
Empat orang yang di tahan oleh Flo menghentikan langkahnya. Meskipun takut mereka bersikap seolah berani dan berusaha menatap Flo yang tengah menatap mereka dengan tajam.
"Minggir! A-atau kau akan terima akibatnya" teriak mereka berempat dan berusaha kuat.
"Tidak asik kalau tidak main-main dulu" ucap Flo tersenyum miring dan tanpa aba-aba langsung memukul titik Vital orang-orang itu hingga keempatnya ambruk di tanah dan berlutut.
"Aku tahu kalian orang jahat, tapi aku nggak menyangka kalian justru dengan senang hati berlutut di depanku" ucap Flo
"Si*lan! Kau bermain curang!" ucap salah satunya.
"Tidak ada kata curang dalam pertarungan, yang ada hanyalah orang cerdas karena membuat orang bodoh bertekuk lutut di depannya" ucap Flo menyeringai
"Akan ku bunuh kamu, ayo semuanya kita serang!!!!" ucap salah satunya.
"Yaaaa!!!" ucap yang lain dan langsung menyerang Flo bersamaan.
"Cih dasar kroco rendahan. Kau pikir dengan kekuatan kalian di gabungkan bisa mengalahkan? Percaya diri bagus, tapi terlalu percaya diri akan membuatmu jatuh" ucap Flo sembari menangkis serangan mereka berempat.
"Kroco macam kalian tidak pantas untuk hidup!" ucap Flo lagi
Flo kemudian memukul telak organ vital dan juga pusat energinya hingga tidak bisa di gunakan karena hancur dari dalam. keempat orang itu pun akhirnya meregang nyawa, dengan pendarahan dalam di organ vitalnya.
"Kau terlihat sangat menikmatinya Flo" ucap Dara yang berada di belakang Dara
Flo terkejut, bisa-bisanya ia melupakan jika nonanya ada di belakang dan melihat semua yang ia lakukan.
"No-nona s-saya...." ucap Flo gugup saat menoleh dan langsung menundukkan kepalanya tidak berani menatap junjungannya itu.
PLUK!!!
Dara menepuk pundak Flo dengan pelan membuat Flo mendongak.
"Aku tahu, tidak usah di jelaskan" ucap Dara
"Apa anda marah nona? Tolong maafkan kekhilafan saya" ucap Flo dengan keringat dingin karena ia membunuh banyak orang tanpa sadar dan lupa jika Dara ada di belakang dan menyaksikan semua tindakannya.
"Aku tidak menyalahkan kamu, Flo. Aku tahu kamu melakukan itu karena sangat marah dengan para penjahat yang mengorbankan anak-anak untuk kepentingan mereka. Tapi kamu harus belajar mengontrol emosi kamu, tidak semua penjahat harus di bunuh Flo. Itu akan berpengaruh buruk padamu, pada aura kultivator milikmu juga. Itu akan membuat aura milikmu bercampur dengan aura hitam di dalamnya jika kau sering membunuh" ucap Dara
"Maafkan saya nona, saya tidak berpikir sampai ke sana" ucap Flo menyesal
"Tidak apa-apa, kali ini aku juga tidak keberatan jika kamu membunuh semua benalu dan sampah masyarakat bagi kehidupan kita dan negara kita. Mereka memang pantas untuk mati, jika di biarkan hidup mereka hanya akan berbuat lebih banyak kejahatan" ucap Dara
Flo menghela nafas karena nonanya tidak marah dan menghukumnya. Nonanya itu justru menasehatinya agar bisa lebih baik mengontrol emosinya dan Flo menerima itu.
"Ayo kita masuk, aku izinkan kamu mengeluarkan kekuatanmu sesukamu si sana. Kalaupun kamu ingin membunuhnya, silahkan saja. Tapi setelah ini kamu harus melakukan retret selama beberapa hari dan menetralisir aura hitam di tubuhmu agar menghilang. Aku akan memberikanmu air surgawi untuk membersihkannya aura hitam yang mengelilingimu" ucap Dara
"Terimakasih nona" ucap Flo.
Kai yang ada di sana hanya menyimak ucapan tunangannya, ia juga mengetahui ada larangan keras seorang kultivator menyakiti apalagi membunuh manusia biasa.
Sesama kultivator juga sebisa mungkin tidak saling membunuh, Kalaupun membunuh sekali dua kali tidak akan menjadi masalah. Hanya saja jika sering apa lagi dalam satu waktu kultivator, itu akan membangkitkan aura hitam di dalam tubuhnya semakin tebal.
