
"Aaakkhhh sakittt"
Pria itu berteriak kencang, ia meringis kesakitan di lantai bandara. Orang-orang berbisik, mereka mencibir Flo yang melakukan kekerasan di depan umum.
Flo hanya santai saja menanggapinya, ia tidak peduli pandangan orang lain terhadap dirinya. Ia kemudian membuka jaket pria itu dengan kasar, membuat orang-orang teriak dan menutup matanya karena terkejut. Mereka tidak menduga jika Flo bersikap seperti itu di depan semua orang.
"Astaga, gadis itu berani sekali berbuat demikian!" ucap orang-orang
"Tidak tahu malu sekali, itu tindakan pelecehan meskipun korbannya terbalik, kebanyakan laki-laki yang melecehkan perempuan, lah ini" ucap yang lain
"Sudah kasar, gadis itu juga mesum! Sayang sekali padahal ia sangat cantik" lanjut yang lain.
"Dia Copet!" ucap Flo datar sembari mengambil tas wanita di balik jaket pria itu yang masih menggunakan kaos di balik jaket itu..
Orang-orang di sana membuka matanya dan melihat ternyata ucapa Flo benar. Mereka menyesal sudah berfikir yang tidak-tidak terhadap Flo tanpa tahu masalahnya terlebih dulu. Kini semua orang yang mulanya mencibir menganga tidak percaya dan menjilat ludahnya sendiri.
"Waahhh ternyata copet!" seru orang-orang
"Berarti gadis ini cuma mau gagalin aksi copet, wah hebat sekali" ucap yang lain.
"Duh jadi nggak enak udah ngomong yang kasar sama tuh gadis cantik, eh ternyata si pria si*lan ini yang penjahatnya" ucap orang-orang
"Wah nggak bisa di biarin, nih orang harus di kasih pelajaran. Dasar Cepot!!" maki Salah seorang yang sudah menggulung lengan bajunya siap membogem.
"Copet woy, bukan Cepot!" ucap orang di sebelahnya meralat ucapan orang di sebelahnya
"Elah, kebilak dikit..." ucap orang itu mengendikkan bahu.
"Kebalik!!!" seru yang lain.
"Udah jangan banyak ngemeng, ayo serbu nih copet, biar tahu rasa. Dasar sampah masyarakat!!!" ucap orang tadi dan segera melancarkan pukulan juga tendangan demi tendangan dan di susul orang yang lainnya.
Flo keluar dari kerumunan dan melangkah mendekat ke Dara, keduanya kemudian menunggu pemilik tas itu datang.
Benar saja ibu-ibu pemilik tas itu bersama dengan dua petugas keamanan, mendekat ke kerumunan yang tengah memukuli pencopet itu.
"Eh, ini kan copet tadi, kembalikan tasku dasar copet brengsek!!!" ucap ibu-ibu itu mencak-mencak.
"Ampuuunnn, saya tidak lagi-lagi!!" ucap pencopet yang sudah babak belur itu.
Untung saja ada petugas keamanan yang dengan sigap mengamankan pencopet itu hingga pencopet bernafas lega tidak lagi menjadi bulan-bulanan orang di sana.
"Tas ibu udah di amanin oleh gadis cantik itu, dia yang mehadang dan memukul pencopet itu pertama kali. Gadis yang sangat hebat" sahut yang lain menunjuk ke arah Flo dan Dara.
Seketika orang-orang terkejut melihat kecantikan Dara yang berada di samping Flo, namun keterkejutan mereka di buyarkan oleh ucapan Flo.
"Ini tas ibu?" ucap Flo
"A-i-iya neng, ini tas ibu. Makasih banyak neng. Ini buat kamu" ucap ibu-ibu itu menyerahkan beberapa lembar uang kertas berwarna merah muda itu.
"Tidak perlu bu, saya ikhlas" ucap Flo menolak.
Meskipun ibu itu terus meminta Flo untuk menerima uang itu sebagai tanda terima kasih, Flo tetap menolaknya.
Kemudian Flo dan Dara pamit pergi, karena sudah ada pengumuman pesawat dari Ibukota dan Kota B sampai selang beberapa saat. Ternyata ibu-ibu itu juga sama-sama menuju ke pintu kedatangan.
Kai awalnya ingin menggunakan jet pribadi, namun karena yang datang banyak. Jadi ia mengambil penerbangan umum dan mengambil First Class.
"Mah...." panggil seorang laki-laki yang menghampiri ibu-ibu itu.
Suara itu laki-laki itu berhasil mengalihkan atensi Flo.
Dara melihat Flo melihat ke arah laki-laki itu dengan tangan mengepal. Dara menyadari ada suatu hal ia pun mengernyitkan dahinya merasakan sesuatu, namun ia tidak menanyakan itu pada Flo sekarang.
"Flo" panggil Dara.
"Ah ya ma-maaf nona" ucap Flo sadar.
