
Dara yang baru bangun dari tidurnya langsung bergegas mandi dan bersiap untuk sarapan bersama para kakak dan adik-adik nya. Jefrey, Revan dan Bara masih menginap di star mansion. Mereka akan kembali ke kota S sore nanti.
Saat melihat Dara keluar dari lift dan menuju meja makan, semua orang menoleh ke arah Dara. Dara mengernyitkan keningnya heran melihat tatapan mereka mengarah padanya.
"Ada apa? Apa ada yang salah?" tanya Dara yang baru saja duduk di kursinya.
"Kakak kemana tadi? kok Dimas ketuk pintu kamar kakak nggak nyahut. Kirain Dimas kakak udah bangun dan ada di tempat Gym. Tapi Dimas ke sana kok kakak nggak ada" ucap Dimas yang di angguki oleh yang lain, karena mereka juga sama mencari Dara karena Dara tiba-tiba menghilang.
"Kakak tidur di kamar tamu" jawab Dara
"Loh emang kamar kakak kenapa, kok tidur di kamar tamu?" tanya Ryan dan Dimas bersamaan
"Tidak ada, cuma kamar sedikit berantakan karena adu tanding dengan Flo semalam" ucap Dara sembari melirik Flo.
"Uhuukkkk... Uhuuukkk..." Flo tersedak saat mendengarnya.
"Minum dulu kak" ucap Alan menyodorkan air mineral, karena memang ia duduk di samping Flo.
Melihat semua orang menatapnya ia hanya tersenyum kikuk. Nonanya tanpa aba-aba membawa ia dalam alasannya. Bagaimana mungkin dirinya adu tanding di kamar nonanya yang membuat kamar mewah itu sangat berantakan bak kapal pecah.
"Kenapa nggak latihan di halaman, kenapa di kamar?" tanya Dimas polos.
"Ah itu...itu" ucap Flo bingung
"Kakak ada teknik bertarung baru dan malas turun, jadi langsung latihan di kamar deh. Memang ada apa nyariin kakak hmm?" ucap Dara mengalihkan pembicaraan.
"Dimas sama Ryan lupa kasih tahu kakak, besok ada pertemuan rapat wali murid di sekolah" ucap Dimas sembari memberikan surat undangan dari sekolah pada kakaknya.
"Rapat tentang apa?" tanya Dara belum mebuka undangan itu
"Nggak tahu pasti sih, tapi yang aku dengar akan di adakan perkemahan di kota H bulan depan" ucap Dimas
"Ya sudah, nanti kakak akan datang sama Alan" ucap Dara
"Kak Bara, kak Jeff sama kak Revan nggak ikut datang?" tanya Dimas.
"Maaf dek, sore ini kakak harus pulang ke kota S. Ada kerjaan yang harus kakak urus di sana, tidak bisa lama di sini" ucap Revan
"Hmm gitu, ya udah kakak hati-hati pulangnya. Nanti sampein salam buat mama, papa sama kakek" ucap Dimas
"Tentu adik kakak yang tampan" ucap Revan terkekeh.
Semenjak kenal dengan Dara, Revan yang super dingin itu sudah mulai mencair. Ia sekarang berbicara lebih banyak dan hangat pada anggota keluarganya yang lain.
Tapi itu hanya berlaku untuk keluarganya saja, jika di luar, ia masih sama dingin seperti sebelumnya.
"Sudah ayo sarapan dulu, kalian harus berangkat sekolah kan" ucap Dara
"Iya kak" ucap Dimas dan Ryan.
Semuanya menyantap sarapan dengan lahap, tidak ada pembicaraan saat di meja makan. Hanya terdengar dentingan sendok di atas meja.
Dimas dan Ryan pun langsung berangkat ke sekolah setelah sarapan di antar oleh Sandi, sedangkan yang lain sekarang sudah berada di ruang tamu.
"Tendernya sudah selesai kak?" tanya Dara pada kedua kakaknya
"Sudah Ra" jawab Jefrey
"Lalu ada acara apa hari ini, apa mau istirahat aja?" tanya Dara
"Kita berlima?" tanya Dara
"Iya dong dek, masa kamu berdua sama kak Revan. Kak kita juga mau jalan-jalan" sahut Bara yang kena pelototan tajam dari Revan.