Untuk menghilangkan aura hitam di tubuh seorang kultivator adalah dengan melakukan kultivasi tertutup dan meminum atau berendam di air surgawi. Namun keberadaan air surgawi saat ini sangat langka bahkan sudah tidak pernah terlihat lagi sejak ribuan tahun yang lalu.
Namun hari ini Dara mengatakan akan memberikan air surgawi untuk Flo, jelas Kai terkejut. Ia bertanya-tanya dari mana Dara mendapatkan air surgawi itu.
"Kau lupa? Ruangan dimensi milik guru memiliki sumbernya Kai" ucap Dara seakan mengerti apa yang di pikiran Kai.
"Ah, kau benar! Aku lupa, padahal aku pernah berendam dan meminum airnya juga" ucap Kai terkejut saat mengingat ia juga pernah meminum dan berendam di sumber air surgawi yang langka itu.
Dara hanya mengangguk tidak lagi merespon. Langkahnya mantap masuk kembali ke pekarangan rumah itu.
"Baik nona!" ucap Flo dan langsung menjalankan tugasnya.
SRET!!!
JLEP!!!
SRAK!!!
Flo dengan gilanya mencabik pusat energi ketiganya yang membuat tiga orang yang tidak sadarkan diri itu langsung ko'it alias is death setelah isi perutnya tercabik dan keluar.
....
Ketiganya kemudian melanjutkan masuk ke rumah si Braja itu. Ternyata hampir 80 persen semua kultivator yang menikmati pesta sudah teler karena mengkonsumsi alkohol dalam jumlah banyak.
Sisanya masih mengobrol termasuk pria tua bernama Braja, yang tidak lain adalah pemimpin kelompok ini dan juga kakak seperguruan dengan King Lintang.
"Woaahhh kalian begitu santai sekali ya tuan tuan" ucap Flo yang mewakili Dara dan Kai yang hanya diam.
Orang yang masih sadar termasuk Braja menoleh. Mata mereka berbinar mesum saat melihat dua sosok cantik bak bidadari berada di depan mereka.
"Astaga ada bidadari cuy" ucap salah satunya
"Mimpi apa ya semalam, ada cewek cantik yang cantik nya kebangetan menawarkan diri datang kemari" sahut yang lain
"Sepertinya dia tahu kalau kita-kita bisa memuaskannya hingga berteriak dengan puas di bawah Kita, ha-ha-ha" ucap yang lain.
Braja juga menjilat bibirnya saat melihat Dara dan Flo, Braja yang merupakan seorang bajingan yang menyukai kecantikan tentu saja tidak bisa melepaskan pandangannya dari dua gadis di depannya.
"Cantik, kau mau bermain di manama? Aku pastikan akan membuatmu puas dan aku sanggup bermain berapa pun ronde yang kamu mau
" ucap Braja.
"Tutup mulut busukmu itu tua bangka!!!" teriak Kai yang tidak terima gadisnya di lecehkan secara verbal oleh siapapun itu.
"Wooowww wooooww ada yang sok jadi pahlawan kesiangan. Hey bung, aku kasih kesempatan untuk kamu keluar dari sini dan tinggalkan dua wanita cantik ini. Biarkan mereka bermain denganku dan akan ku puaskan mereka. Aku pastikan kamu selamat keluar dari sini jika kau menuruti ucapanku" ucap Braja terkekeh.
Wuuusshhh!!!
BLAM!!!
DUAR!!!
Kai yang marah langsung menyerang Braja yang saat ini sudah berada di tahap Immortal Ascension level puncak. Sedangkan Kai saat ini baru mencapai Level Immortal Ascension level awal.
Braja yang di serang tiba-tiba merasa marah karena berhasil terdorong jauh ke belakang dan menabrak kursi. Matanya menatap tajam Kai, ia menyipitkan matanya saat mengamati Kai tidak memiliki Chi sama sekali, tapi mempunyai daya ledakan yang besar pada serangannya.
"Siapa kamu?" tanya. Braja.
"Kau tidak layak bertanya tua Bangka, yang jelas aku kan merobek mulutmu karena sudah berani melecehkan calon istriku, bangsat.
BLAARR!!!!
Kai lagi-lagi menyerang Braja, hingga membuat Braja tersudut dan mengerang marah.
"Bajingan tengik si*lan!!! Kau membuatku marah!!!" teriak Braja marah hingga membuat Qi miliknya menguar keluar dari tubuhnya membuat hampir membuat semua orang di sana tertekan.
...•••••••...