The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
219. Kemungkinan kasus yang sama



Waktu cepat sekali berlalu, Kai bahkan sudah kembali ke ibukota bersama tim Falcon dari sebuah perbatasan negaranya igh. Dara juga masih aktif masuk kuliah sebelum beberapa hari lagi Dara akan ke kota S untuk Koas.


Dalam beberapa waktu ini Lingga dengan gencar mendekati Flo, meskipun respon Flo saat ini masihlah dingin. Sepertinya Lingga harus berusaha lebih ekstra lagi, terlebih lusa nanti Lingga harus kembali ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikannya.


Nasib orang yang hampir menikam Sarah juga sudah terindentifikasi dan sudah di berikan pelajaran oleh Flo di markas Kuning. Tebakan Sarah benar, pelaku itu benar-benar suruhan orang dari negara A yang memiliki konflik dengan keluarga Wilson di negara S.


Karena keluarga Wilson menolak untuk bekerja sama untuk menyuplai senjata.


...


Hari ini Nathan memberanikan diri mengajak Manda untuk bertemu, setelah ia meminta nomor telepon Manda dari Dara. Kini keduanya tengah bertemu di sebuah restoran di pusat ibukota.


Sedangkan Dara saat ini tengah duduk berdua dengan Kai di balkon penthouse sembari mengobrol. Karena hari ini adalah hari libur karena tanggal merah, jadi Dara menyempatkan waktu berdua dengan Kai yang juga tidak memiliki tugas hari ini.


"Sayang, akhir-akhir ini aku dengar ada beberapa kejadian di ibukota tentang maraknya anak-anak yang tiba-tiba menghilang. Tim investigasi di kepolisian menyimpulkan jika itu adalah ulah kelompok perdagangan manusia. Tapi aku merasa tidak sesederhana itu, aku justru mengingat kejadian King Lintang yang ada di desa F provinsi K beberapa waktu lalu. Bagaimana menurutmu?" ucap Kai


"Bisa jadi, apa kamu sudah selidiki itu?" tanya Dara menoleh ke arah Kai.


"Aku sudah minta Rafael buat selidiki itu, ya walaupun itu sebenarnya bukan tugas ku tapi tugas kepolisian. Tapi yang aku takutkan hilangnya anak-anak itu ada hubungannya dengan jaringannya king Lintang kultivator hitam itu" ucap Kai


"Kau benar, kita harus selidiki agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan nantinya. Kalau pun itu benar-benar perdagangan manusia, kita harus segera menghentikannya. Kalau butuh bantuan, kasih tahu aku Kai" ucap Dara.


"Nggak usah khawatir aku pikir aku bisa melakukannya sendiri, tapi kalau aku nggak sanggup aku akan kabari kamu. Tapi gimana kalau ada apa-apa, kamu kan pasti nanti di kota S Yang " ucap Kai


"Nanti sebelum aku ke kota S, aku buat tempat teleportasi di penthouse. Jadi aku bisa langsung datang ke ibukota begitupun sebaliknya" ucap Dara


Mendengar itu Kai senang, karena bukan hanya karena untuk mempersingkat waktu, namun Kai juga bisa menggunakannya agar bertemu dengan Dara dengan cepat tanpa harus melakukan perjalanan berapa jam untuk bertemu dengan pujaan hatinya itu.


Tidak masalah jika saat melakukan teleportasi kamu merasa sedikit pusing, demi bertemu cepat dengan ayang, itu semua tidak masalah bagi Kai.


Meskipun kemungkinan besar Kai akan pulang ke apartemennya di kota S dan menetap di sana selama masa Koas Dara, agar selalu berdekatan dengan kekasihnya itu.


"Kamu tinggal di mana di kota S?" tanya Kai


"Di mansion, kakek dan mama Ellena yang minta aku buat tinggal di sana. Tapi kalau kamu sedang di kota S, aku pasti temani kamu walaupun tidak bisa menginap" ucap Dara


Kai pun mengangguk paham. Karena ia tahu jika Keluarga Adi Raharjo ingin lebih dekat dengan Dara sebelum anak dan cucu mereka itu.


....


Keesokan sorenya Dara di kejutkan oleh kabar dari Kai yang mengatakan ada kasus hilangnya anak lagi dan ciri-cirinya sama persis dengan hilangnya anak-anak karena korban kultivator hitam malam tadi..


"Nona anda mau kemana?" tanya Flo yang melihat Dara sudah bersiap pergi.


"Ah Flo, aku mau ke tempat Kai, kau ikut aku sekarang. Mungkin aku membutuhkan bantuanmu di sana" ucap Dara


Flo hanya mengangguk dan langsung bersiap untuk pergi bersama dengan Dara, tanpa menanyakan lebih lanjut.


Setelah beberapa saat keduanya pun pergi menggunakan Lamborghini Veneno milik Dara. Setidaknya menempuh hingga 15 menit keduanya sampai di area apartement mewah di mana Penthouse Kai berada.


"Sayang kamu ke sini?" ucap Kai terkejut saat ia membuka pintu ia melihat Dara di sana bersama dengan Flo.m di depan pintu


"Hmm aku akan ikut mencari tahu" ucap Dara


"Kalau begitu ayo kita pergi ke tempat Rafael" ucap Dara


"Hmm" Dara mengangguk.


Di apartemen Rafael, terlihat ada dua orang lain kecuali Rafael. Dua orang itu adalah anggota Falcon yang tengah menyelidiki kasus hilangnya anak-anak di ibukota, lebih tepatnya di daerah timur.


"Bagaimana?" tanya Kai


"Dugaanku kasus ini sama dengan yang terjadi di desa F provinsi K. Hari di mana anak-anak hilang juga sama" ucap Rafael.


"Apa kalian sudah menemukan lokasi pelaku?" tanya Kai


"Belum, karena lokasi mereka selalu berubah-ubah" jawab Rafael.


Saat mereka berdiskusi l, ponsel dara berdering. Itu dari Theo yang memberitahu jika ia sudah menemukan kemungkinan besar di mana lokasi pelaku.


Tentu saja Dara tidak membuang waktu dan mengatakan pada Kai dan mereka berenam berangkat ke sana dengan menggunakan dua mobil.


Sampai di jalan yang cukup sempit di daerah pinggiran ibukota selatan dan timur, mobil keduanya berhenti.


"Kalian bertiga jaga di sini, biar saya, Dara dan Flo yang akan masuk" ucap Kai.


"Tidak! Biarkan Flo di sini. aku takutnya benar adanya orang itu dan sebagian menyerang Rafael dan yang lain. Aku tahu mereka sangat kuat, tapi aku tidak mau ambil resiko dan aku yakin Flo bisa mengurusnya jika keadaannya terdesak" ucap Dara


"Aku akan mendengarkan anda nona" ucap Flo tidak bisa membantah ucapan Dara.


...•••••••...