"Bara benar dek, nanti kita berlima jalan-jalan" ucap Jefrey yang tak mau kalah.
Enak aja ia membiarkan Revan jalan sama adik perempuan satu-satunya. Tidak akan ia biarkan, pikir Jefrey dan Bara.
Revan hanya menghela nafas, padahal ia juga tidak ada maksud apa-apa mengajak Dara jalan. Ia hanya ingin mengajak Dara untuk membicarakan tentang hubungan adiknya itu dengan Kai.
Bagaimana pun sebagai seorang kakak, ia harus selektif dengan pasangan yang di pilih adiknya itu, ia tidak ingin adiknya salah pilih dan terluka nantinya.
"Aku ajak Flo ya, nggak enak kalau aku cewek sendirian. Ya meskipun kalian kakakku" ucap Dara
"Oke" ucap yang lain.
.....
Dara, Flo, Revan, Bara, Jefrey dan Alan pun berangkat jalan-jalan menggunakan mobil MPV Lexus milik Dara yang biasa di pakai Sandi untuk mengantar jemput sang adik.
Sedangkan Sandi sudah di beritahu Revan sebelumnya agar mengantar Ryan dan Dimas menggunakan mobil Maserati sewaan yang di pakai Revan dan Jefrey untuk urusan bisnisnya.
Mobil Lexus itu berhenti di Holly Mall, melihat tujuan mereka adalah Mall. Dara menghela nafas berat.
"Jangan bilang mereka mau ajak shopping. Kenapa akhir-akhir ini shopping Mulu dah" ucap Dara dalam hati.
Namun ternyata Bara sangat peka pada adiknya itu, ia malah menarik Dara bermain di timezone. Hal itu membuat Dara senang karena terhindar dari shopping lagi.
Bukannya ia tidak suka Shopping, namun karena ia sedang tidak memerlukan sesuatu saat ini yang harus ia beli. Revan dan yang lain hanya mengikuti dengan pasrah saat adiknya membawa mereka ke arah Timezone.
Seperti anak kecil, Dara bermain bersama dengan kakak dan adiknya itu dengan perasaan senang. Flo juga ikut bermain bersama nonanya, ia tidak canggung seperti awal kenal dengan nonanya itu.
Lelah bermain mereka pun menuju ke arah Restaurant Jepang yang ada di lantai 6 mall.
"Capek ya dek?" tanya Revan
"Hmm, tapi aku senang, makasih kak" ucap Dara tersenyum manis ke arah tiga kakak nya itu bergantian.
Revan menyeka keringat sang adik dengan lembut, Dara hanya diam saja. Ia justru senang mendapatkan kasih sayang seorang kakak yang tidak pernah ia dapatkan sebelumnya.
"Kak, nanti kalau mau pulang, duluan aja ya. Aku mau ke rumah temen dulu" ucap Alan
"Loh kan sore nanti kakak mau pulang dek. Kamu nggak mau anter ke bandara gitu?" ucap Jefrey
"Cuma sebentar kok kak, soalnya nanti malam anaknya sudah balik ke kota B. Alan mau ambil buku aja sih di sana abis itu langsung pulang" ucap Alan.
"Mau di antar aja?" ucap Bara pada adiknya itu.
"Nggak usah kak, rumah temen Alan itu di jalan gang senggol. Mobil nggak bisa masuk, kalau di paksa nanti baret-baret. Jadi nanti Alan naik ojek online aja" ucap Alan.
"Hmm ya sudah, hati-hati, kabarin kalau ada apa-apa" ucap Dara
"Makasih kak" ucap Alan tersenyum.
Mereka pun makan dengan tenang, tanpa di sadari seorang melihat Dara yang tidak memakai Masker yang sedang makan dan terlihat sangat dekat dengan Revan. Ia berdecih jijik dan juga menyeringai sembari memotret Dara yang tengah manja dengan kakak-kakaknya.
...••••••...