The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
138. Kegelisahan Dara - Xing Corporation



Setelah di antar Kai, Dara menghabiskan waktu di kamar seorang diri sembari duduk di balkon. Entah mengapa dia merasa gelisah seperti akan terjadi sesuatu yang tidak di inginkan pada sang kekasih.


Itu sebabnya Dara memberikan kalung miliknya pada Kai agar ia bisa sedikit tenang. Kalung itu adalah kalung buatannya yang berisi kekuatan Chi pelindung.


Di mana penggunanya bisa terlindungi dari serangan, baik itu senjata ataupun kekuatan internal. Dan Kekuatan di kalung itu bisa memblokir kekuatan lawan yang setara dengan kultivator tingkat 7 atau Tingkat Saint. Namun hanya bisa menahan Sampai lima kali sebelum akhirnya kalung itu pecah dan lenyap.


Setelah beberapa saat Kai menghubunginya jika ia sudah berada di pangkalan militer dan akan berangkat ke perbatasan sejam dari sekarang. Kai juga mengatakan kemungkinan di sana tidak ada sinyal dan sulit untuk di hubungi.


Dara membalas pesan itu dan memberikan pesan agar Kai selalu hati-hati. Kai pun mengirimkan foto dirinya yang sudah akan berangkat dengan memakai pakaian militer miliknya.


Karena tidak ada kesibukan lain, Dara memutuskan untuk berkultivasi di ruang dimensi namun setelah beberapa jam di ruang dimensi atau beberapa menit di dunia nyata, pikirannya tetap teralihkan kepada Kai. Jadi ia memutuskan untuk menghentikan kultivasibya lalu keluar dan tidur saja.


Tok! Tok! Tok!


Dara yang belum bisa terlelap beranjak dari posisi tidurnya dan membuka pintu kamarnya. Terlihat Flo berdiri di depan kamarnya.


"Nona" sapa Flo


"Ada apa Flo?" tanya Dara


"Di bawah ada Tuan Lucas" ucap Flo.


"Pak Agam kemana?" tanya Dara


"Pak Agam sedang keluar membeli beberapa kebutuhan" ucap Flo


"Oh, Minta Lucas tunggu sebentar, aku akan Menganti pakaianku lebih dulu" ucap Dara


"Baik nona" ucap Flo.


Tak lama Dara juga turun setelah mengganti pakaiannya dengan pakaian santai namun tetap sopan. Ia melihat Lucas duduk di sofa tamu dengan sedikit gelisah.


"Selamat siang Ketua" sapa Lucas sembari berdiri dan membungkuk hormat.


"Hmm siang, duduklah! Ada apa Lucas, tumben masih jam segini sudah kemari? Apa ada masalah di perusahaan?" tanya Dara


"Ah tidak ketua, saya hanya ingin menyampaikan beberapa hal saja" ucap Lucas.


"Apa itu?" tanya Dara


"Yang pertama, ini ada undangan acara ulang tahun salah satu stasiun televisi terbesar di negara ini. Mereka berharap pemilik A.A Entertainment bisa hadir di acara mereka" ucap Lucas menyerahkan sebuah undangan yang terlihat mewah itu pada Dara


"Aku tidak bisa janji untuk datang, lihat nanti waktuku sibuk atau tidak. Memang kapan acaranya?" tanya Dara


"Akhir pekan ini di studio AMTV di pusat kota, pukul 7 malam, ketua" ucap Lucas di balas anggukan oleh Dara.


"Apa ada yang lain?" tanya Dara lagi


"Ya, pagi tadi ada email masuk dari perusahaan asing yang ingin mengakuisisi sebagian saham A.A Entertainment" ucap Lucas.


"Akuisisi?" tanya Dara menaikan sebelah alisnya.


"Iya ketua. saya sudah memberikan balasan pada perusahaan itu kalau kami tidak berniat menjual saham dan perusahaan dalam keadaan normal bahkan semakin maju. Namun Perusahaan itu terus membujuk dan berniat membeli dengan harga yang tinggi" ucap Lucas.


"Dari perusahaan mana itu?" tanya Dara


"Xing Corporation, salah satu perusahaan terbesar di benua ini Ketua, dan Perusahaan terbesar di negara C" ucap Lucas.


Mendengar nama Xing, Dara tidak bisa tidak terkejut. Ia memikirkan apakah ini suatu kebetulan atau memang Perusahaan itu ada hubungannya dengan Dinasti Xing?


Dara akan menyelidiki Perusahaan itu nanti, ia akan meminta Theo untuk mencari tahu tentang Perusahaan itu terlebih dulu.


"Katakan pada perusahaan itu, jika aku tidak berniat menjual saham meskipun di tawar dengan harga tinggi sekalipun" ucap Dara


"Baik Ketua" ucap Lucas, setelahnya Dara melihat Lucas seperti ragu ingin menyampaikan sesuatu.