Merasakan ada yang menatapnya, laki-laki yang di lihat Flo pun menoleh. Namun Baik dara dan Flo sudah memutuskan pandangannya jadi laki-laki itu bingung siapa yang baru saja menatapnya. Pasalnya banyak orang di sana yang ingin menjemput penumpang.
Kai, Dimas, dan yang lainnya sudah terlihat, bukan hanya Keluarganya saja yang datang, namun tim Falcon juga semuanya datang.
Kai berjalan dengan cepat dan memeluk Dara. Ia merasakan rindu yang teramat karena sudah beberapa hari tidak bertemu.
"Kangen Yang" ucap Kai
Dara hanya menerima pelukan itu dan tersenyum malu karena banyak yang melihat.
"Astaga Bos, ini tempat umum bos, maen peluk-peluk anak orang" ucap anggota Falcon dan yang lain pun tertawa mendengarnya.
"Cih, sirik aja!" ucap Kai kesal
"Ha-ha-ha" rekan-rekannya tertawa lepas.
Mereka sekarang sudah mulai terbiasa dengan sifat atasan mereka itu saat bertemu dengan Dara.
Di belakang mereka ada keluarga Narendra semuanya datang untuk acara istimewa ini, termasuk Ajeng dan Lingga yang juga pulang dari luar negeri demi melihat pertunangan kakak sepupunya itu.
Langkah Lingga terhenti saat matanya menemukan sesuatu, ia menatap lurus ke arah Flo tanpa berkedip. Jika di gambarkan di dalam komik atau film, akan ada cahaya mengelilingi Flo yang menyilaukan. Begitu Flo di penglihatan Lingga saat ini, menyilaukan dan menghadirkan perasaan aneh menggelitik di hati dan perutnya.
Ajeng yang di sampingnya bingung kenapa dengan tatapan aneh kakaknya itu. Ia pun mengikuti arah pandang Lingga, Sudut bibir Ajeng terangkat melihat tatapan kakaknya ternyata pada gadis cantik yang berdiri di samping Dara.
"Cantik banget ya kak?" ucap Ajeng berbisik di telinga Lingga
"Hmm, Cantik banget" ucap Lingga dengan ekspresi terpesonanya yang tidak hilang. Bahkan ia tidak sadar menjawab ucapan adiknya itu.
"Cieeee ada yang jatuh cinta" ucap Ajeng sembari menyenggol bahu kakaknya.
Lingga tersadar dari lamunannya, ia kemudian merasa kikuk dan salah tingkah membuat Ajeng tertawa lepas melihat ekspresi Lingga yang sebelumnya tidak pernah ia lihat.
"Ada apa?" tanya Sarah pada putri dan putranya itu, saat melihat keduanya asik berbincang.
"Itu mah, kakak lagi ja....hmmmmppphh" ucapan Ajeng terpotong karena Lingga dengan sigap membekap mulut adiknya.
"Nggak ada apa-apa kok mah, ini Ajeng lagi isengin aku. Jangan di dengerin, Diem de!" ucap Lingga tersenyum kemudian melotot ke arah Ajeng.
Lingga kemudian melepaskan tangannya sembari menatap tajam ke arah adik ya untuk tutup mulut. Ajeng mengulum senyumnya dan tidak mengatakan apa-apa pada akhirnya, ia tidak ingin membuat Kakaknya itu marah.
Mereka semua pun berangkat menuju AR Hotel, menggunakan mobil hotel sudah di siapkan Flo untuk menjemput mereka semua.
Sedangkan Dimas, Alan, Ryan dan Agam di jemput oleh supir pribadi dari keluarga Adi Raharjo, kemudian menuju ke mansion Keluarga Adi Raharjo.
Yang pasti saat ini Kai ikut di mobil Dara dan Flo, di sana Kai tidak mau melepaskan pelukannya.
"Kai lepas, malu ih sama Flo" ucap Dara
"Dia ngerti kok sayang, namanya juga pacar yang lagi kangen beberapa hari nggak ketemu" ucap Kai
"Ekhmm, tenang saja Nona, saya akan tutup mata dan telinga nona" ucap Flo
"Jangan Tutup mata Flo, nanti nabrak" ucap Dara karena Flo tengah menyetir saat ini.
"Maksud saya tutup mata dengan yang terjadi di jok belakang" ucap Flo.
"Hais, kamu sih ihhh" ucap Dara malu pada Flo yang bahkan kini tanpa malu mencium pipi Dara.
"Kenapa yang, Flo kan bilang akan tutup telinga dan mata. Apa salahnya coba?" ucap Kai kemudian mencium aroma Dara di ceruk leher kekasihnya itu.
"Hadeeehh, tuan muda dingin mulai kambuh manja dan bucinnya nih ketemu sama pawangnya. Sabar-sabar, nasib obat nyamuk jomblo ya gini" batin Flo melupakan sedikit emosi di hatinya setelah bertemu laki-laki yang bersama ibu-ibu yang ia tolong barusan.
...••••••...