang ucapan Dara jika teknik mereka harus di ubah, tapi teknik mana yang harus di ubah? Sanjaya tidak tahu di mana letak teknik leluhur mereka yang salah dan harus di perbaiki.
Kini di pikirannya hanya Dara yang mengetahui letak salahnya di mana. Ia akan menunggu waktu tepat untuk meminta saran dari Dara. Ia berdoa semoga Dara berkenan membantu memecahkan misteri di balik keanehan Keluarganya yang selalu terhenti saat di tingkat True Element.
....
Di Negara K
Megan baru saja sadar pasca operasi yang ia jalani lebih dari 11 jam lamanya di meja operasi. Ia merasakan sakit di tubuhnya terutama di area wajah.
Tapi meskipun begitu, sakit tetaplah sakit, rasanya begitu menyiksa seperti mau mati rasanya. Apalagi untuk makan dan minum saja ia merasa kesusahan dan itu ia rasakan selama beberapa Minggu ke depan.
Kata siapa operasi plastik itu mudah, itu sangat menyakitkan dan memiliki resiko yang sangat tinggi. Namun Megan tidak gentar demi wajahnya kembali cantik dan percaya diri mendekati sang pujaan hati.
"Nona, di mohon untuk tidak berbicara, setidaknya selama tiga hari. Karena operasi yang anda lakukan adalah operasi besar dan sangat rawan bergeser. Jika butuh apa-apa anda bisa menekan tombol ini, nanti ada perawat yang akan datang dan anda menulis sesuatu di sini jika menginginkan sesuatu" ucap perawat menyerahkan sebuah catatan dan juga pena untuk Megan.
Megan hanya mengangguk saja, ia juga tidak ingin wajahnya semakin memburuk. Cukup beberapa waktu lalu ia bertindak ceroboh yang mangakibatkan wajahnya tidak terbentuk dan aneh.
"Setengah jam lagi dokter akan memberikan obat untuk meredakan rasa sakit di wajah anda. Sebelum itu, anda harus makan dulu dan makanan akan di kirim sebentar lagi" ucap Suster
Lagi-lagi Megan hanya mengangguk pasrah. Selama dua bulan lamanya ia di negara K, ia tidak pernah makan enak. Menunya selalu sama yakni bubur, kuah sup, minuman vitamin, dan segala macam makanan berbentuk cair atau lembek.
Ia tahu resiko Operasi plastik adalah ia harus menahan emosi dan juga pola makan yang berubah. Itu karena wajahnya tidak boleh bergerak terlalu sering apalagi bergerak tidak terkendali seperti sedang marah dan berteriak.
"Ini semua karena wanita pelakor itu, lihat saja nanti! Aku pastikan setelah aku keluar dari rumah sakit, aku akan memberikan pelajaran padanya. Karena dia aku harus merasakan sakit di wajah cantikku dan beraninya dia menggoda calon suamiku. Akan ku buat ia tidak bisa merasakan menghirup" gumam Megan dalam hati tanpa punya urat malu dengan daya hayal yang sangat tinggi.
....
Hukuman Harun sudah waktunya, ia akan di bawa ke sebuah pulau khusus untuk eksekusi mati. Meskipun eksekusi mati biasanya hukuman tembak atau pancung. Namun kali ini hukuman yang di terima berbeda dari para napi eksekusi mati lainnya.
Khusus kasus Harun ia akan menjadi napi satu-satunya yang akan di eksekusi dengan menenggak cairan virus yang di buat Dara. Juga tim Falcon sendiri yang akan mengawal ke pulau yang di kenal dengan pulau NK atau pulau khusus untuk menghukum narapidana kelas kakap.
Kai juga ikut mengawal ke pulau itu, dengan menggunakan pesawat khusus militer. Pesawat akan mendarat di kota C, yang merupakan kota terdekat dari pulau NK.
Rombongan mereka sampai di kota C, dan langsung di kawal menuju ke pulau NK. Hanya saja di tengah perjalanan sebelum menuju pelabuhan. Ada beberapa kelompok yang mencoba menyelamatkan tersangka.
Kai sudah menebak hal itu pasti terjadi, meskipun keluarga Harun sudah runtuh. Tidak menutup kemungkinan ada satu dua hal yang masih bisa mereka perbuat untuk menyelamatkan Harun, yang merupakan kepala keluarga dan juga ujung tombak kekayaan keluarga mereka.
Namun yang tidak Kai sangka, ada dua orang dalam kelompok itu merupakan seorang kultivator. Entah mereka memang benar-benar salah satu dari kelompok itu, atau mereka merupakan kelompok lain yang juga di bayar dan datang bersama.
Kai melihat kekuatan lawannya berada di tahap True Element. Kai tetap tenang dan juga bersyukur karena dirinya ikut mengawal. Kalau tidak, kemungkinan korban berjatuhan akan sangat banyak. Terlebih negara akan kehilangan pemuda-pemuda terbaiknya.
"Tetaplah tenang seperti biasa, Rafael dan Marco tetap di mobil dan menjaga Bajingan ini. Nat, atur yang lain untuk melumpuhkan semuanya, kecuali pria dengan baju biru dan hitam yang paling tinggi di ujung kiri dan tidak membawa senjata. Karena keduanya adalah bagianku!" ucap Kai
Mereka sedikit bingung, karena tidak biasanya Komandannya memilih lawan yang terlihat lebih mudah atau lemah di banding yang lain. Kai yang mengerti arti tatapan itu pun langsung berkata lagi.
"Dua orang yang aku tunjuk tadi adalah orang paling berbahaya, dan tidak ada di antara kalian kecuali aku yang bisa mengalahkannya" ucap Kai begitu percaya diri.
Mereka terkejut namun tetap mengangguk paham. Mereka percaya dengan pandangan Kai, pandangan Kai tidak pernah salah menilai kemampuan lawan. Jadi mereka mengangguk dan mengikuti instruksi Kai.
...•••••••...