"Katakan!" ucap Dara


"Hah? Ka-katakan apa Ketua?" ucap Lucas polos dan gugup.


"Ah, i-ini sebenarnya, ada sedikit hal yang ingin saya katakan mengenai Xavier, Ketua" ucap Lucas


"Ada apa dengannya?" tanya Dara kenapa Xavier selalu membuat ulah


"Dia selalu menerorku dengan menanyakan kabar, alamat rumah dan nomer telepon anda. Ia juga sering bertanya kapan anda ke perusahaan. Hampir sehari lima kali ia menggangguku di kantor Ketua" ucap Lucas yang memang terlihat tidak nyaman.


"Atir saja aku akan ke perusahaan Minggu depan melihat keadaan di sana" ucap Dara.


"Baik ketua" ucap Lucas.


"Apa ada lagi?" tanya Dara


"Tidak ada Nona. Kalau begitu saya permisi kembali ke perusahaan ketua" ucap Lucas yang di angguki oleh Dara.


Sepeninggal Lucas, dara mengambil ponselnya dan mengirimi Theo nama Xing Corporation. Dan juga keluarga pemilik perusahaan itu.. Ia ingin informasi versi lengkap tentang Perusahaan itu.


....


Dara kembali merebahkan dirinya di tempat tidur. Setelah drama para kakak dan adiknya saat makan malam. Di tambah mereka berebut ingin mengajaknya pergi keluar, namun Dara menolak dan memutuskan untuk istirahat di kamar.


Pikirannya masih menerawang memikirkan Kai, entah mengapa perasaannya semakin tidak enak. Namun Dara memutuskan untuk tenang dan berusaha berfikir positif.


Ia mengalihkan perhatiannya dengan menonton Film dari ponselnya. Namun sedetik kemudian Dara terduduk sembari memegangi dadanya yang jantungnya berdetak kencang.


"Kai.... Apa yang terjadi?" ucap Dara monolog pada dirinya sendiri.


Perasaan yang ia rasakan adalah sebuah penghubung dari sinyal kalung yang di kenakan oleh Kai.


"****! Sepertinya ada yang tidak beres!" ucap Dara oangsung loncat turun dari tempat tidur.


Segera saja ia menelepon Flo untuk ke kamarnya dan bersiap, kurang dari 2 menit Flo datang ke kamar Dara.


"Ada apa Nona?" tanya Flo terlihat bingung di telepon nonanya tiba-tiba.


"Kunci pintu kamarnya Flo! Dan kemarilah! Mungkin kita akan bertemu lawan yang berbahaya kali ini" ucap Dara


"Baik Nona" meskipun ia bingung, karena ia tidak merasakan ada lawan yang mendekat dalam jarak beberapa meter. Namun ia percaya sepenuhnya pada nonanya yang tidak mungkin bercanda di saat seperti ini.


Dara memutuskan untuk membawa Flo ikut karena kekuatan Flo sudah masuk ke tingkat dua awal dan sudah sangat stabil. Jika tebakan Dara tidak meleset, Flo saat ini bisa melawan kultivator dua level lebih tinggi darinya.


Bahkan Flo kemungkinan bisa kelawan kultivator di atas 2 tingkat dari nya.


Kemudian Dara langsung mengeluarkan Chi miliknya dan menyelimuti kamarnya agar tidak ada sinar yang menerobos keluar.


Lalu Dara mengambil lima batu bercahaya biru terang berbeda ukuran. Dara menyusun batu itu dan m memasukan Chi dengan kekuatan berbeda di setiap batunya, sesuai yang di perlukan.


Dara juga memusatkan tangannya di ujung garis.


Drrrrttttt


Batu-batu itu bergetar dan memunculkan garis merah berkesinambungan satu sama lain berwarna merah.


"Ayo! Kita tidak memiliki banyak waktu! Sebelum itu pakai masker ini dan juga Gelang ini. Aku akan menjelaskannya nanti di jalan" ucap Dara memberikan sebuah gelang giok pada Flo.


Setelahnya mereka beranjak menuju tengah garis merah itu, yang tak lain adalah pintu transportasi.


Wuuusshhhh!!!!


Tiba-tiba angin berputar kencang seperti terkena baling helikopter, angin yang berada di kamar Dara membuat seluruh barang di sana sangat berhamburan kemana-mana. Beberapa saat kemudian muncul Sinar Biru yang menyilaukan. Saat sinar itu meredup Dara dan Flo sudah tidak ada lagi di sana.


...••••••••...


Hai Guys, maaf hari ini up 1 BAB karena Author baru sempet nulis setelah selesai taraweh. Hari ini dari pagi sampai sore ada kerjaan dan kunjungan kerja, jadi belum sempet nulis.


Besok sore sekitar jam 4 sore Author Update 3 bab sebagai gantinya ya🙏